MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Cabang Medan Turunkan Tim ke-5 Untuk Korban Sinabung

Medan – “Bapak/Ibu Penasehat, relawan, sahabat MER-C. Kami sampaikan bahwa hari ini (Senin, 13 Januari 2014), InsyaAllah MER-C akan memberangkatkan tim medis untuk ke 5 kalinya dalam rangka memberikan pertolongan medis bencana erupsi Gunung Sinabung. Tim terdiri dari 1 orang dokter, 2 perawat, dan 2 paramedis, dan masih membuka kesempatan seluas-luasnya kepada saudara-saudara dan sahabat-sahabat kami khususnya dokter / perawat / paramedic dan rekan-rekan mahasiswa kesehatan yang ingin turut berpartisipasi, mengingat hari Selasa adalah hari Libur nasional,” demikian isi pesan singkat dr. Ahmad Handayani, Ketua MER-C Cabang Medan yang diterima MER-C Pusat pagi ini.   Masih dalam pesan yang sama, dr. Ahmad Handayani menyampaikan bahwa sebaran info ini bukan untuk membesarkan nama organisasi, atau untuk menyebutkan bahwa MER-C adalah organisasi yang paling peduli, namun pesan ini ada untuk menyampaikan ajakan dan menggelorakan semangat kepedulian kita kepada saudara-saudara kita di sekitar gunung Sinabung yang saat ini sedang ditimpa kesulitan dan kesedihan. Lebih lanjut katanya, “Kami sadari bahwa MER-C Medan sendiri masih jauh dari optimal untuk memberikan bantuan, untuk itu kami harapkan dukungan, kami mohonkan bantuan, dan kami pasrahkan semua upaya ini semata-mata mengharap ridho Ilahi.” Bagi Bapak/Ibu yang ingin memberikan donasi, MER-C cabang Medan menerima donasi dalam bentuk bahan pangan, uang tunai, dan obat-obatan untuk disalurkan langsung kepada para pengungsi.   Untuk informasi lebih lengkap dapat menghubungi Kantor MER-C Cabang Medan : Alamat              : Jl. Setiabudi Kompleks Ruko Milala Blok C-6 Contact Person : Ruslan (085362976538)/Sekretaris Eksekutif MER-C Cabang Medan Pin BB              : 28C45767 Rek. Donasi      : Bank Syariah Mandiri, No. Rek. 7019895167, atas nama MER-C Cab. Medan                

Indonesia’s Poor Donate $15 Million To Build A Hospital In Gaza

An Indonesian non-governmental organisation has collected nearly $15 million from Indonesia’s poor and rich alike to build the first Indonesian hospital in the Gaza Strip. The hospital, which will serve those Palestinians living in northern Gaza, is nearly finished and awaiting some equipment before it starts receiving patients. It is due for completion in May.     Southeast Asian countries are known for their strong support for Palestine, especially the Muslim communities who spend many efforts to visit and support Gaza. Fikri Fikri, a 24 year-old young man from Sumatra, is a volunteer at Indonesia’s Medical Emergency Rescue Committee, known as MER-C. He and 28 other Indonesians have been in Gaza for nearly four months to finalise building the hospital.   Fekri told Quds.net that: “We are nearly 30 people between workers, engineers, doctors and technicians. Many of us have already returned home because the work here is almost completed.” Fekri described how “Indonesian civil society groups in Jakarta collected donations from people who were happy to support Gaza, even though many of them suffered uneasy financial situations.”   When asked if they face any problems in Gaza, Fekri responded that: “The people like us here. We have only encountered a small problem with the local Ministry of Health because the organisation wanted to have an office near the hospital but the ministry refused to allow this. But we will solve it.”   Fekri, who studies sharia at the Islamic University of Gaza, explained how: “We have taken risks to complete the hospital. It’s a nice feeling to help the wounded in Gaza who suffer from Israeli aggression. We have come here and we know that it’s not easy, but we are happy. I have learned Arabic in an acceptable way. However, I’m not married so I miss my home and my country.”   Abu Mohammed, a 42 year-old Indonesian engineer who joined the mission, said: “I feel sad sometimes because I have been here for so long. I feel lonely, but because I work for Palestine and Gaza, I am proud of what I do. We are nearly done. There are a few Indonesian workers here who take a symbolic wage. They all came to work for Palestine. We should finish our work and transfer the hospital’s administration to the Local Ministry of Health in May 2014. We work near the borders and it is unsafe. I do not know how to describe my feeling when I hear the explosions and Israeli airstrikes; however, I am ready to die for Palestine and for the weak and the just. I am going to be very happy when the hospital is completed and ready to serve the people of Gaza and when I return safely to my family in Jakarta.”   The Health Ministry of the Hamas-led government in Gaza and Indonesia’s MER-C signed a memorandum of understanding on 21 November 2011 stipulating the financing of the hospital.   Shadi Abu Herbein, the deputy director of the hospital, explained that the hospital is established on an area that is 3000 square metres and has 100 beds, eight of which are for the intensive care unit, ten for the reception, and four rooms for surgeries.   – See more at: http://www.middleeastmonitor.com/news/48-asia/9146-indonesias-poor-donate-15-million-to-build-a-hospital-in-gaza#sthash.65e362SF.dpuf    Source : http://www.middleeastmonitor.com/news/48-asia/9146-indonesias-poor-donate-15-million-to-build-a-hospital-in-gaza                  

Mobil Sumbangan Ini Dilelang untuk RS Indonesia

      Jakarta – Membeli mobil Yaris keluaran tahun 2008 ini berarti anda ikut menyumbang untuk program pengadaan alat kesehatan RS Indonesia di Gaza, Palestina. Mengapa? Karena mobil sumbangan dari sepasang suami istri dermawan asal Bintaro ini, kini dijual oleh MER-C dengan cara dilelang selama 1 bulan sampai dengan akhir Januari 2014 nanti. Hasil lelang seluruhnya akan disumbangkan untuk program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza. Cara lelang dilakukan oleh MER-C untuk menambah nilai sumbangan mobil sekaligus mengajak pembeli ikut beramal dalam program ini.     “Harga lelang dibuka mulai Rp 125 juta,” ujar dr. Henry Hidayatullah, Ketua Presidium MER-C. “Saat ini sudah ada yang mengajukan untuk membeli seharga Rp 131 juta. “Semua penawaran kami catat dan tampung sampai masa lelang berakhir pada tanggal 31 Januari 2014 nanti,” tambahnya.   Bagi pembeli sekaligus dermawan yang berminat, silahkan datang ke kantor MER-C yang terletak di Jalan Kramat Lontar No. J-157 Senen Jakarta Pusat mulai Senin – Sabtu pada jam kerja untuk melihat langsung kondisi mobil. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi MER-C di 081199 0176.                

Mantap MER-C Medan!

Medan – “Pagi ini untuk menyambut Relawan-relawan MER-C Medan memasang spanduk untuk alamat kantor MER-C…MER-C Medan siap menyambut pergantian tahun dengan rencana kegiatan untuk 1 tahun kedepan dengan program-program pengokohan sistem organisasi…Mohon Doa & Dukungannya dari kita semua,” dr. Rahmad Gunawan, Sekretaris Umum MER-C Cabang Medan.        

Siap Mengabdi di Galela

Galela – Malam itu, Kamis (12/12), diantar orang tua dan keluarga, dr Siti Lirih Chumairoh tiba di bandara Soekarno Hatta. Bersama Islamiyah Samaun (Koordinator Klinik MER-C di Indonesia), dokter lulusan Universitas Sebelas Maret Surakarta ini akan menuju Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Ia akan mengabdi sebagai Dokter PTT (pegawai Tidak Tetap) di Klinik Sosial BNI Berbagi – MER-C wilayah Galela menggantikan dr. Dewintha Airene yang telah bertugas selama 1 tahun di sana. Galela adalah wilayah yang pernah mempunyai sejarah kelam akibat konflik. Untuk mencapainya, dibutuhkan perjalanan yang cukup panjang, melalui udara, darat dan laut. Penerbangan dari Jakarta ke Ternate, ibukota Maluku Utara, membutuhkan waktu sekitar 6 jam. Dari bandara dilanjutkan perjalanan darat ke pelabuhan Kota Baru sekitar setengah jam, lalu naik speedboat sekitar 1 jam ke Sofifi. Dari Sofifi, tim kembali harus menempuh perjalanan darat kembali selama kurang lebih 4 jam atau kira-kira sejauh 200 km dengan kondisi jalan yang berliku-liku masuk hutan keluar hutan hingga akhirnya bertemu Tobelo, ibukota kabupaten Halmahera Utara. Dari Tobelo ke Galela tinggal berjarak 1 jam lagi. Di sinilah Klinik Sosial BNI Berbagi dan MER-C berada, tepatnya di Desa Towara, tempat relawan dokter MER-C setiap tahunnya mengabdi memberikan pelayanan medis bagi masyarakat Galela dan sekitarnya. Program Klinik Sosial di Galela sudah berjalan sejak Oktober 2006. Pelayanan dimulai pada hari Senin Sabtu dari jam 8 pagi hingga jam 4 sore. Namun dokter dan SDM klinik harus siap sedia karena malam haripun banyak juga pasien yang datang berobat. Dokter bahkan kadang harus homevisit mendatangi rumah pasien karena pasien yang tidak bisa ke klinik dan harus segera ditolong. Mengabdi sebagai dokter di wilayah terpencil seperti ini memang tidak mengenal waktu, kadang tengah malam dengan cuaca hujan tetap dilakukan untuk menolong warga yang sakit. Selain program di klinik, ada juga program mobile clinic yang rutin dilakukan setiap 1 minggu sekali ke Desa Binaan Klinik. Desa Binaan klinik saat ini adalah desa Limau yang berjarak sekitar 25 km. Desa Limau dipilih karena letaknya jauh dari pusat pelayanan kesehatan dan harus melalui sungai yang jika musim hujan tidak dapat dilewati kare airnya yang meluap. Perjalanan ke desa binaan ini biasa ditempuh oleh dokter dan SDM klinik dengan menggunakan dua motor. Masyarakat desa Limau terdiri dari pemeluk agama Islam dan Kristen. Desa ini adalah merupakan daerah endemis malaria, selain banyak juga ditemukan kasus TB serta kusta. Satu hal yang menjadi perhatian Tim MER-C adalah adanya balita-balita yang mengalami kekurangan gizi. Untuk itu, Tim Klinik akan memadukan kegiatan pengobatan dan posyandu. Tim MER-C merencanakan pemberian makanan bergizi untuk balita yang akan berkerja sama dengan bidan dan kader posyandu setempat setiap 1 bulan sekali. Hingga saat ini sudah 5 relawan dokter MER-C yang ditugaskan secara rotasi ke Galela. dr. Siti Lirih Chumairoh, adalah dokter berikutnya yang siap untuk mengabdi selama satu tahun ke depan di Galela, dimana MER-C dengan masyarakat setempat juga tengah melakukan pembangunan Rumah Sakit.  

Ready to Serve in Galela

Galela – On Thursday (12/12), escorted by her parents and family, dr. Siti Lirih Chumairoh has safely arrived at Soekarno Hatta airport. A graduate medical doctor of Sebelas Maret University Surakarta will go to Galela, North Hamahera regency, North Maluku province, along with Islamiyah Samaun (Clinical Coordinator MER-C for Indonesia). Dr Siti will serve as “PTT Doctor” (Temporary Doctor) at Social Clinic of BNI Berbagi with MER-C on Galela region, replacing dr Dewintha Airene that has been on duty for one year.  Galela is a region that has dark history due to conflict. To reach the area, it will need a long journey through air, land and sea transports. A flight from Jakarta to Ternate, North Maluku capital, will need around 6 hours of time. From the airport continued by road trip to Kota Bary port would take half an hour, then taking speedboat about 1 hour to Sofifi. The journey has not finished yet, from Sofifi, should take approximately 4 hours road trip or around 200 km, throughout the winding roads, in and out of the woods to finally reach Tobelo, the capital of North Halmahera. From there to Galela is still within 1 more hour. At Towara village, the place of Social Clinic of BNI Berbagi and MER-C, all volunteers of MER-C each year are ready to provide medical service for Galela community and its surroundings. Social Clinic program in Galela has been running since October 2006. Medical service is started from Monday to Saturday on 8 am to 4 pm. However, the doctors and staffs must be ready for service since many patients also come in the night for medical treatment. The doctors sometimes should visit their patients at home due to difficult access to patients’ house and they need help soon. Being a doctor in a remote area does not have fixed time, even it is in a raining-middle of the night, a doctor should help their patients. In addition of a program at the clinic, there is also a routine mobile clinic program which is conducted once a week at the Patronage Village of the clinic. The patronage village of the clinic is a Limau village which is at a distance of 25 km. Limau village is chosen due to its far location from health centre and should go through the river, that is in the rainy season, people could not go over the river due to flooding. A trip to Patronage Village could be reached by the doctors and clinic staffs by two motorcycles. Limau Village community consists of Muslim and Christians. The village itself is an malaria endemic region, many Tuberculosis and leprosy cases have been found. One main thing that become MER-C team focus is malnourished children. Clinical team for that matter will combine medical treatment with integrated health centre in the area. The MER-C team also plans to provide nutriments for toddlers, and it will cooperate with local midwives and integrated health centre staffs once a month. Until now there have been 5 MER-C’s volunteer doctors assigned periodically to Galela. Dr Siti Lirih Chumairoh is the next doctor which is ready to serve for the upcoming one year at Galela, in where MER-C and local community has also been building a hospital.        

Siswa SMP Islam Al-Azhar 19 Serahkan Donasi untuk RSI

Jakarta – Pagi ini, Kamis (19/12), perwakilan siswa dan guru SMP Islam Al-Azhar 19 yang terletak di Cibubur menyambangi Kantor Pusat MER-C. Maksud kedatangan kali ini adalah untuk menyerahkan sumbangan bagi program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina yang tengah dilakukan oleh MER-C. Kunjungan ini juga dalam rangka memberikan motivasi dan medidik para siswa untuk peduli terhadap sesama khususnya permasalahan Palestina karena Palestina termasuk negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Sumbangan yang diserahkan dari SMP Islam Al-Azhar 19 sebesar Rp 11.630.000,-. “Sumbangan ini dikumpulkan dari kotak amal yang diedarkan ke seluruh siswa selama 2 minggu,” tutur Muchson Muhamad Anasy, salah satu guru yang mendampingi. “Mohon jangan dilihat jumlahnya,” tambahnya. Sumbangan diterima oleh Manajer Operasional MER-C yang menyampaikan bahwa perhatian dan dukungan seperti ini yang semakin menambah semangat MER-C dan khususnya 28 relawan Indonesia di Gaza untuk terus fokus menyelesaikan amanah pembangunan RS Indonesia, sebagai bukti silaturahim jangka panjang rakyat Indonesia dan rakyat Palestina.

MER-C dan BNI Syariah Kerjasama Galang Dana Alkes RSI

Jakarta – Dukungan dan partisipasi datang dari berbagai pihak untuk program pembangunan RS Indonesia (RSI) di Gaza Palestina yang kini sudah mencapai tahap akhir. Salah satunya dari BNI Syariah. Belum lama ini MER-C dan BNI Syariah menandatangani kesepakatan kerjasama penggalangan donasi khusus untuk Alat Kesehatan dan interior RSI melalui kartu kredit iB Hasanah Card. Bagi donatur yang ingin berdonasi melalui cara ini, cukup hubungi BNI call center di 500046 untuk informasi dan pendaftaran. Tersedia tiga pilihan nominal donasi mulai dari Rp 50ribu, Rp 100ribu dan Rp 200ribu per bulan. Untuk jangka waktu donasi pun bisa dipilih antara 6 bulan atau 12 bulan. Setelah itu, sistem melakukan pendebetan donasi sesuai dengan nominal dan jangka waktu yang diinginkan donatur. Selama ini donasi untuk RSI dilakukan melalui donasi langsung ataupun transfer. MER-C menyediakan tiga rekening amanah khusus RSI, yaitu BCA 686.0153678, BSM 7001352061 dan BNI Syariah 0811192973. Pembangunan gedung RSI diperkirakan selesai akhir tahun ini. Ikhtiar selanjutnya adalah penggalangan dana untuk alat kesehatan dan interior ruangan RSI. Dengan adanya kerjasama MER-C dan BNI Syariah ini, diharapkan bisa memberikan alternatif kemudahan bagi masyarakat yang ingin berdonasi.

MER-C Kunjungi Keluarga Relawan RSI

Jakarta – Pada tanggal 17 Desember 2013 tim medis MER-C mengadakan pemeriksaan kesehatan terhadap keluarga relawan Rumah Sakit Indonesia di daerah Bogor dan Cileungsi. Pemeriksaan dilakukan terhadap keluarga dari Edi Siswanto, Sulis Diantoro, Muhammad Arshad Ridho, Suyitno, Edi Wahyudi, Muhammad Husain, dan Muqorobin al Fikri. Tim yang terdiri dari dr Tonggo Meaty Fransisca dan Perawat bedah Lina P Munaf Harun memeriksa tekanan darah, gula darah dan asam urat dari keluarga relawan. Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, MER-C juga memberikan album yang berisikan foto-foto relawan yang sedang membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza.

MER-C Visits Indonesian Hospital Volunteers Families

Jakarta – December 17, 2013 MER-C medical team conducted medical check up to Indonesia Hospital volunteers families in Bogor and  Cileungsi. The medical check- up had been done toward the families of Edi Siswanto, Sulis Diantoro, Muhammad Arshad Ridho, Suyitno, Edi Wahyudi, Muhammad Husain, and Muqorobin al Fikri. The team members that consisted of  Dr. Tonggo Meaty Fransisca and surgical nurse  Lina P Munaf Harun checking on blood pressure, glucose and uric acid of volunteer families.  Apart from medical check-up, MER-C also gave a photo album containing volunteer pictures that have been building Indonesia Hospital in Gaza.

Silahkan bertanya?