MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Klinik Panga Aceh

  • Home
  • >
  • Klinik Panga Aceh

Klinik Panga: Pionir Kebangkitan Pelayanan Medis Pasca Tsunami Aceh

Tragedi dan Respons Cepat 24 Jam

Minggu pagi, 26 Desember 2004, bencana gempa bumi dan tsunami dahsyat menerjang bumi Nanggroe Aceh Darussalam. Tragedi ini melumpuhkan negeri Serambi Mekah dan mengakibatkan ratusan ribu jiwa menjadi korban.
Hanya dalam waktu 24 jam pasca-bencana, MER-C segera menurunkan Tim Medis dari Jakarta dan Medan. Mengingat besarnya skala bencana, MER-C mengerahkan kekuatan nasional dengan mengirimkan relawan dokter, perawat, dan tenaga non-medis secara rotasi. Sejak saat itu, Aceh ditetapkan sebagai wilayah misi kemanusiaan jangka panjang bagi MER-C.

Membangun Harapan di Panga, Aceh Jaya

Aceh Jaya merupakan salah satu kawasan dengan dampak kerusakan terparah. Infrastruktur kesehatan di wilayah ini luluh lantak total. Merespons kondisi tersebut, MER-C Indonesia hadir di Kecamatan Panga untuk memulihkan layanan kesehatan bagi para penyintas melalui pembangunan fasilitas kesehatan permanen yang mumpuni.
Pembangunan dimulai pada tahun 2006 melalui kolaborasi antara MER-C Indonesia dan MERCY Malaysia. Klinik ini berdiri di atas tanah wakaf seluas 1.200 m² dari Bapak Syarifuddin Yunus (warga setempat) serta tanah milik MER-C seluas 200 m². Kehadirannya mencatatkan sejarah sebagai fasilitas kesehatan pertama yang dibangun dan beroperasi di wilayah tersebut pasca-tsunami.

Masa Pendampingan dan Operasional

Selama beberapa tahun, MER-C tidak hanya menyediakan fisik bangunan, tetapi juga mendampingi operasionalnya. MER-C secara rutin mengirimkan relawan dokter dan perawat untuk bahu-membahu bersama tenaga medis lokal memberikan pelayanan medis langsung kepada masyarakat yang sedang bangkit dari masa sulit.

Serah Terima Aset dan Peralatan Medis

Setelah masa pendampingan dinilai mandiri, MER-C Indonesia secara resmi menyerahkan seluruh aset tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya pada 22 April 2014. Total aset dan peralatan medis yang diserahkan mencapai nilai Rp2,5 miliar, yang mencakup:
• Lahan & Properti: Tanah dan bangunan permanen seluas lebih dari 1.400 m².
• Fasilitas Medis: Peralatan medis standar rumah sakit untuk IGD, Kamar Bersalin, dan Ruang Operasi.
• Penunjang Vital: Laboratorium, Unit X-Ray, Dental Unit, Apotek, Poliklinik Umum, serta ruang Rawat Inap.

Misi Kemanusiaan yang Berkelanjutan dan Jangka Panjang

Kini, fasilitas tersebut telah ditingkatkan statusnya oleh pemerintah setempat menjadi Puskesmas Rawat Inap Panga.
Kami mengucapkan terima kasih yang mendalam atas donasi para dermawan dan dukungan semua pihak. Klinik Panga adalah wujud nyata misi kemanusiaan yang berkelanjutan dan berdampak jangka panjang, membangun dari puing-puing bencana menuju kemandirian kesehatan bagi masyarakat Aceh.

 

Silahkan bertanya?