MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Alumni SMP 12 ‘80 Bantu Korban Erupsi Semeru Melalui MER-C

Corps 12 ’80 mendatangi Kantor Pusat Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di bilangan Senen, Jakarta Pusat untuk menyalurkan donasi bagi korban erupsi gunung Semeru, Jum’at/17 Desember 2021. Donasi sebesar Rp 15 juta diserahkan secara langsung oleh Ketua Harian Corps 12 ’80, Djati Samodra kepada MER-C yang diwakili oleh Ir. Luly Larissa selaku Ketua Divisi Penggalangan Dana MER-C dan Rima Manzanaris selaku Manajer Operasional MER-C.                     “Corps 12 ’80 adalah Ikatan Alumni SMP 12 angkatan tahun 1980 Jakarta. Donasi ini dari teman-teman kami satu angkatan,” jelas Djati. Menurutnya, kegiatan penggalangan dana untuk korban bencana seperti ini adalah kegiatan yang rutin dilakukan. “Namun untuk kepengurusan yang baru, penggalangan dana ini adalah yang pertama kalinya. Kepengurusan kami sendiri resmi dimulai sekitar bulan Agustus tahun 2021,” ujarnya. Lebih lanjut Djati menjelaskan bahwa penggalangan dana untuk korban erupsi gunung Semeru dilakukan selama lima hari. Setelah terkumpul, MER-C menjadi lembaga yang dipilih sebagai tempat penyalurannya. “Kebetulan saya dan kawan-kawan sudah tahu seperti apa sepak terjang MER-C Ketika ada bencana. MER-C selalu di garda terdepan jika ada bencana. Dari situ, tidak terlalu sulit buat kami untuk menentukan MER-C sebagai jalur distribusi bantuan dari teman-teman Corps 12 ‘ 80 ini,” tambahnya.                     Mewakili teman-teman seangkatannya, ia berharap donasi yang diberikan bisa disalurkan dengan baik oleh MER-C untuk membantu para korban erupsi gunung Semeru. “Kami berharap dana yang terkumpul tidak seberapa ini bisa disalurkan dengan baik untuk membantu korban erupsi Semeru yang membutuhkan bantuan medis khususnya. Tentunya banyak sekali baik korban-korban luka bakar, pasca erupsi atau pasca bencana pun kami yakin masih diperlukan kehadirannya,” pungkasnya. MER-C sendiri sudah bergerak untuk membantu korban erupsi Semeru sejak satu hari pasca bencana. Sampai saat ini sekitar 27 relawan dengan berbagai keahlian seperti dokter spesialis, dokter bedah umum, perawat, bidan, dan juga tim trauma healing telah diturunkan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana erupsi.

Tokoh Hindu: Solusi Dua Negara untuk Konflik Palestina – Israel, Itu Win-Win Solution

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia terus bergerak melakukan safari kemanusiaan ke berbagai elemen anak bangsa dan tokoh lintas agama di Indonesia. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk mendukung kemerdekaan Palestina. Kamis/16 Desember 2021, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad melakukan kunjungan ke kantor Parisada Hindu Dharma Indonesia atau PHDI sebagai Majelis Tertinggi Agama Hindu di Indonesia. Safari ini dalam rangka mengajak seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Hindu di Indonesia untuk turut mendukung kemerdekaan Palestina, karena kemerdekaan adalah hak asasi setiap negara. Indonesia mempunyai tanggung jawab konstitusi serta tanggung jawab sejarah untuk mendukung upaya ini. Kunjungan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad diterima oleh drg. Nyoman Suartanu, MPM selaku Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Kemanusiaan PHDI. Sebagai salah satu tokoh Hindu di Indonesia, drg. Nyoman merespon positif safari yang tengah dilakukan oleh MER-C karena beririsan di nilai kemanusiaan.                               “Melihat dari safari yang dilakukan oleh MER-C maka irisannya adalah di nilai-nilai kemanusiaan. Orang menderita, orang kena musibah tidak bisa kita pilah-pilah, semuanya adalah masalah kemanusiaan. Secara nilai baik itu dalam kitab-kitab manapun juga, kalau kita bicara masalah kemanusiaan, pasti itu yang tertinggi,” ujar Nyoman. Lebih lanjut Nyoman menjelaskan bahwa PHDI bernaung di bawah nilai-nilai Hindu dan ajaran kitab Weda. “Nilai-nilai dalam Weda, dalam ajaran agama Hindu adalah menyayangi kehidupan. PHDI menjunjung nilai-nilai itu, menjaga kehidupan dan menyayangi kehidupan, maka masuk ke human value atau nilai kemanusiaan.” Ia juga menyatakan keprihatinannya dengan konflik berkepanjangan Palestina – Israel yang menyebabkan banyak korban berjatuhan. “Kita sedih sepertinya tidak ada selesai-selesainya. Ini adalah masalah kemanusiaan tentu kita sebagai umat manusia di dunia memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk menghentikan seluruh konflik yang akhirnya menimbulkan korban kemanusiaan,” katanya. Menanggapi diskusi untuk upaya menghentikan konflik berkepanjangan ini dan adanya opsi soluasi dua negara yang juga didukung oleh pemerintah Indonesia, Drg. Nyoman Suartanu berpendapat hal ini sebagai win-win solution bagi kedua pihak yang bertikai.                             “Solusi dua negara itu adalah salah satu bentuk win-win solution. Kalau tadinya satu pihak ingin menguasasi, pihak lain ingin mempertahankan, win win solutionnya adalah ayo kita bagi, pilah jangan sampai terjadi seperti itu lagi,” ujar Nyoman. Namun bagaimana secara detailnya karena menyinggung kebijakan pemerintah, maka PHDI menurutnya sangat menjunjung bagaimana pemerintah Indonesia membuat sebuah keputusan yang bijak terhadap kondisi ini karena kita memiliki kewajiban dan tanggung jawab tentang hal tersebut. “Walau kami memiliki aturan, kami pasti akan tunduk dengan kebijakan positif hukum negara. Negara pun membuat keputusan tidak akan gegabah,” katanya. Di akhir pertemuan, sebagai kenang-kenangan dan untuk mempererat hubungan antara MER-C dan PHDI, dr. Sarbini Abdul Murad menyerahkan syal Indonesia – Palestina kepada drg. Nyoman Sanuarta dan plakat berlogo MER-C. Syal Indonesia – Palestina didisain khusus oleh MER-C dengan menyandingkan disain batik dari Indonesia dan disain kotak-kotak hitam putih dari Palestina sebagai simbol persahabatan Indonesia – Palestina.

Silahkan bertanya?