Rumah Sakit Indonesia, Rakhine State - Myanmar
- Home
- >
- RS Indonesia, Rakhine Myanmar
RS Indonesia di Rakhine State Sebuah Diplomasi Kemanusiaan
Setelah RS Indonesia di Jalur Gaza – Palestina, satu lagi karya anak bangsa di kancah Internasional, yang diinisiasi oleh MER-C Indonesia terwujud. Kali ini di wilayah yang masih bergejolak, Rakhine State – Myanmar. Sebuah sarana kesehatan, Rumah Sakit Indonesia telah berdiri di tengah-tengah antara desa Budha dan Muslim, tepatnya di Myuang BWe, Mrauk U, Rakhine State. RS ini diharapkan dapat menjadi symbol perdamaian masyarakat setempat dan juga menjadi symbol persahabatan dua negara, Indonesia – Myanmar. Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar adalah bagian dari Diplomasi Kemanusiaan MER-C.
Berawal dari Misi Kemanusiaan 2012
Cikal bakal pembangunan rumah sakit bermula pada tahun 2012, saat tim relawan MER-C melakukan misi kemanusiaan pertama ke Rakhine State pasca konflik di wilayah tersebut. Dalam misi medis tersebut, tim MER-C memberikan pelayanan kesehatan langsung di kamp-kamp pengungsian baik kamp Muslim maupun kamp Buddha. MER-C menjadi LSM pertama dari Indonesia yang dapat melakukan pelayanan kesehatan di kedua belah pihak.
Berdasarkan hasil assessment tim saat itu, fasilitas kesehatan di kamp-kamp pengungsi yang ada masih sangat minim dan MER-C mencanangkan pembangunan sarana kesehatan yang bersifat permanen yang dapat diakses oleh kedua belah pihak.
Sejak saat itu, lobby-lobby dengan berbagai pihak terus dilakukan baik dengan Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Myanmar agar rencana pembangunan RS Indonesia dapat terealisasi.
RS Indonesia Sebagai Sarana Rekonsiliasi
Kami meyakini bahwa kesehatan adalah bahasa universal. Di bawah atap rumah sakit, tidak ada lagi sekat etnis maupun agama; yang ada hanyalah pasien yang membutuhkan pertolongan dan tenaga medis yang melayani dengan hati. Dengan bertemunya kedua belah pihak di satu fasilitas yang sama, diharapkan benih-benih perdamaian dan kepercayaan dapat tumbuh dan mendoro rekonsiliasi konflik di wilayah ini.
Kolaborasi Inklusif: MER-C, PMI, dan WALUBI
Dalam perjalanannya, inisiasi ini mendapat sambutan positif baik dari Pemerintah Myanmar maupun Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Pak M Jusuf Kalla Wakil Presiden RI serta berbagai elemen bangsa Indonesia. Program berkembang menjadi sebuah kolaborasi inklusif antara MER-C Indonesia, Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI).
Sinergi antara organisasi medis kemanusiaan (MER-C), lembaga kemanusiaan nasional (PMI), dan perwakilan umat Buddha (WALUBI) ini mempertegas pesan bahwa rakyat Indonesia bersatu padu untuk kemanusiaan di Myanmar.
Milestone Pembangunan dan Data RS Indonesia di Rakhine State
Setelah melalui proses diplomasi dan perizinan yang cukup panjang, pembangunan fisik resmi dimulai pada tahun 2017. Proses pembangunan terus berjalan meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Lokasi RS : Desa Myaung Bwe, Mrauk U Township, Rakhine State
Luas tanah : 4.536 m2
Luas bangunan : 2.302 m2
Dibangun Oleh : MER-C Indonesia
Sumber Donasi : Rakyat Indonesia melalui MER-C Indonesia, PMI dan WALUBI
Peletakan Batu Pertama : 19 November 2017
Dihadiri oleh Pemerintah Indonesia (Dubes RI di Yangon), Pemerintah Myanmar, MER-C dan Tokoh Muslim dan Budha
Periode Pembangunan : Mei 2017 – November 2019
Pembangunan diperkirakan memakan waktu selama 10 bulan. Namun akibat konflik yang masih terus terjadi, cuaca ekstrim, sulitnya SDM pekerja, material, dsb, maka pembangunan memakan waktu total hingga 2,5 tahun.
Serah Terima : 10 Desember 2019
Harapan dan Keberlanjutan
Kehadiran RS Indonesia diharapkan menjadi jembatan perdamaian agar masyarakat Buddha dan Muslim dapat hidup rukun melalui akses kesehatan yang lebih baik dan setara.
Untuk itu, MER-C bertekad bahwa program ini perlu diikuti dengan program lanjutan berupa:
- Pengiriman Relawan Medis untuk bertugas berkala di RS Indonesia
- Peningkatan kapasitas tenaga medis lokal (local capacity building)
- Bantuan kemanusiaan lainnya
Mari terus mendukung misi kemanusiaan ini, agar RS Indonesia tetap tegak berdiri sebagai oase kesehatan dan perdamaian di Rakhine State, Myanmar.