
Relawan MER-C Ita Muswita membagikan pengalamannya saat bertugas sebagai tim Medis di Jalur Gaza, Palestina, dalam acara #INAforPalestINA VOL. II; Axis of Resistance yang digelar oleh Koalisi Aktivis Musisi dan Seniman (KOMS) Indonesia, Rabu (6/11), di Jakarta Selatan.
Dalam Diskusi Lintas Kemanusiaan, Ita mengatakan, Jalur Gaza terbagi menjadi tiga wilayah yaitu utara, tengah dan selatan. Saat ia masuk Jalur Gaza pada 18 Maret 2024, Gaza Utara masih dalam blokade ketat penjajah Israel, sehingga ia ditugaskan di wilayah selatan, tepatnya di Rafah.
Namun karena masifnya pengeboman, akhirnya Ita dan Tim harus berpindah ke beberapa tempat, sampai ke Al Mawasi di Gaza Tengah, bersama-sama dengan warga Palestina yang mengungsi.
Ita mengaku mendapat kesan mendalam selama bertugas di Gaza, di antaranya tentang situasi belajar dan diskusi antara siswa dan guru yang sangat menyenangkan di sana, juga harga kebutuhan yang sangat mahal akibat agresi.
Ita mengungkap, ia telah berjanji kepada warga Gaza, jika kembali ke Indonesia akan terus menyuarakan kondisi Gaza terutama Rumah Sakit Indonesia, sampai Gaza terbebas.
#INAFORPALESTINA VOL.II menghadirkan Pertunjukkan Musik yang dimeriahkan oleh Arya Novanda, Black Horses, Crayola Eyes, Jinan Laetitia dan Feel Koplo.
Selain itu juga ada pemutaran film dokumenter “Aida Returns” karya Carol Mansour, sutradara kelahiran Beirut, Lebanon dan Pameran 12 karya seni yang dilelang untuk penggalangan donasi Kemanusiaan untuk Palestina.
Sejumlah pegiat kemanusiaan dan organisasi terlibat dalam Konser Kemanusiaan untuk Palestina ini, antara lain Dompet Dhuafa, Greenpeace, MER-C Indonesia, Palestina.ID, AJAR, INDOCS, Konner Advisory dan International Networking for Humanitarian











