MER-C Terima Kunjungan Lembaga Kemanusiaan Al Shifaa Lebanon

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Kamis (21/11) menerima kunjungan dari Lembaga Kemanusiaan Lebanon, Al Shifaa, di Kantor Pusat MER-C di Jakarta. Kehadiran Manajer Public Realtions Al Shifaa Yusuf Al Khalil diterima oleh perwakilan MER-C yaitu Manajer Operasional Rima Manzanaris dan Relawan Divisi Humas Herlina Endah. Dalam kesempatan itu, Al Khalil memperkenalkan lembaganya dan sejumlah program kemanusiaan yang telah mereka lakukan. “Di Lebanon kami memiliki delapan pusat medis, 400 relawan dan 40 ambulans, mobile clinic dan mobil ICU yang bergerak untuK membantu orang-orang yang membutuhkan, disabilitas, anak-anak yatim dan lainya,” kata Al Khalil. Ia mengatakan, Al Shifaa merupakan lembaga yang bergerak di bidang medis dan bantuan kemanusiaan, yang saat ini tengah fokus membantu korban-korban serangan Israel di Lebanon, khususnya mereka yang berada di pengungsian dan membutuhkan obat-obatan dan layanan medis. Al Khalil mengungkap, serangan Israel ke Lebanon sampai hari ini masih sangat intens dan tidak jauh berbeda dengan Gaza, di mana serangan terjadi hampir setiap jam. Banyak warga sipil yang menjadi korban dan jutaan orang telah mengungsi. Untuk itu, Al Khalil berharap pihaknya dapat menjalin banyak kerja sama dengan sejumlah lembaga kemanusiaan, sehingga akan semakin banyak orang yang dapat dibantu. Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris menyampaikan terima kasih atas kunjungan dari Al Shifaa serta informasi yang diberikan terkait situasi terkini di Lebanon. Ia mengatakan MER-C akan membahas lebih lanjut terkait program atau kerja sama yang mungkin bisa dilakukan untuk membantu warga Lebanon.
Relawan MER-C Berbagi Pengalaman saat Bertugas di Gaza dengan Mahasiswa FK UIN Jakarta

Relawan medis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr. Reyfal Khaidar pada Jumat (15/11) menjadi pembicara dan membagikan pengalaman saat bertugas di Jalur Gaza dalam acara Rehat Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Rehat sendiri adalah program mentoring rutin dua kali sebulan bagi mahasiswa baru muslim Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperdalam ilmu tahsin, murojaah, hingga diskusi integrasi kedokteran dan Islam. Dalam kesempatan tersebut, dr. Reyfal yang juga dosen FK UIN Jakarta menyampaikan materi tentang sejarah Palestina dan peristiwa genosida yang terjadi hingga saat ini. Dr. Reyfal berbagi pengalaman nyatanya selama di Palestina dan bertugas sebagai tim medis, di mana ia menyaksikan secara langsung kondisi Masyarakat yang sangat menderita di bawah blokade dan agresi. Ia juga menekankan akan pentingya peran umat Islam dan masyarakat secara umum dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Dr. Reyfal bergabung dengan Emergency Medical Team (EMT) MER-C pertama dan berhasil masuk ke Jalur Gaza pada hari Senin, 18 Maret 2024 bersama sepuluh relawan medis MER-C lainya. Tim EMT MER-C ke-1 bertugas di Jalur Gaza selama hampir satu bulan dan kembali ke Indonesia pada 11 April 2024.