Dua Relawan MER-C Kembali Berhasil Masuk Gaza, Langsung Bertugas di RS An-Nasser

Dua relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) yang tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) ke-4 kembali berhasil masuk Jalur Gaza dan langsung bertugas membantu tim medis di Rumah Sakit An-Nasser. Dokter Spesialis Bedah Umum Faradina Sulistiyani dan Dokter Anestesi Dede Subrata masuk melalui perbatasan Karem Abu Salem dan tiba di Guest House MER-C di wilayah Al-Mawasi, Gaza Selatan, pada hari Jumat (24/5/2024) pukul 16.00 waktu setempat. Dr. Faradina mengatakan, hari Sabtu mereka bertemu dengan Koordinator untuk NGO yang bertugas di Jalur Gaza membahas terkait penempatan medical staf EMT di medical point yang ditunjuk. Selanjutnya hari Minggu relawan bertemu General Manajer RS An-Nasser untuk meninjau lokasi dan melakukan orientasi. Keduanya mulai bertugas sejak Senin (27/5) di RS An-Nasser di Khan Younis, yang baru sepekan kembali beroperasi setalah sebelumnya berhenti akibat serangan Israel. Tim EMT MER-C ke-4 sempat tertunda masuk ke Jalur Gaza akibat invasi Israel ke Rafah, Gaza Selatan. Invasi juga mengakibatkan TIM 3 tertunda keluar dari Jalur Gaza. Namun kini WHO dan UNOCHA telah dapat memfasilitasi pergerakan keluar dan masuk relawan meski dengan jumlah terbatas. Dengan masuknya dua relawan dari Tim EMT MER-C ke-4 dan telah keluarnya total enam relawan dari Tim EMT MER-C ke-3 dari Jalur Gaza, maka saat ini ada 8 relawan MER-C yang masih bertugas di Jalur Gaza.
Tujuh Relawan MER-C Ikut Konferensi Kemanusiaan Internasional di Kuala Lumpur

Tujuh relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengikuti Konferensi Kemanusiaan Internasional bertajuk ‘’Humanitarian Development Nexus: Building Resilience Transforming Lives” yang digelar di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) Kuala Lumpur, 27-29 Mei 2024, oleh Mercy Malaysia. Tujuh orang yang hadir yaitu Ketua Emergency Medical Team (EMT) MER-C Indonesia dr. Arief Rachman, Sp.Rad, yang menjadi pembicara dalam konferensi tersebut. Kemudian enam relawan lainya Apt. Dini Rahmawati, S.Farm. Wunandi Artia Binar Phasa, S.Farm, dr. Fahmi Anshori, Sp.OT, dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Reyfal Khaidar dan Kipa Jundapri, S.Kep., Ners., M.Kep. Acara konferensi dibuka oleh Sultan Perak Darul Ridzuan, Sultan Nazrin Muizzuddin Shah bin (alm) Sultan Azzlam Muhibbuddin. Relawan MER-C Raih Juara ke-3 Poster Presentasi Terbaik Dalam konferensi ini Tim MER-C membawa lima poster presentasi terkait topik bencana di Indonesia dan konflik terkini yang terjadi di Jalur Gaza berdasarkan pengalaman langsung relawan MER-C di lapangan. Salah satu poster relawan MER-C berjudul “Profile of Desease and Injury in Primary Health Care During Gaza Conflict 2023/2024, MER-C Indonesia Experience” yang dipresentasikan oleh dr. Reyfal Khaidar, salah satu relawan yang baru kembali dari Gaza mendapat penghargaan sebagai poster terbaik ke-3. Konferensi Kemanusiaan Internasional MERCY Malaysia (MMIHC) adalah forum yang mempertemukan para aktor dan jaringan kemanusiaan dari berbagai belahan dunia dan pemangku kepentingan dari berbagai sektor. Konferensi ini mempertemukan para pemikir dan praktisi kemanusiaan terkemuka dari seluruh dunia untuk membahas praktik terbaik, pembelajaran dan implikasinya terhadap orang-orang yang menjadi inti pekerjaan kemanusiaan. Edisi 2024 membahas isu-isu jauh lebih kompleks yang memerlukan perhatian, mencakup meningkatnya kerapuhan dan konflik, krisis iklim, kesehatan, keuangan dan ekonomi akibat meningkatnya risiko bencana dan tantangan pembangunan, agenda lokalisasi, serta isu-isu kemanusiaan, diplomasi, pandemi global, ilmu pengetahuan dan teknologi, sumber daya keuangan yang didedikasikan untuk bantuan kemanusiaan juga pembangunan, dan banyak lainnya.