MER-C Lihat Langsung Kerusakan RS Jabal Amel di Lebanon Selatan, Identifikasi Kebutuhan Mendesak

Beirut – Tim MER-C pada Sabtu (6/6/2026) meninjau langsung kondisi Rumah Sakit Jabal Amel di Kota Tyre, Lebanon Selatan, yang terdampak serangan penjajah Israel. Tim menyaksikan kerusakan parah akibat serangan tersebut. Sejumlah fasilitas seperti laboratorium medis, ruang perawatan intensif (ICU), dan area parkir mengalami kerusakan berat, dengan puing-puing berserakan dan langit-langit yang jebol. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan 4 orang dan melukai 127 orang, dengan sebagian besar korban luka merupakan tenaga medis rumah sakit. Selain meninjau kondisi rumah sakit pasca serangan, kedatangan Tim MER-C juga bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh Rumah Sakit Jabal Amel yang merupakan salah satu pusat layanan medis utama di Kota Tyre, Lebanon Selatan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DZ8-TOeTmCi/?igsh=MWczb3d0bnltZGNsdQ== https://www.facebook.com/share/v/1Bd13LRDST/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSC8H4J3S/ https://x.com/mercindonesia/status/2069617733747249489?s=46 ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
Kunjungi Kamp Shatila di Beirut, MER-C Soroti Krisis Kemanusiaan dan Kepadatan Pengungsi

Beirut — Tim MER-C Indonesia pada 1 Juni 2026 mengunjungi Kamp Pengungsi Shatila di Beirut, kamp pengungsian Palestina tertua di Lebanon yang berdiri sejak tahun 1949. Tim juga sempat mengunjungi makam para syuhada korban pembantaian Israel pada tahun 1982. Kamp Shatila turut merasakan dampak krisis kemanusiaan di tengah meningkatnya konflik sejak 2 Maret 2026. Meskipun bukan lokasi pengungsian resmi, kamp ini menerima tambahan keluarga pengungsi dari berbagai wilayah, di antaranya Tyre (Sour), Al-Buss, Burj Al-Shemali, serta sebagian warga dari kawasan Dahiyah, Beirut Selatan, yang terdampak serangan. Bahkan saat kunjungan Tim MER-C, Kamp Shatila kembali menerima pengungsi dari wilayah Dahiyah akibat adanya seruan evakuasi menyusul ancaman serangan bom di kawasan tersebut. Selama kunjungan, Tim MER-C meninjau kondisi permukiman, pusat layanan kesehatan, serta berdiskusi dengan pengelola kamp. Dari hasil pemantauan, ditemukan sejumlah tantangan yang dihadapi, antara lain: 1. Kepadatan penduduk yang sangat tinggi.2. Keterbatasan akses air bersih dan sanitasi.3. Meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan primer serta ketersediaan obat-obatan.4. Tingginya angka kemiskinan dan ketergantungan terhadap bantuan kemanusiaan.5. Meningkatnya kebutuhan dukungan psikososial, khususnya bagi anak-anak dan perempuan yang mengalami trauma akibat konflik. Kondisi ini semakin memperkuat perlunya dukungan kemanusiaan yang berkelanjutan, terutama dalam bidang kesehatan, pangan, sanitasi, serta perlindungan bagi kelompok rentan. Saat ini, Shatila dihuni sekitar 11.600 pengungsi Palestina yang terdaftar. Namun, jumlah penduduk yang benar-benar tinggal di dalam kamp diperkirakan mencapai 14.000–15.000 jiwa, termasuk pengungsi Suriah dan kelompok rentan lainnya. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DZwnvEfEyTS/?igsh=MTUxMnMxaHZoNm5tZQ== https://www.facebook.com/share/p/18cJGLXxed/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSQ74CQ7u/ https://x.com/mercindonesia/status/2067877928785133907?s=46 ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
Tim MER-C Tinjau Kebutuhan Layanan Luka Bakar di Turkish Hospital di Lebanon

Saida – Tim MER-C untuk misi kemanusiaan Lebanon pada Sabtu (6/6/2026) mengunjungi Turkish Trauma and Emergency Hospital di Saida, Lebanon Selatan. Kunjungan ini untuk meninjau secara langsung kebutuhan bantuan di unit luka bakar (burn unit) rumah sakit tersebut, yang saat ini menerima banyak pasien trauma seiring meningkatnya eskalasi konflik dengan Israel. Direktur rumah sakit, dr. Noura Shakaroun, menjelaskan bahwa burn unit di Turkish Hospital telah tersedia, baik dari sarana maupun sumber daya manusia (SDM). Pada awal tahun, rumah sakit menerima bantuan peralatan serta pelatihan penanganan trauma luka bakar dari lembaga amal Inggris. Saat ini, rumah sakit juga memiliki satu dokter spesialis bedah rekonstruksi dan telah siap menangani pasien luka bakar yang dirujuk ke fasilitas mereka. Dr. Noura menuturkan, kebutuhan yang sebenarnya ingin dikembangkan lebih luas adalah departemen pediatrik secara menyeluruh, baik untuk penanganan kasus trauma, termasuk luka bakar, maupun kasus non-trauma. Rumah sakit bahkan telah menyiapkan ruangan khusus untuk departemen anak, termasuk Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dengan kapasitas lima tempat tidur. Karena kebutuhan yang dihadapi lebih besar daripada sekadar unit luka bakar anak, kebutuhan pendukung yang diperlukan pun semakin luas, mulai dari peralatan medis, bahan habis pakai, tenaga kesehatan, hingga pelatihan agar layanan pediatrik dapat berjalan secara menyeluruh, mulai dari instalasi gawat darurat (IGD), rawat inap, hingga PICU. Harapannya, departemen ini dapat terus beroperasi secara berkelanjutan meskipun tim bantuan internasional telah menyelesaikan tugasnya. Secara umum, dr. Noura menyampaikan bahwa pihaknya lebih memilih bantuan dalam bentuk peralatan dan pelatihan dibandingkan bantuan dana tunai. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DZr5JwuE-Xv/?igsh=ajcyOHQ3anBpazI0 https://www.facebook.com/share/v/17tdA2wGmv/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSQs8RggN/ https://x.com/mercindonesia/status/2067212651017732537?s=46 ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
MER-C Kunjungi KBRI Lebanon, Perkuat Koordinasi untuk Penyaluran Bantuan Kemanusiaan

Beirut – Tim MER-C untuk misi kemanusiaan Lebanon pada Rabu (3/6/2026) berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Baabda, selatan Beirut. Kedatangan tim MER-C disambut hangat oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon, H.E. Dicky Komar, beserta jajaran staf KBRI. Dalam pertemuan tersebut, Dubes Dicky menyampaikan apresiasi atas upaya kemanusiaan yang dilakukan MER-C bagi masyarakat Lebanon. Dubes juga menjelaskan terkait perkembangan situasi konflik di Lebanon, termasuk peristiwa penyerangan Kontingen Garuda yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) beberapa waktu lalu. Tim MER-C kemudian memaparkan hasil survei lapangan serta sejumlah pertemuan yang telah dilakukan dengan mitra lokal, antara lain Al-Shifaa for Medical & Humanitarian Services, Public Health Emergency Operations Center (PHEOC), dan EMT Liaison. Tim juga menyampaikan berbagai kebutuhan bantuan yang saat ini diperlukan oleh masyarakat Lebanon. Dubes berharap MER-C terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan KBRI terkait seluruh aktivitas kemanusiaan yang dijalankan di Lebanon. Tim Assessment MER-C untuk Misi Kemanusiaan Lebanon berangkat dari Jakarta pada Jumat (29/5/2026) dan tiba di Beirut pada Sabtu (30/5/2026). Tim terdiri dari tiga relawan medis, yaitu dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Arief Rachman, Sp.Rad., dan Wirsal Adiansyah Harahap, S.Kep., Ners. Tim ini bertugas melakukan penilaian awal terhadap kebutuhan medis yang paling mendesak serta memetakan wilayah-wilayah potensial untuk penyaluran bantuan kemanusiaan pada tahap selanjutnya. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DZmes-XE6de/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
Tim MER-C Bertemu PHEOC Lebanon, Bahas Kebutuhan Bantuan Kesehatan di Lebanon Selatan

Beirut – Tim MER-C Indonesia pada Selasa (2/6/2026) mengunjungi Rumah Sakit Universitas Rafik Hariri dan bertemu dengan Wahida Ghalayini, Koordinator Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) serta dr. Zahara selaku Liaison Officer EMT. Dalam pertemuan tersebut, keduanya memaparkan perkembangan situasi konflik di Lebanon Selatan serta aktivitas koordinasi bantuan yang dilakukan bersama tim-tim internasional. Mereka mengatakan saat ini, sejumlah tim medis internasional masih aktif memberikan pelayanan di beberapa wilayah, di antaranya Saida (Sidon), Tyre, dan Nabatieh. Berbeda dengan kondisi di Gaza, sebagian besar fasilitas dan sistem layanan kesehatan di Lebanon Selatan masih beroperasi. Namun, tingginya jumlah korban serta keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan menyebabkan terjadinya surge capacity di sejumlah fasilitas kesehatan. Untuk itu, PHEOC mengusulkan agar MER-C turut memperkuat layanan burn unit di Turkish Trauma & Emergency Hospital yang berada di Kota Saida. Rumah sakit tersebut belum memiliki unit penanganan luka bakar yang memadai, sehingga diperlukan dukungan baik dalam bentuk SDM maupun sarana dan prasarana pendukung. Rumah sakit pemerintah tersebut merupakan salah satu pusat rujukan utama yang berada di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan Lebanon (MOPH) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam penanganan korban konflik. Mereka juga menyarankan perlunya program capacity building untuk tenaga kesehatan lokal agar memiliki kemampuan menangani kasus-kasus luka bakar secara mandiri ketika tim bantuan internasional sudah tidak lagi bertugas di wilayah tersebut. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DZbpI39k-jt/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
Tim MER-C Melihat Langsung Kondisi Kamp Pengungsian Korban Serangan Israel di Lebanon

Beirut – Tim MER-C untuk misi kemanusiaan Lebanon pada Senin (1/6/2026) mengunjungi salah satu kamp pengungsian di Kota Saida (Sidon), yang menampung warga Lebanon Selatan korban serangan Israel. Kota Saida sendiri menjadi salah satu daerah konsentrasi pengungsi karena lokasinya yang berbatasan dengan wilayah Lebanon Selatan. Kamp pengungsian ini telah beroperasi sekitar tiga bulan, menampung sekitar 93 kepala keluarga, mulai dari anak-anak hingga lansia. Di kamp ini tidak ditemukan kasus trauma atau luka akibat serangan. Namun, banyak pengungsi lanjut usia yang menderita penyakit kronis, penyakit degeneratif, gangguan metabolik, maupun berbagai komplikasi kesehatan lainnya. Setiap keluarga menempati satu ruang yang dibatasi sekat-sekat terpal di dalam bangunan besar yang difungsikan sebagai shelter. Fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) tersedia berkat dukungan dari organisasi kemanusiaan MSF. Namun, koordinator bantuan setempat mengeluhkan keterbatasan pasokan makanan yang hanya diterima satu kali sehari, yakni saat makan siang, serta minimnya pasokan listrik. Ketersediaan listrik sangat dibutuhkan untuk mengoperasikan pompa air yang menyalurkan air ke fasilitas MCK. Sementara itu, kebutuhan air bersih diperoleh melalui proses filtrasi air dari jaringan pipa. Tim MER-C sebelumnya juga berencana mengunjungi wilayah Lebanon Selatan, namun belum memungkinkan karena serangan masih terus berlangsung. Kunjungan ke kamp pengungsian ini dilakukan bersama staf Yayasan Al Shifa, lembaga yang memiliki banyak program bantuan untuk para pengungsi di Lebanon. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DZZeycDE30-/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
Tim MER-C Kunjungi Kantor Pusat Al-Shifaa di Lebanon, Bahas Bantuan untuk Korban Serangan Israel

Saida, Lebanon – Tim MER-C Indonesia yang saat ini tengah menjalankan misi kemanusiaan di Lebanon mengunjungi kantor pusat Al-Shifaa for Medical & Humanitarian Services di Kota Saida (Sidon) pada Senin (1/6/2026). Kedatangan tim MER-C disambut langsung oleh Direktur Eksekutif Al-Shifaa, Dr. Majdi Krayyem. Dalam pertemuan tersebut, tim MER-C memaparkan rencana bantuan yang akan diberikan kepada warga terdampak serangan Israel di Lebanon. Al-Shifaa sendiri merupakan NGO yang cukup aktif terlibat dalam operasi bantuan kemanusiaan di berbagai wilayah Lebanon, dengan sebagian besar personelnya bertugas di Lebanon Selatan. Usai kunjungan, tim MER-C bersama staf Al-Shifaa melihat langsung salah satu kamp pengungsian yang menampung warga Lebanon Selatan, korban serangan Israel. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DZW8pVOk8e-/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
Tiba di Beirut, Tim MER-C Disambut Dubes RI untuk Lebanon

Beirut – Kedatangan Tim Assessment MER-C untuk Misi Kemanusiaan Lebanon pada Sabtu (30/5/2026) disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon, Dicky Komar. Tim Assessment MER-C berangkat dari Jakarta pada Jumat (29/5/2026). Tim terdiri atas tiga relawan medis, yakni dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Arief Rachman, Sp.Rad., dan Wirsal Adiansyah Harahap, S.Kep., Ners. Misi kemanusiaan MER-C untuk Lebanon dilaksanakan melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta sebagai respons atas permintaan bantuan yang disampaikan Pemerintah Lebanon melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta. Tim Assessment ini bertugas membuka jalan bagi pengiriman tim MER-C berikutnya. Selama berada di Lebanon, tim akan memastikan aspek keamanan bagi relawan yang akan diberangkatkan selanjutnya, mengidentifikasi kebutuhan bantuan kemanusiaan yang paling mendesak, serta memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi lokasi penyaluran bantuan. Selain itu, tim juga akan menentukan jenis bantuan yang diperlukan serta menyusun komposisi tim yang paling sesuai. Langkah ini dilakukan agar bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari masyarakat Indonesia dapat disalurkan secara efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Lebanon. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DZJb70vEwiL/?igsh=b2RrbGExaHpiM2Nt https://www.facebook.com/share/v/1E7WNs7QUF/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSQ1gfkG7/ https://x.com/mercindonesia/status/2062368680005234771?s=46 ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah