MER-C Tandatangani Kontrak Dengan Penyedia Alkes RS Indonesia di Gaza

Ir. Edy Wahyudi (kanan) dan Maher Elsham (kiri), saat menandatangani kontrak pengadaan Alkes untuk RS Indonesia di Gaza (Foto : MINA) Gaza, 1 Shafar 1436 / 24 November 2014 (MINA) – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tandatangani kontrak dengan penyedia (Supplier) alat kesehatan (Alkes) untuk Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza Palestina, Ahad (23/11). Penandatanganan kontrak dilaksanakan di Rumah Sakit Indonesia yang berlokasi di Bayt Lahiya, Gaza bagian utara yang diwakili oleh Ir. Edy Wahyudi, manager proyek pembangunan RS Indonesia. “Alhamdulillah hari ini bisa dilaksanakan penandatanganan kontrak dengan supplier RS Indonesia, dan rencananya alat alat kesehatan tersebut akan tiba dalam 6-7 pekan yang akan datang,” kata Wahyudi kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA) di Gaza. Alat kesehatan yang dipesan adalah patient beds atau ranjang pasien, paket alat-alat operasi, central steril, hospital furniture, medical electronic dan patient monitor. Diharapkan pada awal tahuan 2015 alat-alat kesehatan yang dipesan tersebut akan segera tiba di RS Indonesia sehingga bisa segera beroperasi. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Rumah Sakit Indonesia, di Gaza Palestina (Foto: MINA) Menjawab pertanyaan MINA, tentang sulitnya masuk barang barang ke Jalur Gaza akibat perbatasan yang belum terbuka secara penuh, Shadi Abdul Qadir, salah seorang supplier mengatakan bahwa mereka akan mengusahakan semaksimal mungkin sesuai dengan jadwal yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. “Kami akan berusaha melakukan yang terbaik untuk mendatangkan alat-alat kesehatan ini, kami juga ucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas banatuan yang telah diberikan,” ujar Shadi. Direncanakan pengadaan alat kesehatan RS Indonesia tersebut dilakukan sejak bulan Juli lalu, namun saat itu terjadi agresi besar besaran Israel terhadap jalur Gaza yang mengakibatkan tertutupnya kemungkinan pengadaan alat kesehatan. Perang yang berlangsung selama 51 hari tersebut menjadi salah satu kendala tertundanya pengadaan alat kesehatan dan penyelesaian bangunan pendukung RS Indonesia. Sementara itu saat ini para relawan Indonesia yang berjumlah 19 orang saat ini sedang menyelesaikan pembangunan pendukung RS Indonesia yaitu Guess House yang nantinya akan digunakan tempat tinggal para relawan yang akan datang untuk bekerja di Rumah Sakit Indonesia. Direncanakan pada bulan Februari yang akan datang RS Indonesia akan diresmikan serta di serah terimakan kepada rakyat gaza untuk segera beroperasional. (L/K01/R11) Sumber : http://mirajnews.com/id/palestina/merc-tandatangani-kontrak-dengan-penyedia-alkes-rs-indonesia-di-gaza/
Rumah Sakit Indonesia di Gaza Segera Diresmikan

Presidium MER-C Indonesia dr Sarbini Abdul Murad di damping Direktur Kampanye Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza Luly Larissa Aqil dan Sekretaris Rima Manzanaris dan wartawan LKBN-Antara Andi Jauhari bersilaturrahim dengan Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad (AM) Fachir di Gedung Kemlu. Jakarta, (Antaranews Bogor) – Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina, yang dibangun dengan bantuan dana masyarakat segera diresmikan, rencananya pada Februari 2015, kata pegiat organisasi kegawatdaruratan kesehatan “Medical Emergency Rescue Committee” (MER-C) Indonesia dr Sarbini Abdul Murad. “Bangunan fisik rumah sakit sudah siap, sedangkan alat-alat medis pendukung juga sedang dilengkapi,” kata anggota Presidium MER-C Indonesia itu saat bersilaturrahim dengan Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad (AM) Fachir di Gedung Kemlu, Pejambon, Jakarta, Jumat. Dipimpin Sarbini Abdul Murad delegasi MER-C Indonesia didampingi Direktur Kampanye Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza Luly Larissa Aqil dan Sekretaris Rima Manzarianis dan wartawan Antara, delegasi melaporkan perkembangan pembangunan RS itu kepada Wamenlu. Pembangun RSI di Gaza itu, berawal dari misi tim bantuan kemanusiaan Indonesia yang membawa bantuan obat-obatan dari pemerintah dan rakyat Indonesia untuk warga Gaza, Palestina, akhir 2008 hingga awal 2009, dipimpin dr Rustam S Pakaya, MPH yang saat itu menjabat Kepala Pengendalian Krisis (PPK) Departemen (Kementerian) Kesehatan dan Direktur Urusan Timur Tengah Departemen Luar Negeri Aidil Chandra Salim, M.Comm. Dalam perkembangannya, kemudian MER-C menggalang dana dari masyarakat Indonesia hingga akhirnya terwujud RSI di Gaza, yang lokasinya berada di di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Pada kesempatan itu Sarbini juga menjelaskan bahwa menjelang tuntasnya pembangunan RSI di Gaza, juga terdapat sejumlah kendala di mana arus barang dan juga manusia –termasuk di dalamnya relawan MER-C Indonesia–untuk masuk ke Gaza dari pintu Rafah, yakni perbatasan Mesir dan Gaza, Palestina kini tidak mudah. Atas kondisi tersebut, ia mengharapkan ada bantuan dari pemerintah Indonesia guna melancarkan mobilitas barang dan manusia dari Mesir ke Gaza sehingga RSI dapat segera diselesaikan pembangunannya. Setelah mendapatkan laporan tersebut Wamenlu AM Fachir –yang ketika misi RSI tersebut digagas dan kemudian berjalan– adalah Dubes Indonesia di Kairo, Mesir, menyatakan akan berupa membantu. “Kami akan komunikasikan dengan Dubes Mesir di Jakarta, Dubes Indonesia di Kairo dan pihak-pihak terkait yang dapat membantu sehingga semuanya berjalan lancar,” kata diplomat senior yang baru beberapa bulan menjalankan tugas menjadi Dubes RI di Arab Saudi, dan kemudian dipercaya menjadi Wamenlu itu. Ia mengaku bahwa misi kemanusiaan membangun RSI di Gaza itu sangat mulia, termasuk membangun jembatan hubungan yang sangat erat antara Indonesia-Palestina. Karena itu, sejauh pihaknya bisa membantu dalam rencana peresmian RSI di Gaza itu, akan diupayakan secara maksimal. Pada Jumat (23/1) 2009, maka Tim MER-C Indonesia didampingi sejumlah wartawan dari Indonesia bertemu dengan Menkes Palestina di Gaza dr Bassim Naim. Dalam kesempatan yang langka tersebut, dimanfaatkan Tim MER-C untuk menyampaikan rencana pembangunan RS Indonesia (RSI) di Jalur gaza, dan rencana tersebut disambut sangat baik. Atas nama rakyat Indonesia yang diwakili oleh dr Joserizal Jurnalis, Sp.OT dari MER-C Indonesia dan atas nama rakyat Gaza yang diwakili oleh dr Bassim Naim melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pembangunan RSI di Gaza. Penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh dr Sarbini Abdul Murad (Ketua Presidium MER-C), Mursalin (Forum Umat Islam), Ir Hanibal WY Wijayanta (jurnalis ANTV), Andi Jauhari (jurnalis LKBN-Antara) dan para ulama Gaza. Sumber : http://bogor.antaranews.com/berita/10306/rumah-sakit-indonesia-di-gaza-segera-diresmikan
Tim MER-C Susuri Wilayah Terpencil di Aceh Bantu Korban Banjir

Aceh – Banjir dan longsor kembali melanda sejumlah wilayah di Aceh. Pemerintah Daerah setempat menetapkan bencana banjir dan longsor kali ini sebagai bencana provinsi. Selasa (11/11), MER-C sebagai sebuah lembaga kegawatdaruratan medis mengirimkan Tim Relawannya yang terdiri dari 2 dokter dan 1 logistik, yaitu dr. Prabowo Himawan, dr. Tri Rahma Janumantika dan Islamiyah Samaun untuk memberikan bantuan medis kepadapara korban. Sementara untuk tenaga perawat dan relawan non medis lainnya dibantu oleh relawan lokal MER-C yang berada di Aceh. Lama misi awal ini direncanakan 1 minggu atau lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Setibanya di Banda Aceh, Tim MER-C mendatangi BPBD setempat didampingi relawan lokal untuk berkoordinasi dan mencari informasi terkini mengenai wilayah bencana yang benar-benar masih membutuhkan dan minim bantuan medis. Wilayah seperti inilah yang menjadi fokus tujuan Tim MER-C. Rabu (12/11), wilayah pertama yang dikunjungi Tim MER-C adalah desa Lamsujen Kecamatan Lhoong. Masih ada beberapa warga yang mengungsi akibat longsor, walaupun sebagian besar memilih pulang ke rumah. Di daerah ini, Tim MER-C melayani pengobatan 15 warga dan 2 tindakan medis, salah satunya kepada seorang kakek yang kakinya terkena balok kayu rumahnya yang hancur akibat longsor. Kemudian diantar staf BPBD, Tim MER-C bergerak ke lokasi bencana lainnya yang direkomendasikan yaitu Kecamatan Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya. Ada sekitar 12 desa di kecamatan ini yang dilanda banjir dan longsor. Jalan menuju daerah ini cukup jauh membutuhkan waktu sekitar 3 jam dari Banda Aceh apabila lancar. Di beberapa bagian jalan terlihat masih ada longsor dan jalan dibuka tutup. Tampak juga ada jalan-jalan longsor yang sedang diperbaiki. Sesampainya di Puskesmas Sampoiniet, Tim bertemu dengan Sekretaris Camat (Sekcam) setempat. Dari Informasi Sekcam, di wilayah ini banjir mencapai 1-2 m. Dari 12 desa, sebanyak 6 desa sudah dapat dijangkau oleh Pelayanan Puskesmas, sementara 6 desa lagi belum. Tim MER-C yang diketuai oleh dr. Prabowo Himawan memutuskan untuk menetap sementara di wilayah ini untuk memberikan bantuan medis bagi para korban banjir yang belum terjangkau bantuan medis. Walaupun banjir dan longsor sudah mulai surut, namun hujan masih kerap turun. Bekas-bekas bencana banjir juga masih terlihat di desa ini. Desa-desa yang belum terjangkau bantuan medis letaknya cukup jauh dan berada di pegunungan. Kamis (13/11), dua dokter, 1 relawan logistik dibantu relawan lokal berprofesi perawat memulai pengobatan di kecamatan Sampoinet, tepatnya di Meunasah desa Ligan. Mengetahui ada bantuan pengobatan, masyarakat setempat sangat antusias. Tercatat sebanyak 160 warga korban banjir dari beberapa desa yang datang berobat dengan berbagai keluhan penyakit khas pasca banjir. Keesokan harinya, Jum’at (14/11) pengobatan masih dilakukan di Kecamatan Sampoiniet tepatnya di Meunasah Desa Cot Punti dengan jumlah pasien yang masih cukup banyak, mencapai lebih 100 orang. Pasien yang berobat juga datang dari beberapa desa sekitar. Tim bahkan sempat mendatangi rumah pasien yang lumpuh yang tidak dapat datang berobat. Berdasarkan rekomendasi dari Dinas Kesehatan Aceh Jaya, ada wilayah bencana di Kabupaten Aceh Jaya yang masih belum terjangkau bantuan medis. Untuk itu, hari Sabtu (15/11), Tim MER-C mencoba untuk mencapai daerah ini, yaitu Teupin Asan, Kecamatan Darul Hikmah, Kabupaten Aceh Jaya. Wilayah Teupin Asan memang terpencil diunjung kampong dan berada di pegunungan namun saat banjir kemarin sempat terendam setinggi 1 meter. Jumlah pasien di desa ini juga mencapai lebih dari 150 orang. Beruntung Tim MER-C bisa sampai ke daerah ini dan memberikan bantuan pengobatan bagi masyarakat korban banjir yang membutuhkan. Aceh dan MER-C Sepanjang jalan yang dilalui Tim MER-C dari Banda Aceh hingga ke Kabupaten Aceh Jaya, masih banyak masyarakat yang mengenali MER-C. Memang jalur ini adalah jalur Posko dan wilayah cakupan klinik keliling MER-C pada misi kemanusiaan pasca bencana tsunami dahsyat beberapa tahun lalu. Banyak masyarakat yang menanyakan kabar relawan dokter yang dulu pernah mereka kenal karena bertugas memberikan bantuan pengobatan di wilayah mereka. Bahkan sejumlah relawan perawat dan non medis MER-C ada yang menikah dengan gadis setempat dan memilih menetap di Aceh. Di Aceh Jaya, tepatnya di Desa Keude Panga salah satu wilayah terparah akibat terjangan tsunami, MER-C bahkan membangun sebuah Klinik Rawat Inap yang kini sudah diserahkan kepada Pemerintah Daerah untuk dikelola dan dikembangkan lebih lanjut bagi kemaslahatan warga setempat. Meskipun kerap diuji dengan berbagai bencana namun warga Aceh adalah warga yang peduli terhadap sesama. Ketika agresi Israel beberapa bulan lalu, segenap masyarakat dan Pemerintah Daerah Aceh mengumpulkan bantuan untuk membantu saudara mereka di Gaza. Bantuan yang terkumpul mencapai lebih dari 6 Milyar rupiah hanya dalam jangka waktu kurang dari 1 bulan. Seluruh bantuan diserahkan kepada MER-C untuk membantu pengadaan Alat Kesehatan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Sebagai ucapan terima kasih dan apresiasi MER-C kepada masyarakat Aceh, dua ruangan di Rumah Sakit Indonesia akan diberi nama dengan nama dua pahlawan terkenal asal Aceh, yaitu Cut Nyak Dien atau Teungku Cik Di Tiro.
Perjalanan Mobile Clinic Tim MER-C ke Desa Lalonga

Galela – Kembali kegiatan mobile clinic sebagai agenda rutin bulanan klinik sosial BNI Berbagi dan MER- C di Galela, kabupaten Halmahera Utara, provinsi Maluku Utara dilakukan. Bulan Oktober ini tujuan mobile clinic adalah desa Lalonga yang berada di Galela Utara. Wilayah Lalonga sebenarnya masuk ke wilayah binaan Puskesmas Salimuli. Namun untuk dapat sampai ke puskesmas Salimuli, masyarakat yang ingin berobat harus melewati jalan berbukit dengan jurang dan tebing tanah dipinggirnya. Karena kondisi inilah, desa Lalonga dipilih menjadi salah satu desa binaan Klinik Sosial MER-C Galela. Kamis (16/10), Tim klinik yang dipimpin oleh dr. Siti Lirih Chumairah mulai menyiapkan keperluan untuk mobile clinic besok seperti obat-obatan. Jumat (17/11) sekitar jam 6 pagi, Tim mulai berangkat dari klinik dengan menggunakan motor. Kurang lebih sekitar 1 jam perjalanan Tim tiba di desa Limau. Desa ini merupakan wilayah binaan klinik juga, sehingga tim sempat singgah sebentar di rumah Kepala Desa Limau, tempat tim biasanya menggelar pengobatan untuk mengecek apakah ada warga yang sakit dan memerlukan pemeriksaan. Karena tidak ada warga yang berobat, Tim pun langsung melanjutkan perjalanan ke desa Lalonga. Jarak dari Limau ke Lalonga sebenarnya cukup dekat hanya saja jalannya terjal. Sampai di Lalonga Tim menuju rumah Kepala Desa dan di sana Tim membuka pelayanan kesehatan. Warga desa Lalonga sangat antusias datang berobat baik tua, muda maupun anak-anak. Mereka semua antri bergiliran untuk diperiksa kesehatannya oleh Tim Klinik. Penyakit yang dikeluhkan juga beragam. Penyakit batuk pilek banyak diderita anak-anak. Sedangkan orang yang usianya sudah lanjut banyak yang mengeluh pusing dan badan pegal-pegal. Dari 43 pasien di Lalonga terdapat 5 penyakit tertinggi, yaitu: ISPA, Hipertensi, Mialgia, Abses, dan Dispepsia. ISPA banyak dijumpai di sini mungkin salah satu penyebabnya adalah letak geografis desa Lalonga dimana jalan menuju desa belum beraspal sehingga banyak debu. Pengobatan akhirnya selesai dalam jangka waktu 3 jam. Sekitar jam 11 tim pun pamit untuk kembali ke Galela. Jam 12 an tim sudah tiba di klinik, istirahat sebentar dan tim pun harus segera bersiap untuk melayani pasien yang datang berobat ke klinik.
Wisma Rakyat Indonesia di Gaza Tengah Dibangun

Gaza, Palestina – Bersamaan dengan proses pengadaan Alat Kesehatan untuk RS Indonesia di Gaza, Palestina, 19 orang relawan MER-C di Gaza juga sedang berfokus mengerjakan pembangunan Wisma Rakyat Indonesia. Wisma Rakyat Indonesia adalah bangunan yang terletak di belakang bangunan utama RS Indonesia, masih di dalam kompleks RS Indonesia. Menurut Ir. Edy Wahyudi, Site Manager program RS Indonesia, progress pembangunan Wisma Rakyat Indonesia sudah memasuki pengerjaan lantai 2. Apabila material semen tersedia, pembangunan wisma ini diperkirakan selesai pada Desember 2014. Pembangunan Wisma Rakyat Indonesia dimulai sejak tanggal 2 Juli 2014. Akibat agresi Israel yang berlangsung selama tujuh pekan pada bulan Juli – Agustus 2014 lalu, pembangunan Wisma juga sedikit terhambat. Hal ini karena mempertimbangkan keselamatan para relawan sehingga selama agresi banyak pekerjaan yang dilakukan hanya di dalam ruangan. Selain itu, pasca agresi, stok semen juga menjadi kendala. “Pembangunan RS Indonesia sudah mencapai lantai 2. Saat ini kami masih terkendala dengan stok semen di Gaza, apabila semen bisa segera masuk ke Gaza, pembangunan Wisma Rakyat Indonesia diharapkan bisa selesai pada Desember 2014, bersamaan dengan target selesainya pengadaan alat kesehatan RS Indonesia,” ujar Ir. Edy Wahyudi. Wisma Rakyat Indonesia terletak di belakang bangunan utama RS Indonesi. Bangunan 2 lantai seluas 368 m2 ini nantinya akan berfungsi sebagai kantor MER-C Cabang Gaza dan tempat tinggal relawan yang bertugas di Gaza.
Laporan Sinabung dari MER-C Cabang Medan

Medan – Info dari Wirsal, relawan MER-C Medan yang berprofesi sebagai perawat, Senin (13/10), MER-C Medan melakukan pengobatan untuk warga di desa Simpang Guru Kinaya, Sinabung, Sumatra Utara. Adapun tim yang berada di lokasi terdiri dari 2 tenaga dokter, 1 tenaga perawat dan 5 relawan dari Fakultas Kedokteran. Saat ini kondisi Sinabung masih mengeluarkan hujan debu yang menyebabkan gangguan ISPA dan juga penglihatan bagi warga sekitar. Berdasarkan laporan akhir Tim Assessment MER-C Medan, Kamis (9/10) untuk bencana alam Gunung Sinabung, terdapat 16 posko pengungsi dengan kebutuhan di antaranya masker, susu untuk balita, popok balita, serta pemeriksaan kesehatan dan pengobatan untuk pengungsi dan masyarakat sekitar. Donasi kemanusiaan untuk bencana Sinabung dapat disalurkan melalui MER-C Cabang Medan, Bank Syariah Mandiri No.Rek 7074585099 a.n Medical Emergency Rescue Committe Cabang Medan atau secara langsung ke Kantor MER-C Cabang Medan di Jl. Setiabudi, Komplek Ruko Milala Mas Blok C No. 6 Kec. Tanjung Rejo Medan.
Laporan Sinabung Dari MER-C Medan

Berdasarkan Laporan akhir Tim Assessment MER-C Cabang Medan (Kamis,09-10-14) untuk bencana alam Gn.Sinabung, terdapat 16 posko pengungsi dengan: 1. Kebutuhan saat ini adalah masker, susu untuk balita, popok balita. 2. Dibutuhkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan untuk pengungsi dan masyarakat sekitar yang membutuhkan, khususnya pengobatan untuk saluran pernapasan. Berdasarkan kondisi diatas, MER-C Cabang Medan akan mengirimkan tim kesehatan pada Senin,13 Oktober 2014. Bagi Bapak/Ibu/Saudara/i yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan tersebut silahkan menghubungi Wirsal (081268864753) Donasi kemanusiaan sinabung dapat disalurkan melalui MER-C Cabang Medan, Bank Syariah Mandiri No.Rek 7074585099 a.n Medical Emergency Rescue Committe Cabang Medan atau secara langsung di kantor MER-C Cabang Medan, jl.Setiabudi, Komplek Ruko Milala Mas blok C No 6 Kec.Tanjung Rejo Medan. MERC CAB MEDAN
Relawan MER-C Sorong Salurkan Qurban ke Desa Binaan Klinik

Sorong, Papua Barat – Momen Idul Adha kali ini di Klinik MER-C Sorong berlangsung dengan suasana berbeda. Alhamdulillah tahun ini Tim Klinik MER-C Sorong bertindak sebagai penyelenggara pembagian daging kurban. Donatur dari pembagian daging kurban ini adalah beberapa orang rekan yang berdomisili di luar Sorong, berjumlah 14 orang dengan donasi yang terkumpul berjumlah 22 Juta Rupiah. Dibantu oleh beberapa pihak diantaranya Pesantren Darul Istiqamah yang berperan dalam pemotongan hewan kurban serta sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam PC IPNU-IPPNU Kabupaten Sorong yang membantu dalam pembagian daging kurban, Tim Klinik MERC berhasil mendistribusikan daging kurban dari 2 ekor sapi yang kemudian terbagi menjadi 150 kantong. /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Tiap kantongnya berisi 1 kg daging siap bagi. Sebanyak 100 kantong dibagikan kepada Warga Binaan di Desa Klalin 4, 20 kantong dibagikan kepada warga di sekitar Klinik MER-C Sorong , dan sisanya diberikan kepada Pondok Pesantren Darul Istiqamah Sorong. Raut bahagia terpancar dari wajah Warga Binaan saat Tim MER-C membagikan daging kurban ini. Semoga ke depannya kegiatan ini dapat dilaksanakan kembali dan menjangkau wilayah lain di Papua. Secara khusus Klinik MER-C mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan yang telah memberikan donasinya, juga kepada berbagai pihak yang telah membantu hingga penyelenggaraan pembagian daging kurban ini bias berjalan dengan lancar. Sebelumnya, Klinik MER-C sudah beberapa kali mengadakan kegiatan serupa di Desa Binaan Klalin 4 ini. Di antaranya Baksos Pembagian Sembako, Perlengkapan MCK, Peralatan Sekolah dan Makanan Sehat kepada anak-anak Warga Desa Binaan. Juga pengobatan gratis yang rutin diadakan setiap satu bulan sekali.
Masyarakat Aceh Serahkan Lagi Sumbangan untuk Gaza

Jakarta – Kamis (9/10), Kabag Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi Biro Humas Setda Aceh, dr. Mahyuzar, MSi kembali menyerahkan sumbangan dari masyarakat Aceh untuk Gaza Palestina melalui MER-C. Sumbangan sebesar Rp 208.654.163,- diserahkan di Kantor Pusat MER-C Jakarta dan diterima langsung oleh Presidium MER-C, dr. Arief Rachman. Mahyuzar menjelaskan bahwa sumbangan kali ini berasal dari Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Aceh Selatan serta dari karyawan dan keluarga besar Bank Aceh. “Dana Rp 160 juta adalah bantuan untuk Gaza dari Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten Aceh Selatan. Lalu Rp 43 juta sekian merupakan sumbangan dari karyawan dan keluarga besar Bank Aceh. Sisanya sebanyak Rp 5 juta adalah bunga di Bank Mandiri tempat kami membuka rekening ini. Semuanya menjadi total sebesar Rp 208.654.163,-,” ujar Mahyuzar yang juga merupakan Ketua Posko Aceh untuk Gaza. Lebih lanjut Mahyuzar menyatakan bahwa dengan diserahterimakannya sumbangan ini, maka Pemerintah Aceh telah menutup sumbangan melalui Posko Aceh untuk Gaza. Namun, menurutnya, apabila ada masyarakat Aceh yang masih ingin menyumbang untuk Gaza, maka Pemerintah Daerah Aceh mempersilahkan untuk mengirimkannya langsung ke lembaga MER-C. Sebelumnya masyarakat Aceh pada 27 Agustus 2014 Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, mewakili pemerintah dan masyarakat Aceh telah menyerahkan sumbangan dana Rp 6.379.606.470 dan 12 gram emas untuk membantu warga Palestina di Gaza melalui MER-C. Sehingga total donasi dari masyarakat Aceh untuk Gaza Palestina berjumlah Rp 6.588.260.633,- Sumbangan ini akan digunakan untuk membeli alat kesehatan bagi dua ruangan di Rumah Sakit Indonesia yang akan diberi nama dua pahlawan Aceh, yaitu Cut Nyak Dien atau Teungku Chik Di Tiro. Saat ini, sebanyak 19 orang relawan MER-C masih bertugas di Gaza. Proses pengadaan alat kesehatan (alkes) pun sudah dimulai dengan masuknya dokumen penawaran dari 12 pemasok alkes di Gaza. Seluruh dokumen penawaran sedang dalam tahap evaluasi oleh Tim alkes RS Indonesia di Jakarta. Diharapkan pengadaan alkes akan selesai pada akhir tahun ini dan RS Indonesia bisa segera diserahkan kepada rakyat Gaza sebagai hadiah dari rakyat Indonesia.
Proses Pengadaan Alat Kesehatan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Telah Dimulai

Jakarta – Donasi yang masuk ke MER-C untuk pengadaan alkes sudah hampir mencapai target, yaitu senilai 65 Milyar. Saat ini relawan MER-C dari divisi konstruksi, baik yang berada di Jakarta maupun yang berada di Gaza, sudah memulai proses pengadaan alat kesehatan RS Indonesia yang telah memasuki tahap seleksi alat-alat yang akan dibeli dari pemasok alkes di Gaza. Sebelumnya, proses ini dimulai dari keberangkatan relawan medical technologist yang datang ke Gaza pada bulan Februari 2014, dimana tim tersebut selain mendatangi berbagai tempat untuk mengetahui proses pengadaan alat kesehatan untuk rumah sakit, juga berkoordinasi dengan pihak MOH. Tim mencoba untuk mencari pemasok alat-alat kesehatan yang ada di Gaza dikarenakan apabila di Gaza tidak terdapat pemasok alkes, maka peralatan tersebut harus dibeli dan didatangkan dari luar Gaza. Tim pengadaan alat kesehatan RS Indonesia yang diketuai oleh Ahyahudin Sodri ini membagi alat kesehatan tersebut ke dalam 14 paket yang ditawarkan kepada para pemasok. Setelah pihak relawan MER-C Jakarta dan Gaza berkomunikasi secara berkesinambungan baik melalui telpon maupun skype, akhirnya terkumpul sebanyak 12 pemasok yang sudah menyerahkan dokumen penawaran untuk alat kesehatan RS Indonesia. Seluruh dokumen penawaran saat ini telah di terima MER-C Pusat dan sedang dievaluasi untuk menentukan pemasok yang akan terpilih untuk menyediakan alat kesehatan RS Indonesia berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya oleh tim pengadaan alkes RS Indonesia. Proses pembelian ini dilakukan secara bertahap dan diharapkan akan selesai pada bulan Desember 2014, sehingga Rumah Sakit Indonesia ini dapat diserah-terimakan kepada pemerintah Gaza sebagai hadiah dari Rakyat Indonesia untuk Rakyat Gaza.