
Relawan MER-C di Jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan menyalurkan bantuan sembako berupa sayuran untuk 1.800 warga Gaza yang ada di pengungsian.

“Hari ini kami akan bergerak ke gudang tempat penjualan sayur-sayuran, insyallah kita mau membuat program bantuan sembako sayur-sayuran seperti tomat, timun, cabe dan lainnya,” kata Reza.
Reza menambahkan, bantuan sembako ini juga akan ditambahkan gula dan garam karena warga Gaza di pengungsian sering menanyakan apakah mereka memiliki gula.
Keduanya berbelanja dan menyiapkan bantuan di tengah agresi yang masih terus berlangsung. Selama menyalurkan bantuan, mereka masih terkendala dengan jumlah uang yang bisa diambil karena dibatasi setiap harinya. Terkadang juga tidak bisa mengambil uang karena kondisi yang memang belum kondusif.

Bahkan saat perjalanan pulang setelah berbelanja sembako yang akan dibagikan, pesawat-pesawat tempur Israel terbang tepat di atas mereka.
Mereka mengatakan, meski serangan Israel masih intens terjadi, warga tetap melakukan aktivitas seperti biasa seperti mencuci, berjualan dan saat ini mereka juga selalu berjemur karena sudah 40 hari Gaza masuk musim dingin.
“Di pagi hari saja sudah 10 derajat meski siang sudah 21 derajat, tapi anginnya cukup dingin jadi kita harus selalu pakai baju hangat. Insyaallah kita juga akan terus membuat program bantuan pakaian hangat untuk mereka. Akan kita usahakan setiap harinya,” kata Fikri.
Fikri dan Reza saat ini berada di pengungsian di Gaza Selatan, setelah Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara diserang Israel dan mereka bersama staf kesehatan, para pasien serta warga Gaza yang berlindung di Rumah Sakit diperintahkan segera pergi.
Meski di pengungsian, dua Relawan MER-C bersama relawan lokal Gaza terus menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia yang diberikan melalui MER-C. Bantuan yang disalurkan berupa makanan siap saji, baju hangat, air bersih serta sembako.








