MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

27 Tahun Bakti MER-C untuk Negeri: Menebar Manfaat, Menguatkan Semangat Kemanusiaan

Medical Emergency Rescue Committee lahir dari sebuah gerakan kemanusiaan yang diinisiasi oleh para relawan Tim Medis Mahasiswa Universitas Indonesia (TMM-UI) saat menjalankan misi kemanusiaan dalam konflik Ambon, Maluku. Menyaksikan langsung banyaknya korban konflik tidak memperoleh pelayanan medis yang layak akhirnya menggugah Jose Rizal Jurnalis, Syafiq Basalamah, Basuki Supartono, Yogi Prabowo, Henry Hidayatullah, Edi Patmini, Bona Akhmad Fithrah dan puluhan relawan lainnya, untuk mendirikan Medical Emergency Rescue Committee pada 14 Agustus 1999. Keprihatinan terhadap penanganan korban konflik di Ambon ini menjadi titik awal lahirnya tekad para pendiri untuk membangun MER-C sebagai lembaga kegawatdaruratan medis yang amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan memiliki mobilitas tinggi dalam menjalankan misi kemanusiaan. Sejak hari itu langkah kemanusiaan MER-C tak pernah berhenti. MER-C terus bergerak memberikan pelayanan medis bagi korban perang, konflik bersenjata, kerusuhan, kejadian luar biasa, hingga bencana alam. Dengan semangat “To Help the Most Vulnerable People and the Most Neglected People”, MER-C hadir menjangkau mereka yang paling membutuhkan, baik di Indonesia maupun di berbagai belahan dunia. Selama 27 tahun pengabdian, MER-C terus menjaga komitmen untuk memberikan bantuan tanpa membedakan suku, agama, ras, kebangsaan, maupun latar belakang politik. Hingga saat ini, MER-C telah melaksanakan sekitar 500 misi kemanusiaan di dalam dan luar negeri, dan jumlah tersebut akan terus bertambah berkat dukungan serta kepercayaan masyarakat Indonesia. Di tingkat internasional, MER-C telah mengirimkan relawan ke berbagai wilayah konflik dan bencana, di antaranya Afghanistan, Irak, Iran, Palestina, Suriah, Lebanon Selatan, Kashmir, Sudan, Filipina Selatan, Thailand Selatan, serta berbagai negara lainnya yang dilanda konflik maupun bencana alam. Di Indonesia, MER-C juga hadir di berbagai lokasi bencana dan konflik dengan mengirimkan tim medis darurat, obat-obatan, serta melakukan evakuasi dan pelayanan kesehatan bagi para korban. Berbagai misi telah dijalankan di Aceh, Papua, Sumatra Barat, Lombok, Palu, Sumatra Utara, serta berbagai daerah lain yang terdampak gempa bumi, tsunami, banjir, maupun erupsi gunung api. Saat ini, Palestina masih menjadi salah satu fokus utama misi kemanusiaan MER-C. Di tengah blokade dan krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Jalur Gaza, MER-C terus mengupayakan pembangunan kembali Rumah Sakit Indonesia yang mengalami kerusakan akibat serangan. MER-C juga berupaya memperkuat layanan kesehatan melalui pengiriman bantuan obat-obatan, peralatan medis, perlengkapan kesehatan, serta pengiriman tim medis yang terdiri atas dokter umum, dokter spesialis, perawat, dan bidan yang telah berlangsung sejak 18 Maret 2024 hingga saat ini. Selain itu, MER-C terus mendukung operasional MER-C Indonesia Medical Center di Khan Younis, Gaza Selatan, yang kini menjadi salah satu tumpuan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan para pengungsi di wilayah tersebut. Perbaikan sejumlah fasilitas kesehatan di Jalur Gaza juga terus dilakukan agar pelayanan medis tetap dapat berjalan meski di tengah keterbatasan. Di dalam negeri, MER-C juga memberikan perhatian kepada pengungsi Rohingya di Aceh. Bantuan yang telah disalurkan meliputi paket sembako, perlengkapan kebersihan, perlengkapan ibadah, pelayanan kesehatan gratis, hingga pembangunan klinik di shelter pengungsi di Lhokseumawe yang kini telah beroperasi dan melayani kebutuhan kesehatan para pengungsi. Selain Palestina, MER-C juga tengah mempersiapkan pengiriman tim kemanusiaan ke Lebanon setelah sebelumnya mengirimkan tim asesmen untuk meninjau kondisi di lapangan. Langkah ini merupakan respons terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi akibat konflik serta sebagai wujud kepedulian MER-C dalam memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak. Selama 27 tahun, MER-C telah membuktikan bahwa semangat kemanusiaan tidak mengenal batas wilayah, suku, agama, maupun kebangsaan. Dan setiap misi yang dijalankan merupakan amanah yang lahir dari kepedulian masyarakat Indonesia kepada mereka yang paling membutuhkan. Terima kasih kepada seluruh relawan, mitra, dan seluruh masyarakat Indonesia yang selama ini telah menjadi bagian dari perjalanan MER-C. Dukungan, doa, dan kepercayaan yang diberikan menjadi kekuatan bagi MER-C untuk terus hadir di garis depan misi kemanusiaan. 27 Tahun MER-C. Terus Bergerak, Menebar Manfaat, dan Menguatkan Semangat Kemanusiaan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DcAP6GJzA9u/?igsh=Mnhsc2wwY2Q5Z210 https://www.facebook.com/share/v/199buvDBW4/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVJ7UeMa

Kilas Balik Perjalanan MER-C Indonesia Medical Center

Di tengah krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Jalur Gaza, MER-C Indonesia menghadirkan harapan baru melalui MER-C Indonesia Medical Center. Berlokasi di kawasan padat pengungsi Al-Mawasi, Khan Younis, Gaza Selatan, MER-C Indonesia Medical Center mulai beroperasi dengan dukungan MER-C dan Kementerian Kesehatan Palestina sejak 1 Desember 2024. MER-C terus berupaya mengembangkan berbagai fasilitas dan layanan untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Gaza yang semakin mendesak. Kini MER-C Indonesia Medical Center telah berhasil memberikan pelayanan medis bagi ribuan pengungsi dan korban serangan di Jalur Gaza setiap harinya. Perjalanan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan dukungan masyarakat Indonesia terus hadir untuk Palestina. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DbXy23PzAX-/?igsh=YTQzOGFua3d5ajJ1 https://www.facebook.com/share/v/1MRBKx5P92/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZS4LuLDKW #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

MER-C Indonesia Medical Center Terapkan Sistem Digital untuk Tingkatkan Layanan Pasien

Gaza – Di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Jalur Gaza, MER-C Indonesia Medical Center terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Selain melengkapi fasilitas dan peralatan medis, MER-C Indonesia Medical Center juga melakukan transformasi digital untuk menghadirkan layanan yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi. “Kami memulai transformasi digital MER-C Indonesia Medical Center ini dari awal. Langkah pertama adalah memasang koneksi internet melalui Kementerian Kesehatan. Sistem informasi kesehatan elektronik kami beroperasi melalui Kementerian Kesehatan menggunakan aplikasi berbasis web,” ujar Insinyur Teknologi Informasi MER-C Indonesia Medical Center, Sameh Al-Jazzar. Ia menjelaskan, sistem digital memungkinkan pengelompokan pasien berdasarkan usia, jenis penyakit, dan kebutuhan layanan, sekaligus mengatur antrean. Setelah proses registrasi, pasien akan diarahkan ke klinik yang sesuai dengan keluhannya. “Sistem elektronik ini mulai diterapkan sekitar satu tahun lalu. Sebelumnya, karena kondisi yang sulit di Jalur Gaza, seluruh rekam medis masih menggunakan dokumen kertas sehingga proses pelayanan menjadi jauh lebih rumit,” kata Al-Jazzar. Menurutnya, dengan sistem digital yang diterapkan saat ini, dokter dapat mengakses riwayat kesehatan pasien hanya dengan satu klik tanpa memerlukan dokumen fisik. Bahkan jika pasien kehilangan dokumen mereka, seluruh data medis tetap tersimpan dengan aman di server Kementerian Kesehatan sehingga pelayanan dapat terus diberikan secara optimal. selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DbSpdV7TTtv/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Apresiasi Tenaga Kesehatan Gaza, MER-C Indonesia Salurkan Bantuan 180 Paket Daging

Gaza – MER-C Indonesia menyalurkan bantuan sebanyak 180 paket daging kepada staf MER-C Indonesia Medical Center di Al-Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza, pada Sabtu (4/7/2026). Bantuan ini merupakan bentuk dukungan dan apresiasi kepada para tenaga kesehatan yang terus memberikan layanan untuk masyarakat Gaza di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung. Penyaluran dilakukan langsung oleh staf lokal MER-C Indonesia di Jalur Gaza. Di tengah keterbatasan akibat blokade dan serangan penjajah Israel yang terus berlangsung, para tenaga kesehatan di MER-C Indonesia Medical Center tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada warga Gaza. Setiap hari, mereka melayani sekitar 1.000 hingga 1.200 pasien, termasuk korban luka akibat serangan serta puluhan pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan rutin. Bantuan ini juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan MER-C Indonesia untuk memperkuat dan mendukung operasional MER-C Indonesia Medical Center, serta stafnya yang berada di garda terdepan dalam memberikan layanan medis kepada masyarakat Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DbHoyoxzdRF/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia #KemanusiaanGaza

MER-C Indonesia Kembali Berangkatkan Tim Medis ke Jalur Gaza

Jakarta – MER-C Indonesia pada Senin (20/7/2026) kembali memberangkatkan Emergency Medical Team (EMT) ke-14 untuk melanjutkan misi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina. Tim terdiri dari tiga relawan medis, yaitu satu dokter spesialis paru dr. Shinta Chairiah, Sp.P, M.M., satu spesialis anestesi dr. Lius Hariman, Sp. An., serta satu perawat Nadia Rosi, Amd.Kep. Mereka bertolak dari Jakarta menuju Yordania, sebelum memasuki Jalur Gaza melalui Perbatasan Karem Shalom. Keberangkatan tim dilepas oleh relawan dan staf MER-C, serta keluarga. Ketua Tim, Nadia, yang telah empat kali bertugas di Jalur Gaza, mengatakan bahwa masyarakat Gaza hingga kini masih sangat membutuhkan bantuan dari luar. Untuk itu, MER-C terus bekerja sama dengan WHO dalam mendukung pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Di tengah krisis kesehatan yang melanda Jalur Gaza akibat genosida yang masih berlangsung, pengiriman tim medis merupakan wujud komitmen MER-C untuk menjaga keberlangsungan layanan kesehatan bagi warga Gaza. Selain mengirimkan tim medis, MER-C bersama Kementrian Kesehatan Palestina juga bekerja sama mendirikan MER-C Indonesia Medical Center di kawasan padat pengungsi Al Mawasi, Khan Younis, Gaza Selatan, yang saat ini melayani hingga ribuan pasien setiap harinya. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DbFe5p_TJrC/?igsh=aDZyNjQ1cDQ3ZTBm https://vt.tiktok.com/ZSXger7UU #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

MER-C Hadiri FGD FH UI Bahas Perlindungan Misi Kemanusiaan di Wilayah Konflik

Jakarta – MER-C Indonesia pada Kamis (9/7/2026) menghadiri Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Centre for Research of Welfare Law, Children Protection and Global Migration (CRESWELL), Fakultas Hukum Universitas Indonesia, di Ruang Boedi Harsono, Gedung F Lantai 1, FH UI, Depok, Jawa Barat. FGD mengusung tema “Memetakan Kebijakan dan Mekanisme Perlindungan Negara pada Misi Kemanusiaan di Wilayah Konflik” dan dihadiri oleh perwakilan sejumlah lembaga kemanusiaan. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi kerangka hukum dan mekanisme perlindungan negara bagi misi kemanusiaan di wilayah konflik, memetakan peran serta tantangan yang dihadapi lembaga kemanusiaan, merumuskan rekomendasi mekanisme perlindungan, serta menyusun elemen awal peta jalan damai Palestina yang menempatkan perlindungan kemanusiaan sebagai salah satu pilar utama. Mewakili MER-C sebagai penanggap dalam FGD, Liaison Officer Emergency Medical Team (EMT) MER-C, Marissa Noriti, menekankan pentingnya pemerintah Indonesia memiliki mekanisme perlindungan yang baku bagi misi kemanusiaan. Menurut Marissa, pemerintah perlu mengoptimalkan jaringan dan koordinasi yang lebih terintegrasi sehingga ketika dibutuhkan dukungan diplomasi kemanusiaan, organisasi kemanusiaan telah memiliki jalur koordinasi yang jelas mengenai langkah yang harus ditempuh dan pihak-pihak yang perlu dihubungi. “Kami sudah mendapatkan dukungan yang cukup baik dari WHO. Namun akan lebih baik jika negara juga dapat memberikan dukungan yang lebih optimal dan selaras melalui mekanisme perlindungan yang baku, bukan hanya bersifat spontan ketika terjadi insiden,” ujarnya. Ia menilai, apabila mekanisme tersebut dapat diwujudkan hingga pada tataran diplomasi kemanusiaan, hal itu akan memperkuat upaya diplomasi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Untuk itu, Marissa berharap hasil FGD ini tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan yang nyata. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Da1sg-Ik__e/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

Perkuat Layanan Kesehatan Gaza, MER-C Salurkan Bantuan Obat-obatan Esensial

Gaza – MER-C Indonesia Medical Center menerima beberapa gelombang pasokan obat-obatan esensial dari MER-C Indonesia untuk memperkuat ketersediaan obat dan mendukung keberlangsungan layanan kesehatan di Gaza. Pengiriman dilakukan secara bertahap, dengan gelombang pertama tiba pada 3 Juni, disusul gelombang kedua pada 8 Juni, dan gelombang ketiga pada 24 Juni. Distribusi bertahap ini merupakan upaya untuk memastikan ketersediaan obat-obatan esensial secara berkelanjutan di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung. Obat-obatan tersebut akan menunjang berbagai layanan spesialis dan didistribusikan melalui apotek pusat sesuai dengan kebutuhan klinis para pasien. Di tengah keterbatasan akibat blokade penjajah Israel, pasokan obat-obatan esensial menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. MER-C Indonesia akan terus berupaya menghadirkan bantuan kesehatan guna menjaga akses masyarakat terhadap layanan medis, khususnya bagi komunitas pengungsi dan pasien lainnya di Al-Mawasi, Khan Younis. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaulkldztGV/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Generator Listrik MER-C Indonesia Medical Center di Gaza Butuh Perawatan Mendesak

Gaza – Generator listrik berkapasitas 88 kVA di MER-C Indonesia Medical Center, Al-Mawasi, Khan Younis, Gaza selatan, menjadi tulang punggung utama seluruh kegiatan klinis dan operasional di tengah lumpuhnya jaringan listrik di Jalur Gaza. Generator ini menjadi satu-satunya sumber energi yang digunakan untuk mengoperasikan berbagai peralatan medis penting, unit gawat darurat, serta menjaga rantai dingin penyimpanan obat-obatan. Setiap hari, tim teknisi berupaya memastikan generator tetap beroperasi tanpa gangguan agar layanan kesehatan bagi ribuan pasien dan pengungsi di Gaza dapat terus berjalan. Namun, di tengah keterbatasan yang ada, menjaga pasokan listrik secara berkelanjutan menjadi tantangan besar, terutama terkait pengadaan bahan bakar dan pemeliharaan teknis. Saat ini, satu-satunya generator yang menopang operasional MER-C Indonesia Medical Center ini memerlukan perawatan mendesak akibat gangguan teknis yang terus berulang. Meskipun perawatan darurat telah dilakukan sekitar satu bulan lalu oleh MER-C Indonesia, generator kini mengalami kebocoran oli akibat panas berlebih. Radiatornya memerlukan pendinginan dengan memberi air secara terus-menerus. Generator juga mengalami kebocoran pada pompa bahan bakar utamanya. Penanganan lebih lanjut harus segera dilakukan agar generator tetap dapat beroperasi dan mencegah gangguan operasional. MER-C Indonesia akan terus berkomitmen mengupayakan pemenuhan kebutuhan penting di MER-C Indonesia Medical Center agar pelayanan kesehatan bagi warga Gaza tetap dapat berlangsung meski di tengah situasi yang sangat sulit. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DamMBjnT10b/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Tim Assessment MER-C Kembali ke Tanah Air Usai Rampungkan Misi Kemanusiaan di Lebanon

Jakarta – Relawan medis MER-C Indonesia pada 13 Juni 2026 kembali ke tanah air setelah menyelesaikan tugas assessment kebutuhan bantuan kemanusiaan di Lebanon. Kepulangan tim disambut oleh keluarga, relawan, dan staf MER-C di Bandara Soekarno-Hatta. Tim assessment yang terdiri dari dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Arief Rachman, Sp.Rad., dan Wirsal Adiansyah Harahap, S.Kep., Ners., berhasil melakukan penilaian awal terhadap kebutuhan medis yang paling mendesak serta memetakan wilayah-wilayah potensial untuk penyaluran bantuan kemanusiaan untuk tahap selanjutnya. Selama bertugas, tim banyak melakukan koordinasi dengan Emergency Medical Team (EMT) Lebanon serta sejumlah rumah sakit di wilayah Beirut dan kawasan perbatasan Lebanon selatan. Tim juga berkesempatan masuk ke Lebanon selatan untuk melihat bukti-bukti kehancuran, bahkan merasakan langsung bagaimana suasana perang di daerah tersebut. Seluruh hasil assessment dan temuan lapangan akan dibahas di Markas Pusat MER-C di Jakarta sebagai bahan tindak lanjut, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak serangan penjajah Israel di Lebanon. MER-C Indonesia mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan doa, dukungan, dan kepercayaan selama pelaksanaan misi kemanusiaan ini. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DafHfukzRrS/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

Bupati Halmahera Utara Dukung Pembangunan Tahap II RS MER-C di Galela

Halmahera Utara – Bupati Halmahera Utara, Dr. Piet Hein Babua, M.Si., menyambut baik dan mendukung rencana pembangunan tahap II Rumah Sakit MER-C di Galela. Hal tersebut ia sampaikan saat menerima kunjungan MER-C Perwakilan Maluku Utara di Kantor Bupati Halmahera Utara, Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, Senin (29/06/2026). Dalam kesempatan tersebut, MER-C Perwakilan Maluku Utara yang diwakili dr. Musriyono Nabiu, M.Kes., dan dr. Nurnyita Nabiu menjelaskan rencana kelanjutan pembangunan Rumah Sakit MER-C tahap II yang berlokasi di Desa Towara, Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Selain meminta dukungan rencana pembangunan rumah sakit tahap II, MER-C juga mengajukan kerja sama dengan Pemerintah Daerah terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam jangka panjang. Saat ini, progres pembangunan Rumah Sakit MER-C di Galela telah mencapai sekitar 30 persen dan pembangunan tahap II segera dilanjutkan. Sambil menunggu pembangunan selesai, MER-C akan memfungsikan bangunan yang sudah ada sebagai klinik. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DacUFvmE9al/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== ——————————————— Donation Account: Bank Negara Indonesia (BNI), 014.0600983Bank Syariah Indonesia (BSI), 888.7775583Bank Mandiri, 124.000.8111.990 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #RSGalela #maluku_utara #berbagikebaikan #tim_medis_merc

Silahkan bertanya?