MER-C Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Serangan Israel di Lebanon Selatan

Saida – MER-C Indonesia pada Selasa (9/6/2026) menyalurkan bantuan 600 bungkus roti dan 100 food box di salah satu kamp pengungsi di Saida, Lebanon, yang berada di gedung yang sebelumnya dikenal sebagai Justice Building. Bantuan ini disalurkan setelah Tim MER-C melakukan asesmen dan menilai perlunya kebutuhan mendesak bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi di kamp tersebut. Kota Saida menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi pengungsi korban serangan penjajah Israel, mengingat letaknya yang berbatasan dengan wilayah Lebanon Selatan. Kamp pengungsian ini telah beroperasi selama sekitar tiga bulan dan saat ini menampung sekitar 93 kepala keluarga, terdiri dari anak-anak hingga lansia. Selain di Saida, Tim MER-C juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa food box dan paket hygiene kit bagi pengungsi Palestina di Kamp Shatila. Tim juga melaksanakan layanan mobile clinic untuk membantu kebutuhan kesehatan para pengungsi. Melalui rangkaian kegiatan ini, MER-C Indonesia berharap dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang terdampak konflik di Lebanon, khususnya dalam aspek kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama dengan mitra lokal serta memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan kemanusiaan yang masih memerlukan dukungan pada masa mendatang. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaKytloz0NM/?igsh=emtka21uemIzZnJ0 https://vt.tiktok.com/ZSCfE4VXX Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
Klinik MER-C Siap Layani Pengungsi Rohingya di Shelter Baru Lhokseumawe

Lhokseumawe — Pemerintah Kota Lhokseumawe telah merelokasi 28 pengungsi Rohingya dari penampungan lama di bekas Kantor Imigrasi Punteuet menuju shelter baru di Desa Masjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis (25/6/2026). Shelter baru yang dibangun melalui kerja sama sejumlah lembaga kemanusiaan ini telah dilengkapi fasilitas kesehatan Klinik MER-C Indonesia untuk memberikan pelayanan kepada para pengungsi pasca relokasi. Project Manager MER-C untuk Pengungsi Rohingya, Ira Hadiati, mengatakan Klinik MER-C telah siap beroperasi memberikan layanan kesehatan bagi para pengungsi. “Saat ini untuk tenaga kesehatan untuk pelayanan di Klinik, MER-C bekerja sama dengan Puskesmas Punteuet,” ujarnya. Kehadiran Klinik MER-C menjadi salah satu fasilitas penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup para pengungsi, terutama dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan dasar. Sebanyak 28 pengungsi yang direlokasi terdiri dari 15 laki-laki dan 13 perempuan. Pemindahan dilakukan sebagai langkah Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk meningkatkan kualitas hunian sementara bagi para pengungsi yang sebelumnya tinggal di gedung bekas Kantor Imigrasi Punteuet dengan keterbatasan fasilitas. Selain fasilitas kesehatan melalui Klinik MER-C, shelter baru tersebut juga dilengkapi sarana hunian 15 unit bangunan semi permanen. Fasilitas pendukung lainnya meliputi MCK, akses air bersih, tempat ibadah, serta berbagai program pendukung lainnya. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaDbuQLTqtO/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees
MER-C Salurkan Ratusan Paket Bantuan untuk Pengungsi di Kamp Shatila, Lebanon

Beirut – MER-C Indonesia menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 100 hygiene kit, 200 paket makanan, dan 600 boks roti kepada para pengungsi di Kamp Shatila, Lebanon, pada Rabu (10/6). Paket bantuan tersebut dibagikan secara langsung oleh tim MER-C yang tengah melakukan assessment misi kemanusiaan di Lebanon. Kamp Shatila, yang didirikan sejak tahun 1949, merupakan salah satu kamp pengungsi Palestina tertua di Lebanon. Kamp ini dihuni sekitar 11.600 pengungsi Palestina yang terdaftar, sementara jumlah penduduk yang benar-benar tinggal di dalam kamp diperkirakan mencapai 14.000–15.000 jiwa, termasuk pengungsi Suriah dan kelompok rentan lainnya. Sejak meningkatnya konflik dengan Israel pada 2 Maret 2026, Kamp Shatila turut merasakan dampak krisis kemanusiaan. Meskipun bukan merupakan lokasi pengungsian resmi, kamp ini menerima tambahan keluarga pengungsi yang berasal dari wilayah Tyre (Sour), Al-Buss, Burj Al-Shemali, serta sebagian warga dari kawasan Dahiyah, Beirut Selatan, yang terdampak serangan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DaCb4rZk6EM/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
MER-C Indonesia Gelar Pelayanan Kesehatan untuk Pengungsi di Kamp Shatila, Beirut

Beirut – Sebagai bagian dari misi kemanusiaan di Lebanon, tim MER-C Indonesia bekerja sama dengan mitra lokal Al-Shifaa for Medical & Humanitarian Services pada Rabu (10/6/2026) menggelar pelayanan kesehatan untuk para pengungsi di Kamp Shatila, Beirut. Sebanyak 77 orang menerima pelayanan kesehatan, dengan mayoritas kasus yang ditangani berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan batuk. Tim MER-C juga mengunjungi langsung beberapa pengungsi yang menderita penyakit kronis, di antaranya pasien pascastroke serta penderita diabetes dengan komplikasi. Mereka merupakan pengungsi dari Lebanon Selatan pascaserangan pada 2 Maret 2026. Kegiatan pelayanan kesehatan ini dilaksanakan sebagai upaya memenuhi kebutuhan layanan kesehatan dasar bagi para pengungsi di Lebanon yang telah hampir dua tahun tidak mendapatkan layanan kesehatan secara memadai. Kondisi ini semakin memprihatinkan seiring meningkatnya jumlah pengungsi di tengah serangan penjajah Israel. Melalui kegiatan ini, MER-C memberikan pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, serta penanganan awal terhadap berbagai keluhan kesehatan yang dialami para pengungsi. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan hangat dari para pengungsi yang antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaAOXEDTq8e/?igsh=bzB3anlsZzNyZTZk https://vt.tiktok.com/ZSCYugww1 Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
MER-C Lihat Langsung Kerusakan RS Jabal Amel di Lebanon Selatan, Identifikasi Kebutuhan Mendesak

Beirut – Tim MER-C pada Sabtu (6/6/2026) meninjau langsung kondisi Rumah Sakit Jabal Amel di Kota Tyre, Lebanon Selatan, yang terdampak serangan penjajah Israel. Tim menyaksikan kerusakan parah akibat serangan tersebut. Sejumlah fasilitas seperti laboratorium medis, ruang perawatan intensif (ICU), dan area parkir mengalami kerusakan berat, dengan puing-puing berserakan dan langit-langit yang jebol. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan 4 orang dan melukai 127 orang, dengan sebagian besar korban luka merupakan tenaga medis rumah sakit. Selain meninjau kondisi rumah sakit pasca serangan, kedatangan Tim MER-C juga bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh Rumah Sakit Jabal Amel yang merupakan salah satu pusat layanan medis utama di Kota Tyre, Lebanon Selatan. Selengkapnya di link ini ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
Apotek MER-C Indonesia Medical Center Direnovasi, Tingkatkan Kualitas Layanan untuk Warga Gaza

Gaza – Apotek MER-C Indonesia Medical Center (MMC) baru saja selesai direnovasi dan kini menghadirkan pelayanan yang lebih baik serta berkualitas bagi warga Gaza, Palestina. Salah satu apoteker, Reem Al Adeisi, mengatakan bahwa layanan apotek kini menjadi lebih terorganisir dan efisien dibandingkan sebelumnya, yang masih memiliki keterbatasan dari segi ruang maupun kapasitas. “Sekarang layanan apotek lebih terorganisir dan efisien dibandingkan sebelumnya yang sangat terbatas, baik dari segi ruangan maupun kapasitas,” ujarnya. Apotek kini dibagi menjadi empat bagian khusus. Bagian pertama diperuntukkan bagi obat-obatan neurologi dan kesehatan mental yang dipisahkan dari bagian lainnya. Bagian kedua khusus untuk obat penyakit kronis, sementara tersedia juga area tersendiri untuk obat-obatan umum. Selain itu, terdapat area khusus untuk perlengkapan medis, seperti kantong kolostomi dan kantong urin. Apotek juga kini dilengkapi dengan rak penyimpanan khusus dan dua unit pendingin udara untuk memastikan obat-obatan disimpan dalam kondisi yang memenuhi standar, termasuk pengaturan suhu yang sesuai. Sebelumnya, apotek beroperasi di bangunan sementara dengan ruang terbatas dan kondisi suhu yang kurang sesuai. Setelah renovasi, apotek kini memiliki ruang yang lebih luas dan lebih sesuai untuk penyimpanan obat-obatan. Apotek juga telah terintegrasi sepenuhnya dengan sistem komputerisasi untuk mengurangi kepadatan pasien serta meningkatkan kecepatan dan efisiensi pelayanan. Memberikan pelayanan yang berkualitas dan efisien merupakan komitmen MER-C Indonesia bagi warga Gaza. Upaya untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kapasitas serta fasilitas medis merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan ini. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
FIRST ANNOUNCEMENT

EMT Induction Training & Simulation Exercise A collaborative training between MER-C Indonesia, Universitas Indonesia Emergency Medicine Specialist Programme, and MER-C Training Center. This program is designed to strengthen the readiness, leadership, teamwork, and emergency response capacity of Emergency Medical Team (EMT) personnel through intensive training and field simulation exercises. Participants of this program consist of MER-C Indonesia volunteers and Emergency Medicine Resident from Faculty of Medicine Universitas Indonesia. 📍 Buperta Cibubur 📅 June 19–21, 2026 Together, We Learn Something Useful. #EMT #SimulationExercise #EmergencyMedicalTeam #DisasterManagement
Mengintip Rutinitas Perawat MER-C Indonesia Medical Center di Gaza Selatan

Gaza – Di tengah padatnya kamp-kamp pengungsian di Khan Younis, Gaza Selatan, MER-C Indonesia Medical Center hadir sebagai tempat harapan bagi ribuan warga yang membutuhkan layanan kesehatan. Meski beroperasi di tengah keterbatasan akibat blokade dan genosida yang terus berlangsung, MER-C Indonesia Medical Center punya sosok-sosok tenaga kesehatan tangguh yang terus bekerja untuk memastikan pelayanan tetap berjalan. Salah satu perawat, Iman Mohsen, menceritakan bagaimana rutinitas mereka dimulai sejak pagi hari. Tepat pukul 08.00, para perawat telah bersiap memulai aktivitas. Mereka terlebih dahulu membersihkan bangsal sesuai standar kesehatan dan pengendalian infeksi agar pasien dapat memperoleh pelayanan yang aman dan nyaman. Saat ini, departemen keperawatan di MER-C Indonesia Medical Center dibagi menjadi dua bagian, yakni bangsal pria dan bangsal wanita. Setelah seluruh persiapan selesai, para perawat mulai menerima pasien. Di tengah keterbatasan yang ada, mereka tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi setiap pasien yang membutuhkan pertolongan. Mohsen juga mengatakan saat ini mereka menghadapi tantangan menipisnya persediaan bahan habis pakai seperti kain kasa, perban, prep, dan berbagai perlengkapan medis penting lainnya. Sulitnya bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza akibat blokade yang ketat membuat kebutuhan medis sulit dipenuhi. Setiap hari, tim medis terus mengajukan permintaan tambahan stok, namun jumlah yang diterima masih jauh dari kebutuhan. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Kunjungi Kamp Shatila di Beirut, MER-C Soroti Krisis Kemanusiaan dan Kepadatan Pengungsi

Beirut — Tim MER-C Indonesia pada 1 Juni 2026 mengunjungi Kamp Pengungsi Shatila di Beirut, kamp pengungsian Palestina tertua di Lebanon yang berdiri sejak tahun 1949. Tim juga sempat mengunjungi makam para syuhada korban pembantaian Israel pada tahun 1982. Kamp Shatila turut merasakan dampak krisis kemanusiaan di tengah meningkatnya konflik sejak 2 Maret 2026. Meskipun bukan lokasi pengungsian resmi, kamp ini menerima tambahan keluarga pengungsi dari berbagai wilayah, di antaranya Tyre (Sour), Al-Buss, Burj Al-Shemali, serta sebagian warga dari kawasan Dahiyah, Beirut Selatan, yang terdampak serangan. Bahkan saat kunjungan Tim MER-C, Kamp Shatila kembali menerima pengungsi dari wilayah Dahiyah akibat adanya seruan evakuasi menyusul ancaman serangan bom di kawasan tersebut. Selama kunjungan, Tim MER-C meninjau kondisi permukiman, pusat layanan kesehatan, serta berdiskusi dengan pengelola kamp. Dari hasil pemantauan, ditemukan sejumlah tantangan yang dihadapi, antara lain: 1. Kepadatan penduduk yang sangat tinggi.2. Keterbatasan akses air bersih dan sanitasi.3. Meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan primer serta ketersediaan obat-obatan.4. Tingginya angka kemiskinan dan ketergantungan terhadap bantuan kemanusiaan.5. Meningkatnya kebutuhan dukungan psikososial, khususnya bagi anak-anak dan perempuan yang mengalami trauma akibat konflik. Kondisi ini semakin memperkuat perlunya dukungan kemanusiaan yang berkelanjutan, terutama dalam bidang kesehatan, pangan, sanitasi, serta perlindungan bagi kelompok rentan. Saat ini, Shatila dihuni sekitar 11.600 pengungsi Palestina yang terdaftar. Namun, jumlah penduduk yang benar-benar tinggal di dalam kamp diperkirakan mencapai 14.000–15.000 jiwa, termasuk pengungsi Suriah dan kelompok rentan lainnya. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DZwnvEfEyTS/?igsh=MTUxMnMxaHZoNm5tZQ== https://www.facebook.com/share/p/18cJGLXxed/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSQ74CQ7u/ https://x.com/mercindonesia/status/2067877928785133907?s=46 ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
MER-C Indonesia Medical Center Gaza Gelar Wawancara Calon Perawat Sukarelawan

Gaza – MER-C Indonesia Medical Center di Al-Mawasi, Khan Younis, pada Sabtu (13/6/2026), menggelar wawancara untuk calon perawat sukarelawan. Wawancara dilakukan oleh Direktur Administrasi Mohammed Al-Naqa, mantan Direktur Klinik Dr. Youssef Al-Farra, Direktur Klinik saat ini Dr. Issam Radwan, Kepala Departemen Keperawatan Ibu Amina Al-Adini, Administrator Proyek Alaa Abu Halima, serta EMT MER-C Nadia Rosi. Wawancara dilakukan guna menilai pelamar dan memilih kandidat yang memenuhi syarat untuk mendukung dan memperkuat layanan kesehatan di MER-C Indonesia Medical Center. Calon perawat sukarelawan, Amal Albashity, mengungkapkan alasannya ingin bergabung karena ia sangat menyukai pekerjaan sebagai perawat dan senang membantu sesama. “Begitu saya memutuskan bekerja di sini sebagai sukarelawan, saya menemukan tempat ini sebagai tempat yang suportif dan dapat membantu saya meningkatkan keterampilan. Itulah sebabnya saya ingin bergabung menjadi bagian dari MER-C Indonesia Medical Center,” ujarnya. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia