MER-C Jajaki Kemungkinan Kerjasama Pelatihan Dokter dengan TNI

Jakarta, MINA – Lembaga kemanusiaan medis kegawatdaruratan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) untuk pertama kali melakukan kunjungan silaturahim ke panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Jakarta, Rabu (20/3). Hadi Tjahjanto menyambut baik dan mengapresiasi prestasi MER-C yang telah banyak terjun memberikan layanan kesehatan di daerah-daerah konflik dan bencana. Ia juga menyatakan, TNI siap memberikan pelatihan medis untuk daerah-daerah konflik. Ketua Presidium MER-C, dr Sarbini Abdul Murad menyambut hal itu dan saat ini MER-C tengah membangun Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Rakhine, Myanmar dan melanjutkan pembangunan RSI di Gaza, Palestina. “TNI telah menunjukkan keprofesionalannya dalam melakukan tugas yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dengan tidak membedakan suku, rasa dan agama ketika memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Sarbini kepada MINA. “Saya kira, tim dokter RSI di Rakhine dan Gaza sangat memerlukan hal itu dan mereka perlu belajar kepada TNI tentang kebhinekaan dan pelayanan dengan menjunjung tinggi kemanusiaan,” lanjutnya. Pada 2003 lalu, MER-C dan TNI pernah melakukan kerja bersama dalam misi kemanusiaan membantu korban gempa di Iran selama 2,5 bulan. Di kancah internasional, Indonesia turut serta mengirim pasukannya sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian PBB sejak 1957. Kontingen Garuda (KONGA) adalah pasukan TNI yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di negara lain. Pengiriman terbaru pada November 2018 adalah KONGA XXIII M Unifil ke Lebanon. Sementara untuk daerah bencana dalam negeri, TNI selalu hadir di tengah-tengah masyarakat yang tertimpa bencana dan daerah konflik. Di daerah bencana seperti di Lombok (NTB), Palu (Sulteng), Pandeglang (Banten), Jayapura (Papua), dan daerah lainnya, TNI selalu menjadi yang terdepan dalam membantu meringankan beban masyarakat. (L/P2/RS3) Mi’raj News Agency (MINA) Sumber : https://minanews.net/mer-c-jajaki-kemungkinan-kerjasama-pelatihan-dokter-dengan-tni/
MER-C Turunkan Tim Medis dan Ambulans Bantu Korban Banjir di DIY

Hujan yang terus mengguyur disertai angin kencang di Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu/17 Maret 2019 telah menyebabkan banjir dan pohon tumbang di beberapa wilayah Bantul dan sekitarnya. Jumlah warga terdampak banjir secara keseluruhan di wilayah DIY tercatat sebanyak +/- 5.046 orang. Warga yang terkena bencana banjir bermalam di lebih dari 23 titik pos evakuasi. Sementara dua korban dikabarkan meninggal dunia. Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui cabangnya di Jogjakarta menurunkan Tim Medis dan Ambulans untuk membantu para korban. Tim mengunjungi Dusun Numpukan, Desa Karang Tengah, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Di daerah tersebut banjir sudah mulai surut dan warga sudah mulai membersihkan rumah dari lumpur. Namun listrik masih mati total. Belum ada bantuan medis yang masuk, sehingga Tim MER-C pun langsung membuka pelayanan kesehatan di dusun ini. Sekitar +- 50 warga mendapatkan pengobatan. Lima warga yang tidak dapat datang ke pos MER-C dikunjungi rumahnya oleh Tim (home visit). Satu pasien terpaksa dirujuk ke RS PKU Bantul menggunakan Ambulance yang dibawa tim untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Informasi lengkap Kegiatan MER-C Jogja Kantor : Jl. Kaliurang KM 6,7 GG. Timor Timur no E4B, Sono, Sinduadi, Melati, Sleman, Yogyakarta No HP / WA 082135258145 FB : MER-C Jogjakarta IG : Merc_Jogja #mercindonesia #blessingforuniverse
MER-C Jajaki Kerjasama dengan BNI Syariah untuk Program Pelayanan Kesehatan di Papua

Papua merupakan salah satu wilayah yang masih sangat membutuhkan perhatian kita bersama di berbagai bidang, khususnya di bidang pelayanan kesehatan. Untuk itu, sejak Februari 2006 silam, MER-C mulai membuka program klinik sosial di Papua dan Papua Barat. Kiprah MER-C di wilayah ini telah berlangsung selama 13 tahun dan MER-C bertekad untuk tetap menjadikan Papua sebagai salah satu wilayah misi medis kemanusiaan jangka panjangnya. Kerjasama dengan berbagai pihak terus dijalin, mengajak pihak-pihak yang peduli untuk memberikan dukungan agar program dapat terus berlanjut. Senin/18 Maret 2019, MER-C mengadakan pertemuan dengan BNI Syariah untuk menjajaki kerjasama Program Pelayanan Kesehatan khususnya di Papua Barat. Dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk selaku Koordinator MER-C di Papua memaparkan gambaran kegiatan program kepada BNI Syariah yang diantaranya diwakili oleh Bapak Ilham Syahputra dari Yayasan Hasanah Titik, yayasan pengelola ZIS BNI Syariah. “Saat ini kami fokus pada pelayanan kesehatan di Papua Barat, yaitu kabupaten Sorong dan Raja Ampat. Pelayanan kesehatan yang diberikan MER-C berbasis klinik dan mobile. Program MER-C juga bersifat berkelanjutan dan pembinaan bukan baksos yang ‘hit and run’,” jelas Zackya. Dokter spesialis okupasi lulusan FKUI ini juga manyampaikan bahwa misi MER-C adalah rahmatan lil’aalamiin. Semua masyarakat mendapat pelayanan yang sama baiknya tanpa melihat latar belakang, agama dan lainnya. “Tim MER-C di lapangan sudah mendata kampung-kampung dan warga yang belum terjangkau pelayanan kesehatan. Kampung yang sudah terjangkau pelayanan kesehatan dari Puskesmas akan kami lepas, sementara kampung yang belum, masih akan terus menjadi wilayah binaan kami,” tambahnya. Zackya berharap adanya dukungan dan kerjasama dari pihak-pihak yang turut peduli dengan saudara-saudara sebangsa di Papua Barat, sehingga dapat melanjutkan dan memperluas wilayah jangkauan program. Target MER-C satu tahun ke depan di Papua Barat adalah meng-cover sebanyak 23 kampung di dua kabupaten dengan jumlah jiwa mencapai lebih dari 10.200 orang. Tidak hanya perusahaan atau lembaga, masyarakat yang secara pribadi tergerak untuk mendukung program pelayanan kesehatan MER-C di Papua Barat dapat menyalurkan donasinya melalui : Rekening amanah “Satu untuk Papua”: BCA, 686.066.6608 BNI Syariah, 081.119.2962 Atas nama: Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercindonesia#blessingforuniverse
Pekikan Ambulan Suara Antara Kehidupan Dan Kematian

Catatan Relawan Sesaat pada suatu tempat di Gaza gaduh oleh suara ledakan dan teriakan korban menjadi satu, dan tak lama kemudian pekikan suara ambulan datang mengikuti. Apa yang terjadi …. ? Dimana titik lokasi… ? Radio HT antar Ambulan saling memberi informasi. Ambulan segera memburu korban yang dalam keadaan antara hidup dan mati. Beberapa orang perawat dari mobil ambulan berlarian memapah korban ke atas bed Ambulan, bed pasien didorong masuk dan pintu mobilpun ditutup. Sirine Ambulan memekik membelah suara gemuruh yang tersisa. Gemuruh akibat ledakan oleh Zionis Israel yang meninggalkan korban-korban bergelimpangan Ambulan berlari kencang, semakin kencang dan semakin kencang menerbangkan debu-debu yang dilewatinya. Pekikan ambulan suara antara kehidupan dan kematian. Suara sepatu petugas ambulan yang menghantam lantai RS Indonesia (RSI) terdengar begitu nyaring. Tempat tidur berjalan (Bed) ambulan didorong sangat cepat seiring dengan berlariannya petugas tersebut membawa korban ke Ruang Gawat Darurat RSI. Tembok terkupas, keramik terlepas, kayu pembatas terkoyak, engsel pintupun sebagian terlepas terhantam gesekan bed ambulan. Yalla…. Bi syur’ah…! Bi syur’ah….! (ayo… cepaat…. Cepaat….) teriakan-teriakan dokter untuk mempercepat lari para perawat petugas ambulan mendorong tempat tidur ambulan dengan dibarengi suara erangan kesakitan korban yang dibawanya. Air mata, darah dan keringat berjatuhan di lantai RSI. Tidak ada satu jengkal tanah di Gaza yang dikategorikan aman. Tidak ada satu detikpun waktu di Gaza dikategorikan kondusif. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada menit berikutnya kecuali Allah Tuhan semesta alam. Tahun 2019 Relawan RSI didatangkan kembali oleh MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) ke Jalur Gaza. Selain untuk membangun penambahan dua lantai RSI juga perlu mengagendakan perbaikan kerusakan-kerusakan terutama jalur antara tempat jalur masuk Unit Gawat Darurat, jalur ruang Operasi hingga jalur ke Ruang ICU RSI. Kerusakan-kerusakan pada dinding, kayu pengaman dinding, keramik dinding, pintu dan aksesorisnya. Tahun 2019 RSI berharap kembali doa dan dukungan rakyat Indonesia. Edy Wahyudi Dari Jalur Gaza PalestinaSite Manager RS Indonesia GAZA, Kami Kembali… Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061BCA, 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111925BNI Syariah, 081.119.2973BRI, 033.501.0007.60308Bank Muamalat, 358.000.1720 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercforgaza#tahap2rsindonesiagaza#beapartofhistory#mercindonesia
Relawan RSI Utamakan Sholat & Kelamatan Kerja

Saat hening dan dingin di sepertiga malam yang akhir terdengar suara sayup isakan tangis dan alunan Al Qur’an. Para relawan Rumah Sakit Indonesia (RSI) Jam 3 pagi sudah bergegas melawan kantuk dan rasa dingin yang menggigit untuk sholat tahajud atau qiyamul lail mengadukan diri kepada Sang Ilahi. Saat Adzan Subuh menggema ke “seantero” kota Gaza. Para relawan terpanggil untuk mendatangi Masjid. Disaat terduduk menunggu iqomah Sholat Subuh tampak di dinding Masjid thermometer digital cuaca menunjukkan sekitar 12 derajat celcius. Pantas ujung jari-jari terasa dingin menjalar ke seluruh tubuh akan tetapi para Relawan tetap hangat terlihat dari sinar wajah-wajah mereka ketika berdoa antara adzan dan iqomah mencari waktu yang makbul dalam berdoa. Utamakan Sholat dan keselamatan kerja …… Utamakan Sholat adalah semboyan para relawan RSI menjaga keselamatan diri dengan sholat secara berjamaah di Masjid. Utamakan Keselamatan Kerja adalah juga keutamaan dalam kehati-hatian dalam bekerja. Dokter Arif salah satu presidium MER-C terus mengingatkan kepada Site Manager RS Indonesia di Gaza Palestina agar melengkapi para relawan RSI dengan APD (Alat Pelindung Diri). Beliau berharap para relawan saat kembali ke tanah air tidak mengalami cacat akibat kecelakaan kerja. APD adalah kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja beramal sholih membangun Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza Palestina. Kelengkapan yang digunakan antara lain : “Safety Helmet” yang berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda yang bisa mengenai kepala secara langsung “Safety Shoes” Sepatu yang dilapisi besi di ujung jari mencegah kecelakaan fatal yang mengenai kaki akibat kejatuhan benda keras. “Respirator” Masker berfungsi sebagai penyaring udara di lokasi pembangunan dengan kualitas udara kurang baik antara lain debu dan serpihan material. Sarung tangan kerja, “Safety Harmes” Tali pengaman, “Ear Plug” penutup telingan dari suara yang super bising, “Safety Glasses” kaca mata pengaman sebagai pelindung mata ketika bekerja baik yang terang maupun yang gelap untuk pekerjaan las, dan lainnya. Semua jenis APD harus sudah digunakan para relawan RSI mulai briefing pagi yaitu jam 6.45 pagi hingga selesai jam beramal sholih di sore hari. Digunakan sebagaimana mestinya sesuai standard Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L). Dokter Arief Rachman menambahkan : “APD wajib dipakai saat kerja dan menjadi standar keselamatan, agar menjadi contoh bagi pekerja lokal.” Edy Wahyudi Relawan RS Indonesia di Jalur Gaza GAZA, Kami Kembali… Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercforgaza#tahap2rsindonesiagaza#beapartofhistory#mercindonesia
Tim MER-C Layani Kesehatan 310 Warga Korban Banjir di Ngawi

Tim MER-C Indonesia melalui cabangnya di Jogjakarta yang terdiri dari dua relawan dokter, empat paramedis dan satu logistik memberikan bantuan pengobatan bagi sekitar 310 warga korban banjir di Ngawi, Jawa Timur. Rangkaian pelayanan kesehatan dimulai pada hari Minggu pagi, 10 Maret 2019. Berdasarkan hasil koordinasi dengan BPBD kabupaten & Dinkes Ngawi, tim memfokuskan pelayanan di kecamatan Kwadungan, yang menjadi lokasi terparah karena air baru benar-benar surut pada hari Jum’at lalu. Di kecamatan Kwadungan, tim dibagi menjadi dua untuk melakukan pelayanan di empat tempat, yaitu dusun Genyol, dusun Putat, dusun Kendung Satu dan dusun Kendung Dua. Wilayah Kendung dan Putat menjadi daerah yang sama sekali belum tersentuh bantuan medis, sehingga MER-C menjadi tim medis pertama yang bisa memberikan layanan pengobatan umum di wilayah tersebut. Rincian jumlah pasien di empat dusun tersebut adalahKendung Dua 72 orang, Putat 101 orang, Genyol 82 orang, Kendung Satu 55 orang sehingga total pasien adalah 310 orang. Keluhan utama warga umumnya gatal-gatal, demam dan nyeri. Selain itu juga terdapat 10 pasien gigi yang diberikan penangan berupa pemeriksaan dan edukasi. Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia #mercindonesia#blessingforuniverse#relawanmerc#jihadprofesional
MER-C Menurunkan Tim Assessment Ke Lokasi Banjir Ngawi

Hari Sabtu (9/3/2019) MER-C Cabang Yogyakarta mengirimkan Tim Medis ke Kab. Ngawi, Jawa Timur yang saat ini dilanda musibah banjir. Misi tim adalah melakukan assessment dan pelayanan kesehatan di sejumlah lokasi terdampak banjir. Tim terdiri dari dr. Fitriahati Setiyarizki, dr. M. Iqbal dan paramedis Rafiu Hafizhati, Bayu Setiyani, Fadli Mahjud, Tedy Febriadi, S.Kg, dan Nanang Khoirino di bagian logistik. Selamat bertugas teman-teman relawan Blessing for Universe… Info : Website : www.mer-c.org Call center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia #mercindonesia #blessingforuniverse #relawanmerc #jihadprofesional
Pasar Jumat di Jalur Gaza

Kehidupan di Jalur Gaza diwarnai dengan pengangguran dan tingkat kemisikinan yang tinggi. Masyarakat Gaza harus berusaha keras untuk mendapatkan “sheikel” (mata uang Israel) untuk membeli konsumsi diri dan keluarganya. Memasuki tahun ke 12 Blokade terhadap Gaza berlangsung, Tidak hanya udara bahkan darat dan lautpun ditutup Zionis Israel. Sehingga sekitar dua juta penduduk Gaza mengalami krisis yang cukup parah. Salah seorang ulama besar di Gaza Utara bernama Syeikh Yakub Abu Muhammad saat berkunjung ke Kantor MER-C Jumat malam Sabtu (8/3) 2019 mengungkapkan banyak dari kalangan anak yatim dan janda-janda syuhada yang terlantar menunggu bantuan untuk meringankan hidup mereka. Beliau juga turut mendoakan semoga menjadi pahala yang terus mengalir bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza. Walaupun Gaza dihantui kelaparan dan terkadang bunyi-bunyi yang menyeramkan tetapi rakyat Gaza berusaha sabar dan penuh semangat. Salah satu cara mereka keluar dari kesulitan ekonomi adalah dengan mengadakan pasar Jum’at di sekitar masjid. Dikatakan pasar Jum’at karena mereka hanya berjualan disekitar masjid-masjid tertentu setelah sholat Jum’at berlangsung. Pasar tersebut merupakan bertemunya penjual dan pembeli dan adanya transaksi antara barang dan uang “Sheikel” “Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah.” (QS. Al-Jumu’ah: 10). Syariat mengijinkan untuk melakukan aktifitas duniawi dan mencari rizqi setelah solat Jum’at bahkan sebagian ulama memandang jual beli setelah sholat Jum’at menjadi sebab datangya keberkahan. Tidak banyak macam yang dijual., Komoditas sederhana diperjual belikan dari minyak wangi, kueh-kueh, berbagai jenis minumam dan lain sebagainya Transaksi yang ada menjadi perantara perputarannya ekonomi masyarakat Gaza. Seperti saat penulis menjumpai setelah Sholat Jum’at di Masjid Turki di pinggir pantai Gaza sebelum memenuhi undangan makan siang di hari Jum’at seorang keluarga bernama “Aiz” di jalan Umar Mukhtar Gaza. Edy Wahyudi Dari Jalur Gaza Palestina Site Manager RS Indonesia Gaza Palestina
Keberkahan Menerima Tamu

Aktifitas Relawan Rumah Sakit Indonesia (RSI) Gaza Palestina tidak hanya disibukan dalam proses pembangunan mulai dari briefing pagi, penyiapan material dan pembagian kerja akan tetapi juga menerima dan menyantuni tamu dengan baik. Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Bila dirata-rata hampir dua jam sekali hadir tamu di Kantor MER-C di Gaza Palestina. Tujuan kedatangan tamu berbagai macam dari masalah yang bersifat pribadi hingga membicarakan masalah teknis bangunan. Pembangunan tahap 2 RSI Gaza dibangun di atas bangunan yang sudah ada aktifitas sebuah rumah sakit sehingga diperlukan banyak koordinasi dalam menjalankan proses pembangunannya. Selain sibuk menerima tamu, para relawan RSI Gaza disibukan juga untuk dijadikan tamu oleh masyarakat Gaza. Mereka berlomba-lomba mengundang makan siang Relawan RSI. Ada yang mengundang sebagian ada pula yang mengundang seluruh relawan RSI Tahap 2 ini berjumlah 29 orang. Relawan RSI Gaza harus mampu menjaga hubungan baik dengan masyarakat Gaza, sehingga untuk menghadiri undangan yang cukup banyak dibuatlah “waiting list” atau mengatur jadwal waktu undangan makan siang masyarakat gaza. Seabagian besar masyarakat Gaza memahami benar akan fadhilah atau keutamaan menerima tamu antara lain : Mendapat Pahala Seperti Ibadah Haji Dan Umrah, Menghapus Dosa Tuan Rumah, Disinari Oleh Cahaya Kebaikan, Tauladan Dari Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, Menjadi Ladang Sedekah, Termasuk Amalan Surga, Sebagai Bentuk Keimanan Dan Ketakwaan Terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala Mereka berlomba-lomba untuk mengundang makan siang para relawan pada hari yang penuh berkah yaitu hari Jum’at. Beberapa kali para relawan sempat menitikan air mata karena dalam kondisi rumah dan keseharian yang sangat minim atau serba kekurangan mereka tetap mengundang para relawan RSI untuk menjamu dengan makanan yang cukup lengkap untuk ukuran Indonesia. Saat sempat ditanyakan kenapa mereka begitu bersemangat mengundang para relawan RSI, mereka berkata : “Walaupun kami dalam kondisi yang kekurangan, kami masih dapat berkumpul dengan keluarga. Akan tetapi kalian datang kesini dari negri yang sangat jauh sebagai relawan meninggalkan anak istri dan pekerjaan sehari-hari kalian disana untuk membantu kami disini. Maka kami wajib menghormati kalian sebagai tamu.” Edy Wahyudi Dari Jalur Gaza Palestina Site Manager RS Indonesia Gaza Palestina
MER-C dan Bukalapak Tandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan PT. Bukalapak.com menandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama Program Kemanusiaan. Bertempat di Kantor Pusat MER-C Indonesia di bilangan Senen, Jakarta Pusat, nota kesepahaman ditandatangani oleh dr. Sarbini Abdul Murad selaku Ketua Presidium MER-C dan Fajrin Rasyid selaku Direktur PT Bukalapak.com, Jumat/8 Maret 2019. Dr. Sarbini mewakili keluarga besar MER-C mengungkapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bukalapak sebagai salah satu online marketplace terkemuka di Indonesia yang telah mendukung dan menyambut kerjasama ini. Menurutnya, kerjasama ini penting karena MER-C tengah melakukan program besar, yaitu pembangunan tahap dua RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. “Kita sedang membangun kembali Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza, Palestina yang membutuhkan dana yang cukup besar, yang perlu melibatkan banyak jaringan, banyak pihak. Kami harapkan dengan adanya kerjasama ini, masyarakat yang lebih luas bisa tahu mengenai program MER-C. Kita juga berharap masyarakat bisa ikut berpartisipasi sehingga RS Indonesia di Gaza bisa cepat terwujud menjadi kebanggaan rakyat dan bangsa Indonesia.” Sementara Direktur Bukalapak, Fajrin Rasyid mendoakan supaya apa yang dicita-citakan oleh MER-C bisa semakin dekat dengan kenyataan dan Bukalapak siap mendukung dan membantu. “Kami akan membantu dalam dua hal. Pertama melalui pintu donasi, yaitu masyarakat atau user bukalapak bisa berdonasi untuk kemudian kami salurkan kepada MER-C. Kedua, MER-C bisa menjual merchandise melalui Bukalapak dan keuntungan dari penjualan bisa untuk mensupport visi misi MER-C,” ungkap Fajrin. Terkait jangka waktu, Fajrin berharap kerjasama ini bisa berkesinambungan. “Untuk awal jangka waktu kerjasama adalah 3 tahun. Namun kami sangat-sangat terbuka untuk dikemudian hari diperpanjang berdasarkan feedback dari semua pihak. Tentu kita juga akan memonitor secara berkala untuk kita evaluasi, kita perbaiki. Mudah-mudahan kerjasama ini bisa terus berlangsung dan akan kami pantau terus,” tambahnya. Prosesi penandatangan nota kesepahaman ditutup dengan penyerahan cinderamata dari masing-masing pihak. Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia