MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Klinik Giving Without Borders Resmi Berganti Nama Jadi MER-C Indonesia Medical Center

Khan Younis – Klinik Giving Without Borders yang berada di Khan Younis, Gaza Selatan, resmi berganti nama menjadi MER-C Indonesia Medical Center. Upacara pergantian nama tersebut digelar dengan dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Kesehatan Palestina serta Ketua Presidium MER-C, Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em yang menyampaikan sambutan secara daring. Dalam sambutannya, dr. Hadiki menyampaikan rasa syukur atas keberlangsungan operasional MER-C Indonesia Medical Center yang hingga saat ini terus memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gaza. “Puji syukur kepada Allah, kita dapat sampai pada momen ini di mana MER-C Indonesia Medical Center dapat beroperasi. Ini adalah upaya kita untuk menghadirkan pelayanan kesehatan Indonesia di Gaza Selatan. Semua ini terwujud atas izin Allah SWT serta dukungan dan donasi masyarakat Indonesia sebagai wujud solidaritas terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina,” ujarnya. Upacara ini juga dihadiri warga sekitar yang turut merasakan manfaat keberadaan klinik, yang hingga kini terus meningkatkan sarana dan mengembangkan layanan. Semoga pergantian nama ini menjadi langkah baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga Gaza. Selain itu, MER-C Indonesia Medical Center juga diharapkan semakin memperkuat simbol nyata solidaritas dan kepedulian rakyat Indonesia terhadap rakyat Palestina. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

MER-C Hadiri Workshop terkait Revisi Perpres Penanganan Pengungsi di Indonesia

Banda Aceh – MER-C Indonesia menghadiri Workshop “Menuju Revisi Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016: Optimalisasi Peran Daerah dalam Penanganan dan Perlindungan Pengungsi di Indonesia yang diselenggarakan oleh Jesuit Refugee Service (JRS) Indonesia, pada 2–3 Juni 2026 di Banda Aceh. MER-C diwakili oleh Koordinator MER-C Aceh, Ira Hadiati. Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian advokasi berbasis bukti yang melibatkan unsur pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan lembaga internasional dalam upaya mendorong revisi Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri. Pada kesempatan tersebut, Ira Hadiati menyampaikan sejumlah masukan terkait pentingnya peningkatan koordinasi antarlembaga untuk mendorong percepatan revisi Perpres Nomor 125 Tahun 2016. Indonesia telah memiliki kerangka hukum nasional dalam penanganan pengungsi melalui Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016. Namun, dinamika global dan nasional menunjukkan pendekatan yang ada masih didominasi perspektif kedaruratan dan belum sepenuhnya menjawab kompleksitas situasi pengungsi. Workshop ini digelar sebagai ruang konsolidasi multipihak untuk mendiseminasikan temuan-temuan kunci terkait penanganan pengungsi, menguji relevansinya di tingkat daerah, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang akan menjadi masukan dalam proses revisi Perpres Nomor 125 Tahun 2016. Selengkapnya di link ini #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees

Israel Serang Area Dekat MER-C Indonesia Medical Center, Dua Orang Tewas

Gaza – Penjajah Israel pada Kamis (4/6/2026) menyerang wilayah Kamp Pengungsian Khan Younis, Gaza Selatan, area dekat MER-C Indonesia Medical Center. Lokasi serangan hanya berjarak sekitar 20 meter dari MER-C Indonesia Medical Center, yang juga dekat sekolah lapangan dengan lebih dari 500 siswa. Banyak warga juga sedang beraktivitas di jalan sekitar lokasi. Akibat serangan itu, dua orang tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka. Pasca-serangan, staf MER-C Indonesia Medical Center melihat sejumlah serpihan menghantam dinding kontainer di area fasilitas kesehatan tersebut. Salah satu staf lokal klinik kehilangan tendanya akibat serangan, namun keluarganya berhasil selamat. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

MER-C Terjunkan Tim Medis ke Lokasi Kebakaran Kemayoran

Jakarta – MER-C Indonesia pada Selasa (2/6/2026) menerjunkan sejumlah relawan medis ke lokasi kebakaran di Pasar Jiung, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat. Tim yang diturunkan terdiri dari satu dokter spesialis, dua perawat, dua mahasiswa kedokteran, satu petugas logistik, satu relawan dokumentasi, serta satu unit ambulans. Setibanya di lokasi, tim medis MER-C langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta melalui tim Puskesmas Kemayoran yang bertugas di lapangan. Selanjutnya, tim melakukan penyisiran ke area terdampak serta memberikan pelayanan kesehatan di tenda pengungsian. Tim medis MER-C memberikan pelayanan kesehatan kepada 12 warga terdampak, yang terdiri dari pasien dewasa maupun anak-anak. Berdasarkan informasi BPBD DKI Jakarta, kebakaran yang terjadi pada Senin (1/6/2026) ini mengakibatkan 679 jiwa dari dua RW terdampak, dengan total 304 rumah mengalami kerusakan. Selengkapnya di link ini

Tiba di Beirut, Tim MER-C Disambut Dubes RI untuk Lebanon

Beirut – Kedatangan Tim Assessment MER-C untuk Misi Kemanusiaan Lebanon pada Sabtu (30/5/2026) disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon, Dicky Komar. Tim Assessment MER-C berangkat dari Jakarta pada Jumat (29/5/2026). Tim terdiri atas tiga relawan medis, yakni dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Arief Rachman, Sp.Rad., dan Wirsal Adiansyah Harahap, S.Kep., Ners. Misi kemanusiaan MER-C untuk Lebanon dilaksanakan melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta sebagai respons atas permintaan bantuan yang disampaikan Pemerintah Lebanon melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta. Tim Assessment ini bertugas membuka jalan bagi pengiriman tim MER-C berikutnya. Selama berada di Lebanon, tim akan memastikan aspek keamanan bagi relawan yang akan diberangkatkan selanjutnya, mengidentifikasi kebutuhan bantuan kemanusiaan yang paling mendesak, serta memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi lokasi penyaluran bantuan. Selain itu, tim juga akan menentukan jenis bantuan yang diperlukan serta menyusun komposisi tim yang paling sesuai. Langkah ini dilakukan agar bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari masyarakat Indonesia dapat disalurkan secara efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Lebanon. Selengkapnya di link ini ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

Menembus Blokade, Menghadirkan Layanan Kesehatan untuk Gaza

Genosida yang berlangsung sejak 2023 serta blokade yang semakin ketat membawa Jalur Gaza ke dalam krisis kemanusiaan yang kian memburuk. Sektor kesehatan menjadi salah satu yang paling terdampak. Fasilitas medis lumpuh, obat-obatan esensial semakin langka, sementara ancaman wabah penyakit terus meningkat. Tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan juga tak luput dari serangan. Banyak di antara mereka yang gugur, terluka, maupun ditahan. Kondisi ini menyebabkan tenaga medis yang tersisa harus bekerja dalam keadaan kelelahan di tengah tingginya kebutuhan layanan kesehatan. Merespons situasi ini, MER-C Indonesia terus hadir bersama masyarakat Gaza dengan mengupayakan pelayanan kesehatan yang lebih baik melalui pengiriman langsung tim medis dari berbagai disiplin spesialis. Sejak 18 Maret 2024 hingga hari ini, MER-C telah memberangkatkan 13 tim untuk bertugas di Jalur Gaza. Kehadiran mereka telah membantu memperkuat layanan kesehatan di tengah keterbatasan tenaga medis dan tingginya jumlah pasien yang harus ditangani. Tidak hanya memberikan pelayanan klinis, tim medis MER-C juga berkontribusi dalam peningkatan kapasitas tenaga kesehatan lokal melalui kuliah ilmiah di berbagai rumah sakit Gaza. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia #KemanusiaanGaza

Klinik Giving Without Borders di Gaza Selatan Kembali Gelar Kuliah dan Penyuluhan Kesehatan

Gaza – Keterbatasan tidak menghalangi Klinik Giving Without Borders (GWB) di Gaza Selatan untuk terus berkembang dan meningkatkan layanan kesehatan bagi warga Gaza. Dengan dukungan MER-C Indonesia dan Kementerian Kesehatan Palestina, berbagai upaya dilakukan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik. Upaya tersebut meliputi perbaikan fasilitas, penambahan layanan dan peralatan medis, pelatihan bagi staf, kuliah untuk mahasiswa, hingga edukasi dan penyuluhan kesehatan bagi pasien serta warga. Terbaru, Klinik Giving Without Borders kembali menggelar sesi kuliah bagi mahasiswa kedokteran serta penyuluhan kesehatan untuk warga dan pasien. Di tengah krisis dan keterbatasan layanan kesehatan akibat blokade serta genosida yang terus berlangsung, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mendukung sektor kesehatan di Jalur Gaza. Bagi mahasiswa, sesi kuliah ini digelar untuk menunjang kegiatan akademik sekaligus menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik karena sejak genosida berlangsung pada Oktober 2023, akses terhadap pendidikan menjadi semakin sulit. Kuliah dan penyuluhan kesehatan merupakan salah satu program rutin Klinik Giving Without Borders yang dilaksanakan dengan dukungan MER-C Indonesia. Selain itu, pelatihan bagi staf medis Klinik GWB juga rutin diselenggarakan, mencakup pengembangan klinis dan sesi peningkatan kesadaran guna meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan serta menjaga standar pelayanan yang tinggi. selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

MER-C Berangkatkan Tiga Relawan Medis untuk Misi Kemanusiaan Lebanon

Jakarta – MER-C Indonesia pada Jumat (29/5/2026) memberangkatkan tiga relawan medis untuk menjalankan misi kemanusiaan di Lebanon. Tiga relawan yang diberangkatkan adalah dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Arief Rachman, Sp.Rad., dan Wirsal Adiansyah Harahap, S.Kep., Ners. Mereka tergabung dalam Tim Assessment Misi Kemanusiaan Lebanon yang bertugas membuka jalan bagi pengiriman tim MER-C berikutnya. “Kami sebagai pembuka jalan bagi tim-tim MER-C berikutnya. Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Lebanon, Kedutaan Besar Lebanon di Jakarta, Kementerian Luar Negeri RI, serta KBRI di Lebanon. Kami juga melakukan komunikasi dengan tim lokal kami yang berada di Lebanon,” ujar Ketua Tim Assessment Misi Kemanusiaan Lebanon, dr. Tonggo Meaty Fransisca. Tim yang diberangkatkan merupakan relawan yang telah berpengalaman dalam misi kemanusiaan di berbagai wilayah konflik maupun daerah terdampak bencana. Keberangkatan tim ini bertujuan untuk memastikan keamanan bagi tim yang akan diberangkatkan selanjutnya, mengidentifikasi kebutuhan bantuan kemanusiaan yang mendesak, serta memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi lokasi penyaluran bantuan. Selain itu, tim juga akan menentukan jenis bantuan dan komposisi tim yang diperlukan agar bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari masyarakat Indonesia dapat disalurkan secara efektif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Lebanon. Pengiriman relawan untuk misi kemanusiaan ini merupakan respons atas situasi kemanusiaan di Lebanon yang semakin kritis akibat serangan dan pelanggaran gencatan senjata yang terus terjadi. Misi ini juga sebagai tindak lanjut atas permintaan bantuan dari Pemerintah Lebanon melalui Kedutaan Besar di Jakarta yang disampaikan kepada Kementerian Luar Negeri RI dan kemudian diteruskan kepada lembaga-lembaga kemanusiaan, untuk memberikan dukungan kemanusiaan kepada masyarakat Lebanon. Selengkapnya di link ini ____________________________________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah

MER-C Koordinasi dengan Kemlu RI Terkait Rencana Pengiriman Relawan ke Lebanon

Jakarta – MER-C melakukan audiensi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Rabu (20/5) untuk berkoordinasi terkait rencana pengiriman relawan kemanusiaan ke Lebanon. Kedatangan MER-C yang diwakili oleh Presidium dr. Tonggo Meaty Fransisca dan Manajer Operasional Rima Manzanaris diterima oleh Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI, Ahrul Tsani Fathurrahman. Ahrul Tsani menyambut baik rencana MER-C untuk mengirimkan relawan ke Lebanon. Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan Lebanon. “Alhamdulillah hari ini saya bisa bertemu teman-teman MER-C yang menyampaikan rencana keberangkatan ke Lebanon untuk memberikan bantuan kemanusiaan melalui pengiriman relawan. Tentunya kami menyambut baik dan memang ini bagian dari upaya kita memperkuat kerja sama dengan Lebanon,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa sebelumnya pemerintah Lebanon telah meminta bantuan kepada Indonesia di tengah krisis kemanusiaan akibat perang yang masih berlangsung. Ahrul Tsani menegaskan Kementerian Luar Negeri siap memfasilitasi keberangkatan relawan MER-C, termasuk membantu komunikasi dengan pihak dan otoritas di Lebanon. “Mudah-mudahan nanti rencana perjalanannya lancar. Kemudian KBRI Beirut juga akan membantu. Mudah-mudahan masyarakat Indonesia yang peduli dengan Lebanon bisa menyalurkan bantuannya melalui MER-C. Selain itu juga tidak lupa dengan Gaza dan Palestina,” pungkasnya. Rencana misi kemanusiaan MER-C ke Lebanon dilakukan menyusul konflik berkepanjangan di wilayah tersebut yang telah memasuki fase krisis kemanusiaan yang semakin mengkhawatirkan. Pelanggaran gencatan senjata yang terus terjadi juga memperburuk kondisi warga sipil yang membutuhkan perlindungan serta bantuan kemanusiaan mendesak. Selengkapnya di link ini

Pengadaan Obat dari MER-C Bantu Tingkatkan Layanan di Klinik Giving Without Borders Gaza

Gaza – MER-C baru-baru ini melakukan pengadaan sejumlah obat-obatan penting untuk Klinik Giving Without Borders di Gaza selatan yang sebelumnya langka dan sangat mahal di pasaran. Dokter umum Klinik Giving Without Borders, dr. Seham Al-Dali, mengatakan kehadiran obat-obatan ini sangat membantu dalam mengurangi beban pasien serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di klinik. “Beberapa obat ini sangat penting selama masa kehamilan dan untuk kondisi ginekologis secara umum, seperti obat hormonal dan Duphaston, yang sebelumnya sulit didapatkan. Jadi, terima kasih kepada MER-C Indonesia,” ujarnya. Sementara itu, Konsultan Oftalmologi dr. Emad Sadeq menjelaskan, sebelumnya banyak pasien mengalami kekurangan obat-obatan, terutama obat mata untuk penyakit kronis seperti glaukoma. “Jika pasien tidak mengkonsumsi obat, mereka bisa kehilangan penglihatan. Kami telah melalui periode panjang tanpa akses terhadap obat tetes mata dan perawatan esensial,” katanya. Ia menambahkan, ketersediaan obat-obatan ini telah berperan besar dalam menyelamatkan penglihatan banyak pasien di Gaza. Akses terhadap layanan kesehatan seharusnya tidak menjadi sebuah hak istimewa. Setiap pasien berhak mendapatkan kesempatan untuk sembuh. Karena itu, MER-C terus berupaya membantu memaksimalkan layanan kesehatan di Jalur Gaza di tengah blokade dan agresi yang masih berlangsung hingga saat ini. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia

Silahkan bertanya?