MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Fasilitasi Tempat Tinggal untuk Bayi Aqila

Jakarta – Bayi Aqilah Putri Azzahra (11 bulan) pengidap penyakit atresia billier dan orang tuanya, Selasa siang (10/12), tiba di kantor MER-C yang terletak di bilangan Senen, Jakarta Pusat. Umi Pipik Dian irawati, istri mendiang Ustadz Jefry Al Buchori dan beberapa rekannya turut mengantar bayi mungil yang saat ini tengah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Berdasarkan permintaan Umi Pipik kepada MER-C beberapa hari yang lalu, bayi Aqilah dan orang tuanya akan tinggal sementara di salah satu kamar di kantor MER-C selama menjalani pengobatan dan rencana operasi transplantasi hati di RSCM yang dananya tengah digalang oleh Umi Pipik dan rekan-rekan. “Kami dari MER-C prinsipnya membantu dalam hal tempat tinggal dan juga transportasi bila diperlukan karena keluarga pasien berasal dari luar kota. Kebetulan kantor kami letaknya tidak jauh dari RSCM. Jadi kami dari relawan membantu dalam konteks kemanusiaan,” ucap dr. Henry Hidayatullah, Ketua Presidium MER-C ketika menerima kedatangan bayi Aqilah dan rombongan. “Mengenai pengobatan dan prosedur medis, kami serahkan kepada Tim Dokter Ahli di RSCM yang menangani selama ini,” lanjut Henry. Sebagai lembaga sosial medis, relawan MER-C telah membantu menjelaskan mengenai kondisi bayi Aqilah dan prognosisnya kepada keluarga serta Tim Umi Pipik. Bayi Aqilah dan orang tua akan menempati kamar tamu MER-C yang biasa menjadi tempat singgah para relawan dan tamu MER-C dari dalam dan luar negeri.

The 2nd Annual Seminar & Workshop Medan Emergency Meeting 2013

Medan – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) cabang Medan pada Minggu, 8 Desember 2013bertempat di Convention Hall Garuda Plaza Hotel Lt.2, mengadakan seminar dan workshop “Medan Emergency Meeting 2013”. Kegiatan ini berisi ceramah, diskusi aktif dan simulasi kasus (vignette) seputar berbagai penyebab dan penanganan penurunan kesadaran ditinjau dari berbagai disiplin ilmu dan sistem organ.   Diikuti sebanyak 510 peserta diskusi yaitu 310 orang dokter umum dan dokter spesialis dan 200 orang umum (perawat, bidan, praktisi/teknisi medis, mahasiswa kedokteran/keperawatan, masyarakat umum) kegiatan diskusi dan seminar ini merupakan salah satu upaya meningkatkan pemahaman akan penurunan kesadaranberkaitan dengan fungsi MER-C selaku lembaga yang bergerak di bidang kegawatdaruratan medis. Penurunan kesadaran merupakan salah satu bentuk kegawatdaruratan yang cukup sering dijumpai di praktik keseharian. Berbagai keadaan dapat menyebabkan munculnya keadaan penurunan kesadaran, mulai dari proses patologis intrakranial, metabolik, infeksi, malignansi, degenerasi  hingga trauma Secara sederhana, kasus penurunan kesadaran dapat diibaratkan tak ubahnya pedang bermata dua. Di satu sisi, praktisi medis harus mampu berpikir dan bertindak secepat dan setepat mungkin untuk menyelamatkan nyawa pasien yang sedang terancam, namun di sisi lain praktisi medis tersebut juga harus berpikir secara komprehensif dan sistemik untuk menentukan penyebab penurunan kesadaran, kemudian bertindak dengan tepat, meskipun dengan informasi penyakit yang terbatas. Diawali dengan pelantikan satgas MER-C Medan, diskusi, kuliah umum dan seminar kali ini mengangkat 4 topik pembahasan, yaitu “Profesi Kesehatan di Era Globalisasi, Masih Adakah Tempat Bagi Kemanusiaan”, “Neurology Aspect on Loss of  Consciousness”, “Metabolic Aspect on Loss of Consciousness”, “Metabolic Aspect on Loss of Consciousness”, dan “BasicManagement on Loss of Consciousness”. Para tokoh yang hadir dalam acara ini diantaranya adalah dr. Yogi Prabowo, Sp.OT (Perwakilan presidium MERC pusat), dr. Suhelmi, Sp.B(Ketua Umum IDI Wilayah Sumatera Utara), Prof. dr. Guslihan D Tjipta, Sp.A(K)(Penasihat MERC Medan, Pembantu Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara), dr. Delyuzar, M.Ked(PA), Sp.PA(K)(Penasihat MERC Medan, Pembantu Dekan III Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara), dr. Rizki Adriansyah, M.Ked(Ped), Sp.A, (Ex-Ketua Umum MERC, Divisi P2KB IDI Wilayah Sumut), dan dr. M. Aron Pase, M.Ked(PD), Sp.PD(Ex-Ketua Umum MERC Medan). Acara yang dimulai sejak Pukul 07.30 WIBAlhamdulillah  terselenggara dengan lancar sampai berakhir pada pukul 17.30 WIB.        

Sinabung Awas, MER-C Medan Turunkan Tim Medis

Medan, Sumatera Utara – “… Saat ini status Sinabung adalah AWAS yang merupakan status tertinggi dari gunung api. MERC Medan pada subuh ini (26 November 2013) memberangkatkan tim medis terdiri dari 2 dokter dan 2 perawat untuk melakukan bantuan medis dan sekaligus penyaluran bantuan sembako, selimut dan masker. Mohon doa dan dukungan kita semua untuk misi kemanusiaan ini…bantuan yang saat ini dibutuhkan antara lain: obat-obatan, makanan siap konsumsi dan air bersih… Bantuan dalam bentuk uang dapat dikirimkan via transfer ke Bank Mandiri, Rek 1060010570243, A.n. Rinaldi Sani Nst dan konfirmasi ke CP kami. Terima kasih…CP: RINALDI 085275025138,” demikian penggalan isi pesan singkat dari relawan MER-C Cabang Medan, dr. Rinaldi Sani Nasution. Saat ini Tim MER-C Medan mengabarkan bahwa mereka sudah tiba di kota Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo. “Di sini suasana kondusif, dan hari ini tidak ada abu vulkanik,” ujar Ketua Tim medis MER-C Medan dr. Rahmad Gunawan. Lebih lanjut ia melaporkan bahwa kegiatan tim hari ini adalah melakukan assessment lapangan. “Saat ini ada 31 titik pengungsian dengan jumlah pengungsi 17 ribu. Tapi pengungsi ini kalau pagi beraktivitas biasa, sore malam mereka ke pengungsian,” tambahnya. Hari ini Tim MER-C akan melakukan rapat koordinasi dengan posko bencana BNPB, karena saat ini BPBD daerah Karo belum dibentuk. Dari hasil koordinasi dan pengamatan sementara Tim MER-C di lapangan, ada 3 titik di luar kota Kabanjahe yang perlu jadi perhatian, karena jauh dari akses Puskesmas atau RS, yakni di wilayah Payung, Tiga Binanga, dan Berastagi.

Kunjungan dan Pemeriksaan Keluarga Relawan RSI di Lampung

Lampung – Selasa, 19 November 2013 MER-C mengirimkan 3 orang relawannya yang terdiri dari dr. Zacky Eko Wahyudi MARS, dan dr. Hadiki Habib, perwakilan MER-C ini untuk menghadiri acara Grand launching Suffah Al Quran Abdullah bin Masud Online di desa Muhajirun, Negarabatu, Natar, Lampung. Selain menghadiri acara grand launcing, tim juga mengadakan pemeriksaan kesehatan salah satu anggota pondok pesantren Al Fattah dengan diagnosa Bening Prostat Hiperlapsia. Presidium MER-C Ir. Faried thalib ikut bergabung dengan tim MER-C mengadakan kunjungan ke keluarga dari Bukhori Muslim Sadeli dan Syuhada Busyro, yang merupakan relawan MER-C dari pondok pesantren al Fattah yang saat ini sedang bertugas  merampungkan pembangunan RSI di Gaza, Palestina. Selain mengadakan pemeriksaan para dokter juga memberikan edukasi medis di salah satu rumah relawan RSI.

Apa Kabar Keluarga Relawan MER-C di Gaza?

Lampung – Huzaifah dan Muaz, begitu nama kedua anak kecil yang sedang bercengkrama di atas tikar plastik di rumah pak Bukhori.  Ayahnya sudah hampir 1 tahun berjihad, menunaikan amanah pembangunan rumah sakit Indonesia di Gaza, Palestina. Kisah Keluarga Bapak Bukhori Muslim Sadeli Jalan darat selama 2 jam kami tempuh dari kota Bandar Lampung ke desa Bangunrejo pedalaman Lampung Tengah, di sore hari mendung tanggal 19 November 2013. Perjalanan melintasi perkebunan PTPN 7 jauh dari nyaman, karena sebagian jalan yang beraspal sudah digantikan dengan lobang-lobang, dan sebagian yang tidak beraspal menjadi kubangan lumpur besar-besar, namun amanah ini harus disampaikan, menjalin tali silaturahmi dan membawa sedikit oleh-oleh buat keluarga para mujahid, bukan karena mereka ingin dihargai, tapi karena kami merasa mereka pantas dihormati. Rombongan MER-C dari Jakarta yang terdiri atas pak  Ir. Farid Thalib, ibu yuni, Nurfitri Taher (a.k.a mbak Upik) dr. Habib, dan dr. Zecky tiba jam 4 sore di rumah sederhana itu. Disambut oleh mertua pak Bukhori yaitu bapak Slamet, Istri pak Bukhori dan 2 orang anak beliau, yang tertua berusia 3 tahun, dan paling kecil berusia 1 tahun. Hadir juga beberapa anggota keluarga yang tinggal berdekatan dengan rumah pak Bukhori.  Pak Farid membuka silaturahmi dengan menceritakan bahwa kondisi relawan konstruksi di Gaza dalam keadaan sehat walafiat, dan bagaimana rmereka bekerja keras sehingga pembangunan sebuah rumah sakit di Gaza, yang awalnya dianggap rencana gila dengan izin Allah dapat terlaksana sampai pembangunan fisik selesai. Diserahkan pula sebuah album foto untuk keluarga, yang berisi gambar-gambar aktivitas relawan di Gaza, Palestina. “Ini bapakmu Huzaifah” kata pak Slamet, sang Mertua, sembari menunjuk ke sosok pria di album foto, mata kecil Huzaifah bolak-balik dari gambar di album foto ke wajah kakeknya. “bapakmu mujahid” lanjut sang kakek dengan nada bangga. “Saya tahu bagaimana sikap Bukhori, dia memang orangnya berani dan nekat, tapi saya percaya kepadanya, dan semua keluarga mendukung perjuangannya, kami disini juga bahu-membahu merawat cucu dan anak saya, Istri Bukhori, jika kami tidak mampu menyusul perjuangannya, Insya Allah anak cucu kami yang akan melanjutkan perjuangan itu”, demikian ucapan sang mertua. Diskusi ditutup dengan hidangan khas pedesaan dengan rasa bintang lima, nasi putih hangat, tumis kangkung, ayam kampung goreng, kerupuk dan sambal colek,  meskipun awalnya tim MER-C keberatan karena ini memang tidak ingin memberatkan tuan rumah, tapi pak Slamet dengan senyum lebar menyahut, “tamu-tamu tidak saya izinkan pulang sebelum menyicipi apa yang terhidang”. (HH).

MER-C Siaga Erupsi Semburan Gunung Merapi

Solo – Untuk kesekian kalinya Gunung Merapi meletus lagi. Gunung Merapi mengeluarkan asap tebal disertai abu vulkanik setinggi sekitar 2.000 meter, Senin (18/11/2013) sekitar pukul 04.50 WIB. Hal ini menyebabkan hujan pasir dan abu yang cukup tebal di Boyolali, hingga Kartosuro, dan wilayah barat Kota Solo. Meski situasi saat ini menurut Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, masih dalam status normal (ANTARA, 18/11/2011). Letusan hari ini lebih besar daripada 22 Juli, namun saat ini status masih normal aktif (level I),” tegas Sutopo. Dihubungi pagi tadi, relawan MER – C cabang Solo dr.Ambar Waluyo mengatakan bahwa belum Ada kondisi emergency, dan MER-C Solo menunggu perkembangan situasi. Tetapi belajar dari kejadian sebelumnya, dimana keadaan bisa meningkat menjadi darurat, MER-C telah menyiapkan tim medis yang terdiri dari dokter dan tim non medis yang setiap saat siap diturunkan jika keadaan berubah menjadi darurat.

Berita Duka Untuk Relawan RSI Gaza

Berita duka datang untuk salah satu relawan Mer-C yang sedang berada di jalur Gaza Palestina, Karidi. Karidi adalah relawan MER-C yang sedang menjalankan amanah membangun RS Indonesia di jalur Gaza, Palestina.    Ayahanda Karidi berpulang ke Rahmatullah pada Minggu 10/11/13 di Wonogiri Jawa Timur. Pada usia 70 tahun, Marino, Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Wonogiri Jawa Timur, dengan diagnosa dokter pembengkakan pada jantung. Karidi sudah satu tahun lebih menjadi relawan di Gaza, Palestina sejak 21/10/12 hingga saat ini, Karidi adalah anak ketiga dari tiga bersaudara, putra dari Sisum dan Almarhum Marino.   Karidi yang sedang di jalur Gaza, Palestina di beritakan oleh sang istri yang juga merupakan sekertaris Mer-c, Tina Leonard dan kakak ipar Mba Yani. Karidi sendiri tidak mempunyai firasat apapun atas kepergian ayahanda tercinta, dan baru berhubungan via telepon dengan ayah tercinta satu minggu sebelum wafat. Ayahnya memang sudah beberapa waktu terakhir sakit di sebabkan usia lanjut dan keadaannya kemudian menjadi kritis 2 minggu terakhir ini.   Keadaan Karidi saat ini Alhamdulillah sehat dan terus menjalankan tugas sebagai ketua mechanical electrical pembangunan Rs Indonesia di Gaza, Palestina. Almarhum Marino meninggalkan sang istri Sisum, tiga orang anak dan tiga cucu.

Berita Duka Untuk Relawan RSI Gaza

Berita duka datang untuk salah satu relawan Mer-C yang sedang berada di jalur Gaza Palestina, Karidi. Karidi adalah relawan MER-C yang sedang menjalankan amanah membangun RS Indonesia di jalur Gaza, Palestina.    Ayahanda Karidi berpulang ke Rahmatullah pada Minggu 10/11/13 di Wonogiri Jawa Timur. Pada usia 70 tahun, Marino, Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Wonogiri Jawa Timur, dengan diagnosa dokter pembengkakan pada jantung. Karidi sudah satu tahun lebih menjadi relawan di Gaza, Palestina sejak 21/10/12 hingga saat ini, Karidi adalah anak ketiga dari tiga bersaudara, putra dari Sisum dan Almarhum Marino.   Karidi yang sedang di jalur Gaza, Palestina di beritakan oleh sang istri yang juga merupakan sekertaris Mer-c, Tina Leonard dan kakak ipar Mba Yani. Karidi sendiri tidak mempunyai firasat apapun atas kepergian ayahanda tercinta, dan baru berhubungan via telepon dengan ayah tercinta satu minggu sebelum wafat. Ayahnya memang sudah beberapa waktu terakhir sakit di sebabkan usia lanjut dan keadaannya kemudian menjadi kritis 2 minggu terakhir ini.   Keadaan Karidi saat ini Alhamdulillah sehat dan terus menjalankan tugas sebagai ketua mechanical electrical pembangunan Rs Indonesia di Gaza, Palestina. Almarhum Marino meninggalkan sang istri Sisum, tiga orang anak dan tiga cucu.

Donasi Mobil Untuk Pembangunan RS Indonesia

Jakarta – Sabtu, 9 November 2013 Sepasang suami istri datang ke kantor MER-C dengan mengendarai mobil Yaris warna silver. Kedatangan mereka di pagi hari itu adalah untuk mendonasikan mobil mereka untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza Palestina. Pasangan mukhlisin ini menjelaskan alasan mereka mendonasikan kendaraan mereka ini karena melihat Transparansi MER-C dalam penerimaan dan penyaluran donasi yang diterima, selain bukti fisik bangunan RSI yang sudah terlihat keberadaannya. Presidium MER-C Dr Sarbini Abdul Murad yang menerima donasi ini menyatakan kekaguman dan rasa salutnya atas perhatian yang besar terhadap proses pembangunan RSI. Beliau berharap dengan melimpahnya dukungan serupa dapat mempercepat penyelesaian pembangunan sehingga dapat dimanfaakan bagi rakyat Palestina di Gaza kelak.

MTC Gelar Diklat Intermediate Life Support ke-4 di Demak

Demak, Jawa Tengah – Pada tanggal 5 dan 6 Oktober 2013 lalu, bertempat di RSUD Sunan Kalijaga Demak, MER-C Training Center (MTC) mengadakan Diklat Intermediate Life Support untuk Mahasiswa Keperawatan. Diklat ini terselenggara atas kerjasama MTC dan PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Kabupaten Demak. Peserta Diklat berasal dari Mahasiswa Keperawatan SI dan D3 UNISULA Semarang. “Ini adalah keempat kalinya MER-C Training Center mendapatkan kepercayaan untuk memberikan pelatihan Intermediate Life Support di Demak,” ujar Direktur Pelatihan MTC di Demak, dr. Anggraini Permatasa Sari. “Untuk pelatihan Intermediate Life Support kita rancang selama 2 hari yang terdiri dari teori dan praktek. Jumlah peserta pelatihan pun kita batasi maksimal 45 orang. Hal ini bertujuan agar pemberian teori dan praktek dapat lebih maksimal dan peserta bisa lebih memahami materi yang telah diajarkan,” lanjut dokter yang juga sedang melanjutkan pendidikan spesialis Ilmu Penyakit Dalam. MER-C Training Center merupakan bagian dari Yayasan MER-C yang bergerak dibidang pelatihan kegawatdaruratan medis dan keahlian medis lainnya. Jenis pelatihan yang diberikan adalah Intermediate Life Support (ILS), Basic Surgical Skill (BSS), Diklat Sirkumsisi untuk Mahasiswa Keperawatan, Diklat Sirkumsisi dan Lipoma,  dan Pelatihan Emergency Dasar. Untuk dua pelatihan diawal, yaitu Intermediate Life Support (ILS) dan Basic Surgical Skill (BSS) sudah bersertifikasi PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia). Peserta Pelatihan bisa berasal dari Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Mahasiswa Keperawatan, Paramedis, Perawat dan masyarakat umum. Untuk informasi lebih lanjut mengenai MER-C Training Center dapat menghubungi 021-3159235/0812 8444 7594.

Silahkan bertanya?