MER-C Kirim Tim Relawan Bantu Korban Banjir Demak

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), hari Selasa (19/3) mengirimkan tim relawan dari Cabang Yogyakarta untuk membantu korban banjir di Demak, Jawa Tengah. Ketua MER-C Cabang Yogyakarta, dr. Rizki Rinaldi yang juga ikut turun ke lokasi bencana pada hari Kamis (21/3) mengatakan, saat ini tenaga kesehatan dari luar wilayah Demak sangat dibutuhkan, karena banyak tenaga kesehatan yang juga jadi korban banjir. “Rumah sakit juga kalau ada pasien baru harus dijemput agak jauh oleh tim rumah sakitnya biar bisa menerjang banjir. Beberapa kantor inti pemerintahan juga terendam, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), Masjid Demak, BKKBN, RSUD Sunan Kalijaga dan beberapa RS lainnya,” kata Rinaldi. Ia mengatakan, saat ini Tim Relawan MER-C yang dikirimkan sudah berada di Pusat Service Center (PSC) dan akan mendiskusikan penempatan relawan. Untuk kegiatan Tim, sementara mereka akan melakukan assessment lapangan. Rinaldi mengatakan banjir yang terjadi cukup tinggi dan sudah terjadi sejak bulan lalu sehingga warga sudah terpusat di lokasi pengungsian. Untuk itu, Tim fokus memberikan pelayanan di pengungsian dan tidak melakukan mobile clinic. “Kita sementara ditempatkan di pengungsian warga Demak di Kudus, karena saat ini di Kota Demaknya sendiri lumpuh jadi warga di beberapa kecamatan diungsikan di Kudus,” ujarnya. Berdasarkan laporan dari Tim yang turun di lapangan terkait situasi terkini di Demak dan perlunya tambahan relawan, MER-C akan kembali mengirimkan sejumlah relawan dari pusat. Dikutip dari Dinkominfo Demak, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jawa Tengah dan jebolnya enam tanggul mengakibatkan 89 desa di 11 kecamatan yang berada di Kabupaten Demak terendam banjir. Selain itu, pada Ahad 17 Maret 2024 tanggul Sungai Wulan yang berada diperbatasan Kabupaten Demak dan Kudus juga kembali jebol. Adapun Sebelas kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Demak, Kecamatan Karangtengah, Kecamatan Sayung, Kecamatan Mranggen, dan Kecamatan Wonosalam. Kemudian, Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Karangawen, Kecamatan Kebonagung, Kecamatan Guntur, Kecamatan Dempet, serta Kecamatan Gajah. Bedasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Demak, Senin (18/3/24), mencatat ketinggian banjir di 11 Kecamatan tersebut antara 30-80 cm. Sebanyak 93.149 jiwa terdampak dan 22.725 diantaranya mengungsi,Saat ini Pemkab Demak telah mendirikan lokasi pengungsian di 45 titik. BPBD Kabupaten Demak hingga kini masih bersiaga dengan kondisi banjir tersebut mengingat hingga (19/03/24) Selasa banjir semakin meluas. Bantu kami menyediakan layanan kesehatan untuk penyintas banjir di Kab. Demak melalui donasi ke rekening: Bank Syariah Indonesia (BSI) 700 499 5818 atas nama MER-C DIJ. Informasi dan konfirmasi donasi ke 085150723118 a.n MER-C DIJ
Cerita Sehat untuk Papua MER-C yang Telah Berjalan 18 Tahun

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) terus berbkomitmen menjalankan misi kemanusiaan baik di luar negeri hingga ke pelosok Indonesia. Hadir di tengah masyarakat membutuhkan, yang terdampak akibat bencana alam, perang ataupun konflik. Salah satu program kemanusiaan MER-C yang telah berjalan sejak 2006 atau selama 18 tahun adalah “Sehat untuk Papua”. Relawan medis MER-C hadir langsung di tengah masyarakat Papua untuk memberikan pelayanan kesehatan. Salah satu pelayanan yang rutin dilakukan MER-C di Papua adalah pengobatan mobile clinic ke kampung-kampung yang membutuhkan secara rutin setiap bulannya. Salah satu Kampung yang menjadi sasaran mobile clinic MER-C adalah Kampung Arar, di Pulau Arar, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Pada awal mobile clinic tahun 2008 di Kampung ini, pengobatan masih dilakukan di rumah salah seorang warga. Namun sejak beberapa tahun terakhir pengobatan sudah bisa dilakukan di balai desa, sumbangan dari salah satu CSR perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Sorong. Perjalanan yang dilakukan relawan dari posko sampai ke lokasi memerlukan waktu sekitar 30 menit via darat dengan motor untuk sampai ke pelabuhan dan dilanjutkan 30 menit dengan perahu sampai ke lokasi Kampung Arar. MER-C dalam menjalankan misinya memiliki prinsip bahwa semua orang memiliki hak yang sama. Untuk itu, saat memberikan pelayanan MER-C tidak membedakan ras, suku atau agama. Begitupun selama melakukan pelayanan di Kampung Arar yang masyarakatnya terbagi di dua lokasi yaitu kampung muslim dan non-muslim. Keduanya mendapatkan pelayanan yang sama dari MER-C. Tidak hanya di Kampung Arar, mobile clinic yang dilakukan MER-C Papua terus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Sorong dan Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Tantangan yang dihadapi di sejumlah wilayah hampir sama, yaitu akses dan medan yang dilalui cukup berat. Beberapa akses ke kampung-kampung masih harus menggunakan perahu atau kapal. Melalui program “Sehat untuk Papua”, MER-C juga memberikan berbagai bantuan lainnya seperti sunat masal, pembagian paket sembako Ramadhan dan qurban untuk Papua. Masyarakat juga bisa ikut berkontribusi dalam program Sehat untuk Papua dengan cara berdonasi, sehingga lebih banyak wilayah terpencil di Papua khususnya Papua Barat Daya yang masyarakatnya bisa mendapatkan bantuan medis secara rutin dan terus menerus. Dukungan & Donasi Program “Sehat untuk Papua” melalui: BCA, 686.066.6608 BSI, 8111 929.620 Atas nama: Medical Emergency Rescue Committee