MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Presidium MER-C Berharap MINA Jadi Kantor Berita yang Melawan Israel

Caringin, Kab. Bogor, MINA – Ketua Presidium Medical Emergency Rescue-Committe (MER-C), dr.Sarbini Abdul Murad mengharapkan Kantor Berita MINA menjadi media yang tidak hanya membela Palestina namun juga melawan Israel. “Kita harus masuk ke ranah ini,” kata dr. Ben saat menjadi pembicara di acara Sarasehan dalam rangka memperingati Milad Kantor Berita MINA ke-10 yang digelar di Caringin, Senin (19/12). Ia menyatakan, MINA harus menulis berita atau artikel yang “menghantam” Israel karena tulisan untuk membela Palestina sudah biasa dilakukan. “Kantor Berita MINA juga harus bermain cantik dan mempunyai pressure yang besar terhadap Israel,” tambahnya. Untuk itu, kata dr. Ben – sapaan akrab dr Sarbini- MINA juga harus perlu mempunyai informasi-informasi tentang Israel, khususnya kemungkinan jalinan hubungan dengan Indonesia. Sementara Pemimpin Umum MINA Arief Rahman dalam sambutannya mengatakan, dengan kepercayaan dari berbagai pihak, termasuk para duta besar meyakinkan bahwa second track diplomacy akan terus lakukan. “Dukungan, kemitraan dan sinergi di antara semua pihak, MINA akan mewujudkan cita-citanya sebagai bagian dari perjuangan pembebasan Masjidil Aqsa dan Kemerdekaan Palestina,” ujarnya. Sepuluh tahun MINA bukanlah sesuai yang mudah. Semua ini dilalui dengan berbagai hal. “Hari ini Kantor Berita MINA masih eksis bukan hanya karena satu dua orang tapi karena semua,” tegasnya. Acara Sarasehan dalam memperingati Milad Kantor Berita MINA yang ke-10 juga menghadirkan pembicara lain, yakni Pembina Kantor Berita MINA Imam Yakhsyallah Mansur, Pendiri Kantor Berita MINA Aat Surya Safaat dan menyaksikan rekaman ucapan selamat dari  Duta Besar RI di Nairobi  dan dari Duta Besar Azerbaijan di Jakarta. Selain Sarasehan, Milad Kantor Berita MINA ke-10 juga menggelar rapat kerja, tepat pada tanggal 18 Desermber (Ahad), dan Senin tausiyah inspirasi pagi oleh Imam Yakhsyallah Mansur dan tim building. (L/RE1/RS3) Sumber : https://minanews.net/presidium-mer-c-berharap-mina-jadi-kantor-berita-yang-melawan-israel/

Kisah Sarah dan Yara, Gadis Kembar Gaza Penerima Bantuan Paket Perlengkapan Sekolah

Sarah dan Yara adalah gadis kembar yang merupakan korban serangan brutal Israel beberapa waktu lalu. Mereka menjadi salah satu penerima bantuan paket perlengkapan sekolah Amanah dari masyarakat Indonesia melalui MER-C. Malam itu, di desa Shujaiya, Gaza timur, Keluarga Sarah dan Yara sedang melaksanakan shalat Isya. Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh sebuah rudal yang diluncurkan dari pesawat tempur zionis Israel. Serangan brutal itu menyebabkan semua anggota keluarga Raed Rajab sebanyak delapan orang, termasuk si kembar Sarah dan Yara yang masih berusia 8 tahun, mengalami luka parah. Sarah menderita patah tulang di kaki kiri, luka yang dalam di telapak kaki kanan dan luka pada paha kanan bawah. Sementara saudari kembarnya, Yara, juga mengalami luka parah di paha kanan dan patah tulang di kaki kanan bagian bawah. Meski masih menderita cedera, namun hal itu tidak mengurangi semangat si kembar Sarah dan Yara untuk tetap bersekolah. Yara, gadis cantik itu dengan susah payah bergerak menggunakan kursi rodanya untuk pergi ke sekolah. Melihat semangat Sarah dan Yara, beberapa waktu lalu Relawan MER-C Indonesia mendatangi rumah keluarga Raed Rajab untuk memberikan secara langsung hadiah perlengkapan sekolah berupa tas, sepatu, seragam dan alat tulis bagi kedua gadis kembar tersebut. Meski bantuan yang diberikan tidak seberapa dibandingkan dengan apa yang sudah mereka alami, namun semoga hadiah ini bisa menambah semangat Sarah dan Yara untuk menggapai cita-cita mereka. Paket perlengkapan sekolah menjadi bantuan rutin dari masyarakat Indonesia melalui MER-C yang biasanya diberikan ketika tahun pelajaran baru dimulai. Pada tahun ini, MER-C menyalurkan sebanyak 500 paket perlengkapan sekolah bagi anak-anak tingkat sekolah dasar di Jalur Gaza. Dukungan dan Donasi bagi Program Kemanusiaan di Gaza, Palestina dapat disalurkan melalui: Rek. No. 686.033.5555 Bank Central Asia (BCA)Rek. No. 124.000.3753.754 Bank MandiriRek. No. 700.290.5803 Bank Syariah Indonesia (BSI) Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee

MER-C Distribusikan 500 Paket Perlengkapan Sekolah untuk Anak-anak di Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia kembali mendistribusikan paket perlengkapan sekolah amanah dari masyarakat Indonesia untuk anak-anak di wilayah terblokade Jalur Gaza, Palestina. Jumlah bantuan perlengkapan sekolah yang didistribusikan pada tahun 2022 total sebanyak 500 paket. Isi paket per anak terdiri dari seragam, celana, sepatu, tas sekolah, buku tulis, buku gambar, alat tulis (pensil, penghapus, pulpen, rautan, penggaris, tempat pensil) dan pensil warna. Pelaksanaan program dilakukan oleh relawan MER-C yang tengah bertugas di Jalur Gaza, yang terdiri dari tiga relawan Indonesia dibantu dengan relawan local. Mereka menunaikan titipan amanah donasi dari rakyat Indonesia bagi program ini, mulai dari memilih isi paket dengan melakukan survey ke toko-toko perlengkapan sekolah, melakukan survey anak-anak penerima bantuan, mem-packing bantuan hingga mendistribusikan paket kepada anak-anak baik di sekolah-sekolah, rumah rumah maupun melalui di lembaga kemanusiaan yang bekerjasama dengan MER-C Cabang Gaza. Prioritas penerima bantuan adalah anak-anak tingkat Sekolah Dasar yang merupakan anak yatim atau anak-anak dari keluarga syuhada, anak-anak korban perang serta anak-anak yang tidak mampu. Adapun lokasi pendistribusian tersebar di beberapa wilayah terpisah di Jalur Gaza, mulai wilayah Jalur Gaza bagian Utara (Bayt Lahiya, Jabaliya), Jalur Gaza bagian Tengah hingga Jalur Gaza bagian Selatan. Bantuan didistribusikan secara bertahap selama kurun waktu satu bulan pada bulan November – awal Desember 2022. Semburat bahagia terpancar dari wajah-wajah suci dan polos anak-anak Gaza. Senyum dan tawa ceria mewarnai wajah mereka usai menerima bantuan paket sekolah. Ucapan “Terima Kasih Indonesia” terucap dari bibir-bibir mungil dan tulus mereka. Ustadzah Haifa Ridwan, salah satu Kepala Sekolah di Gaza, juga mengucapkan terima kasihnya kepada masyarakat Indonesia khususnya MER-C atas bantuan perlengkapan sekolah yang diberikan kepada para anak didiknya. Ucapan terima kasih juga datang dari para guru dan para wali murid yang hadir dalam proses penyerahan bantuan tersebut.

Paguyuban Daksinapati UI Serahkan Donasi untuk Cianjur melalui MER-C

Alumni penghuni asrama Daksinapati yang tergabung dalam Paguyuban Daksinapati Universitas Indonesia (PDUI) menyerahkan donasi untuk korban bencana gempa bumi Cianjur melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Rabu/30 November 2022. Donasi diserahkan oleh perwakilan pengurus PDUI, yaitu Drs. Des Alwi, M.Phil., selaku Sekretaris dan dr. Imron Khazim, MS, SpOk selaku Pengurus Bidang Kesehatan PDUI. Donasi diterima secara langsung oleh dr. Arief Rachman, SpRad, selaku Presidium MER-C dan disaksikan oleh jajaran Presidium lainnya, yaitu dr. Yogi Prabowo, SpOT(K), dr. Henry Hidayatullah, MSi dan Ir. Faried Thalib serta sejumlah pengurus MER-C. “Donasi berjumlah total Rp 43.725.000,- dikumpulkan dari para anggota PDUI yang merupakan alumni penghuni asrama Daksinapati UI Namun ada juga titipan dari luar anggota,” ujar Des Alwi. Daksinapati merupakan asrama mahasiswa UI khusus putra pada tahun 1953 – 1990 yang berada di Kompleks Kampus UI Rawamangun. Asrama Daksinapati diresmikan mantan Presiden RI pertama, Ir. Soekarno pada tahun 1953. Mewakili pengurus dan anggota Daksinapati, Imron Khazim menjelaskan alasan menitipkan Amanah donasi untuk bencana gempa bumi Cianjur kepada MER-C. “Semua qodarullah. Kami bertemu dengan senior kami yang juga Ketua PDUI saat ini, Dr. H. Wahidin Halim, mantan Gubernur Banten yang menyarankan untuk ke MER-C saja. Kami sepakat ke MER-C. Pertama, menyambung silaturahim sesama alumni dan membangun emotional kami kembali karena Alm dr. Joserizal Jurnalis, aktifis kemanusiaan MER-C juga merupakan alumni asrama Daksinapati UI. MER-C juga paham lapangan dan memiliki reputasi yang sudah tidak diragukan,” jelas Imron. “Donasi berasal dari anggota PDUI yang beragam karena penghuni asrama Daksinapati UI juga berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, dari berbagai agama, etnis, namun semuanya percaya ke MER-C,” imbuhnya. Untuk penyaluran donasi, Imron mengatakan bahwa mereka menyerahkan sepenuhnya kepada MER-C. “Kami menyerahkan kepada MER-C yang insya Allah amanah dan tahu persis ini untuk apa dan bagaimana. Harapan kami semoga donasi ini dapat bermanfaat,” lanjutnya. Ia juga berharap donasi ini bukan yang terakhir, namun bisa berkelanjutan, tidak hanya pada fase emergency response namun juga pada fase recovery. “Apabila ada informasi kebutuhan lain di Cianjur agar bisa di share kepada kami dan menjadi masukan bagi kami sehingga mungkin bisa dikembangkan menjadi kegiatan yang sifatnya tidak hanya berkaitan dengan medis pada fase tanggap darurat tapi juga pada fase recovery. Mungkin kami atau ada anggota kami yang bisa membantu dan berpartisipasi jangka panjang,” tambah Imron. Mewakili MER-C, dr. Henry Hidayatullah, MSi menyampaikan ucapan terima kasih atas donasi dan kepercayaan dari PDUI. Menurutnya, donasi yang diberikan akan sangat bermanfaat untuk membantu korban bencana gempa bumi di Cianjur.

Dr. Sarbini : Kemerdekaan Palestina Harga Mati yang Harus Kita Perjuangkan Bersama

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, menegaskan bahwa kemerdekaan Palestina adalah harga mati yang harus diperjuangkan bersama. Ia juga mengingatkan bahwa dalam membela dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina harus mempunyai nafas panjang dan komitmen yang tinggi. Hal ini dikatakan Sarbini saat menjadi narasumber pada acara Sarasehan Penutupan Bulan Solidaritas Palestina yang digelar Aqsa Working Group (AWG), Selasa/29 November 2022, di Aula Buya Hamka, Masjid Raya Al Azhar, Jakarta. Sarbini yang berbicara sebagai narasumber ke-2 dengan tema “Membela Palestina, Membela Kemanusiaan”, mengharapkan kepada semua pihak untuk bisa berperan pada bidangnya masing-masing. Hal ini dikarenakan masalah Palestina sangat kompleks dan merupakan masalah kemanusiaan sehingga menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya umat muslim. Ia pun mengatakan dalam membantu Palestina, lembaga yang dipimpinnya saat ini, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebagai sebuah NGO mencoba mengambil focus bidang kemanusiaan dan merupakan program jangka panjang. “Bagi MER-C, Palestina adalah program abadi, permanen dan berkepanjangan dan kontinu. Pada awalnya kami berfikir ini suatu yang impossible. Bagaimana kita bisa melakukan aksi yang nyata di Palestina, padahal kita nun jauh dari sana. Tapi aksi dan kegiatan kemanusiaan harus menjadi prasasti abadi hubungan kedua bangsa,” papar Ben, sapaan akrab Sarbini, menjelaskan alasan MER-C membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina. “Oleh sebab itu, kita mencoba untuk bisa bersinergi dengan semua elemen, termasuk tokoh-tokoh agama. Kita jadikan persoalan Palestina bukan hanya masalah umat Islam, tapi masalah kemanusiaan yang semua kita punya tanggung jawab bersama,” lanjutnya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan pandangannya mengenai tiga tahapan dalam membela Palestina. Pertama, adalah tahap Aksi Kemanusiaan. Semua pihak merespon dengan baik dan sepakat dengan tahapan aksi kemanusiaan untuk Palestina. Namun menurutnya, aksi tidak berhenti hanya sampai di situ. “Ada tahapan aksi berikutnya, aksi tahap ke-2 yang lebih serius, yaitu tahapan Politik Kemanusiaan,” tambahnya. Lebih jauh ia menjelaskan bahwa aksi tahap Politik Kemanusiaan memerlukan kekuatan yang besar sehingga perlu menjalin koalisi, safari, mengkomunikasikan dengan semua pihak termasuk pemerintah mengenai permasalahan dan pembelaan terhadap Palestina. Sarbini mencontohkan, misalnya menolak visa kontingen Israel pada Piala Dunia U-20 yang akan digelar pada tahun 2023 mendatang di Indonesia. Ia beralasan pemberian visa kepada kontingen Israel untuk bisa masuk ke Indonesia adalah suatu hal yang ilegal dan keliru. Tahap selanjutnya, yaitu tahap ke-3 adalah tahap Politik Perlawanan yang harus dilakukan kepada Israel. Ia menjelaskan bahwa satu sisi kita mengatakan membela dan mendukung kemerdekaan Palestina, namun di sisi lain, hubungan-hubungan gelap antara Indonesia dan Israel baik di level ormas maupun pemerintah masih terus berlangsung. “Ini adalah ambivalensi yang dilakukan oleh pemerintah,” katanya. Oleh sebab itu, ia mengajak kepada semua elemen bangsa agar terus bergerak membela kemerdekaan Palestina karena solusi kemerdekaan Palestina adalah harga mati yang harus diperjuangkan bersama sesuai dengan amanah konstitusi dan amanah kemanusiaan. Turut hadir sebagai narasumber dan memberikan pandangan serta dukungannya bagi kemerdekaan Palestina adalah Romo Magnis Suseno, seorang budayawan dan pemuka agama Katolik. Menurut Romo Magnis, rakyat Palestina berhak atas kemerdekannya dan berhak atas kenegaraannya sendiri yang sama sekali lepas bebas dari negara Israel. “Orang-orang Palestina baik di Tepi Barat maupun di Gaza berhak untuk merdeka,” ungkapnya. “Tidak ada resolusi konflik dan damai di Timteng kalau kemerdekaan Palestina tidak diakui dan dibikin nyata. Titik!” tegasnya lagi. Narasumber lainnya adalah DR. Abdul Muta’ali, Direktur Pusat Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia yang memberikan pemaparan mengenai “Pecah Belah Israel terhadap Palestina”. Menurutnya banyak kegiatan yang harus dilakukan dan tidak bisa sendiri untuk membantu Palestina. Bulan Solidaritas Palestina (BSP) adalah rangkaian kegiatan peduli Palestina yang digagas oleh Aqsa Working Group (AWG). MER-C sebagai lembaga sosial medis untuk kemanusiaan dan perdamaian mendukung kegiatan BSP karena ini merupakan satu bentuk nyata dalam membela dan mendukung perjuangan Palestina. Bulan November dipilih karena setidaknya ada empat peristiwa penting terkait Palestina di bulan ini. BSP tahun 2022 dengan tema “Bergerak Berjamaah Bebaskan Al Aqsa dan Palestina” digelar serempak di 14 provinsi di Indonesia selama satu bulan penuh. Sarasehan diadakan sebagai acara penutup Bulan Solidaritas Palestina dan diselenggarakan bertepatan dengan Hari Solidaritas Internasional bagi rakyat Palestina tanggal 29 November 2022.

Dr Ben: MER-C Kedepankan Jihad Profesional Dalam Menjalankan Misi Kemanusiaannya

Jakarta, PJMI – Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dr. Sarbini Abdul Murad, menyampaikan MER-C mengedepankan kasih sayang, pengabdian pada profesi dan kemanusiaan, juga solidaritas umat dalam menjalankan setiap misi kemanusiaannya. Dia menyatakan, sebagaimana idealisme kemanusiaan yang menjadi pemantik lahirnya MER-C, dalam keanggotaannya ditanamkan ideologi bahwa setiap relawan harus mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan mobilitas tinggi. Untuk itu, MER-C menjadi organisasi yang diterima oleh semua komunitas dan pihak yang berkonflik maupun saat ada bencana karena MER-C mengusung landasan kemanusiaan yang menjadikannya profesional dan berdiri di semua komunitas. “Kami bersama para relawan mempunyai spirit perjuangan dengan satu semangat bersama berjihad secara profesional dalam bidang medis dan kemanusiaan,” kata Sarbini saat menjadi narasumber Diskusi Dwi Mingguan bertema “Respon MER-C terhadap Bencana Kemanusiaan di Berbagai Belahan Dunia” di Kantor Sekretariat Barisan Nusantara, Jatinegara, Jakarta, Rabu (23/11) malam. Diskusi Publik Dwi Mingguan ini merupakan kolaborasi Barisan Nusantara (BN) dengan Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) dan sudah masuk edisi kelima, yang dimoderatori oleh Wakil Ketua PJMI, Gunawan MY. Menurut dr Ben sapaan dr Sarbini Abdul Murad,  MER-C yang sudah memasuki usia ke-23 tahun pada 14 Agustus 2022, dapat terus berkiprah bagi kemanusiaan baik di dalam negeri maupun luar negeri, karena memegang prinsip dan idealisme tersebut yang bermuara pada keikhlasan dan ketulusan memenuhi panggilan jiwa untuk kemanusiaan. Dokter Ben sendiri selama menjadi relawan sejak berdirinya MER-C, tak cuma mengabdi di berbagai daerah bencana, baik di tanah air maupun negara lain. Dia juga pernah bertugas di empat negara yang sedang berperang, yaitu Afghanistan (2002), Irak (2003), Lebanon (2006), dan Palestina (2009). “MER-C telah melaksanakan ribuan misi kemanusiaan bencana alam, perang dan konflik, baik dalam negeri maupun luar negeri. Tidak memandang siapapun atau pihak yang harus diberi pertolongan,” tegasnya. Dalam menjalankan misi kemanusiaannya, lanjut dr Ben, MER-C mengutamakan pertolongan medis kegawatdaruratan di wilayah terdampak bencana atau konflik yang belum tersentuh bantuan dan sangat membutuhkan. “Dalam misi kemanusiaan gempa Cianjur, saat ini Tim MER-C akan terus melakukan mobile clinic untuk menyisiri wilayah-wilayah terdampak gempa yang belum terjangkau atau masih minim bantuan medis,” jelasnya. Update Misi Kemanusiaan Gempa Cianjur Dalam kesempatan itu, Ketua Presidium MER-C mengupdate misi kemanusiaan pada korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat. Dr Ben menjelaskan, Tim relawan medis MER-C memberi pengobatan di salah satu lokasi terdampak gempa terparah di Kabupaten Cianjur, tepatnya di Desa Gasol, Kecamatan Cugenang sejak Selasa (22/11). Menurut data sementara, Desa Gasol merupakan wilayah dengan jumlah warga meninggal terbanyak, yaitu sebanyak 62 orang, akibat gempa yang mengguncang Kabupaten Cianjur M 5,6 , Senin (21/11). Meski hari yang sudah mulai gelap, Tim MER-C tetap menyisiri posko-posko pengungsian yang ada di desa Gasol, tepatnya di RT 01, 02, 03 RW 04. Jumlah warga yang mengungsi di titik ini mencapai 400 jiwa. “Dengan penerangan seadanya, Tim MER-C memeriksa satu-persatu warga korban gempa yang mengeluhkan kondisi kesehatannya dan memberikan pengobatan,” jelasnya. Jumlah total pasien yang diobati pada hari Selasa itu mencapai 43 orang. Pasien terdiri dari 32 dewasa, 4 remaja, 1 anak-anak, 1 ibu hamil, dan 5 lansia. Tim MER-C juga melakukan perawatan luka pada warga yang mengalami luka akibat terkena reruntuhan atau menginjak sesuatu yang tajam saat panik berlari menyelamatkan diri ketika gempa mengguncang. Sementara itu Sekjen Barisan Nusantara (BN) Dr. Suryadi Nomi, menyampaikan kegiatan kolaborasi BN dengan PJMI melalui pelaksanaan diskusi publik dwi mingguan yang digelar seriap hari Rabu malam ini diharapkan terus menjadi trendsetter isu-isu yang dapat mencerahkan masyarakat. “Diskusi kali ini dengan tema kebencanaan memang sudah direncakan satu bulan sebelumnya, namun dengan adanya gempa Cianjur ini tema menjadi aktual,” ujarnya. Ketua PJMI Ismail Lutan, mengatakan, diskusi ini banyak memberikan manfaat terutama meningkatkan literasi kebencanaan. “Kita mengharapkan kerja sama PJMI dengan MER-C bersama Barisan Nusantara dapat terjalin lebih erat. Dengan momen pelaksanaan pelatihan jurnalisme kebencanaan,” pungkasnya.(RS)

Dengan Penerangan Seadanya, Tim MER-C Obati Warga Korban Gempa Cianjur

Tim Medis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) beri pengobatan di salah satu lokasi terdampak gempa terparah di Kabupaten Cianjur, tepatnya di Desa Gasol. Kec Cugenang, Selasa/22 November 2022. Menurut data sementara, desa Gasol merupakan wilayah dengan jumlah warga meninggal terbanyak, yaitu sebanyak 62 orang, akibat gempa yang mengguncang Kab. Cianjur, Senin/21 November 2022.   Meski hari yang sudah mulai gelap, Tim MER-C tetap menyisiri posko-posko pengungsian yang ada di desa Gasol, tepatnya di RT 01, 02, 03 RW 04. Jumlah warga yang mengungsi di titik ini mencapai 400 jiwa.  Dengan penerangan seadanya, Tim MER-C memeriksa satu-persatu warga korban gempa yang mengeluhkan kondisi kesehatannya dan memberikan pengobatan.  Jumlah total pasien yang diobati pada hari Selasa/22 November 2022 mencapai 43 orang. Pasien terdiri dari 32 dewasa, 4 remaja, 1 anak-anak, 1 ibu hamil, dan 5 lansia. Tim MER-C juga melakukan perawatan luka pada warga yang mengalami luka akibat terkena reruntuhan atau menginjak sesuatu yang tajam saat panik berlari menyelamatkan diri ketika gempa mengguncang. Tim MER-C akan terus melakukan mobile clinic untuk menyisiri wilayah-wilayah terdampak gempa yang belum terjangkau atau masih minim bantuan medis. Bantuan & Donasi dapat disalurkan melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C: BCA, 686.0099339 BSI, 701.5658.899 a/n. Medical Emergency Rescue Committee Salam, www.mer-c.org

MER-C Kerahkan Tim Bedah dan Medis Bantu Korban Gempa Cianjur

Indonesia Kembali berduka. Gempa bumi berkekuatan 5,6 SR mengguncang Cianjur, Jawa Barat pada Senin/21 November 2022 sekitar pukul 13.21 waktu setempat. Data sementara menyebutkan jumlah korban jiwa akibat gempa yang berpusat di daratan dengan kedalaman 10 km diperkirakan sudah mencapai angka 162 orang dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah seiring masih banyak warga yang tertimpa reruntuhan bangunan menunggu proses evakuasi. Merespon bencana tersebut, Selasa pagi ini/22 November 2022, MER-C telah menurunkan dua tim relawannya untuk membantu korban gempa di Cianjur. Tim Pertama berjumlah tiga relawan yang terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Orthopedi dan Traumatology, Dokter Spesialis Bedah Syaraf dan juga Insinyur. Tim akan melakukan assessment kebutuhan bedah, medis dan juga konstruksi di wilayah terdampak gempa. Tim kedua telah menyusul berangkat ke Cianjur pada hari ini, Selasa (22/11) pukul 10 tadi pagi. Tim terdiri dari lima relawan, yaitu dua dokter umum, satu perawat bedah dan dua logistic. Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad mengatakan bahwa mempertimbangkan dampak gempa yang cukup besar, maka MER-C mempersiapkan Tim Medis lanjutan dan juga Tim Bedah. “Karakteristik bencana gempa adalah banyaknya korban-korban yang mengalami patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Ini spesifikasi lembaga MER-C. Kami cukup banyak mempunyai relawan di bidang bedah, khususnya bedah orthopedi. Apabila diperlukan berdasarkan assessment tim awal ini, kami siap mengerahkan Tim Bedah MER-C,” ujar Sarbini. Sementara itu, Tim MER-C di Kantor Pusat sedang mempersiapkan peralatan dan perlengkapan bedah untuk membantu korban gempa yang memerlukan tindakan operasi. #PrayforCianjurBantuan & Donasi dapat disalurkan melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C:BCA, 686.0099339BSI, 701.5658.899a/n. Medical Emergency Rescue Committee Salam,www.mer-c.orgCall Center : 0811990176

Gempa 5,6 SR Guncang Cianjur, MER-C Siapkan Tim Medis

Gempa bumi berkekuatan 5,6 SR menguncang Cianjur, Jawa Barat, Senin/21 November 2022 sekitar pukul 13.21 waktu setempat. Getaran gempa terasa kuat hingga di DKI Jakarta dan sekitarnya. Data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan korban meninggal mencapai 56 jiwa dan sebanyak 700 lainnya mengalami luka-luka.  Jumlah korban diperkirakan masih akan bertambah seiring banyaknya bangunan yang rusak diakibatkan oleh gempa dengan kedalaman 10 km. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan himbauan agar masyarakat yang berada di dalam ruangan untuk keluar terlebih dahulu karena adanya potensi gempa susulan. Pasca gempa mengguncang, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia segera berkoordinasi membentuk tim relawan medisnya dan mempersiapkan bantuan obat-obatan serta alat kesehatan yang diperlukan untuk turut memberikan bantuan medis bagi para korban. Semoga saudara-saudara kita di Cianjur, khususnya para korban dan keluarganya diberikan perlindungan dan kekuatan menghadapi musibah ini. #PrayforCianjur Bantuan & Donasi dapat disalurkan melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C:BCA, 686.0099339BSI, 701.5658.899a/n. Medical Emergency Rescue Committee Salam,www.mer-c.orgCall Center : 0811990176

Insiden Kebakaran di Gaza Utara, Korban Jiwa dan Luka Dievakuasi ke RS Indonesia

Sedikitnya 21 warga Palestina meninggal dunia, termasuk 7 diantaranya anak-anak dan lebih dari 30 lainnya mengalami luka-luka pasca insiden kebakaran besar yang melanda bangunan tempat tinggal di Kamp Jabalia, Desa Talizza’tar, Jalur Gaza Utara, Palestina, Kamis malam (17/11). Korban jiwa maupun luka-luka langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Indonesia yang berjarak tidak jauh dari lokasi kejadian. Direktur RS Indonesia di Gaza Utara, Salah Abu Laila, mengatakan bahwa jumlah korban jiwa kemungkinan akan bertambah. “Jumlah kematian kemungkinan akan meningkat, sebagai akibat dari kebakaran besar di sebuah bangunan tempat tinggal di Jabalia,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dikutip media. Penyebab kebakaran masih belum diketahui. Hasil investigasi awal menyebutkan bahwa kebakaran dipicu oleh lilin saat para korban sedang merayakan kedatangan salah satu anggota keluarga mereka yang baru kembali dari Mesir. Sementara juru bicara unit pertahanan sipil mengatakan bahwa kebakaran berasal dari pasokan bahan bakar yang disimpan di bangunan tersebut. Berita kematian 21 warga ini sontak menggemparkan seluruh warga Gaza yang selama ini hidup dalam blokade dan penjajahan Israel sejak tahun 2006 hingga hari ini. Presiden Palestina, Mahmud Abbas, melalui Juru Bicaranya menyatakan kebakaran itu sebagai tragedi nasional. Abbas mengumumkan hari berkabung pada hari Jum’at ini, dengan mengibarkan bendera setengah tiang.

Silahkan bertanya?