Tim Medis MER-C Kunjungi Desa Klalin 4 dan Malaus di Papua Barat
Hari ini, Kamis (7/12), Tim MER-C untuk Program Kapal Kemanusiaan Papua Barat masih berada di Sorong untuk melakukan persiapan terutama obat-obatan, alat kesehatan dan perlengkapan yang akan dibawa berlayar besok. Selain persiapan, hari ini Tim juga mengunjungi desa Klalin 4 dan desa Malaus, dua wilayah kerja binaan Klinik MER-C di Sorong, Papua Barat. Klalin 4 adalah desa yang terletak di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong. Hampir sebagian besar masyarakat berasal dari suku Kokoda yang merupakan salah satu suku asli Papua Barat yang beragama Islam. Secara umum keadaan masyarakat di desa Klalin 4 masih kekurangan secara ekonomi, pendidikan, kesehatan serta berbagai macam kebutuhan dasar hidup lainya seperti kondisi lingkungan, sarana ibadah dll. Sejak 4 tahun terakhir MER-C telah memberikan pelayanan mobile clinic untuk masyarakat Klalin 4 secara rutin, selain itu juga beberapa kali melakukan kegiatan sosial lainnya seperti pemberian sembako dan bantuan perlengkapan pendidikan. Sementara Malaus adalah desa yang berada di distrik Salawati, Kabupaten Sorong. Mayoritas penduduk di desa ini adalah transmigran. Pada hari ini, Tim melakukan pengobatan dan sirkumsisi bagi anak-anak di dua desa dengan target anak yang disunat sebanyak 50 orang. Besok, Jum’at (8/12) tim dijadwalkan akan mulai berlayar dari Sorong ke desa pertama di Yellu, Misool Selatan untuk selanjutnya menyusuri 20 desa lainnya yang ada di Pulau Misool hingga akhir Desember 2017. Info: www.mer-c.org 0811990176
Bantu Pacitan, MER-C Beri Pengobatan di Desa Terisolir
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Pacitan sejak akhir November 2017 turut menjadi perhatian MER-C pusat dan cabang. Setelah memberi bantuan medis ke wilayah bencana di Jogjakarta seperti Srimartani Bantul dan Gunung Kidul, MER-C Cabang Jogjakarta telah mengirimkan tim advance untuk melakukan assessment sekaligus penyaluran bantuan awal amanah donatur ke wilayah bencana Pacitan yang telah menyebabkan puluhan warga meninggal dan 2.000 lainnya mengungsi. Selasa (5/12), Tim medis gabungan dari MER-C Jakarta dan Jogjakarta yang terdiri dari 7 relawan langsung menuju lokasi bencana. Misi tim adalah untuk menindaklanjuti hasil assesment yang telah dilakukan sebelumnya dan melakukan pelayanan kesehatan ke daerah-daerah yang belum tersentuh bantuan. Setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Pacitan, tim mendapat informasi bahwa saat ini wilayah terdampak longsor yang belum tercover bantuan medis adalah kelurahan Kledung, kecamatan Bandar, kabupaten Pacitan. “Desa yang kami kunjungi termasuk desa yang terisolir karena ada jalan yang putus akibat longsor, sehingga untuk menuju desa ini kami harus lewat jalan memutar yang lebih jauh dan masya Allah luar biasa ngerinya,” ujar Islamiyah, salah satu anggota tim. Islamiyah memaparkan bahwa begitu Tim tiba di Kledung, masyarakat setempat sudah berkumpul untuk mendapatkan pengobatan. “Begitu kami datang, masyarakat sudah berkumpul untuk berobat, tanpa istirahat kami langsung melakukan pelayanan kesehatan hingga sore. Pengobatan dilanjutkan lagi pada malam harinya hingga sekitar jam 9 malam,” ujar Iis. Pengungsi di wilayah Kledung saat ini menyebar ke rumah-rumah saudara mereka sehingga pelayanan kesehatan MER-C digelar di kantor desa Kledung agar masyarakat bisa mengakses sarana kesehatan dengan lebih mudah. Pasien yang berobat didominasi oleh kalangan lansia dengan penyakit degeneratif. Terdapat satu orang lansia di dusun Jetis yang tidak bisa menjangkau lokasi pelayanan kesehatan dikarenakan kondisi fisik yang tidak memungkinkan, pasien tidak bisa berjalan. Tim medis MER-C akan mengunjungi pasien tersebut untuk mengecek kondisi kesehatannya. Malamnya tim menginap di Polindes yang dikelola bidan setempat dan esok akan menuju wilayah terdampak bencana lainnya di Pacitan, tepatnya di Kaliwungu, kecamatan Bandar. Selain bantuan pengobatan umum, MER-C berencana akan mengadakan trauma healing untuk korban bencana di Pacitan baik anak-anak maupun dewasa. Untuk program ini, tim akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan puskesmas setempat guna membicarakan teknis kegiatan. ————————————————————— Mari Peduli, Untuk Kemanusiaan Yang Lebih Baik Bantuan bagi Korban Bencana Banjir dan Longsor di Jogjakarta, Jawa Tengah dan Pacitan dapat disalurkan melalui: Rek. Kemanusiaan MER-C Jogja Bank Syariah Mandiri (BSM) 7004995818 a.n MER-C DIJ Info : Instagram: @merc_jogja Facebook: MER-C Jogjakarta Telpon/Whatsapp: 082135258145 Kantor MER-C Jogja : Jl. Kaliurang Km 6,5 , Gg Timor Timur No E4B , Sleman , Jogja Atau : www.mer-c.org 0811990176 —————————————————————
Silaturahim ke DPP PKS, MER-C Sampaikan Rencana Pembangunan RS di Yaman

Tim MER-C yang dipimpin oleh dr. Sarbini Abdul Murad melakukan kunjungan ke DPP PKS di Jalan TB Simatupang untuk bersilaturahmi dengan Ketua Majelis Syuro PKS, Dr. H. Salim Segaf Al-Jufri, Selasa (05/12). Turut serta dalam silaturahmi tersebut adalah DR. Ir. Idrus M. Alatas, Ketua Divisi Konstruksi MER-C sekaligus Project Manager RS Indonesia di Rakhine Myanmar, dan Drs. Ichsan Thalib dari Divisi Konstruksi MER-C. “Ini adalah pertama kali MER-C bersilaturahmi ke DPP PKS. Kalau dengan Pak Salim sudah beberapa kali bertemu saat beliau menjadi Mensos RI. Tujuan silaturahmi kali ini adalah untuk berdiskusi masalah umat, masalah kebangsaan dan juga kemanusiaan, serta apa yang dapat disinergikan” ujar Sarbini. Selain menyampaikan mengenai program-program yang sudah dilakukan oleh MER-C, yaitu pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza (Palestina) dan pembangunan RS Indonesia yang sedang berlangsung di Rakhine (Myanmar), kesempatan silaturahim juga dimanfaatkan oleh anggota Presidium MER-C ini untuk menyampaikan mengenai rencana pembangunan RS Indonesia di Yaman yang sedang berkecamuk perang. “Dr. H. Salim Segaf Al-Jufri merespon positif rencana ini. Beliau mengapresiasi dan mendukung MER-C untuk membangun Rumah Sakit di Yaman,” terang Sarbini. “Kami mengajak kerjasama PKS dan komponen umat Islam lainnya. Mungkin nanti kita coba untuk menggalang aliansi, orang-orang Hadramaut dan masyarakat yang peduli untuk bisa membantu meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Yaman,” tambahnya. Terkait rencana pembangunan RS di Yaman, Drs. Ichsan Thalib dari Divisi Konstruksi MER-C menyampaikan bahwa sudah ada yang menawarkan tanah wakaf untuk lokasi pembangunan RS. MER-C akan mengirimkan tim untuk melakukan survai lokasi dan assessment lebih lanjut ke Yaman. Info: www.mer-c.org 0811990176
Persiapan Trip ke-2 Program Kapal Kemanusiaan, MER-C Kirim Obat-obatan dan Alkes ke Papua Barat
MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) serta didukung oleh Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) akan menjalankan trip ke-2 Program Kapal Kemanusiaan Papua Barat yang akan dimulai awal Desember 2017. Untuk persiapan, MER-C telah mengirimkan lebih dulu sejumlah obat-obatan dan alat kesehatan untuk keperluan program ini ke Sorong. Seperti pada trip pertama, trip ke-2 juga akan menjangkau wilayah-wilayah terpencil dan sulit diakses di Papua Barat, kali ini kepulauan Misool. Sekitar 21 desa di kepulauan Misol yang tersebar di Misool Selatan, Misool Barat, Misool Timur dan Misool Utara ditambah beberapa desa di pula Jefman, pulau Buaya dan pulau Arar akan dijelajah oleh tim MER-C dan AMCF. MER-C sendiri akan berfokus pada pelayanan kesehatan seperti pengobatan umum, sirkumsisi, pemeriksaan gizi anak, pemeriksaan mata, dan penyuluhan kesehatan. Info:www.mer-c.org0811990176
Program Kapal Kemanusiaan 2 Target Jangkau 28 Desa Terpencil di Papua Barat

Setelah berhasil menjalankan program Kapal Kemanusiaan Papua Barat trip pertama, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) dengan didukung oleh Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) kembali sepakat menjalankan trip ke-2 untuk menjangkau desa-desa terpencil lainnya di Papua Barat. Kali ini wilayah sasaran program adalah pulau Missol, pulau Doom dan pulau Jeffman dengan target sebanyak 28 desa akan dikunjungi oleh tim hingga akhir bulan Desember 2017. Koordinator MER-C untuk Papua, dr. Zackya Yahya, SpOk mengungkapkan rasa syukur bisa bersinergi dengan berbagai elemen seperti AMCF selaku pemilik kapal dan Baznas selaku pendukung dana kegiatan khususnya kesehatan, sehingga jangkauan dan manfaat pelayanan MER-C di Papua Barat bisa lebih luas lagi. “MER-C sudah mempunyai program klinik sosial di Papua dan Papua Barat sejak tahun 2006, dengan adanya program kerjasama Kapal Kemanusiaan banyak wilayah-wilayah yang selama ini jauh, sulit dijangkau dan sulit diakses melalui jalur darat bisa dicapai dan mendapatkan layanan kesehatan dan bantuan lainnya yang memang sangat dibutuhkan masyarakat setempat,” papar Zackya. “Masyarakat di ujung timur Indonesia masih sangat membutuhkan perhatian di berbagai bidang, hal inilah yang membuat kami bertahan untuk terus mendampingi kesehatan masyarakat baik di Papua maupun di Papua Barat,” imbuhnya. Dr. Zackya Yahya Setiawan,SpOk menambahkan bahwa khusus bidang kesehatan, pelayanan MER-C mencakup pengobatan umum, sirkumsisi, pemeriksaan gizi anak, pemeriksaan mata dan penyuluhan kesehatan. Sementara program renovasi, pendidikan dan keagamaan akan dicover oleh AMCF. “Pagi ini tim MER-C akan berangkat ke Sorong. Selanjutnya pada tanggal 8 Desember 2017 lusa kami akan berlayar menuju desa pertama, yaitu desa Yellu di Misool Selatan untuk bergabung dengan tim AMCF di sana,” terang Zackya. Dengan target 28 desa yang sudah disepakati, MER-C menurunkan 11 personil relawan yang terdiri dari 6 dokter, 3 perawat dan 2 tenaga logistik. Untuk efektifitas waktu, di lapangan nanti tim akan dibagi menjadi 2 karena ada desa-desa yang dapat dijangkau dengan jalur darat dan ada yang tidak. “Satu tim untuk pelayanan di darat, sementara tim lainnya akan berlayar ke wilayah lainnya, terus seperti itu.” Info: www.mer-c.org 0811990177
Memperbaiki Fasilitas Umum, MER-C Kirim Relawan Konstruksi ke Mentawai

Dalam rangka menyalurkan amanah bantuan masyarakat Indonesia, Selasa pagi (21/11) MER-C mengirimkan tim relawan konstruksi ke Mentawai, Sumatera Barat. Sebanyak 6 relawan dimana 4 diantaranya adalah eks relawan RSI Gaza, kali ini diamanahi untuk memperbaiki fasilitas umum di Mentawai, wilayah yang pernah diterjang bencana gempa bumi dan tsunami beberapa tahun silam. Sebelumnya pada September 2017, MER-C telah mengirimkan Tim advance untuk melakukan penilaian ulang mengenai kebutuhan saat ini di Mentawai khususnya di wilayah kecamatan Sikakap. Sesuai hasil penilaian ulang, MER-C akan melakukan perbaikan fasilitas umum yang berada di Masjid Sikakap dan sekolah di sana. Setibanya di Padang, dada Selasa sore, para relawan langsung menuju pelabuhan Bungus untuk menaiki kapal ferry ke Sikakap. Setelah menempuh perjalanan laut selama 12 jam, esok paginya Rabu (22/11) Tim telah merapat di pelabuhan Sikakap. Ketua Tim ini, Ir. Sulisdiantoro memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan ini selama 30 – 50 hari. Info:www.mer-c.org0811990176
Solidaritas Kemanusiaan untuk Jogja, Jateng dan Pacitan

Intensitas hujan yang tinggi beberapa hari ini telah menyebabkan banjir dan tanah longsor yang menyebabkan kerusakan yang tidak sedikit diwilayah DIY, Jateng dan Pacitan. Mari bantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana diwilayah DIY, Jateng dan Pacitan melalui rekening kemanusiaan MER-C Jogja. No. Rek BSM: 7004995818 a.n MER-C DIJ Bantuan anda akan disalurkan dalam bentuk bantuan medis untuk korban terdampak dan para relawan. Mari Peduli, Untuk Kemanusiaan Yang Lebih Baik Medical Emergency Rescue Committee Yogyakarta (MER-C) ❕To help the most vulnerable and the most neglected people ❕ Instagram: @merc_jogja Facebook: MER-C Jogjakarta Line : @vxu3384v Telpon/Whatsapp: 082135258145
Peduli Rohingya, Murid SD dan SMP Pidie Aceh Sumbangkan Rp 84 Juta lebih

Sejak masa awal kemerdekaan, rakyat Aceh sudah terkenal dengan sumbangsihnya yang besar kepada bangsa ini. Sebut saja sumbangan yang dikumpulkan secara sukarela dari masyarakat hingga saudagar-saudagar Aceh, sehingga akhirnya Indonesia bisa membeli dan memiliki pesawat pertama Dakota RI-001 Seulawah yang sangat berperan penting dalam proses perjuangan bangsa ini dalam mempertahankan kemerdekaan. Tidak hanya itu rakyat Aceh juga menyumbangkan emas untuk melapisi bagian teratas tugu monas sebagai monumen kebanggaan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan bangsa Indonesia. Keteladanan berupa kepedulian ini diwariskan dan tetap ditunjukkan oleh generasi Aceh sekarang. Ketika MER-C menginisiasi pembangunan RS Indonesia di wilayah yang masih terblokade dan terjajah Jalur Gaza, Palestina, rakyat Aceh menjadi penyumbang terbesar program ini dengan total donasi sekitar 7 milyar rupiah. Untuk mengapresiasi hal ini, MER-C menyematkan nama dua pahlawan Aceh sebagai nama ruangan di RS Indonesia di Jalur Gaza, yaitu ruangan Tjut Nyak Dien dan Teuku Cik Ditiro. Kini, siswa-siswi SD dan SMP serta guru-guru di Aceh khususnya di wilayah kabupaten Pidie kembali menunjukkan kepedulian sebagaimana ditunjukkan oleh pendahulu mereka. Para murid SD dan SMP di Kabupaten ini berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 84,6 juta untuk muslim Rohingya. Selasa (3/10) bertempat di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie, Kepala Dinas Pendidikan Pidie, Murthallamuddin bersama para Kasinya menyerahkan donasi tersebut secara langsung kepada salah satu Presidium MER-C Indonesia, dr. Sarbini Abdul Murad yang didampingi Koordinator MER-C Aceh Ira Hadiati. Menurut Kasi Kurikulum SMP, Nasrul, M.Pd, dana bantuan itu dikumpulkan selama beberapa hari di sekolah-sekolah di Kabupaten Pidie. “Kita kumpulkan secara sukarela dari para murid SD, SMP dan dewan guru. Alhamdulillah berhasil terkumpul Rp 84.602.000,” terang Nasrul. Kadis Pendidikan, Murthalamuddin, mengatakan, sumbangan murid dan guru di Pidie sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara sesama muslim yang mengalami krisis akibat konflik di Myanmar. “Semoga dana bantuan itu dapat dipergunakan untuk kebutuhan para muslim Rohingya,” terang Kadis. MER-C yang telah memulai misi kemanusiaan ke wilayah konflik di Myanmar sejak tahun 2012 akan menyalurkan bantuan dari rakyat Indonesia termasuk dari murid-murid sekolah di Pidie untuk pelayanan kesehatan bagi para korban dan pembangunan RS Indonesia di Rakhine State Myanmar yang sudah memasuki tahap dua. Info: www.mer-c.org 0811990176
Laporan Qurban MER-C Cabang Medan
Alhamdulillah Ya Allah berkat rahmat dan ijin Mu kami Relawan MER-C Medan dapat melaksanakan Qurban sebagai panitia dengan menerima amanah 9 ekor kambing. Hasil pemotongan telah didistribusikan kepada : 1. Fakir miskin, prioritas kepada pengungsi Rohingya di Medan. Sebanyak 17 bagian didistribusikan utk pengungsi Rohingya di Hotel Top Inn Medan dan 24 bagian untuk pengungsi Rohingya di Hotel Braspati medan 2. Pengqurban 3. Hadiah kepada jiran tetangga dan sanak saudara Semoga Allah menerima taqwa kita.
Laporan Program Qurban MER-C di Jalur Gaza, Palestina
Gaza – Sejak Jum’at hingga Sabtu kemarin (1-2 September 2017) amanah qurban dari masyarakat Indonesia telah disalurkan secara langsung kepada warga Jalur Gaza yang hingga saat ini masih hidup dalam blokade ilegal Israel. Reza Aldilla Kurniawan, relawan Indonesia di Jalur Gaza yang juga mahasiswa Universitas Islam Gaza dibantu beberapa relawan lokal membagikan daging qurban kepada warga Gaza yang layak menerimanya baik di Gaza bagian utara maupun di Gaza City. Terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah mempercayakan amanah qurbannya melalui MER-C. Insya Allah Qurban akan menjadi salah satu program rutin tahunan MER-C di Jalur Gaza, Palestina.