Gaza Selatan — Di tengah agresi brutal dan blokade berkepanjangan oleh penjajah Israel, Klinik Al Aqsa B yang didukung oleh MER-C menjadi salah satu tumpuan utama layanan kesehatan di wilayah Gaza selatan, khususnya di Al-Mawasi, Khan Younis. Kawasan ini kini menampung sekitar 500.000 pengungsi dari Rafah dan Khan Younis, menjadikannya salah satu wilayah terpadat di Jalur Gaza.
Direktur Klinik Al Aqsa B dr. Yousif Salah Alfarra menjelaskan, fasilitas ini menyediakan layanan kesehatan dengan 12 spesialisasi, antara lain kedokteran keluarga, penyakit dalam deng sub-spesialisasi neurologi dan endokrinologi, bedah umum, ortopedi, kebidanan dan kandungan, gizi, fisioterapi, psikiatri, dan layanan gawat darurat.
Klinik Al Aqsa B juga menjalankan layanan laboratorium farmasi, keperawatan, serta vaksinasi rutin anak sesuai jadwal nasional Palestina sepanjang pekan.
Dengan meningkatnya jumlah pasien setiap harinya, klinik ini menangani keluhan yang semakin kompleks. Klinik nutrisi, misalnya, setiap hari merawat 20 hingga 30 pasien dengan kasus malnutrisi berat.
“Masalah terbesar saat ini adalah kekurangan makanan dan kelaparan. Ini tantangan terbesar bagi semua orang di sini,” ungkap dr Yousif, seraya menekankan bahwa populasi paling rentan adalah anak-anak dan ibu hamil.
Sementara itu, klinik anak melayani sekitar 250 kasus setiap hari, termasuk gastroenteritis, infeksi kulit, dan dalam tiga bulan terakhir mulai muncul kasus meningitis. Seorang dokter spesialis anak mengatakan, meningkatnya kasus kesehatan juga diiringi dengan krisis ketersediaan obat-obatan seperti antibiotik dan analgesik.
Saat ini ketersediaan obat-obatan tidak mencukupi untuk mengatasi jumlah kasus yang dihadapi setiap harinya.
Di layanan kebidanan dan kandungan, pasien yang datang pun terus bertambah.
“Kami memberikan layanan pra-konsepsi, pemeriksaan kehamilan dan pasca melahirkan, dan menangani kasus ginekologis seperti perdarahan tidak normal atau menstruasi yang terhenti. Setiap hari kami menerima sekitar 60 hingga 70 pasien,” ujar seorang dokter yang bertugas di klinik tersebut.
Meski dalam keterbatasan, semangat para tenaga medis dan relawan tidak surut. Klinik Al Aqsa B menjadi harapan bagi ribuan warga Palestina yang membutuhkan perawatan medis.
“Terima kasih kepada rakyat Indonesia dan MER-C,” kata Direktur Klinik Al Aqsa B.
Dukungan dan solidaritas kita tidak boleh berhenti. Mari terus mendukung perjuangan rakyat Palestina dengan doa dan bantuan kemanusiaan. Setiap langkah kita adalah bagian dari harapan mereka.
Selengkapnya di link ini
https://www.instagram.com/p/DNC6oMLTCtm/
















