Gaza, Kami Kembali

Medical Emergency Rescue Comiittee (MER-C) kembali mengirimkan relawannya ke Jalur Gaza, Palestina. Rencana pembangunan tahap dua Rumah Sakit Indonesia, yaitu pembangunan dua lantai tambahan semakin menuju nyata. Seperti pada pembangunan tahap pertama, pada pembangunan RS Indonesia tahap kedua juga akan dilakukan oleh putra-putra bangsa Indonesia. Mereka adalah para relawan yang sebagian besar merupakan alumni relawan pembangunan tahap pertama yang komitmen dan keahliannya sudah terbukti dan teruji dengan berdirinya RS Indonesia yang ada saat ini. Total sebanyak 32 relawan akan berangkat menuju Kairo, Mesir, negara yang berbatasan langsung dengan Jalur Gaza. Turut dalam tim ini adalah Presidium MER-C (Ir. Faried Thalib dan Dr. Arief Rachman, SpRad), Ketua Divisi Kontruksi MER-C (DR. Ir. Idrus Muhamad Alatas, MSc), arsitek perancang bangunan RS Indonesia (Ir. Rizal Syarifuddin) serta Ir. Edy Wahyudi Darta, relawan yang pernah memimpin pembangunan tahap pertama RS Indonesia, kali ini dipercaya kembali untuk menjadi Site Manager pembangunan tahap dua RS Indonesia. Keberangkatan relawan dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama, akan bertolak ke Kairo Mesir pada hari Jumat malam ini/22 Februari 2019, pukul 20.00 wib. Sementara gelombang dua sebanyak 26 relawan akan menyusul terbang ke Kairo pada hari Sabtu/23 Februari 2019 pukul 11.00 wib. Keberangkatan ini dimungkinkan setelah didapatnya izin masuk Mesir dan Gaza yang diterima oleh MER-C dari otoritas setempat. Ketua Tim Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia yang juga merupakan salah satu Presidium MER-C, Ir. Faried Thalib, menyampaikan bahwa setibanya di Kairo, Tim akan langsung bergerak menuju Perbatasan Rafah untuk mencoba masuk ke Gaza. “Kami berharap dengan izin yang ada, Tim bisa segera masuk ke Jalur Gaza. Koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan KBRI Kairo terus kami lakukan,” ujar Faried. “Mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar perjalanan ini diberi kelancaran, kemudahan dan keselamatan,” tambah relawan yang juga mengomandoi pembangunan tahap pertama RS Indonesia, Gaza. RS Indonesia merupakan karya anak bangsa yang sepenuhnya dibangun dari donasi rakyat Indonesia. Terletak di Bayt Lahiya, sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel, RS Indonesia menjadi pusat rujukan utama bagi masyarakat di wilayah Jalur Gaza bagian utara. Berdiri di atas tanah wakaf seluas 1,6 hektar, bangunan RS Indonesia terdiri dari 2 lantai dan 1 lantai basement dengan kapasitas 100 tempat tidur, 4 kamar operasi, 10 bed ICU, Ruang Radiologi, Laboratorium, Bank Darah, IGD yang dilengkapi peralatan medis terbaik saat ini, sudah kewalahan menampung pasien yang datang berobat. Kapasitas 100 tempat tidur sudah tidak mencukupi untuk memberikan perawatan kepada pasien yang membutuhkan. Untuk itu, pengembangan RS Indonesia akan dilakukan berupa pembangunan dua lantai tambahan guna menambah kapasitas ruang perawatan dan membuka departemen serta layanan medis baru juga pengadaan peralatan kesehatan. Waktu yang dibutuhkan untuk diperkirakan 1 hingga 1,5 tahun. Selama proses pembangunan, pelayanan di RS Indonesia akan berjalan seperti biasa. Jakarta, 22 Februari 2019 Divisi Humas MER-C Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061 BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111925 BNI Syariah, 081.119.2973 BRI, 033.501.0007.60308 Bank Muamalat, 301.00521.15 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info : Website : www.mer-c.org Call Center : 0811990176 FB : MER-C Indonesia IG : @mercindonesia Twitter : @mercindonesia #mercforgaza #tahap2RSIndonesiaGaza #beapartofhistory
MER-C sampaikan perkembangan RS Persahabatan Indonesia-Myanmar kepada Menlu

Bantuan Kemenlu dalam proses pembangunan RS di Myamnar sangat luar biasa yang kami rasakan Jakarta (ANTARA News) – Organisasi relawan kesehatan “Medical Emergency Rescue Committee” (MER-C) Indonesia di Jakarta, Selasa bertemu dengan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, untuk menyampaikan perkembangan Rumah Sakit Persahabatan Indonesia-Myanmar. Menlu didampingi Direktur Timur Tengah Kemenlu Sunarko dan Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga Menlu Ronny P Yuliantoro, menerima anggota Presidium MER-C Indonesia dr Sarbini Abdul Murad, didampingi Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris dan relawan senior MER-C Luly Larissa Agiel, di ruang kerjanya di Pejambon. “Bantuan Kemenlu dalam proses pembangunan RS di Myamnar sangat luar biasa yang kami rasakan,” kata Sarbini Abdul Murad, dokter Indonesia pertama yang berhasil masuk ke garis depan Gaza saat konflik Palestina-Israel pada 2008-2009 itu. Karena itu, pihaknya — yang secara kolaboratif dikerjakan bersama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) — dengan dukungan pemerintah Indonesia dan Myanmar itu, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya Kemenlu. Menlu Retno Marsudi dalam diskusi dengan tim MER-C itu menyampaikan bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla — yang juga menjabat Ketua Umum PMI — memberikan arahan dan usulan nama RS tersebut nantinya adalah “Rumah Sakit Persahabatan Indonesia-Myanmar”. “Hari ini kita cocok-cocokkan data. Di New York, AS, akan ada debat mengenai Myanmar, pada 22 Januari nanti. Indonesia akan menekankan aspek kemanusiaan, dan masukan dari MER-C hari ini akan saya jadikan informasi,” kata Menlu. Kepada Menlu, Sarbini memaparkan bahwa perkembangan pembangunan RS tersebut, hingga akhir Desember 2018 sudah mencapai lebih dari 70 persen. “Mudah-mudahan bisa segera dirampungkan sehingga targetnya pada Februari 2019 bisa diresmikan Wapres Jusuf Kalla,” kata dokter putra asli Aceh itu. Ia juga menjelaskan pada Kamis (13/12/2018), Wapres Jusuf Kalla menerima MER-C di Kantor Istana Wakil Presiden, Jakarta. Kepada Wapres dilaporkan perkembangan RS yang sudah dibangun sejak November 2017 itu dengan segala kendala dan dinamika yang muncul di lapangan, termasuk melesetnya target penyelesaian pembangunan, mengingat lokasinya berada di daerah konflik. Area pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) yang luasnya lebih dari 7.000 meter persegi berada di Myaung Bwe Village, Mrauk U Township, Rakhine State, Myanmar itu, menurut Sarbini, menghabiskan dana di kisaran Rp28-Rp30 miliar. Dalam pengerjaan pembangunan RS itu, tenaga kerja yang dilibatkan adalah dari beragam unsur, baik dari kalangan umat Muslim dan Buddha di negara itu. Dikemukakannya bahwa RS tersebut nantinya mirip seperti pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) strata purnama, yakni dengan akreditasi tertinggi. Pembangunan RS itu hanya diperbolehkan setingkat puskesmas purnama oleh Pemerintah Myanmar karena Rakhine State masih rawan konflik. Walaupun hanya setingkat puskesmas strata purnama, di RS tersebut sudah memiliki ruang radiologi, dua ruang bedah, dan sebanyak 32 tempat tidur, demikian Sarbini Abdul Murad. Pewarta: Andi JauharyEditor: Edy SujatmikoCOPYRIGHT © ANTARA 2019 Sumber : https://www.antaranews.com/berita/787840/mer-c-sampaikan-perkembangan-rs-persahabatan-indonesia-myanmar-kepada-menlu
MER-C Lanjutkan Misi Kemanusiaan untuk Palu

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Diawal tahun 2019, MER-C kembali mengirimkan enam relawannya ke Palu, Sulawesi Tengah, wilayah pasca bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi. Kali ini fokus kegiatan adalah capacity building dalam rangka meningkatkan pemahaman dan wawasan mengenai kebencanaan. Dr. Hadiki Habib, SpPD selaku koordinator kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah lanjutan misi kemanusiaan MER-C dalam bentuk capacity building terhadap mitra lokal MER-C di Palu, yaitu RS Sis Aljufrie dan Yayasan Al Khairaat. Capacity building dilakukan dalam bentuk dua kegiatan, yaitu seminar dan pelatihan yang berlangsung selama dua hari, pada Sabtu – Minggu/5-6 Januari 2019. “Volunteer on Disaster” menjadi tema seminar yang dipilih oleh MER-C. Bertempat di Aula Ibnu Sina FK Al Khairaat Palu, seminar diikuti oleh sekitar 100 peserta yang berasal dari mahasiswa, staf Fakultas Kedokteran dan staf RS Sis Aljufrie Palu. Selain Presidium MER-C, dr. Arief Rachman, SpRad, yang memberikan pemaparan mengenai “Jihad Profesi dan Initial Assessment of Disaster”, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Reni Lamdjido, SpPK, juga turut hadir sebagai narasumber yang menyampaikan materi “Peran Klaster Kesehatan dalam Mengelola Relawan Bencana”. Narasumber lainnya adalah Drg. Lutfiah Sahabuddin, MKM, Pembantu Dekan 3 FK Al Khairaat yang memaparkan mengenai “Peran Mahasiswa sebagai Relawan Bencana Palu”. Kegiatan capacity building dilanjutkan esok harinya, Minggu/6 Januari 2019 dengan pelatihan BHD (Bantuan Hidup Dasar) dan AED (Automatic External Defibrilator) di RS Sis Al Jufrie. Peserta terdiri dari dokter, perawat dan staf non medis rumah sakit dengan total 60 orang. Harapannya ke depan akan dilaksanakan lagi kegiatan “Community Based Disaster Awareness” di Palu yang melibatkan peserta yang lebih luas. Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C Indonesia |Sebuah Amanah bagi Kemanusiaan untuk Orang-orang yang Paling Membutuhkan|
Misi Kemanusiaan bagi Korban Tsunami Banten

Jumat/28 Des 2018 sekitar pkl 11 tadi malam, Tim ke-2 MER-C berangkat menuju kec. Sumur, Pandeglang untuk melanjutkan misi kemanusian bagi korban tsunami di Banten. Tim tediri dari 13 relawan dengan berbagai keahlian, yaitu dokter spesialis penyakit dalam, dokter umum, perawat, logistik dan dokumentasi. Tim berangkat dengan menggunakan 3 unit mobil double cabin dan 1 unit Isuzu Panther, disamping itu disiapkan juga 1 unit motor trail untuk menambah daya jelajah menembus daerah bencana yang masih terisolir dan terpencil. Dalam misi ke-2 ini, tim akan mengantisipasi turunnya korban-korban yang mengungsi ke perbukitan di belakang pantai sepanjang Sumur – Tamanjaya, juga mengunjungi titik di Desa Paniis, Desa Dungus dan Desa Gunung Priuk yang dalam kunjungan sebelumnya diketahui menjadi kantong pengungsian. Selain membawa bantuan obat-obatan, tim juga membawa bantuan logistic, jilbab, sarung serta masker bantuan dari para donatur yang akan disalurkan langsung kepada para korban. Masa tugas tim ke-2 direncanakan selama 6 hari ke depan hingga hari Kamis/3 Januari 2018. Sementara itu, saat ini MER-C masih mendalami informasi kebutuhan bantuan bagi masyarakat terdampak di wilayah Lampung Selatan dan sekitarnya untuk rencana penyaluran bantuan ke wilayah ini. Info :Website : www.mer-c.orgCall Center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaInstagram : @mercindonesia Rekening Donasi Misi Kemanusiaan untuk Korban Tsunami Banten – Lampung : BCA, 686.0099339 BSM, 701.5658.899 BNI Syariah, 303.2000.922 Semua Rekening atas nama:Medical Emergency Rescue Committee |Sebuah Amanah bagi Kemanusiaan untuk Orang-orang yang Paling Membutuhkan|
MER-C: Pembangunan RS Indonesia di Rakhine Myanmar Capai 80 Persen

JAKARTA, KOMPAS.com – Medical Emergency Rescue Committe (MER-C) menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (13/12/2018). Kedatangan rombongan Mer-C adalah untuk melaporkan perkembangan pembangunan Rumah Sakit Persahabatan Indonesia- Myanmar di Rakhine State. “Kami barusan ketemu Pak Wapres melaporkan pogres pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Myanmar. Nah sekarang rumah sakit ini sudah hampir 80 persen. Kami melaporkan perkembangan dengan segala kendala dinamika yang muncul di lapangan,” kata Presidium MER-C Sarbini Abdul Mirad usai menemui Kalla. Sarbini menambahkan, rumah sakit yang sudah dibangun sejak November 2017 itu masih belum rampung lantaran sejumlah kendala di daerah konflik. Selain itu, kendala yang dihadapi ialah minimnya SDM yang bisa direkrut untuk membangun rumah sakit tersebut. Kendala lainnya adalah minimnya material bangunan. Namun demikian, kata Sarbini, pihaknya bisa mengatasi dua kendala itu meskipun waktu pembangunan menjadi lebih lama. Ia menambahkan rumah sakit tersebut nantinya mirip seperti puskesmas strata purnama (akreditasi tertinggi). Ia menambahkan pihaknya hanya diperbolehkan membangun rumah sakit setingkat puskesmas purnama oleh Pemerintah Myanmar karena Rakhine State masih rawan konflik. Meski hanya setingkat puskesmas strata purnama, rumah sakit tersebut sudah memiliki ruang radiologi, dua ruang bedah, dan 32 tempat tidur. Nantinya, rumah sakit tersebut akan dioperasionalkan oleh dokter dan tenaga medis dari Myanmar.Sarbini mengatakan, pihaknya juga bersedia memberikan pelatihan kepada para dokter dan tenaga medis lokal untuk mengoperasionalkan rumah sakit itu. Dana yang dihabiskan untuk pembangunan rumah sakit tersbut diperkirakan mencapai Rp 28 miliar. “Mudah-mudahan kami prediksikan pada bulan dua tahun ke depan ini rumah sakit kami serahkan, resmikan, dan kami minta kepada Bapak Jusuf Kalla untuk meresmikan rumah sakit ini. Kombinasi MER-C, PMI, Walubi. Ya mudah-mudahan bisa selesai,” lanjut Sarbini. Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2018/12/13/14020611/mer-c-pembangunan-rs-indonesia-di-rakhine-myanmar-capai-80-persen. Penulis : Rakhmat Nur HakimEditor : Krisiandi
MER-C Update : Misi Palu – Donggala – Sigi

Hingga hari ke-32 pasca bencana yang mengguncang Sulawesi Tengah, Tim MER-C terus menjalankan misi kemanusiaan di wilayah ini. Selasa (30/10), dari posko utama di RS Sis Al Jufri di kota Palu, Tim MER-C menuju Desa Apemaliko, kec. Sindue, kab. Donggala, salah satu wilayah yang terkena bencana. Tim MER-C memberi bantuan pengobatan kepada warga korban bencana dengan jumlah pasien 40 orang. Selain pengobatan, Tim juga memberikan bantuan logistik berupa sleeping bag 150 pcs, selimut 200 pcs, pampers anak 1 dus, pembalut dan pampers dewasa 1 dus serta tenda 12 unit. Sementara, di wilayah terdampak bencana lainnya di Sulawesi tengah, tepatnya di wilayah pengungsian desa Sibalaya Utara, kec. Tanambulava, kab. Sigi, program rekonstruksi terus berlangsung. Sebanyak 12 relawan dari Divisi Konstruksi tengah melakukan pembangunan 30 MCK yang dibagi menjadi 3 titik dan instalasi air bersih. Pembangunan MCK diutamakan karena hanya terdapat 1 MCK untuk melayani sekitar +300 KK yang saat ini menempati wilayah pengungsian Sibalaya Utara. “Kondisi memprihatinkan ini menjadi perhatian Tim MER-C. Jangan sampai kondisi ini berlanjut dan menyebabkan bencana kesehatan berikutnya,” ujar dr. Arief Rachman, SpRad, Presidium MER-C. “Wilayah pengungsian di desa Sibalaya Utara inj juga akan menjadi wilayah binaan MER-C ke depan,” tambahnya. Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi dan Tsunami di Palu – Donggala – Sigi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Webiste : www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176IG : @mercindonesia #mercpedulipaludonggalasigi
Gaza Diserang, RS Indonesia Alami Kerusakan

MER-C Update Sejak malam hari hingga detik ini, Sabtu/27 Oktober 2018, militer zionis Israel masih menggempur sejumlah wilayah di Jalur Gaza. Reza Aldilla Kurniawan, relawan MER-C di Gaza melaporkan bahwa beberapa waktu yang lalu pesawat tempur F16 Israel mengirim tidak kurang dari lima roket yang jatuh tidak jauh dari lokasi RS Indonesia yang berada di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina. Dentuman keras kelima roket tersebut menyebabkan guncangan keras di area sekitar, bahkan mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian RS Indonesia. Ruangan yang mengalami kerusakan di antaranya ruangan kantor administrasi, toilet, koridor, ICU, dan lainnya. Reza yang saat itu berada di dalam bangunan Wisma Rakyat Indonesia yang terletak di belakang RS Indonesia mengatakan guncangan terasa besar sekali. “Guncangan besar sekali, debu-debu jatuh dari atap. Saya langsung keluar dari wisma dan melihat kondisi Rumah Sakit Indonesia mengalami kerusakan di beberapa bagian,” ungkapnya. Akibat pengeboman yang terjadi di dekat RS Indonesia, pasien-pasien dipindahkan dan ditempatkan di lorong-lorong yang aman untuk menjaga keselamatan mereka. Sampai berita ini dibuat, menurut Reza, suara deru pesawat tempur masih terdengar jelas mengitari langit Gaza. Bantuan dan Donasi untuk RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina: BCA, 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111.925 Bank Syariah Mandiri, 700.1352.061BNI Syariah, 081.119.2973 BRI, 033.501.0007.60308Bank Mualamat Indonesia, 358.000.1720 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info : Webiste : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 IG : @mercindonesia.
MER-C Mulai Program Rekonstruksi di Palu

Selain berfokus memberi bantuan pengobatan bagi korban bencana di Palu, hal lainnya terkait kesehatan juga turut menjadi perhatian Tim MER-C. Salah satunya masalah sanitasi di wilayah pengungsian atau terdampak bencana karena sanitasi yang buruk dapat mengakibatkan bencana kesehatan lainnya. Setelah menyusuri berbagai wilayah terdampak bencana khususnya di kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, MER-C menemukan wilayah pengungsian yang masih sangat membutuhkan perhatian karena fasilitas umum dan sanitasi lingkungan yang memprihatinkan. Adalah desa Sibalaya, yang terletak di kecamatan Tanambulava, kabupaten Sigi, wilayah yang terkena bencana pergerakan tanah yang membuat banyak rumah warganya bergeser dan hancur. Terdapat sekitar 100 KK atau sekitar + 500 jiwa yang menempati wilayah pengungsian ini yang berasal dari Sibalaya Utara dan Sibalaya Selatan. Dengan jumlah warga sebanyak itu, wilayah pengungsian di Sibalaya Utara hanya memiliki satu MCK dan air bersih pun sulit. Kondisi yang memprihatinkan ini, mendorong MER-C menurunkan Tim Konstruksi ke Sigi pada Senin/22 Oktober 2018. Tim langsung melakukan peninjauan ke lapangan dan memutuskan bahwa MER-C akan membangun MCK di wilayah pengungsian Sibalaya Utara sebanyak 3 titik. Hal ini disampaikan oleh Ir. Faried Thalib, Ketua Tim Konstruksi MER-C untuk Palu. “Kami sudah ke Sibalaya Utara untuk meninjau langsung kondisi pengungsian di sana. Sesuai assessment awal, keberadaan MCK memang sangat dibutuhkan. Melihat luasnya wilayah dan jumlah pengungsi yang ada, kami memutuskan untuk membangun MCK di satu titik. Dua titik terdiri dari masing-masing 6 WC dan 6 kamar mandi bagi pria dan wanita, sementara satu titik lagi terdiri dari 3 WC dan 3 kamar mandi bagi wanita dan pria,” jelas relawan yang merupakan Meskipun di wilayah pengungsian, menurutnya MCK yang dibangun adalah MCK permanen, yaitu dengan konstruksi batu kali, kolom baja, dan diplester. “Kami ingin MCK yang dibangun manusiawi bagi para korban. Untuk itu kami membuat MCK permanen karena bencana besar ini pastinya akan membutuhkan waktu cukup lama untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi,” tambahnya. Bantuan MCK akan dibangun oleh relawan dari Divisi Konstruksi MER-C dengan jumlah relawan 12 orang sudah berada di lokasi. Lama pengerjaan diperkirakan selama satu hingga 2 minggu ke depan. Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi dan Tsunami di Palu – Donggala – Sigi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339 BSM, 701.5658.899 BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee Info : Webiste : www.mer-c.org FB : MER-C Indonesia Call Center : 0811990176 IG : @mercindonesia #mercpedulipaludonggalasigi
Akses Jalan Tertutup Longsor, Tim MER-C Tertahan di Kulawi

MER-C UPDATE Tim relawan dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tertahan di kecamatan Kulawi, salah satu wilayah di kabupaten Sigi yang terkena bencana gempa bumi. Sedianya pasca melakukan pengobatan, hari ini, Ahad/21 Oktober 2018, tim dijadwalkan kembali ke posko di RS Sis Al Jufri di Kota Palu. Namun hujan deras yang mengguyur Kulawi mengakibatkan longsor kembali melanda sejumlah titik dan memutus akses jalan dari dan menuju Kulawi. Koordinator Lapangan MER-C di Palu, Khoirul Mustafa membenarkan bahwa Tim MER-C saat ini tertahan di Kulawi. Ada 12 relawan yang sedang bertugas di sana, terdiri dari 2 dokter, 1 bidan, 3 perawat, 2 supir dan 4 logistik. Tim berangkat dari posko di RS Sis Al Jufri kota Palu sejak Sabtu pagi/20 Oktober 2018. Kecamatan Kulawi dipilih sebagai wilayah sasaran mobile clinic Tim MER-C karena akses masuk ke lokasi yang sulit dan warga korban gempa yang belum tersentuh pengobatan. “Kulawi kami pilih karena berdasarkan informasi wilayah ini belum tersentuh bantuan pengobatan. Banyak pasien-pasien korban gempa yang mengalami patah tulang harus dirujuk ke RS. Karena akses yang sulit, harus melewati longsoran-longsoran, akhirnya pasien-pasien dibawa dengan helikopter,” ujar Mustofa. Menurut Mustofa, sehari sebelumnya, MER-C menurunkan tim assessment untuk mengecek akses ke Kulawi dan menilai kebutuhan warga korban gempa. “Kami melakukan assessment terlebih dahulu ke Kulawi untuk memastikan akses yang akan dilalui tim medis nanti. Alhamdulillah jalan yang terkena longsor saat itu sudah dibersihkan dan sudah bisa dilalui mobil,” tambah Mustofa, relawan yang sudah bertugas ke berbagai wilayah bencana di Indonesia. Sebanyak 12 relawan akhirnya menuju Kulawi pada Sabtu pagi/20 Oktober 2018 dengan menggunakan 3 armada. Selain membawa bantuan obat-obatan, tim juga membawa bantuan tenda dome 25 unit, pampers, pakaian dan perlengkapan bayi, sarung serta mukena. Setibanya di Kulawi tim langsung melakukan pelayanan pengobatan bagi warga desa Matauwe dan pada hari ini tim melanjutkan kegiatan pengobatan di desa Boladongko. Hingga saat ini semua relawan MER-C dalam kondisi aman dan menginap di masjid setempat. Tim masih menunggu informasi akses jalan dapat dilewati untuk dapat kembali posko di kota Palu. Sambil menunggu, tim akan memaksimalkan waktu dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Sementara itu, MER-C Indonesia akan terus menurunkan tim relawannya ke wilayah bencana di Palu hingga beberapa waktu ke depan. Pada hari Senin besok/22 Oktober 2018, Tim dari Divisi Konstruksi MER-C akan bertolak ke Palu untuk menilai program rekonstruksi yang dapat dilakukan. Menyusul pada hari Selasa/23 Oktober 2018, akan dikirimkan tiga relawan dokter yang akan bertugas selanjutnya ke Palu. Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi dan Tsunami di Palu – Donggala – Sigi dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Webiste : www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176IG : @mercindonesia #mercpedulipaludonggalasigi
Tim Mobile Clinic MER-C Rujuk Korban Patah Tulang

#Update Misi Kemanusiaan MER-C untuk Palu – Donggala# Jum’at/5 Oktober 2018, Tim MER-C memulai program mobile clinic dan case finding menyusuri wilayah-wilayah terdampak gempa di Palu yang belum terjangkau bantuan. Tim yang terdiri dari Dr Lia Rahmarini, Dr. Ahmad Azam Hisabullah, Islamiyah Samaun, Rita Tambunan, Shaleh Obew dan Mochamad Gurhana menuju wilayah tujuan _mobile clinic_ yaitu desa Sidera, kecamatan Sigi Sidomaru, kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Selain membawa bantuan obat-obatan, tim juga membawa bantuan makanan dan minuman. Desa Sidera berada sekitar 30 km dari kota Palu. Perjalanan ke desa ini ditempuh sekitar 1 jam dari posko MER-C di RSU Sis Aljufri. Tim melakukan pengobatan di tiga dusun, yaitu dusun Satu, dusun Dua dan dusun Tiga di desa Sidera. Jumlah pasien di desa ini mencapai 50 orang. Selain memberikan bantuan pengobatan, Tim juga menemukan warga korban gempa yang mengalami patah tulang. Terdapat tiga pasien kasus patah tulang yang kemudian dirujuk ke RSU Sis Aljufri. Desa Sidera bersebelahan dengan desa Petobo, Jonooge dan Kabobona yang hancur 100 persen akibat likuifaksi. Kepala desa Sidera, Al-Maswir mengatakan korban yang meninggal di desanya berjumlah 6 orang. Sementara ratusan lainnya mengalami luka berat dan ringan. Disela-sela kegiatan pengobatan, salah satu warga, bernama Ibu Dewi, sempat menuturkan kisah dukanya kehilangan suami tercinta saat gempa menerjang desanya Jum’at pekan lalu. Kisah selengkapnya :https://minanews.net/selamatkan-istri-dan-anaknya-dari-gempa-zaenal-abidin-rela-syahid/ Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi dan tsunami di Palu – Donggala dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Webiste : www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176IG : @mercindonesia #mercpedulipaludonggala#rssisaljufricrisiscenter