MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Ingatkan Israel Tidak Buat Gaduh di Bulan Ramadan

Sebentar lagi bulan Ramadhan akan segera datang. Bulan mulia penuh berkah yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia, termasuk umat Islam di Palestina baik di Jalur Gaza maupun Tepi Barat. Memasuki bulan suci Ramadhan, MER-C merasa perlu mengingatkan agar Israel menghormati bulan suci dengan tidak melakukan kekerasan dan kegaduhan di Masjid Al-Aqsha dan sekitarnya serta memprovokasi kekerasan di seluruh wilayah Palestina. Hal ini disampaikan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, Ahad/19 Maret 2023. “Seperti yang kita ketahyui bersama, seperti sudah menjadi ritual pada bulan suci Ramadhan, Israel memprovokasi kekerasan di Palestina. Untuk itu, memasuki Ramadhan tahun ini yang tinggal beberapa saat lagi, kami mencoba mengingatkan Israel untuk tidak melakukan provokasi dan kekerasan kepada warga Palestina,” ujar Sarbini. “Kami minta Israel agar menghormati bulan Ramadhan. Janganlah merusak kesucian dan kekhusyukkan umat muslim khususnya di Palestina dalam menunaikan ibadah bulan Ramadhan,” lanjutnya. Sarbini mengatakan jika Israel melakukan provokasi dan tetap melancarkan aksi kekerasannya, maka bangsa Palestina tidak akan tinggal diam. Tindakan Israel pasti akan dibalas dengan perlawanan yang setimpal dari rakyat Palestina dimana hal ini akan menimbulkan eskalasi meluas yang bisa menimbulkan korban jiwa dan luka. “Apabila Israel terus membuat kegaduhan dan kekerasan, eskalasi meluas dan korban berjatuhan, MER-C siap mengirimkan relawan medis untuk mengurangi korban yang berjatuhan,” tegasnya.

Berawal Dari Tugas Sekolah, Naufal Galang Donasi untuk Bantu Palestina

Berawal dari tugas sekolah untuk membuat sebuah project Primary Years Programme (PYP), Naufal seorang murid kelas 6 SD Paradisa Cendekia di Bekasi, tertarik memilih tema tentang konflik Palestina – Israel. Ia pun mulai mencari tahu lebih dalam salah satunya dengan mewawancara Tim MER-C untuk melengkapi data dan presentasinya tentang konflik ini. Selain fokus menyelesaikan tugas sekolahnya, keprihatinannya dengan kondisi yang terjadi di Palestina membuat Naufal tergerak untuk mengadakan aksi nyata. Ia pun melakukan penggalangan dana untuk Palestina dengan membuat kotak donasi. “Saya tidak bisa menghentikan perang ini karena saya hanya anak kelas 6 SD. Saya hanya bisa membantu, caranya dengan berdonasi,” ucap Naufal saat menyambangi Kantor MER-C bersama kedua orang tuanya untuk menyerahkan donasi bagi Palestina, Sabtu/18 Maret 2023. “Tapi insya Allah, bisa saja saat saya besar nanti bisa menjadi orang yang dapat menghentikan perang itu,” tambah Naufal. Ia berharap donasi ini bisa membantu teman-temannya di Gaza, Palestina. “Semoga donasi ini bisa sedikit membantu teman-teman di Gaza Palestina sehari-hari supaya tidak kesusahan. Donasi bisa berupa uang atau barang. Barang misalnya dibelikan mainan untuk mereka main, selimut buat mereka bisa tidur lebih nyaman atau perlengkapan sekolah atau makanan dan minuman,” harap Naufal. Menurutnya, donasi total sebesar Rp 9.103.500,- dikumpulkan selama 2 minggu. Ia menggalang donasi ke sesama teman-teman di sekolah, teman-teman di luar sekolah, orang tua siswa dan juga keluarga. Puncaknya pada acara PYP Exhibition, disamping melakukan presentasi project tak lupa Naufal juga menaruh kotak donasi buatannya di booth-nya. Sementara itu, Luly Larissa (Ketua Divisi Penggalangan Dana) dan Rima Manzanaris (Manajer Operasional) yang menerima donasi mewakili MER-C menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Naufal. “Keren dan luar biasa apa yang sudah Naufal lakukan. Di usianya yang masih sangat belia, dia sudah menaruh perhatian besar pada isu konflik Palestina – Israel dan mempresentasikan dengan sangat baik pada saat exhibition lalu dimana kami juga berkesempatan hadir. Ia juga sudah menunjukkan kepedulian dan aksi nyata untuk membantu Palestina,” ujar Luly. Luly menjelaskan, MER-C sendiri mempunyai dua program untuk Gaza Palestina yang sudah berjalan selama belasan tahun sejak 2009, yaitu program pembangunan RS Indonesia dan program Kemanusiaan Gaza. “Sesuai harapan Naufal tadi, maka donasinya akan kami salurkan untuk program kemanusiaan Gaza. Setiap tahun secara rutin kami menyalurkan donasi dari para donator untuk program bantuan Ramadhan berupa paket sembako dan ifthar, bantuan paket sekolah, bantuan musim dingin, dan juga program qurban,” jelas Luly.

Surat Terbuka : TOLAK TIMNAS ISRAEL KE INDONESIA

Kepada Yang Terhormat,Bapak Ir. H. Joko WidodoPresiden Republik Indonesia Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,Salam sejahtera bagi kita semua Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan umatnya. Teriring doa dari kami semoga Bapak Presiden dan keluarga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan dan keberkahan dalam memimpin bangsa Indonesia. Bapak Presiden yang Terhormat, Patut kita syukuri bersama bahwa hingga detik ini dan semoga selamanya, bangsa Indonesia masih dapat merasakan nikmatnya hidup dalam kemerdekaan. Kemerdekaan yang merupakan rahmat dan karunia Tuhan YME serta perjuangan para pahlawan dan pendahulu kita. Namun hal berbeda dirasakan bangsa Palestina, satu-satunya bangsa di dunia yang sampai hari ini masih hidup dalam pedihnya penjajahan, penindasan dan blokade yang dilakukan sebuah entitas negara bernama Israel. Tak terhitung berapa banyak warga Palestina yang sudah terbunuh. Tak terhitung berapa banyak tanah Palestina yang sudah direbut dan pemukiman mereka yang dihancurkan secara paksa. Tak terhitung berapa banyak kejahatan kemanusiaan yang sudah dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina dan masih terus berlangsung hingga saat ini. Indonesia adalah bangsa yang lahir dari rahim penjajahan. Kita bisa merasakan bagaimana pedih dan perihnya hidup di bawah penjajahan bangsa lain. Dengan pengalaman pahit itu, kita tentunya dapat merasakan apa yang bangsa Palestina rasakan. Bapak Presiden yang Terhormat, Di sisi lain dan harus selalu kita ingat bahwa Indonesia memiliki hutang sejarah kepada Palestina. Palestina adalah bangsa yang pertama-tama mengakui dan mendukung kemerdekaan Indonesia, bahkan setahun sebelum kemerdekaan yang sebenarnya. Mufti Besar Palestina Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dan seorang saudagar Palestina Muhammad Ali Taher, kemudian menyiarkan dan menyebarluaskan dukungan Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia. Bahkan mereka melobi negara-negara di kawasan Timur Tengah untuk mengakui kemerdekaan Indonesia. Bapak Presiden yang Terhormat, Sejarah juga mencatat, pembelaan bangsa Indonesia terhadap Palestina sudah sejak awal bangsa ini merdeka. Bung Karno, Presiden RI pertama pernah mencontohkan.  Tahun 1957, Presiden Soekarno perintahkan Timnas Indonesia untuk tolak tanding melawan Israel pada kualifikasi piala dunia saat itu. Kemudian, pada tahun 1962, Bung Karno juga menolak Timnas Israel datang ke Indonesia saat gelaran Asian Games IV. Sikap politik luar negeri Indonesia juga selalu menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Kini kita kembali dihadapkan dengan momen Piala Dunia U-20 yang akan digelar di Indonesia Mei – Juni 2023 dimana Timnas Israel akan menjadi salah satu finalisnya. MER-C memandang, ini saat yang tepat untuk Indonesia sebagai sahabat sejati Palestina menunjukkan dukungan yang riil kepada Palestina. Oleh karena itu, kami berharap Bapak Presiden Joko Widodo, sebagai pemimpin tertinggi bangsa ini dapat bersikap tegas, konsisten dan sekuat daya upaya untuk mendukung kemerdekaan Palestina dengan menolak Timnas Israel masuk ke Indonesia pada gelaran Piala Dunia U-20. Hal ini sebagai bentuk perlawanan moral kita terhadap penjajahan, sesuai dengan amanat pembukaan UUD 1945, seperti yang telah dicontohkan oleh para pendahulu bangsa. Memang akan ada resiko, namun kami yakin Bapak Presiden dan jajaran dapat melakukan langkah-langkah diplomasi dengan FIFA, karena ini bukan keinginan Bapak Presiden, namun merupakan keinginan rakyat Indonesia untuk menolak Timnas Israel. Demikian surat terbuka ini kami sampaikan, semoga pandangan kami atas nama rakyat Indonesia dapat menjadi perhatian penting bagi Bapak. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Jakarta, 14 Maret 2023 Hormat kami, Sarbini Abdul MuradKetua Presidium MER-C Indonesia

Sehat untuk Papua, MER-C Adakan Sunatan Massal Gratis untuk Anak-anak di Pelosok Papua Barat Daya

Dalam rangka program Sehat untuk Papua, MER-C kembali mengadakan kegiatan sunatan massal gratis khususnya di Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan berlangsung mulai tanggal 10 – 20 Maret 2023. Koordinator MER-C untuk Papua, dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk, mengatakan kampung-kampung yang akan didatangi, yaitu Kalobo, Waisai Kota, Distrik Tiplol Mayalibit, Distrik Waigio Barat Kepulauan, dan Distrik Waigio Selatan adalah wilayah yang pernah dikunjungi oleh Tim MER-C. “Semua wilayah target kegiatan adalah wilayah yang pernah dikunjungi oleh MER-C dulu. Kampung yang jauh yang pernah dikunjungi oleh MER-C saat kegiatan Kapal Kemanusiaan dengan Baznas dan AMCF. Begitu juga dengan Waisai dan sekitarnya di Raja Ampat, sekitar 6 tahun lalu, kita pernah punya program rutin selama 3 tahun di situ bekerjasama dengan CI (Conservation Internasional) dan Kalabia. Tim MER-C secara rutin setiap bulan ke sana, sekitar 10 hari Tim di sana untuk memberikan pelayanan Kesehatan bagi warga yang sakit,” papar Zackya. “Namun mengingat jarak yang jauh dan biaya transportasi yang besar sekali, wilayah ini tidak dikunjungi lagi. Namun harus tetap dilanjutkan karena akses kesehatan yang terbatas dan warga juga antusias dengan kedatangan Tim MER-C,” lanjutnya. Zackya bersyukur di tahun ini, MER-C dapat kembali mengunjungi kampung-kampung di pelosok Raja Ampat dan mengadakan sunatan massal gratis bagi anak-anak di sana. “Kami bersyukur bisa datang lagi ke kampung-kampung pelosok di Papua Barat Daya. Kegiatan dapat terselenggara atas donasi dari Yayasan Ahda Bahira Muslim Indonesia (YABMI) dan dukungan berupa alat sunat dari Klinik Sunat 123 Jakarta. Pemda Papua Barat Daya dan aparat setempat juga menyambut sangat baik adanya kegiatan ini,” tambahnya .Dengan donasi yang ada, target yang disunat adalah sebanyak 300 anak. “Ini target maksimal yang bisa kita kerjakan, mengingat harus mempertimbangkan juga berat barang bawaan karena perjalanan ke kampung-kampung tersebut akan menggunakan perahu atau kapal-kapal kecil,” jelas Zackya. Untuk menyelesaikan jumlah target anak dan waktu yang tersisa menjelang Ramadhan, selain memberangkatkan 5 relawan medis dari Jakarta pada hari Rabu/8 Maret 2023, MER-C juga menurunkan 2 relawan medis dari Klinik MER-C di Sorong. Sementara itu, Tim dari BWA (Badan Wakaf Al-Qur’an) juga turut serta dalam kegiatan ini. Harapannya, kunjungan pelayanan Kesehatan ke wilayah-wilayah pelosok di Raja Ampat akan berlanjut melalui program Kapal Dakwah Dokter Care (KDDC) dr. Joserizal Jurnalis kerjasama MER-C dan BWA. Semua wilayah ini akan menjadi daerah rutin program KDDC dr. Joserizal Jurnalis yang diharapkan dapat dimulai pada 1 Juli 2023 ini hingga 1 tahun ke depan.

Tak Berani Tolak Timnas Israel, Pemerintah Setengah Hati Dukung Kemerdekaan Palestina

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, tanggapi pernyataan Ketua Ketua Umum PSSI, Erick Thohir yang mengatakan akan menjamin keamanan Timnas Israel U-20 dalam gelaran Piala Dunia U-20 2023 mendatang. Sebagai pimpinan Lembaga yang salah satu fokusnya mendukung kemerdekaan Palestina, menurut Sarbini pernyataan ini mengindikasikan bahwa Pemerintah RI setengah hati dalam upaya mendukung kemerdekaan Palestina.   “Pemerintah tutup telinga dengan keinginan masyarakat Indonesia,” ujar Sarbini. “Sikap pemerintah yang tak berani menolak Timnas Israel mengindikasikan bahwa Pemerintah setengah hati mendukung kemerdekaan Palestina dan menghindar bila ada kepentingan nasional yang terganggu,” lanjutnya. Ia menambahkan bahwa sebagai sahabat Palestina seyogyanya Indonesia konsisten dengan apa yang pernah dilakukan oleh Bung Karno terhadap kontingen Israel.  “Sejarah mencatat pembelaan bangsa Indonesia terhadap Palestina sudah sejak awal bangsa ini merdeka. Bung Karno pernah mencontohkan. Sikap politik luar negeri Indonesia juga selalu menunjukkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Jadi, seharusnya kita tetap konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dengan menolak Timnas Israel, menolak eksistensi Israel, sesuai dengan amanat UUD 1945,” pungkasnya.

MER-C: Rakyat Suriah Menantikan Bantuan Rakyat Indonesia

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad menyatakan bahwa rakyat Suriah menantikan bantuan rakyat Indonesia. Hal ini disampaikan usai menerima laporan dari Tim Medis MER-C yang telah menunaikan misi kemanusiaan di Turki dan Suriah pada 12 Februari – 3 Maret 2023. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah mempercayakan donasinya bagi korban gempa di kedua negara melalui MER-C.   “Kami mengucapkan terima kasih kepada donatur dan masyarakat Indonesia atas kepercayaan dan bantuan yang telah diberikan untuk korban gempa bumi di Turki dan Suriah melalui MER-C. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Pemerintah Indonesia, Pemerintah Turki maupun Pemerintah Suriah serta semua pihak yang telah membantu dan memfasilitasi Tim MER-C di lapangan sehingga misi kemanusiaan ini dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya,” ujar Sarbini. Sarbini memaparkan bantuan tahap awal dari rakyat Indonesia telah disalurkan oleh MER-C dengan mengirimkan total 6 relawan medis dan 1 jurnalis ke 2 negara yang diguncang bencana gempa dahsyat, di Turki bagian Selatan dan Suriah bagian Utara.   Dengan lama misi hampir 3 minggu, Tim MER-C telah mengunjungi wilayah terdampak gempa di Turki, yaitu Adana, Kahramanmaras dan Hatay. Di sini, Tim memberikan bantuan dalam bentuk makanan dan kebutuhan logistic bagi para korban yang tinggal di tenda-tenda penampungan sementara.  Dari Turki, dengan izin visa yang ada, Tim MER-C melanjutkan perjalanan kemanusiaan ke Suriah melalui Damaskus. Tim mendatangi dua wilayah terdampak gempa terparah di Suriah, yaitu di Aleppo dan Latakia. Di negara ini, Tim menyalurkan bantuan berupa peralatan bedah, medis, bahan habis pakai, obat-obatan anastesi dan obat-obatan umum untuk mendukung sektor kesehatan di Suriah dalam menangani warga korban gempa.“Kami berharap bantuan tahap awal yang diberikan ini berkah dan bermanfaat untuk menguatkan hubungan baik Indonesia dengan Turki dan Suriah,” ucap Sarbini. “Khusus untuk Suriah, dari laporan tim yang baru menyelesaikan tugas di sana, mereka mengharapkan dan menantikan bantuan lanjutan dari Indonesia, akibat perang yang lama ditambah dengan bencana alam,” lanjut Sarbini. Ia juga menambahkan, bantuan NGO asing yang sulit masuk ke Suriah karena situasi dan kondisi yang ada, maka bisa masuknya MER-C sebagai NGO Indonesia secara resmi ke Suriah diharapkan Indonesia bisa memberikan bantuan jangka panjang bagi Suriah. Dukungan dan donasi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339 BSI, 701.565.8918 Mega Syariah, 1000.209.400 Atas nama:Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut: Call Center MER-C 0811990176    

Tim MER-C bersama Kedubes RI Datangi Wilayah Gempa di Aleppo dan Latakia Suriah

Usai menyerahkan bantuan medis untuk korban gempa kepada Menteri Kesehatan Suriah, dr. Ahmad Ghabbash, Selasa/28 Feb 2023, Tim Medis MER-C bersama Kedutaan Besar RI menuju ke 2 wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat gempa di Suriah, yakni Latakia dan Aleppo. Tim melakukan assessment langsung ke lapangan, yaitu ke rumah sakit dan tempat-tempat penampungan sementara warga korban gempa. Hasil assessment akan menjadi bahan pertimbangan untuk pengiriman tim dan bantuan medis lanjutan. Di Latakia, Tim MER-C mendatangi Rumah Sakit Nasional Pemerintah Latakia, yaitu RS Hamzah Alinoval yang menanggani pasien korban gempa dan konflik di Latakia, Suriah.  Dari hasil diskusi dengan Tim Dokter rumah sakit, mereka mengatakan korban luka-luka pasca-gempa sudah dapat tertanggani. Namun mereka masih membutuhkan bantuan peralatan operasi dan alat rontgen portabel untuk dapat dapat melakukan penanganan pasien di lapangan.  Sementara itu, alat-alat operasi dibutuhkan untuk dapat memfungsikan semua ruang operasi yang ada di RS ini. Hal ini dikarenakan dari sembilan ruang operasi, baru empat ruang yang dapat digunakan. Lima ruang operasi lainnya belum dapat beroperasi karena belum ada peralatan.  Dalam kunjungan di Aleppo, Tim MER-C bersama Dubes RI untuk Suriah mengunjungi rumah sakit yang hancur karena gempa dan perang. Selain itu, MER-C juga menyambangi rumah sakit yang digunakan untuk merawat korban gempa.  Kondisi perlengkapan rumah sakit belum cukup memadai. Kepala Dinas Kesehatan Aleppo, Dokter Kiad Al Haj Taha berharap adanya bantuan penunjang kesehatan. Dalam kunjungan ini, Tim MER-C juga bertemu dan berdiskusi dengan Bulan Sabit Merah Suriah (Syrian Arab Red Crescent) untuk membicarakan bantuan jangka panjang. Dukungan dan donasi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339 BSI, 701.565.8918 Mega Syariah, 1000.209.400   Atas nama: Medical Emergency Rescue Committee   Info lebih lanjut: Call Center MER-C 0811990176

MER-C Serahkan Bantuan Alat Medis dan Obat-obatan untuk Korban Gempa Suriah

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia menyerahkan bantuan peralatan medis bedah dan obat-obatan bagi korban bencana gempa bumi di Suriah, Selasa/28 Februari 2023. Bantuan diterima oleh Menteri Kesehatan Suriah Dr. Hassan Ghabbash di kantor Kementerian Kesehatan Suriah di Damaskus. Acara serah terima bantuan turut dihadiri dan disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Republik Arab Suriah, Wajid Fauzi dan Wakil Menteri Kesehatan Suriah, Dr. Ahmad Dmerieh. Bantuan yang diberikan terdiri dari alat-alat operasi bedah tulang, perlengkapan operasi, bahan-bahan medis habis pakai, obat-obatan anastesi dan obat-obatan umum. Ini merupakan bantuan tahap awal dari rakyat Indonesia melalui MER-C. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung sektor kesehatan Suriah dalam menangani masyarakat yang terkena dampak gempa dahsyat beberapa waktu lalu. Menteri Kesehatan Suriah dalam pertemuannya dengan delegasi MER-C Indonesia mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya partisipasi dokter Indonesia dengan dokter di Suriah untuk menghadapi dampak gempa dan bertukar pengalaman. Usai serah terima bantuan, Tim Medis MER-C bertolak menuju lokasi terdampak bencana gempa di Aleppo dan Latakia yang berjarak sekitar 3 – 5 jam dari Ibukota Damaskus. Tim akan melakukan assessment ke Rumah Sakit dan kamp-kamp pengungsian korban gempa untuk melihat secara langsung realitas dan kebutuhan di lapangan. Hal ini untuk mempertimbangkan pengiriman tim dan bantuan lanjutan. Dukungan dan donasi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400 Atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C 0811990176

MER-C: Hentikan Kekerasan terhadap Warga Palestina

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia mengecam aksi penyerangan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina, di Huwara, Nablus, Tepi Barat, Ahad/26 Feb 2023. Penyerangan yang disertai pembakaran rumah-rumah, mobil serta properti warga Palestina di wilayah tersebut telah menyebabkan sebelas orang warga Palestina meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.  “Kami terus mengamati perkembangan situasi di Palestina, baik Jalur Gaza maupun Tepi Barat. Kami mengecam penyerangan dan tindakan kekerasan yang masih terus dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina tanpa mengindahkan hukum-hukum internasional. Bahkan tindakan ini dilindungi oleh aparat keamanan Israel dan pemerintahan mereka,” ujar Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad. Sarbini meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) untuk memberikan sanksi tegas terhadap Israel dan menekan pemerintah Israel agar dapat menjaga kondusivitas bagi warga Palestina dari teror pemukim Israel. “Kita semua warga dunia yang cinta terhadap perdamaian dan kemanusiaan harus terus mengawal dan menyuarakan hal ini hingga Israel menghentikan aksi brutalnya terhadap warga Palestina yang akhir-akhir ini terus meningkat,” ucapnya.

Bantu Korban Gempa, Tim Medis MER-C Tiba di Suriah

Usai menunaikan Misi Kemanusiaan ke wilayah terdampak gempa di Turki, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) mengarahkan Tim Medisnya untuk melanjutkan misi kemanusiaan ke Suriah. Hal ini dalam rangka membantu korban bencana gempa bumi dahsyat di negara ini. Tim yang ditugaskan terdiri dari 5 orang relawan, yaitu dr. Wahyu Bimantoro, SpAn, dr. T. Meaty Fransisca, Ita Muswita (perawat bedah), Thoyib Mirad (perawat bedah) dan Desi Fitriani (Jurnalis Metro TV). Mereka bertolak ke Suriah melalui Amman Yordania, setelah mengantongi izin visa dari Kementerian Luar Negeri Republik Arab Suriah. “Berbekal visa, kami berangkat dari Istanbul Turki pada Kamis malam/23 Februari 2023 menuju Amman Yordania. Dari Amman, Jum’at pagi/24 Februari 2023, kami langsung melanjutkan perjalanan darat ke Damaskus, Ibukota Suriah,” ucap dr. Wahyu Bimantoro, SpAn selaku Ketua Tim Medis MER-C untuk Suriah. Jarak dari Amman ke Damaskus sekitar 200 kilometer. Apabila lancar, perjalanan darat dapat ditempuh dalam waktu 2,5 hingga 3 jam. Namun hal ini tergantung dengan antrian pemeriksaan di sejumlah check point yang ada. Jum’at/24 Februari 2023, sekitar pkl 14.30 wib atau pkl 10.30 waktu setempat, Tim MER-C akhirnya mengabarkan sudah melewati perbatasan Yordania dan masuk ke wilayah Suriah. “Syukur Alhamdulillah, dengan izin visa yang ada, kami bisa melalui semua pemeriksaan check point yang cukup ketat sepanjang perbatasan Yordania – Suriah tanpa kendala yang berarti. Saat ini kami sudah masuk wilayah negara Suriah,” lanjut Wahyu. Tim Medis MER-C untuk Suriah rencananya akan bertugas selama satu minggu. Koordinasi dengan berbagai pihak sebelumnya telah dilakukan seperti Kedutaan Besar Suriah di Jakarta, Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Damaskus serta mitra medis lokal untuk menentukan wilayah gempa yang masih membutuhkan bantuan medis. “Mohon doanya agar kami bisa menunaikan amanah ini dengan baik dan misi kemanusiaan ini diberi kelancaran. Kami berharap bisa masuk ke wilayah-wilayah terdampak gempa di Suriah yang masih minim bantuan khususnya bantuan medis. Kami juga akan melakukan assessment untuk kebutuhan pengiriman tim lanjutan atau bantuan lainnya,” tambahnya. Dukungan dan donasi bagi Misi Kemanusiaan MER-C bagi korban gempa bumi di Turki dan Suriah dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSI, 701.565.8918Mega Syariah, 1000.209.400Atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C 0811990176

Silahkan bertanya?