MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Dubes RI untuk Myanmar Kunjungi RS Indonesia di Rakhine

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Myanmar Prof. Dr. Iza Fadri mengunjungi lokasi pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Myaung Bwe Village, Mrauk U Township, Rakhine State, Myanmar, Selasa (3/7). Didampingi sekretaris duta besar dan sejumlah staf, Duta Besar yang baru menjabat sejak Maret 2018 meninjau langsung pembangunan RS Indonesia dan menyatakan kegembiraanya atas terlaksananya proyek tersebut, serta berharap akan sangat bermanfaat untuk warga di sekitar lokasi. “Saya sangat gembira. Karena proyek ini benar-benar diperuntukan bagi masyarakat di sekitar dan difikirkan secara matang sehingga efektif dan efisien,” kata mantan gubernur PTIK tersebut. Lebih lanjut mantan Kapolda Sumatera Selatan (2014) itu menyatakan bahwa rumah sakit ini benar-benar telah difikirkan kemanfaatannya, sehingga bengunan tersebut sudah sangat tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat Rakhine. “Kita tahu ketika membangun sesuatu itu harus sesuai dengan kebutuhannya. Setelah saya mengecek, dan saya juga berdiskusi dengan manager proyeknya bahwa itu sudah difikirkan, itu nanti akan sangat bermanfaat untuk masyarakat Myanmar,” katanya. Lulusan Akademi Kepolisian angkatan 85 ini pun mengharapkan dengan didirikanya Rumah Sakit Indonesia bisa menambah erat hubungan kedua negara. “(RS Indonesia) Ini juga akan menambah hubungan baik kita dengan Myanmar ke depan sehingga menambah ikatan serta akan terus dikenang,” ujarnya. Kedatangan Duta Besar ini disambut oleh Ketua Divisi Konstruksi MER-C yang sekaligus juga Manajer Proyek RSI, Dr. Ir. Idrus M. Alatas, MSc. Idrus yang sudah berpengalaman membangun di daerah konflik termasuk RS Indonesia di Gaza Palestina tersebut menyatakan bahwa diharapkan RS ini akan selesai pada akhir tahun 2018. Selain mengunjungi RS Indonesia, rombongan Dubes dan MER-C juga mengunjungi dua camp pengungsi yang ada di Sittwe, ibukota Rakhine State, 150 km dari Mrauk U Township. Dubes juga melakukan dialog langsung dengan muslimin di dua camp pengungsi tersebut. Dia berpesan agar kaum muslimin bisa bersabar dalam menghadapi ujian dan konflik yang terjadi. “Di Indonesia juga terdiri dari berbagai macam etnis, dan setiap ada konflik, Indonesia bisa menyelesaikannya sendiri, mudah-mudahan Myanmar juga bisa menyelesaikan konfliknya sendiri,” ujarnya. Dubes juga menyerahkan bantuan sejumlah beras kepada para pengungsi tersebut. Bantuan yang secara simbolis diserahkan kepada perwakilan para pengungsi di Sittwe. Info:Website : www.mer-c.orgFacebook : MER-C IndonesiaInstagram : @mercindonesiaHP : 0811990176

Hujan Deras, Pengecoran Lantai 2 RSI Sempat Tertunda

Musim penghujan mulai melanda Myanmar. Hujan deras mengguyur Rakhine State, Myanmar, termasuk di wilayah pembangunan RS Indonesia, tepatnya di desa Myaung Bwe, Mrauk U township. Hujan deras yang terjadi berhari-hari menyebabkan banjir di berbagai wilayah. Jalan antara Rakhine – Yangon bahkan terputus akibat terendam banjir. Material H-Beam serta lebih dari 40 pekerja RS Indonesia yang akan melakukan pekerjaan pengecoran juga tertahan tidak dapat melintas. Pekerjaan pengecoran pun harus ditunda selama beberapa hari. Untunglah pada hari Senin/18 Juni 2018, cuaca mulai bersahabat. Kondisi ini langsung dimanfaatkan untuk memulai pekerjaan pengecoran lantai 2 RS Indonesia. Ir. Nur Ikhwan Abadi dan Ir. Ahmad Fauzi mengarahkan dan mengawasi pekerjaan pengecoran yang dilakukan oleh kontraktor lokal. Puluhan pekerja dari warga lokal terlibat dalam proses ini. Namun kali ini, tidak hanya kaum laki-laki, kaum wanita juga turut bekerja di lokasi pembangunan, demi membantu menafkahi keluarga. Alhamdulillah dalam waktu 3 hari, pada hari Rabu/20 Juni 2018, pengecoran lantai 2 RS Indonesia selesai. Dukungan dan donasi bagi program ini dapat disalurkan melalui : BCA, 686.028.0009 BSM, 700.1306.833Mandiri, 124.000.8111.982 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info:Website : www.mer-c.orgCall Center : 0811990176Instagram : @mercindonesiaFacebook : MER-C Indonesia

Cerita Relawan Medis Indonesia Bertaruh Nyawa di Jalur Gaza

tirto.id – Rumah sakit itu bernama Shifa. Letaknya berada di Gaza Tengah, Palestina. Pada halaman rumah sakit terbesar di Gaza itu, terdapat sebuah tenda yang didirikan memanjang, menutupi berbagai benda-benda hasil perang dari terik matahari.   Kementerian Luar Negeri Indonesia diminta melakukan perlindungan terhadap para relawan Indonesia yang bertugas di Palestina.   Benda-benda itu di antaranya tiga bangkai ambulans yang dipajang sebagai pesan kepada sejumlah relawan medis dari berbagai negara: serangan kepada pekerja kemanusiaan selalu bisa terjadi di Gaza. “Jadi dipajang juga pecahan bom, mortar yang tidak meledak, kemudian jas putih petugas medis yang terluka, beberapa foto lokasi sekolah yang kena bom, lokasi perumahan yang dihujani bom,” kata Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia Arief Rachman kepada Tirto, Kamis (7/6/2018). Arief merupakan salah satu dokter yang sempat bertugas di Gaza. Ia menjalani peran sebagai relawan kemanusiaan di daerah konflik itu pada Januari hingga awal Mei 2010. Waktu itu, ia bertugas bersama dokter spesialis penyakit dalam, dokter bedah, dan dokter bedah syaraf. Arief merupakan satu-satunya dokter umum dari MER-C yang ditugaskan ke Gaza saat itu. Arief mengatakan relawan dari berbagai negara yang hendak membantu di Gaza langsung ditempatkan di RS Shifa. Penempatan mereka diatur Kementerian Kesehatan Palestina. Dokter spesialis ditempatkan di rumah sakit yang memiliki fasilitas bedah, sementara dokter umum bertugas di unit gawat darurat (UGD). Para dokter dapat berpindah-pindah rumah sakit dalam menjalankan tugas asalkan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Palestina. Keamanan Tenaga Medis Meski konflik bersenjata antara pejuang Palestina dan tentara Israel berkecamuk Arief merasa keamanannya tetap terjamin. Ini karena menurutnya pemerintah Palestina selalu melindungi para relawan. “Selama teman-teman mematuhi rambu-rambu yang diberikan staf dari kementerian, Insya Allah aman. Biasanya kalau memang kami mau bertugas ke RS tertentu dan perlu ke sana, biasanya akan diantar. Kemudian kalau pergi cuma sebentar, 3-4 jam, si sopir akan menunggu. Tapi kalau full shift, nanti si sopir akan menjemput,” ujar Arief. Dokter dari MER-C itu menyebut, fasilitas kesehatan di Gaza tak sebagus apa yang biasa ditemui di Indonesia. Bahkan tak ada fasilitas kesehatan setara puskesmas di sana. Namun, warga Palestina di Gaza bisa berobat gratis bila menggunakan fasilitas di klinik atau rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan pemerintah. Meski kerap merasa aman, Arief mengaku bahwa ia juga kadang takut mendengar dentuman bom dan suara pesawat yang terbang rendah. Ia sering mendengar suara bom dari tentara Israel di beberapa lokasi yang diduga menjadi markas Pejuang Hamas. Kaget Mengetahui Nasib Pekerja Kemanusiaan Arief kaget saat mengetahui ada relawan medis di Gaza yang tewas ditembak tentara Israel. Sebab menurutnya serangan terhadap tenaga medis tak dibenarkan meski dalam kondisi perang. Hal ini sesuai isi dari Konvesi Jenewa. Pokok keempat Konvensi Jenewa menyatakan, menembaki petugas medis termasuk kejahatan perang. Dilarang keras pula menyerang rumah sakit, klinik, atau ambulans. Aturan yang sama ditegaskan kembali pada 2016 lewat Resolusi Dewan Keamanan PBB 2286 yang disponsori lebih dari 80 negara, termasuk Israel. “Diskusi saya dengan beberapa dokter di sana, hal itu [penembakan] sering terjadi di Gaza. Ambulans yang membawa korban sering ditembaki. Bahkan seorang warga di Gaza Utara bercerita, ketika perang itu ambulans tak bisa masuk untuk ambil korban. Sehingga terpaksa warga mengantar korban ke Gaza dengan kereta keledai,” kata Arief. Sepengetahuan Arief, hingga kini belum ada tenaga medis asal Indonesia yang menjadi korban di Gaza. Namun, ia berharap tak ada lagi korban baik dari warga sipil maupun pekerja kemanusiaan di Gaza. Arief berkata, peran Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk mengamankan tenaga medis dan pekerja kemanusiaan di Gaza sangat dibutuhkan. Ia meminta pemerintah melalui Kemenlu selalu memberi bantuan untuk relawan yang hendak pergi ke Gaza. Sebab tidak mudah untuk masuk ke Gaza, harus mendapat izin dari Mesir dan Israel. “Pengalaman kami, sebelum memberangkatkan tim ke Gaza selalu koordinasi dengan Kemenlu dan kedubes Indonesia di Kairo agar menyampaikan info untuk audiensi dengan kedubes Mesir. Jika ketiga [pihak] sudah beri lampu hijau, akan besar kemungkinan bisa masuk [ke Gaza],” katanya. Nasib relawan kemanusiaan di Jalur Gaza mendapat sorotan usai Razan Najjar, seorang paramedis asal Palestina meninggal. Perempuan berusia 21 tahun itu tewas karena timah panas tentara Israel bersarang di tubuhnya saat hendak menolong korban unjuk rasa, Jumat (1/6/2018). Ia ditembak di dadanya hingga peluru menembus punggung. Awalnya Razan diduga tak menyadari terkena tembakan, tapi ia mulai menangis dan berkata ‘punggungku, punggungku’ sebelum jatuh ke tanah. Proses pemakaman Razan pada Sabtu (2/6/2018) waktu setempat dihadiri ribuan warga Palestina. Para petugas media mengenakan seragam putih, berbaris dalam prosesi pemakaman. Razan Najjar menjadi perempuan kedua yang tewas di perbatasan Gaza dan Israel sejak protes massal yang dimulai pada awal Maret lalu. Perempuan pertama yang tewas adalah seorang pengunjuk rasa yang masih remaja. Ia juga menjadi warga Palestina ke-119 yang tewas sejak gelombang protes di Gaza dimulai pada Maret 2018. Data yang dikompilasi oleh Medical Aid for Palestinians (MAP) pada Oktober 2017 menunjukkan, sejak 2008 ada 145 petugas medis di Jalur Gaza yang terluka atau terbunuh oleh serangan militer Israel. Kebanyakan di antaranya berstatus sebagai sopir mobil ambulans. Pengamat Internasional dari Universitas Indonesia Yon Machmudi berpendapat, jatuhnya korban jiwa dari kalangan pekerja kemanusiaan di Gaza selama ini terjadi karena kesalahan Israel. Menurutnya, Israel tak bisa membedakan siapa saja orang yang berperan sebagai pekerja kemanusiaan dan lawannya saat di Gaza. “Ini saya kira persoalan ada di pihak Israel yang dalam beberapa hal tidak mengindahkan aturan-aturan internasional berkaitan dengan konflik dan perang,” ujar Yon. Ketua Program Studi Pascasarjana Kajian Timur Tengah UI itu menyarankan Indonesia terus menyerukan dunia internasional untuk menekan Israel. Menurutnya, harus ada sanksi dan peradilan yang digelar karena kebiasaan Israel menembak pegiat kemanusiaan atau wartawan di daerah konflik. “Karena kalau tidak ada tekanan, dan didukung dunia internasional, maka peristiwa ini akan berulang terus. Karena itu Indonesia melalui PBB atau OKI [Organisasi Konferensi Islam] harus terus mempersoalkan pelanggaran yang dilakukan Israel,” ujarnya. Yon juga menyerukan agar Indonesia berani memutus hubungan bisnis dan perdagangan dengan Israel. Menurutnya, hal itu paling mungkin dilakukan karena tak ada hubungan diplomasi resmi Indonesia dengan Israel hingga kini. Pendapat senada disampaikan pengamat internasional dari LIPI Dewi Fortuna Anwar. Eks Deputi Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) LIPI menyebut, seharusnya Indonesia tidak melakukan

MER-C Gaza Salurkan Bantuan Ramadhan dari Rakyat Indonesia

Pada tahun ini, MER-C kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat Indonesia untuk menyalurkan bantuan Ramadhan bagi rakyat Gaza yang sedang mengalami masa sulit akibat blokade ditambah agresi Israel beberapa waktu terakhir.                                             Bantuan Ramadhan disalurkan dalam bentuk bantuan sembako dan bantuan buka puasa bagi keluarga yatim, syuhada dan dhuafa di Jalur Gaza.  “Alhamdulillah sebanyak 520 paket sembako sudah selesai kami distribusikan kepada warga yang membutuhkan khususnya di wilayah Gaza Utara dan Gaza Tengah. Paket sembako berisi beras, kurma, minyak goreng, gula, fasuliya, ful, adas dan ‘ajwah dibagikan langsung oleh para relawan MER-C di Gaza,” terang Reza, perwakilan relawan MER-C di Jalur Gaza. Reza menambahkan bahwa untuk bantuan ifthar akan dilakukan dengan mengumpulkan 1.000 anak yatim dan dhuafa untuk berbuka puasa bersama dengan relawan MER-C di Gaza. Diharapkan bantuan kali ini bisa turut memberi kebahagiaan bagi warga Gaza di bulan suci Ramadhan dan dalam menyambut hari raya Idul Fitri. Bantuan Ramadhan khususnya sembako akan terus disalurkan sesuai dengan donasi yang ada hingga menjelang hari raya Idul Fitri nanti. Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang sudah menyalurkan donasi untuk amanah Kemanusiaan Gaza melalui MER-C. Semoga menjadi catatan amal bagi para donatur dan mendapat balasan yang berkali lipat lebih baik dari ALLAH SWT. Aamiin yaa robbal aalamiin Dukungan dan donasi untuk Amanah Kemanusiaan Gaza, Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.290.5803BCA, 686.033.5555MANDIRI, 124.000.3753754 Semua rekening atas nama : Medical Emergency Rescue Committee   Info :Website : www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesiaCall Center : 0811990176    

Pembangunan RS Indonesia di Myanmar Capai 50 Persen

Enam bulan sudah sejak November 2017, RS Indonesia di Rakhine State memulai pekerjaannya, pada akhir Mei 2018 pekerjaan sudah mencapai 50 persen. Tiang-tiang penyangga dan sebagian atap sudah terpasang, dinding-dinding juga sudah nampak menutupi bangunan seluas 2.100 meter persegi. “Alhamdulillah, meskipun banyak kendala pembangunan RS Indonesia terus berjalan begitupun di bulan Ramadhan dan pada akhir Mei ini sudah mencapai sekitar 50 persen, semoga bisa cepat selesai,” kata Nur Ikhwan Abadi, relawan MER-C di lokasi proyek, Myaung Bwe Village, Mrauk U Town Ship, Rakhine State, Myanmar.   Dia menjelaskan bahwa dalam waktu dekat ini akan dilakukan pekerjaan pengecoran lantai dua dan pemasang dinding bata yang akan dikerjakan sebelum musim hujan datang. “Pekerjaan ke depan adalah pengecoran lantai 2 serta pekerjaan pemasangan dinding, dan juga tangga ram, kita masih kejar semoga sebelum puncak musim hujan tiba pertengahan Juni ini, bisa kita cor semua atap betonnya” jelas Ikhwan. “Pada Juni hingga Agustus curah hujan di Mrauk U mencapai puncaknya, sehingga akan berdampak terhadap proses pembangunan RSI,” terangnya. Ikhwan menambahkan sesuai jadwal diperkirakan pada akhir tahun 2018 ini pekerjaan RS Indonesia akan selesai. “Direncanakan akhir tahun ini selesai, kita berdoa mudah-mudahan tidak ada kendala berarti ke depannya, karena di awal-awal pembangunan, masalah keamanan, pekerja, cuaca ekstrim dan supply material cukup menjadi kendala pekerjaan,” ungkapnya. MER-C mengirimkan 4 relawan untuk mengawal proses pembangunan RS Indonesia di Myanmar, para relawan yang memang sudah berpengalaman dalam membangun RS di Gaza, Palestina, diantaranya, Ir. Nur Ikhwan Abadi (Insinyur Sipil), Ir. Ahmad Fauzi (Insinyur Sipil), kemudian Karidi (Ahli Mechanical dan Electrical), serta Wanto yang merupakan Kepala Tukang pada Pembangunan RS Indonesia di Gaza. Rumah Sakit Indonesia yang berada di Myaung Bwe Village, Mrauk-U Township, Rakhine State, Myanmar adalah sebuah langkah diplomasi kemanusiaan di dunia internasional kerjasama MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dan PMI (Palang Merah Indonesia). Dukungan dan donasi Sahabat bagi program pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui: Mandiri, 124.000.8111.982BSM, 700.130.6833BCA, 686.028.0009 Semua rekening atas nama: Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut: Website: www.mer-c.orgFacebook: MER-C IndonesiaCall Center: 0811990176 |Humanity for Peace||Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|

Sandi Uno Luncurkan Kaus Donasi untuk Bantu RSI di Gaza

Hari ini Senin 4 Juni 2016 di Balaikota DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno meluncurkan kaus bermotif sorban merah yang dinamai RED SANDI. Sandi Uno menyampaikan, “Saya dengar penjelasan dari MER-C bahwa kondisi Palestina makin memprihatinkan, dan peran Rumah Sakit Indonesia di Gaza buah ikhtiar warga Indonesia lewat MER-C makin penting, maka teman-teman coba luncurkan ide kreatif hari ini. RS Indonesia Gaza selalu ramai, dan akan dikembangkan terus.” Kaus yang didisain oleh ArMuf, Duo Designer A. Mufti dan Agus Hendrawan ini semula sudah merambah pasar ekspor ke Timur Tengah, mulai hari ini di jual di Bukalapak, “Sempat kita ekspor ke Doha dan Dubai, karena motif Sorban Ghutrah ini kan dari sananya terinspirasi garis, dan ornamen Padang Pasir, kebetulan MER-C butuh donasi sekalian diluncurkan Bang Sandi, Jadi deh namanya RED SANDI !” demikian Mufti menjelaskan. Mufti yang juga berprofesi sebagai konsultan, dan periset ini mengabarkan bahwa mulai pagi ini RED SANDI sudah bisa di pesan di Bukalapak dan click through lewat web MER-C. “Harganya didiskon jadi 126 ribu rupiah, harga termasuk donasi ke MER-C” tukas Mufti. Dr. Henry Hidayatullah, dan Tim yang hadir mewakili MER-C menjelaskan bahwa selain memberikan bantuan medis pada fase awal bencana atau tanggap darurat, di beberapa wilayah perang, konflik dan bencana skala besar, MER-C juga melakukan program bantuan yang bersifat jangka panjang. Salah satunya berupa pembangunan fasilitas kesehatan seperti Klinik Rawat Inap di wilayah pasca tsunami Aceh, Klinik Sosial di wilayah pasca gempa Bokoharjo Sleman Yogyakarta, RS Galela di wilayah histori konflik Maluku Utara, juga RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina dan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar. “Kita ingin warga Jakarta berperan lebih aktif untuk membangun RS Indonesia di Gaza bahkan Myanmar, Alhamdulillah Pak Sandi setuju kalau donasi lewat kaus ini Kick Off untuk kerja besar ke depan” tukas Dr. Henry. Bukalapak sebagai online marketplace terbesar di Indonesia turut memberikan dukungannya untuk pengembangan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Bukalapak memfasilitasi penjualan kaus Red Sandi mulai hari ini. “Kami di Bukalapak turut peduli dengan kondisi saudara-saudara kita di Gaza. Penjualan kaus Red Sandi di Bukalapak diharapkan dapat membantu pembangunan fasilitas kesehatan di sana. Masyarakat dapat membeli kaus ini hanya di Bukalapak dan tentunya dengan membeli kaus ini, masyarakat secara tidak langsung sudah ikut berpartisipasi dalam membangun Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Kaus dengan desain yang keren ini juga dapat menjadi pilihan buah tangan untuk sanak saudara ketika mudik ke kampung halaman”, ujar Fajrin Rasyid, Co-Founder dan CFO Bukalapak. Pak Wagub Sandi Salahuddin Uno juga sampaikan bahwa kedepan dukungan buat Pembangunan RS Indonesia di Gaza dan Myanmar akan bermitra dengan BAZIS DKI Jakarta, “Hari ini kita kick-off kerjasama partisipatif kolaboratif, kedepan lebih luas lagi kolaborasinya dengan BAZIS. Mimpi saya ada Ruang Fatahillah atau Jayakarta di RSI Gaza dan Myanmar, Insya Allah bisa”. Tentang MER-C MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawatdaruratan medis dan mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan mobilitas tinggi. MER-C bertujuan memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam di dalam maupun di luar negeri. Resmi berdiri pada Agustus 1999, hingga kini MER-C sudah melakukan lebih dari 300 misi kemanusiaan yang dilakukan oleh para relawan MER-C yang bersifat unpaid volunteers. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi: www.mer-c.org. Tentang ArMuf Duo Designer Industri Kreatif, fokus pada pasar ekspor . Digawangi Agus Hendrawan, dan A. Mufti. Tentang Bukalapak Bukalapak merupakan pasar online terbesar di Indonesia. Bukalapak adalah sarana jual beli online dari konsumen ke konsumen (C2C) untuk transaksi satuan maupun dalam jumlah banyak melalui aplikasi mobile dan website. Di 2016 lalu, Bukalapak menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya, yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo sebagai bentuk penghargaan negara atas jasa dan darma bakti kepada bangsa dan Negara sehingga bisa dijadikan teladan bagi orang lain. Saat ini Bukalapak memiliki lebih dari tiga juta pelapak di seluruh Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: http://bukalapak.com/

Relawan Medis Jadi Target Sniper Israel

Gaza, Palestina – Relawan medis muda Palestina, Razan Al Najjar, 21 tahun, syahid akibat tembakan sniper Israel. Razan terkena tembakan di dada ketika sedang bertugas merawat warga Gaza yang terluka pada rangkaian aksi damai “Great Return March” di perbatasan Gaza, Jum’at/1 Juni 2018.   Menargetkan tenaga medis adalah sebuah kejahatan perang dan pelanggaran langsung terhadap Konverensi Jenewa1949.   MER-C sebagai sebuah lembaga kegawatdaruratan medis yang kerap mengirimkan relawan untuk bertugas di berbagai wilayah perang dan konflik mengecam keras tindakan brutal tentara Israel. Tenaga medis seharusnya mendapatkan perlindungan khusus ketika berusaha menyelamatkan mereka yang terluka dalam perang atau konflik.   Dan dunia diam dengan kejadian ini….   Turut berduka cita sedalam-dalamnya untuk sejawat kami, Razan Al Najjar. Selamat jalan saudariku, Insya Allah Syurga menantimu.   #WeStandForPalestine #FreePalestine  

MER-C membuka posko kesehatan di SD Tritis Sanjaya

Jogyakarta – Sabtu, 26 Mei 2018 MER-C cabang Jogja mengirimkan tim medis ke lokasi pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Kondisi kesehatan warga sudah tidak ditemukan keluhan. Kemudian, Tim medis MER-C Jogja beralih membuka posko kesehatan di Titik kumpul SD Tritis Sanjaya dari pukul 21.00 – 23.30 WIB.  Tim MER-C Jogja melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 49 warga. Adapun Penyakit yang paling sering dialami pengungsi adalah nyeri kepala, pusing, batuk pilek, mual, sulit BAB, demam, gatal-gatal, dan mata perih. Bersumber dari Bapak Musdi, Relawan Turgo, Jumlah data warga yang berada pada titik kumpul daerah Tritis yaitu : 1. Titik kumpul di rumah Bapak Heru dan famili Turgo Rt 01/01 Tritis Purwobinangun     Hari sabtu tgl 26 mei 2018, pukul  22:51 wib, Jumlah warga keseluruhan total 64 jiwa 2. Titik kumpul SD Sanjaya tritis, purwobinangun pakem     Hari sabtu tgl 26 mei 2018, pukul  21.30 wib, Jumlah yg ada di titik kumpul SD Sanjaya Tritis 101 jiwa Bahan- bahan yang dibutuhkan untuk  balita, dewasa, lansia : minyak telon, pempers, pmt balita, selimut bayi, popok dan cel baby, perlak, peralatan mandi, vitamin dan obat-obatan, pakaian dalam wanita, bantal, minyak kayu putih, tolak angin Bantuan dan donasi dapat disalurkan melalui rekening kemanusiaan MER-C JogjaBSM 7004995818 Atas Nama MER-C DIJ MER-C Jogja :Jl.Kaliurang Km 6,7, Gang Timor Timur No E4B, Sono, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta Telepon/WA: 082135258145 Facebook:MER-C Jogjakarta Instagram:@merc_jogja

Peningkatan Status Gunung Merapi, MER-C Siagakan tim Medis

Jogyakarta  – MER-C cabang Jogja mengirimkan tim medis ke lokasi pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Jumat (25/5/2018). Tim medis MER-C Jogja membuka posko kesehatan dari pukul 17.00  – 21.00 WIB. Tim MER-C Jogja melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap 19 orang pengungsi. Diantaranya adalah lansia 17 orang, dan anak 2 orang. Penyakit yang paling sering dialami pengungsi adalah nyeri kepala, pusing, batuk pilek, mual, sulit BAB dan demam. Hal ini kemungkinan besar terjadi akibat kondisi hidup di barak pengungsian yang penuh tekanan psikis sehingga timbul cemas yang menimbulkan ketegangan otot dan hiperaktivitas saraf. Selain itu kondisi barak yang padat pengungsi meningkatkan risiko penyakit menular seperti demam ataupun batuk dan pilek. Untuk itulah, selama terjadi peningkatan status Gunung Merapi, MER-C Jogja akan rutin membuka posko kesehatan guna membantu pencegahan dan penanggulangan penyakit pada pengungsi dan relawan terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. MER-C Jogja :Jl.Kaliurang Km 6,7, Gang Timor Timur No E4B, Sono, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta Telepon/WA: 082135258145 Facebook:MER-C Jogjakarta Instagram:@merc_jogja

MER-C Cabang Jogya Buka Posko Kesehatan di Desa Glagaharjo

Jogyakarta – Kamis 24 Mei 2018 MER-C cabang Jogja mengirimkan tim medis ke lokasi pengungsian Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Tim medis MER-C Jogja membuka posko kesehatan dari pukul 16.00 – 21.00 WIB. Pada hari kamis 24 Mei MER-C melakulan pemeriksaan kesehatan terhadap 6 orang pengungsi. Diantaranya adalah lansia 3 orang, dewasa 2 orang dan anak 1 orang. Selain itu MER-C Jogja turut melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap relawan dan menyediakan suplemen multivitamin bagi 30 orang relawan.     Berikut adalah komposisi warga yang mengungsi di Desa Glagaharjo: Warga Mengungsi (mandiri) :#Dusun Kalitengah Lor : 187 jiwa;#Dusun Kalitengah Kidul : 8 jiwa;#Dusun Srunen : 6 jiwa.Total : 201 jiwa #Berdasar Pembagian Kelompok :– Anak : L 19 jiwa; P 18 jiwa;– Balita : L 5 jiwa; P 2 jiwa;– Lansia : L 17 jiwa; P 54 jiwa;– Ibu Hamil : 1 jiwa;– Dewasa : L 28 jiwa; P 56 jiwa. Sumber informasi: TRC BPBD DIY Selama terjadi peningkatan status Gunung Merapi, MER-C Jogja akan rutin membuka posko kesehatan guna membantu pencegahan dan penanggulangan penyakit pada pengungsi dan relawan terutama kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak. MER-C Jogja :Jl.Kaliurang Km 6,7, Gang Timor Timur No E4B, Sono, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta Telepon/WA: 082135258145 Facebook:MER-C Jogjakarta Instagram:@merc_jogja

Silahkan bertanya?