Infeksi Pernapasan Anak di Gaza Meningkat, MER-C Indonesia Medical Center Tangani 100 Kasus per Hari

Gaza – Kepadatan kamp pengungsian, kondisi lingkungan yang buruk, serta perubahan musim telah meningkatkan risiko penularan infeksi saluran pernapasan pada anak yang kini harus dihadapi pengungsi di Gaza Selatan. Merespons hal itu, pada 3 Oktober 2026, Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-14 yang juga Koordinator Perawat dan Wakil Manajer Proyek Gaza, Nadia Rosi, mengunjungi kamp pengungsian yang berada tepat di depan MER-C Indonesia Medical Center, di Mawasi, Khan Younis, Gaza Selatan. Nadia mengatakan, dalam kunjungan tersebut, ia menemukan banyak anak yang mengalami infeksi saluran pernapasan. Kondisi kamp yang padat membuat penyakit mudah menular dari satu anak ke anak lainnya. Di tengah situasi tersebut, MER-C Indonesia Medical Center terus hadir memberikan layanan kesehatan bagi anak-anak di wilayah Gaza Selatan. Dr. Osama Qudeih, dokter spesialis anak di MER-C Indonesia Medical Center mengatakan mereka menangani sekitar 100 kasus infeksi saluran pernapasan setiap harinya. Namun, upaya penanganan pasien menghadapi tantangan yang semakin sulit di tengah kelangkaan obat-obatan esensial akibat blokade dan genosida yang masih berlanjut. Situasi ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan bagi anak-anak pengungsi di Gaza. Di tengah kondisi serba terbatas, ketersediaan fasilitas kesehatan yang layak dan akses terhadap pengobatan menjadi hal penting untuk memenuhi kebutuhan medis anak-anak serta mencegah kondisi mereka semakin memburuk. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DerBdfez_HN/?obrf=MWl1dXphY2k1ZHdnZg== https://www.facebook.com/share/v/1RG41rUMqj/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSghCSh5J