MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Rumah Sakit Indonesia, Gaza - Palestina

  • Home
  • >
  • Rumah Sakit Indonesia, Gaza – Palestina

RS INDONESIA DI GAZA: SIMBOL CINTA DAN SOLIDARITAS UNTUK PALESTINA

Di tengah blokade berkepanjangan dan agresi yang melanda Jalur Gaza, berdiri sebuah bangunan megah berbentuk segi delapan (octagon) yang menjadi harapan bagi warga Palestina. Itulah Rumah Sakit Indonesia (RSI), sebuah rumah sakit karya bangsa Indonesia yang bukan sekadar fasilitas medis, melainkan simbol dukungan dan cinta rakyat Indonesia untuk Palestina.

BERAWAL DARI NIAT TULUS

Terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Pembangunan RS Indonesia diinisiasi oleh MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia. Gagasan ini muncul pasca agresi Israel ke Gaza pada akhir 2008 hingga awal 2009. Saat itu, Tim MER-C secara langsung melihat kebutuhan mendesak akan pusat layanan medis yang mumpuni di wilayah Gaza Utara, front terdepan konflik.

Hal yang paling membanggakan adalah seluruh pendanaan Pembangunan RS Indonesia murni berasal dari donasi rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke dan sebagian besar kalangan menengah ke bawah. MER-C menutup bantuan asing untuk program ini, menjadikannya murni sebagai “hadiah” dari bangsa Indonesia.

DESAIN DAN ARSITEKTUR UNIK DENGAN FASILITAS MEDIS MODERN

RS Indonesia mulai beroperasi pada akhir 2015 dan diserahterimakan secara simbolis pada Januari 2016. Secara fisik, gedung ini memiliki desain unik berbentuk oktagon (segi delapan) dengan arsitektur indah dan ruangan-ruangan diberi nama pulau-pulau di Indonesia. Terdapat juga dua nama pahlawan asal Aceh, yaitu Cut Nyak Dien dan Teuku Cik Ditiro.

Di dalamnya terdapat fasilitas alat medis modern yang difokuskan untuk menangani kasus-kasus darurat (trauma) dan bedah.

TUMPUAN LAYANAN MEDIS YANG SUDAH MENGALAMI 2 TAHAP PEMBANGUNAN

Sejak beroperasi, RSI yang difungsikan sebagai RS Umum utama dan terbesar di Gaza Utara telah menjadi tumpuan utama bagi ratusan ribu warga Gaza Utara. Saat eskalasi konflik meningkat, rumah sakit ini sering kali bekerja melampaui kapasitasnya.

Untuk itu, pada tahun 2019 hingga 2020, MER-C melakukan Pembangunan tahap 2, yaitu membangun 2 lantai tambahan guna menambah kapasitas tempat tidur dan layanan RS.
Biaya Pembangunan Tahap I Rp 126 Milyar.
Biaya Pembangunan Tahap 2 Rp 45 Milyar.

RS INDONESIA SEBELUM AGRESI 7 OKTOBER 20223

  • RS TERBESAR & UTAMA di Gaza Utara dan terbesar ke-2 di sepanjang Jalur Gaza
  • Tipe RS : RS Umum (General Hospital)
  • Lokasi : Bayt Lahiya, Gaza Utara
  • Luas Tanah : 16.261 m2
  • Status Tanah : Wakaf dari Pemerintah Palestina
  • RS Indonesia terdiri dari 4 lantai & 1 lantai basement
  • Luas Bangunan Utama : 12.672 m2
  • Kapasitas : 235 tempat tidur
  • Melibatkan >100 relawan Indonesia dalam proses pembangunan

RS Indonesia tidak hanya memberikan perawatan fisik bagi yang terluka, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa rakyat Indonesia selalu berdiri bersama warga Palestina melawan segala bentuk kejahatan kemanusiaan (genosida) dan penjajahan.

Selain RSI, di dalam kompleks RS Indonesia, MER-C juga membangun Wisma dr. Joserizal Jurnalis yang berfungsi sebagai Kantor Perwakilan MER-C di Gaza dan tempat tinggal relawan Indonesia selama bertugas di wilayah konflik ini.

PERAN STRATEGIS RS INDONESIA DI TENGAH AGRESI

Salah satu serangan hari pertama agresi, 7 Oktober 2023 menyebabkan:

  • 1 staf local MER-C syahid
  • 1 mobil operasional MER-C hancur
  • Wisma Rakyat Indonesia mengalami kerusakan

Meski sempat beberapa kali menjadi target serangan dan pembakaran, MER-C bersama Kementerian Kesehatan Palestina dan tenaga medis lokal berupaya merenovasi bertahap dan mereaktivasi RS Indonesia agar tetap dapat memberikan pelayanan bagi warga korban agresi. Tim MER-C bersama Tenaga Medis lokal bekerja di bawah ancaman bom, kekurangan obat-obatan, alat kesehatan, listrik, bahan bakar, makanan dan air bersih.

Mei 2025, agresi terus memburuk, RS Indonesia Tetap Merawat Pasien, di Tengah Kepungan Penjajah, Kerusakan dan Keterbatasan.

2 Juni 2025, RS Indonesia dikosongkan Paksa oleh Penjajah Israel.
Kini RS Indonesia Satu-satunya Bangunan yang Masih Berdiri di Gaza Utara, namun kami belum bisa mencapainya lagi. MER-C terus melakukan advokasi dan negosiasi dengan berbagai pihak agar bisa mereaktivasi RS Indonesia melalui program “Bangun Kembali RS Indonesia di Gaza”!

 

Silahkan bertanya?