Generator Dukung Kebutuhan Listrik MER-C Indonesia Medical Center dan Sekolah di Gaza

Di tengah blokade listrik total yang melanda Jalur Gaza, operasional MER-C Indonesia Medical Center (MMC) di Khan Younis, Gaza Selatan, menambahkan satu unit generator bekas berkapasitas 65.000 Volt Ampere (VA). Kondisi tersebut didokumentasikan langsung oleh Perawat Nadia Rosi, anggota Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-14 di Gaza Generator tersebut menjadi sumber utama listrik untuk memastikan seluruh layanan kesehatan di fasilitas tersebut tetap berjalan, menyusul lumpuhnya jaringan listrik umum akibat blokade yang masih berlangsung. Tidak Ada Generator Baru di Gaza Tim MER-C menyampaikan, pengadaan generator di Gaza saat ini tidak dapat dilakukan dalam kondisi baru. Blokade yang ketat membuat pasokan mesin baru tidak tersedia di pasaran. Generator 65.000 VA yang saat ini digunakan merupakan unit bekas yang baru saja dibeli sebagai pengganti generator sebelumnya yang mengalami kerusakan. “Proses pengadaannya tidak mudah. Kami harus mencari ke sejumlah lokasi untuk menemukan generator yang masih laik pakai, di antara genset yang berhasil selamat dari reruntuhan bangunan dan serangan roket,” ujar Dr. Lius Hariman, SpAn-TI, anggota EMT MER-C ke 14. Tidak Hanya untuk Rumah Sakit Dengan kapasitas 65.000 VA, daya yang dihasilkan generator tersebut tergolong besar. Selain untuk menopang kebutuhan listrik MER-C Indonesia Medical Center — mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang tindakan, hingga penyimpanan obat — generator tersebut juga kerap membantu memenuhi kebutuhan listrik sekolah-sekolah yang berada di sekitar fasilitas kesehatan tersebut. Kondisi ini menggambarkan betapa vitalnya satu unit generator di tengah krisis energi yang dialami warga Gaza, di mana satu mesin harus menopang fungsi layanan kesehatan dan pendidikan sekaligus. MER-C Indonesia menyatakan akan terus berupaya menjaga keberlangsungan operasional dari MMC sebagai upaya menghadirkan pelayanan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Selatan, di tengah keterbatasan logistik akibat blokade. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/Degt1USziIh/?cplk=MW1ucDBhdGJsdXJyNA== https://www.facebook.com/share/v/1LmTP2xUnA/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSgRCUCfV