MER-C Beri Pendampingan Pemulihan Psikologis Santriwati Ponpes Hamalatul Quran Sukoharjo

Sukoharjo – MER-C memberikan pendampingan psikologis kepada para santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Hamalatul Quran, Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, yang mengalami trauma pascaperistiwa penggerebekan oleh aparat Brimob bersenjata lengkap. Atas permintaan Dewan Syariah Kota Surakarta, MER-C hadir untuk melakukan asesmen kemanusiaan sekaligus memberikan pendampingan kepada para penyintas. Kegiatan asesmen tersebut dilaksanakan pada 1 November 2026 dengan melibatkan tiga orang dari MER-C Pusat dan enam orang MER-C Yogyakarta. Pendampingan ini tidak hanya menyasar para santriwati, tetapi juga para ustazah, pengasuh atau mudirul pondok, serta masyarakat di lingkungan sekitar yang turut merasakan dampak psikologis dari peristiwa tersebut. Melalui asesmen ini, MER-C berupaya mendengarkan secara langsung pengalaman para penyintas, memahami kondisi psikologis mereka, serta mengidentifikasi kebutuhan pendampingan dan pemulihan yang diperlukan. Sebab, berlalunya sebuah peristiwa tidak serta-merta menghilangkan seluruh dampaknya. Rasa cemas, ketakutan, hilangnya rasa aman, hingga trauma membutuhkan penanganan yang tepat, terlebih ketika mereka yang terdampak adalah perempuan dan anak-anak. MER-C Indonesia meyakini bahwa setiap manusia berhak mendapatkan rasa aman, perlindungan, dan pendampingan dalam menghadapi situasi yang mengguncang kehidupannya. Penegakan hukum dan perlindungan kemanusiaan semestinya berjalan berdampingan. Sebab, di balik setiap peristiwa, ada manusia yang perlu didengar, ada luka yang harus dipulihkan, dan ada masa depan anak-anak yang harus dijaga. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DfOynMTz4-Q/?psln=YWRkM24ycTlsaWl0 https://www.facebook.com/share/v/19sD6fMUST/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSgopehua