MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Cabang Medan Kirim Tim ke Lokasi Banjir Bandang Mandailing Natal

Medan Musibah banjir bandang kembali melanda daerah Mandailing Natal, Sumatera Utara. Banjir terjadi karena sungai Sigija yang meluap akibat hujan yang turun terus menerus sejak hari Rabu (13/2). Sebagai cabang terdekat, MER-C Cabang Medan segera mempersiapkan Tim Advance untuk menuju lokasi bencana guna melakukan pemetaan dan memberikan bantuan medis awal. Minggu (17/2), tepat pukul 09.40 pagi, dengan menggunakan ambulans, Tim yang terdiri dari 3 relawan medis mulai bergerak dari posko MER-C menuju lokasi bencana di Kec. Panyambungan, Kab. Mandailing Natal, Sumatera Utara. Setibanya di lokasi, Tim MER-C, yaitu Dr. Andika Pradana, Dashari Ermandi, S.Ked dan Wirsal Harahap, AmK. segera berkoordinasi dengan pihak kesehatan setempat dan melakukan penyusuran ke berbagai titik lokasi yang terkena bencana banjir bandang. Wilayah yang didatangi diantaranya adalah Manyabar, Naga Juang, Pagaran Tonga, Gunung Manaon, Sabajambu, dan Sopobatu. Dari hasil penyusuran tersebut, Tim memutuskan untuk memberikan bantuan pengobatan dengan cara mobile clinic di dua titik, yaitu Manyabar dan Pagaran Tonga. Penyakit yang banyak ditemui oleh Tim adalah penyakit kulit dan ISPA. Tim juga menemui pasien yang mengalami diare yang harus diberi penanganan infus. Pengobatan yang dilakukan tim pada hari itu melayani sekitar 70 pasien, sebanyak 50 pasien di Manyabar dan sekitar 20 pasien di Pagaran Tonga. Pada hari Senin (18/2), MER-C Cabang Medan kembali menurunkan tim medis susulan ke Mandailing Natal. Tim yang ditugaskan kali ini berjumlah 5 orang yang terdiri dari 4 relawan medis dan 1 relawan non medis. Fokus wilayah kerja Tim tetap di Manyabar dan Pagaran Tonga karena wilayah ini yang masih membutuhkan bantuan medis. Dengan sistem mobile clinic, Tim mendatangi rumah para korban banjir dan mengobati para korban yang sakit. Selain bantuan obat-obatan, Tim juga memberikan bantuan berupa sembako, seragam sekolah dan peralatan ibadah yang dibeli dari hasil donasi masyarakat.

Tim MER-C Jemput Bola Susuri Gang-gang Sempit di Penjaringan Jakarta Utara

Jakarta Rabu (23/1) MER-C kembali menurunkan Tim Medisnya untuk memberi bantuan pengobatan bagi warga korban banjir. Tujuan tim masih ke Penjaringan, Jakarta Utara karena banjir masih menggenangi wilayahnya ini. Tim membuka pelayanan medis di Rt 3 Rw 8, Tanah Pasir. Sebanyak 4 relawan dokter dan 2 relawan non medis berpartisipasi dalam misi kali ini. Hujan masih mengguyur cukup deras ketika tim MER-C tiba di lokasi. Di pinggir jalan besar, terlihat sudah ada beberapa posko bantuan baik dari perusahaan maupun lembaga yang peduli terhadap para korban banjir. Hal ini menandakan bantuan sudah cukup memadai di sini dan Tim MER-C harus mencari wilayah lain yang belum atau masih minim bantuan khususnya kesehatan. Dengan panduan warga, Tim pun mencoba memasuki wilayah Penjaringan yang lebih dalam. Tibalah Tim di wilayah Rt 3 Rw 8, Tanah Pasir. Banjir masih merendam wilayah ini. Ada yang setinggi betis hingga setinggi paha orang dewasa bahkan ada yang mencapai 1,5 meter. Hujan juga masih terus mengguyur yang mengakibatkan pengobatan tidak memungkinkan untuk dilakukan di armada ford ranger MER-C. Tidak ada dataran tinggi yang cukup kering juga untuk menggelar pengobatan, sehingga pengobatan pun digelar di sebuah panggung kecil yang memang biasanya digunakan sebagai posko bantuan logistik bagi warga setempat. Dengan bantuan warga, obat-obatan diturunkan dari mobil dan pengobatan pun digelar di atas panggung. Satu persatu warga yang sakit berdatangan. Ada yang berjalan kaki menggunakan payung, ada juga yang diantar oleh keluarganya dengan menggunakan gerobak. Melihat kondisi hujan dan banjir seperti ini, Ketua Tim MER-C hari itu segera memutuskan untuk membagi tim menjadi 2. Tim pertama melayani pasien di posko (panggung), sementara tim ke-2 melakukan mobile clinic dan jemput bola. Hal ini dilakukan agar balita, manula dan warga sakit yang tidak mampu datang ke posko dapat mendapatkan bantuan pengobatan. Dengan menggunakan payung dan membawa tas ransel berisi obat-obatan, relawan dokter MER-C menyusuri gang-gang sempit dan padat di Rw 8 yang masih terendam banjir untuk menjemput bola mendatangi pasien ke rumah-rumah mereka. Hari ini Tim Medis MER-C melayani sekitar 200 orang pasien, sebagian besar adalah balita dan anak-anak. Penyakit yang banyak diderita oleh warga korban banjir di wilayah ini adalah penyakit kulit, diare, dan ISPA. 

Dari Atas Bak Mobil Layani Kesehatan Korban Banjir

Jakarta Setelah memberikan pelayanan kesehatan bagi warga korban banjir di Bukit Duri Jakarta Selatan, Tim Medis MER-C mencoba merambah wilayah Jakarta Utara. Senin (21/1), Tim MER-C melakukan mobile clinic lokasi banjir di Penjaringan, tepatnya di Muara Baru. Sebanyak 5 relawan dokter dan 2 non medis, berupaya melalui wilayah yang masih terendam banjir di sana sini. Dengan panduan warga setempat, armada ford ranger MER-C menembus genangan banjir. Warga terus menuntun Tim MER-C mencari jalan yang ketinggian airnya masih dapat dilalui oleh mobil untuk mencapai jalanan yang agak kering untuk menggelar pelayanan kesehatan. Karena akses yang cukup sulit, menjelang sore Tim MER-C baru tiba di lokasi. Pengobatan pun digelar di atas bak mobil MER-C, di pinggir jalan. Sementara di sejumlah wilayah banjir lainnya air sudah mulai surut bahkan kering, tidak demikian dengan Muara Baru Penjaringan Jakarta Utara. Air masih menggenangi pemukiman warga yang padat. Namun, tidak ada pengungsian di wilayah ini. Warga enggan mengungsi dan memilih tetap bertahan di rumah-rumah mereka yang masih terendam banjir dengan ketinggian beragam. Kedatangan Tim MER-C disambut antusias oleh warga Muara Baru. Begitu pelayanan kesehatan dibuka, antrian warga pun mulai mengular mendekati bagian belakang mobil MER-C yang difungsikan menjadi tempat pengobatan. Tim dokter MER-C pun segera bersiap untuk mendengarkan berbagai keluhan sakit dari warga dan berupaya mengobati mereka dengan bantuan obat-obatan yang telah dibawa dari markas MER-C di Jakarta Pusat. Sejak dibuka, pelayanan kesehatan tidak pernah sepi dari kerumunan warga. Hingga pukul 8 malam, warga Muara Baru masih terus berdatangan. Sebagian besar pasien adalah anak-anak dan balita. Penyakit yang banyak diderita adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) dan diare. Pelayanan kesehatan selesai sekitar pukul 08.30 malam dan tercatat pasien yang berobat hari ini lebih dari 400 orang. MER-C akan terus melakukan program mobile clinic ke wilayah banjir lain yang membutuhkan untuk membantu para korban dan guna menyalurkan amanah dari mayarakat yang masuk melalui rekening kemanusiaan MER-C. Donasi Rekening untuk Banjir Jakarta: Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Bank Central Asia (BCA) Cab. Kwitang  no Rek. 686.0099.339   Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Salemba  no Rek. 701.565.8899

Relawan MER-C “Jemput Bola” Tangani Korban Banjir

Jakarta, 21/1 (ANTARA) – Relawan dokter organisasi kegawatdaruratan kesehatan “Medical Emergency Rescue Committee” (MER-C) Indonesia menerapkan sistem “jemput bola” dalam menangani masalah kesehatan korban banjir di Jakarta. “Untuk menangani yang mengungsi di masjid, relawan kami memakai sistem `jemput bola`, sedangkan di bantaran Sungai Ciliwung dengan pola `mobile clinic,” kata Ketua Presidium MER-C Indonesia dr Sarbini Abdul Murad kepada ANTARA di Jakarta, Senin. Ia menjelaskan, MER-C menurunkan tim kesehatan yang terdiri atas lima relawan dokter, satu relawan logistik serta satu supir saat banjir besar kembali melanda Jakarta sejak Jumat (18/1). Dalam operasinya, tim menggunakan armada “Ford Ranger” dengan “double cabin”, menyusuri sejumlah titik bencana banjir guna mencari lokasi yang belum dan masih membutuh bantuan medis. Mereka mendatangi satu per satu ruangan dalam lingkungan masjid yang dipenuhi oleh korban banjir yang mengungsi. Warga yang mengeluh sakit diperiksa dan diobati. Usai memberikan pengobatan di dalam masjid, tim melanjutkan pengobatan di bagian luar masjid, di mana pelayanan dilakukan di atas bak mobil “Ford Ranger” MER-C yang diparkir di depan masjid. Warga korban banjir berdatangan menghampiri mobil berlogo MER-C ini untuk mendapatkan pengobatan dari relawan dokter yang ada. Sementara itu, tim MER-C lainnya melakukan “mobile clinic” ke wilayah bantaran Sungai Ciliwung yang belum mendapat bantuan medis. Tim “mobile” bersama Tim SAR dengan menggunakan perahu karet, dan ternyata masih banyak warga yang memilih bertahan di rumah-rumah mereka yang terendam banjir dan tidak mau dievakuasi. Salah satunya seorang bapak tua usia 62 tahun yang memilih bertahan di rumah, sorang diri, dalam keadaan sakit. Atas informasi dari istrinya, dokter MER-C bersama Tim SAR berusaha mencapai dan memasuki rumahnya. Setelah diperiksa, ternyata menderita hipertensi dan segera dievakuasi. Setelah bergerak dengan menggunakan perahu karet, Tim MER-C mendapat laporan dari warga bahwa masih ada lokasi pengungsian yang belum mendapatkan bantuan pengobatan. Mereka berharap Tim MER-C bisa mengecek kondisi kesehatan warga yang mengungsi di sana. Dengan menggunakan sepeda motor, warga mengantar dokter MER-C ke lokasi pengungsian yang terletak di Wisma Tjiliwung. Pelayanan kesehatan segera digelar bagi warga di wisma itu. Berdasarkan evaluasi Tim MER-C selesai memberikan bantuan pengobatan, penyakit yang banyak diderita oleh warga korban banjir yang diobati adalah ispa (infeksi saluran pernafasan atas), penyakit kulit, hipertensi dan diare. Penyusuran tim dilakukan di beberapa lokasi banjir di wilayah Jakarta Timur dan Selatan, di antaranya penanganan bantuan kesehatan kepada korban banjir yang mengungsi di Masjid Attahiriyah Bukit Duri. Di lokasi ini warga yang mengungsi diperkirakan berjumlah lebih dari 1.900 jiwa. Andy J Sumber : http://bogor.antaranews.com/print/3975/relawan-mer-c-jemput-bola-tangani-korban-banjir

MER-C Lakukan Mobile Clinic dan Jemput Bola Layani Pasien Korban Banjir

Jakarta Banjir besar kembali melanda Jakarta. Jumat (18/1) MER-C menurunkan tim medisnya yang terdiri dari 5 relawan dokter dan 1 relawan logistik serta 1 supir. Dengan menggunakan armada ford ranger double cabin, Tim menyusuri sejumlah titik bencana banjir guna mencari lokasi yang belum dan masih membutuh bantuan medis. MER-C juga menerapkan sistem mobile clinic dan jemput bola dalam memberikan bantuan medis kepada para korban banjir kali ini. Setelah menyusuri beberapa lokasi banjir di wilayah Jakarta Timur dan Selatan, Tim memutuskan untuk memberikan bantuan medis kepada korban banjir yang mengungsi di Masjid Attahiriyah Bukit Duri. Di lokasi ini belum ada bantuan medis dan jumlah warga yang mengungsi diperkirakan berjumlah lebih dari 1.900 jiwa. Kedatangan Tim MER-C disambut sangat baik oleh masyarakat. Tim yang berjumlah 6 orang dibagi menjadi dua. Tim pertama memberikan pelayanan medis bagi korban banjir di dalam Masjid Attahiriyah, sementara satu tim lagi melakukan mobile ke lingkungan sekitar bersama Tim SAR dan masyarakat setempat. Relawan dokter MER-C yang bertugas di masjid menerapkan sistem jemput bola. Mereka mendatangi satu persatu ruangan dalam lingkungan masjid yang dipenuhi oleh korban banjir yang mengungsi. Warga yang mengeluh sakit diperiksa dan diobati. Usai memberikan pengobatan di dalam masjid, tim melanjutkan pengobatan di bagian luar masjid. Kali ini pelayanan medis dilakukan di atas bak mobil ford ranger MER-C yang diparkir di depan Masjid. Warga korban banjir berdatangan menghampiri mobil berlogo MER-C ini untuk mendapatkan pengobatan dari relawan dokter yang ada. Sementara itu, tim MER-C lainnya melakukan mobile ke wilayah bantaran Ciliwung yang belum mendapat bantuan medis. Tim mobile bersama Tim SAR dengan menggunakan perahu karet. Ternyata masih banyak warga yang memilih bertahan di rumah-rumah mereka yang terendam banjir dan tidak mau dievakuasi. Salah satunya seorang Bapak tua usia 62 tahun yang memilih bertahan di rumah, sorang diri, dalam keadaan sakit. Atas informasi dari istrinya, Dokter MER-C bersama Tim SAR berusaha mencapai dan memasuki rumahnya. Setelah diperiksa, sang Bapak menderita hipertensi dan segera dievakuasi.   Usai mobile dengan menggunakan perahu karet, Tim MER-C mendapat laporan dari warga bahwa masih ada lokasi pengungsian yang belum mendapatkan bantuan pengobatan. Mereka berharap Tim MER-C bisa mengecek kondisi kesehatan warga yang mengungsi di sana. Dengan menggunakan sepeda motor, warga mengantar dokter MER-C ke lokasi pengungsian yang terletak di Wisma Tjiliwung. Pelayanan medis pun segera digelar bagi warga di wisma ini. Hari sudah mulai gelap ketika Tim MER-C selesai memberikan bantuan pengobatan. Penyakit yang banyak diderita oleh warga korban banjir yang diobati hari ini adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), penyakit kulit, hipertensi dan diare.

Joserizal: Islam Jadi Sasaran Tembak Zionis

Jakarta, 2 Rabiul Awal 1434/14 Januari 2013 (MINA) Pendiri sekaligus Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr. Joserizal Jurnalis mengatakan dalam sebuah seminar di Jakarta (13/1), Islam telah menjadi “sasaran tembak” Zionis. Ideologi yang ‘paling ditakuti’ di dunia ini adalah Islam. sehingga Islam jadi sasaran tembak. Siapa yang menembak? Menurut pengalaman saya adalah Zionis, kata Jose (sapaan akrab Joserizal), dokter spesialis bedah umum. Pria yang sudah melakukan misi kemanusiaan di berbagai wilayah konflik perang itu menghimbau masyarakat Islam agar lebih teliti dalam menyikapi suatu permasalahan sensitif. Jika ada konflik, kita harus mengurai mencari siapa yang bermain. Kita kecilkan perbedaan dan perbesar persamaan. Perbedaan masalah fikih dan mazhab selesaikan dalam majelis kajian, kata Jose yang selalu mengontrol  perkembangan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza dari Indonesia. Sementara itu, Jubir Front Pembela Islam (FPI), Munarman membenarkan pernyataan sang dokter, bahwa masalah furu’ (perbedaan kecil) jangan dipersoalkan. Menurutnya, perbedaan paham harus diselesaikan di dalam majelis. Advokat dan mantan Ketua Kontras dan YLBHI itu juga mengungkapkan, Daftar PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang saya miliki tentang  teroris menunjukkan semuanya adalah kelompok-kelompok Islam dan individual Islam yang aktif dalam dakwah dan perjuangan. Munarman juga mengatakan ada bias yang sangat luar biasa pelanggaran yang terjadi terhadap umat Islam dunia. Sejak 2001, di Guantanamo banyak tahanan Muslim yang tanpa proses dipenjara sampai sekarang. Dan di Indonesia, sudah ada 60-an  orang yang baru terduga ditembak tanpa proses, ungkap Munarman yang  terus berjuang dalam membela orang-orang Islam yang menurutnya semena-mena dituduh sebagai teroris. Di hari yang sama, Direktur Islamic Human Rights Comission (IHRC) Massoud Shadjareh mengungkapkan, Di Amerika hanya ada 6% Muslim, 7% Yahudi dan sisanya yang lain. Jika ada kerusuhan, langsung menuduh kelompok Islam. Wartawan senior investigasi Tempo, Ahmad Taufiq juga mengatakan, Selama Qurannya masih satu, Tuhannya masih satu, kita jangan mau dipecah belah.(T/R-011/R-008). Sumber : http://www.mirajnews.com/id/world/asia/1622-joserizal-islam-jadi-sasaran-tembak-zionis.html  

Hujan Es, Relawan Indonesia Tetap Bangun RSI Gaza

Gaza, 29 Shafar 1434/ 11 Januari 2013 (MINA) – Meski cuaca dingin mencapai enam derajat celcius, bahkan sempat turun hujan es, sebanyak 28 relawan kemanusiaan asal Indonesia tetap melanjutkan pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza. Koresponden Miraj News Agency (MINA) dari Gaza melaporkan, relawan melanjutkan pekerjaan pemasangan blok sekat kamar lantai dua dan pemasangan keramik lantai dasar (basement). Relawan terpaksa pakai baju tebal rangkap, bahkan sampai rangkap lima lapis, ujar Nur Ikhwan, kepala Tim Relawan Medical Emergency Resque Committee (MER-C), pihak yang membangun RSI persembahan rakyat Indonesia untuk Gaza itu. Bahkan, menurutnya, kencangnya hembusan angin kali sempat merobohkan salah satu sisi dinding rumah sakit. Sehingga memaksa relawan memasang ulang dingin tersebut. Pemerintah setempat sementara memberlakukan larangan keluar rumah bagi warga karena khawatir tehempas angin yang kecepatannya mencapai 100 km/jam.  Nur Ikhwan menambahkan, kondisi relawan seluruhnya sehat, dan minta doa dari keluarga dan rakyat Indonesia. Kedatangan musim dingin di Gaza sudah terasa sejak pertengahan September 2012 lalu. Cuaca makin ke sini makin terasa dingin. Hujan salju sempat turun beberapa hari lalu, disertai angin kencang, mengakibatkan pekerjaan RSI dibatasi di dalam ruangan, ujar Nur Ikhwan. Menurut pantauan Koresponden Miraj News Agency (MINA), jalan-jalan utama di Gaza terlihat lengang dari warga, karena lebih banyak berteduh di rumah masing-masing. Menurut prakiraan cuaca setempat mengatakan, puncak musim dingin kali ini masih akan berlanjut hingga beberapa hari kedepan. Hingga diperkirakan akan berakhir pada akhir Februari mendatang. (L/B-007/R-007/R-005). Sumber : http://www.mirajnews.com/id/al-quds-palestine-in-news-3/al-quds-palestine-in-news/1552-hujan-es-relawan-indonesia-tetap-bangun-rsi-gaza.html  

Kolaborasi TPG dengan MER-C Indonesia

Foto (ki-ka) dr. Zackya Yahya S. SpOk (MER-C) dan Ahmad Gunung (CEO TPG) “Lihatlah apakah anda hanya melihat orang yang mendapat ujian saja dan apakah Anda hanya menyaksikan orang yang menderita saja?. Disetiap rumah ada ratapan tangis, disetiap pipi ada air mata mengalir” (Jangan Bersedih, La Tahzan) Kutipan kalimat diatas diambil dari buku “Senja Merah di Tanah Maluku” yang berisi untaian hikmah misi kemanusiaan MER-C (Medical Emergency Rescue Committee). Siapa yang tak kenal dengan MER-C Indonesia?. Kegiatannya merupakan terobosan bagi bantuan kemanusiaan ke beberapa daerah konflik dan bencana. Saat ini yang sedang dilakukan adalah membangun rumah sakit di Palestina dan di wilayah timur Indonesia tepatnya di Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Kutipan kalimat diatas serta hikmah misi kemanusiaan MER-C Indonesia itulah yang menggerakkan hati untuk lebih jauh melangkah untuk berbuat sesuatu dan tidak membiarkan atau hanya menyaksikan cobaan penyakit yang datang kepada staf dan karyawan Perusahaan hingga air mata mereka mengalir. Berawal dari penandatangan nota kesepahaman dalam rangka program kerjasama antara Perusahaan dengan Pengurus MER-C Indonesia dilakukan pada tanggal 24 Mei 2012 di kantor pusat Jakarta, sangat didasari niat baik untuk lebih mensejahterakan karyawan serta masyarakat sekitar unit usaha di Bumi Etam, Kalimantan Timur. Seiring waktu berjalan pada tanggal 26 s/d 29 Juni 2012 tibalah saat yang sangat berarti untuk menapaki jalan di Bumi Etam bersama para dokter handal dari MER-C Indonesia dengan memulai langkah penempatan 4 orang dokter di empat unit usaha. Siapakah mereka; dr. Bintang Pamodana di MB1, dr. Zalela di PB1, dr. Makbruri di BP1 dan dr. Zecky Eko Triwahyudi di TS1. Selama perjalanan menapaki bumi etam, didampingi oleh Koodinator Program, dr. Zackya Yahya S. SpOk dan dr. Fransisca Tonggo Meaty serta Asmen HRM, Novianto H. Triwibowo dan staf HRM, Adhi Setyanto. Rombongan juga melakukan beberapa pertemuan dengan para pihak terkait seperti; pertemuan dengan Dekan & staf Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman untuk program kerjasama khususnya penempatan calon dokter lulusan Universitas tersebut, pertemuan dengan Kepala Dinas Pelayanan Kesehatan Kabupaten Kutai Timur untuk lebih lanjut bersama-sama membangun program-program pelayanan kesehatan di Unit Usaha serta masyarakat sekitar. Semoga rintisan upaya diatas dapat terus berkembang lebih baik lagi dan memberi pengaruh bagi staf dan karyawan yang semangat bekerja karena dirinya sehat. Seorang karyawan di satu unit usaha sempat berkata “terima kasih ya dok… Dokter mau bersama kami disini”. Sumber : http://www.teladanprima.com/renew/index.php/38-most-popular-news/50-mou-tpg-mer-c

MER-C Penuhi Undangan Acara SALAM UI Why Palestina

DEPOK – Kamis (10/5), MER-C kembali diundang untuk mengisi acara yang berkaitan dengan Palestina. Kali ini pihak pengundang adalah SALAM UI yang menggelar acara bertajuk Why Palestina?. Acara yang diadakan di Gedung Perpustakaan Pusat UI lantai 6 ini dibuka dengan pemaparan sejarah Palestina yang dilanjutkan dengan presentasi mengenai kondisi Palestina terkini dan progress pembangunan RS Indonesia di wilayah terblokade Gaza oleh dr. Joserizal. Selain menayangkan beberapa film dokumentasi MER-C termasuk film progress pembangunan RSI yang tahap pertamanya sudah mencapai 100%, MER-C juga berkesempatan menunjukkan maket RS Indonesia di Jalur Gaza kepada para audiens yang hadir. Dengan adanya maket ini diharapkan masyarakat bisa mendapat gambaran yang lebih jelas mengenai bentuk unik RSI di Jalur Gaza hasil disain anak bangsa yang dana pembangunannya berasal dari rakyat Indonesia. Selain video progress pembangunan RSI, MER-C juga menayangkan trailer Buku Jalan Jihad Sang Dokter, buku terbaru MER-C yang banyak menceritakan tentang misi MER-C di Palestina. Walau banyak dari audiens yang ngeri dan takut melihat film tersebut, tapi mereka juga penasaran melihat kinerja para relawan di lapangan.  Banyak hal yang dipaparkan oleh dr. Joserizal seputar Palestina dan permasalahannya serta bagaimana para audiens yang kebanyakan adalah mahasiswa bisa berperan besar di dalamnya.  

MER-C Lanjutkan Pembangunan RS Swadaya Masyarakat di Galela

GALELA, MALUT, Selain menjalankan program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza Palestina, MER-C juga sedang membangun RS di wilayah timur Indonesia, tepatnya di Galela, Kab. Halmahera Utara, Maluku Utara. Setelah pembangunan pondasi usai, pembangunan RS ini sempat terhenti beberapa waktu karena dana yang terbatas. Setelah donasi RS mulai bertambah lagi, baik yang dikumpulkan oleh masyarakat lokal maupun yang masuk melalui rekening MER-C dengan amanah khusus RS Galela, pada akhir Maret 2012 pembangunan RS ini dilanjutkan kembali. Sebanyak 7 relawan tukang dikirimkan oleh Divisi Konstruksi MER-C untuk membantu dan mengawasi langsung proses pembangunan. Pembangunan yang dilakukan saat ini rencananya akan dibagi menjadi 3 tahapan. Tahap pertama, pembangunan RS bagian depan. Tahap kedua, pembangunan RS bagian tengah dan tahap ketiga pembangunan RS bagian belakang. Pada tanggal 7 Mei 2012, pembangunan tahap pertama selesai. Antusiasme masyarakat Galela sangat nampak sejak awal pembangunan RS ini. Dengan kehadiran 7 relawan Divisi Konstruksi MER-C, warga Galela pun berdatangan ke lokasi RS untuk menawarkan bantuan baik berupa tenaga maupun materi. Semua ingin berpartisipasi dalam program ini. Pada pembangunan tahap pertama diperoleh tambahan sumbangan berupa batu split untuk cor sebanyak 2 truk dan semen sebanyak 5 sak. Masyarakat juga secara bergantian memberi bantuan tenaga secara sukarela selama proses pembangunan. Ibu-ibu setempat juga tidak mau ketinggalan, mereka turut berpartisipasi memberi bantuan berupa makanan untuk para relawan dan warga yang bekerja di lokasi pembangunan. Saat ini tengah berlangsung pembangunan tahap kedua, yaitu pembangunan bagian tengah RS yang merupakan ruangan rawat inap. Pekerjaan tahap kedua diestimasikan selesai dalam waktu satu bulan ke depan. Keberadaan RS ini memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Galela karena di sana baru terdapat Puskesmas. Apabila ada masyarakat Galela yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut di RS, maka mereka harus pergi ke Tobelo atau bahkan ke Ternate.   Apabila selesai, RS ini akan menjadi contoh sarana kesehatan yang dibangun atas swadaya masyarakat. Mengapa? Pertama, karena tanah RS seluas 4.000 m2 merupakan wakaf dari warga setempat. Kedua, warga juga berperan aktif melakukan penggalangan dana untuk membantu Pembangunan RS yang memang sangat diharapkan oleh warga. Ketiga, selain beberapa relawan tukang yang ditugaskan dari MER-C Pusat, warga juga aktif membantu secara bergotong royong dan bergiliran dari desa ke desa dalam melakukan pekerjaan pembangunan. Semua dilakukan oleh warga dengan ikhlas tanpa berharap imbalan.   Bagi Bapak/Ibu/Sahabat yang ingin membantu mewujudkan pembangunan RS bagi masyarakat Galela, Maluku Utara, dapat menyalurkan donasinya melalui: Rekening Donasi Pembangunan RS MER-C di Galela, Maluku Utara: BNI, Cab. Kramat, 0140600983 A/n. Medical Emergency Rescue Committee

Silahkan bertanya?