MER-C Luncurkan Gerakan Rp 50 ribu/orang untuk Alkes RSI

Jakarta – Setelah gerakan Rp 20 ribu perorang untuk pembangunan fisik RS Indonesia (RSI) di Jalur Gaza, Palestina, kini MER-C meluncurkan gerakan Rp 50 ribu per orang untuk pengadaan alat kesehatan dan interior RSI. Selain gerakan untuk perorangan, MER-C juga meluncurkan Proposal Alat Kesehatan Ruangan RSI yang ditujukan bagi perusahaan dan instansi dalam negeri yang ingin berpartisipasi. Semua ini adalah bagian dari komitmen MER-C untuk menyelesaikaan amanah pembangunan RSI sebagai bukti cinta rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. “Respon rakyat Indonesia pada program Rp 20ribu per orang untuk RSI sangat besar. Dukungan dan donasi datang dari berbagai kalangan masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Dengan donasi tersebut, pembangunan fisik RSI bisa terus berlangsung hingga saat ini,” papar dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, Presidium MER-C. Progress RSI sendiri sudah dalam tahap 2 berupa pekerjaan arsitektur dan ME (mechanical electrical). Pekerjaan tahap ini dilakukan oleh 33 relawan Indonesia yang seluruhnya unpaid volunteers. Pembangunan RSI direncanakan selesai pada akhir tahun 2013. Ikhtiar selanjutnya adalah pengadaan alat kesehatan dan interior rumah sakit. Berdasarkan perhitungan Tim Relawan Alkes RSI, dana yang dibutuhkan untuk melengkapi RSI sebagai sebuah RS Traumatologi dan Rehabilitasi mencapai Rp 65 Milyar. Untuk itu, MER-C meluncurkan kembali gerakan rakyat untuk RSI, kali ini sebesar Rp 50 ribu per orang. “MER-C menutup bantuan asing untuk program RSI karena kami ingin RSI sebagai simbol persaudaraan Indonesia dan Palestina benar-benar murni dari rakyat Indonesia. Kami juga yakin kita rakyat Indonesia mampu mewujudkan amanah ini,” tegas dr. Sarbini, Ketua Presidium MER-C. Be a part of History… Dukungan bagi program ini dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0153678 BSM, 700.1352.061 a.n Medical Emergency Rescue Committee
MER-C Cabang Jogjakarta Adakan Seminar Stimulasi Dini pada Bayi dan Balita

Jogjakarta – Minggu (19/5), MER-C Cabang Jogjakarta kembali mengadakan event seminar bertempat di Gedung Praktek Dokter MER-C yang terletak di Bokoharjo Prambanan, Sleman – Jogjakarta. Gedung ini adalah sarana kesehatan yang dibangun oleh Divisi Konstruksi MER-C dari donasi masyarakat pasca gempa yang mengguncang Jogjakarta pada tahun 2006 silam. Seminar terselenggara atas kerjasama MER-C Cabang Jogjakarta dengan TPA/PAUD Farhan Al Atfal, atau biasa disebut Tasafa. Ini adalah kedua kalinya MER-C Cabang Jogjakarta bekerja sama dengan TPA/PAUD yang berada dekat dengan lokasi Gedung Praktek Dokter MER-C. Seminar yang mengusung tema kecerdasan anak, dengan judul “Stimulasi Dini pada Bayi dan Balita, Optimalkan Kecerdasan Multiple dan Kreatifitas Anak,” disampaikan oleh pemateri Sekar Sari Ardiyati, S.Psi. Dalam paparannya Ibu Sekar Sari Ardiyati S. Psi menjelaskan bahwa setiap anak itu terlahir cerdas dan memiliki keistimewaan masing-masing. Tidak ada anak yang terlahir tidak cerdas. Tugas orang tua adalah membantu memberikan stimulasi (merangsang) setiap kecerdasan yang dimiliki anak-anak dengan pola asuh dan pendidikan yang tepat pada setiap tahap perkembangan anak. Dengan dihadiri sekitar 40 orang peserta yang terdiri dari orang tua murid Tasafa dan para undangan, seminar berlangsung sekitar 3,5 jam mulai pukul 08.30 hingga pukul 12.00 siang. Sebagian besar peserta adalah kaum ibu yang membawa serta anak-anak mereka sehingga membuat suasana seminar semakin ramai oleh keriuhan suara anak-anak. Kepala Sekolah Tasafa, Ibu Tika Wulandari mengungkapkan bahwa kegiatan ini Insha Allah akan menjadi agenda rutin tahunan kerjasama antara Tasafa dan MER-C Cabang Jogjakarta untuk seterusnya, setelah sebelumnya pada bulan Februari 2012 telah diselenggarakan seminar kesehatan dan pemeriksaan kesehatan anak-anak rutin setiap bulan bekerjasama dengan MER-C Jogjakarta.
Dari Jarak Ribuan Kilometer Relawan MER-C Sambut Kelahiran Anaknya

Gaza, Palestina Bukan pekerjaan yang mudah di kala seseorang meninggalkan istri, anak-anak maupun keluarga dengan jarak yang jauh dan jangka waktu yang lama. Sakti Wibowo bin Wakijo, salah seorang relawan MER-C asal Wonogiri (Jawa Tengah) yang saat ini bertugas membantu pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza menempuh tantangan di atas demi memunaikan amanah rakyat Indonesia dan menggapai ridho-Nya. Tidak tanggung-tangung jarak dan waktu yang ditempuh adalah ribuan kilometer dari Indonesia ke Jalur Gaza. Masa tugas yang harus dilalui pun tidak sebentar, bisa mencapai 1 tahun bahkan lebih tergantung selesainya pembangunan fisik RS Indonesia yang akan menjadi sebuah persembahan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina. Namun berkat keteguhan doa dari seluruh keluarga, membuat pahit manis masa tugas yang dilalui relawan yang akrab dipanggil Abu Zaki ini terasa lebih banyak sisi kesenangan. Inilah nikmat yang menurutnya berhasil menyempurnakan pola hidup yang ia rangkai hingga saat ini, Pada hari Selasa (23/4), relawan asal Wonogiri (Jawa Tengah) ini mendapat kabar gembira dari keluarga di tanah air. Telah lahir putrinya yang ke-4 sekitar pukul 04.00 wib dalam keadaan sehat dengan berat 3.8 kg dan panjang 51 cm. Mendengar kabar tersebut, pria yang dikenal periang ini langsung mengucap syukur dengan menengadahkan kepala dan kedua tangannya ke langit Gaza. Dengan bangga pria yang juga pernah menjadi relawan ke wilayah gempa Padang (Sumbar) tahun 2009 lalu, telah menyiapkan nama yang istimewa bagi buah hati yang baru saja lahir. Dibantu Muhammad Husein, rekan sesama relawan yang juga salah satu mahasiswa di Universitas Islam Gaza (UIG), sepakat memberi nama istimewa KHANSA AL-GHOZIYAH, yang bermakna Khansa (nisbat kepada shohabiyah) wanita Gaza yang anggun.
Warga Solo Sumbang Rp 100 juta Lebih untuk RS Indonesia

Solo, Jawa Tengah Dalam rangka menggalang dana untuk pembangunan RS Indonesia (RSI) di Gaza Palestina, baru-baru ini MER-C Cabang Surakarta mengadakan acara talkshow dan penggalangan dana untuk program ini . Acara yang bertema Sejuta Cinta untuk Palestina digelar Ahad pagi (10/3) bertempat di Masjid Agung Surakarta. Dr. Henry Hidayatullah dan dr. Abdul Mughni Rozy, Sp.B, dua relawan dokter MER-C yang pernah bertugas di wilayah konflik Gaza-Palestina hadir sebagai narasumber. Dr. Mughni, seorang relawan senior dari MER-C Cabang Semarang memaparkan pengalamannya ketika menjadi tim MER-C pada saat agresi Israel awal tahun 2009. Dokter spesialis bedah umum ini menyaksikan sendiri bagaimana kondisi kota Gaza yang luluhlantak akibat serangan bom dan rudal Israel. Serangan ini juga menyebabkan ribuan rakyat Gaza juga menjadi korban. Sementara dr. Henry yang merupakan salah satu pendiri dan relawan senior MER-C membagi pengalamannya saat mengunjungi Gaza belum lama ini. Saat ia datang, pembangunan struktur RSI sudah selesai dan pembangunan tahap 2 segera dimulai. Kedatangan dr. Henry bersama Ketua Divisi Konstruksi MER-C dan 21 relawan teknis dari Indonesia menandakan siap dimulainya pembangunan tahap 2 RSI. Pembangunan tahap 2 memang akan dilakukan oleh relawan ahli dan teknis dari Indonesia, hal ini dalam rangka menghemat biaya pembangunan. Tidak hanya cerita, para jamaah yang hadir di Masjid Agung Surakarta juga disuguhkan dengan foto-foto dan film proses pembangunan RSI dari awal hingga update terakhir. Malam harinya, acara sosialisasi RSI di kota Solo masih berlanjut. Kali ini bertempat di kelompok pengajian ibu Siti Aminah pemilik Tiga Serangkai. Dari dua rangkaian acara ini, jumlah donasi cash semetara yang terkumpul dari warga Solo sebesar Rp 15.478.000 dan cek senilai Rp 100 juta.
MER-C Medan: Berjalan Kaki dan Berperahu untuk Jangkau Korban Banjir

Medan – Bencana banjir belum berlalu. Kali ini, banjir melanda wilayah Tanjung Balai, Sumatera Utara yang menyebabkan lebih dari 12.000 kepala keluarga di wilayah tersebut terendam rumahnya. Menyusul bencana tersebut, MER-C Cabang Medan kembali menurunkan tim relawan medisnya guna membantu dan meringankan penderitaan para korban. Tim harus berjalan kaki bahkan menggunakan perahu milik penduduk untuk menjangkau korban banjir yang belum terjamah bantuan. Tim berangkat pada Kamis malam (28/2) dari posko MER-C Cabang Medan dengan menggunakan ambulans. Jumat (1/3), Tim yang terdiri dari dr. Rinaldi Sani, dr. Iqbal Harziky, dr. Nanda Bagus, dr. Hanum Sesari, Alamsyah, dan M. Irsal supir ambulan memulai kegiatan pada pukul 8 pagi. Tim bergerak dari Kisaran menuju di Tanjung Balai. Pada pukul 10.00 tim tiba di Tanjung Balai dan langsung berkordinasi terlebih dahulu Kepala Dinas Kesehatan Tanjung Balai dan meminta informasi mengenai lokasi-lokasi yang masih membutuhkan bantuan. Dari informasi tersebut, Tim MER-C berencana memberikan bantuan pengobatan di beberapa titik. Tim mulai bergerak menuju arah Simpang Empat Kel. Bandar untuk memberikan bantuan pengobatan dan pakaian layak pakai. Tim kemudian menggelar pengobatan di desa Sijambi Lk1 Pasar Traktor, tepatnya di Jl. H. Adam Malik Tanjung Balai. Pengobatan dilakukan di tenda darurat di depan rumah salah satu warga. Pukul 12.00 tim menyelesaikan kegiatan pengobatan untuk beristirahat dan menunaikan ibadah sholat Jum’at. Tanpa membuang waktu, usai sholat dan istirahat secukupnya, pukul 13.30 kembali melanjutkan pelayanan kepada masyarakat korban banjir di Lk1 dan Lk2 hingga pukul 6 sore. Jumlah pasien yang ditangani sebanyak 61 orang dengan keluhan penyakit terbanyak ISPA dan penyakit kulit. Kondisi cuaca yang baik pada hari ini sangat mendukung kegiatan peengobatan bagi warga dan warga setempat pun sangat proaktif membantu kegiatan ini. Sabtu (2/3), kegiatan pengobatan tim masih berlanjut. Kali ini, Tim mencoba masuk ke wilayah banjir yang lebih dalam, yaitu menuju desa Gading. Ketinggian air di wilayah ini masih selutut orang dewasa. Ambulans pun sulit masuk, sehingga Tim memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Pengobatan dilakukan dari rumah ke rumah. Tercatat sebanyak 45 orang di desa ini yang mendapatkan pengobatan dari Tim MER-C. Usai pengobatan di desa Gading, tim kemudian menyusuri daerah kawasan sungai Kecamatan Sei Dua Hulu dengan menggunakan perahu milik penduduk. Tim berhenti di beberapa titik di mana warga dapat berkumpul dan pengobatan dapat dilakukan. Kali ini jumlah pasien mencapai kurang lebih 60 orang, yang umumnya mengeluhkan gatal di kulit. Menurut info dari warga, Tim MER-C adalah tim medis pertama yang turun, selama ini belum ada Tim yang turun sampai ke daerah tersebut.
MER-C Cabang Medan Kirim Tim ke Lokasi Banjir Bandang Mandailing Natal

Medan Musibah banjir bandang kembali melanda daerah Mandailing Natal, Sumatera Utara. Banjir terjadi karena sungai Sigija yang meluap akibat hujan yang turun terus menerus sejak hari Rabu (13/2). Sebagai cabang terdekat, MER-C Cabang Medan segera mempersiapkan Tim Advance untuk menuju lokasi bencana guna melakukan pemetaan dan memberikan bantuan medis awal. Minggu (17/2), tepat pukul 09.40 pagi, dengan menggunakan ambulans, Tim yang terdiri dari 3 relawan medis mulai bergerak dari posko MER-C menuju lokasi bencana di Kec. Panyambungan, Kab. Mandailing Natal, Sumatera Utara. Setibanya di lokasi, Tim MER-C, yaitu Dr. Andika Pradana, Dashari Ermandi, S.Ked dan Wirsal Harahap, AmK. segera berkoordinasi dengan pihak kesehatan setempat dan melakukan penyusuran ke berbagai titik lokasi yang terkena bencana banjir bandang. Wilayah yang didatangi diantaranya adalah Manyabar, Naga Juang, Pagaran Tonga, Gunung Manaon, Sabajambu, dan Sopobatu. Dari hasil penyusuran tersebut, Tim memutuskan untuk memberikan bantuan pengobatan dengan cara mobile clinic di dua titik, yaitu Manyabar dan Pagaran Tonga. Penyakit yang banyak ditemui oleh Tim adalah penyakit kulit dan ISPA. Tim juga menemui pasien yang mengalami diare yang harus diberi penanganan infus. Pengobatan yang dilakukan tim pada hari itu melayani sekitar 70 pasien, sebanyak 50 pasien di Manyabar dan sekitar 20 pasien di Pagaran Tonga. Pada hari Senin (18/2), MER-C Cabang Medan kembali menurunkan tim medis susulan ke Mandailing Natal. Tim yang ditugaskan kali ini berjumlah 5 orang yang terdiri dari 4 relawan medis dan 1 relawan non medis. Fokus wilayah kerja Tim tetap di Manyabar dan Pagaran Tonga karena wilayah ini yang masih membutuhkan bantuan medis. Dengan sistem mobile clinic, Tim mendatangi rumah para korban banjir dan mengobati para korban yang sakit. Selain bantuan obat-obatan, Tim juga memberikan bantuan berupa sembako, seragam sekolah dan peralatan ibadah yang dibeli dari hasil donasi masyarakat.
MER-C Cabang Medan Kirim Tim ke Lokasi Banjir Bandang Mandailing Natal

Medan Musibah banjir bandang kembali melanda daerah Mandailing Natal, Sumatera Utara. Banjir terjadi karena sungai Sigija yang meluap akibat hujan yang turun terus menerus sejak hari Rabu (13/2). Sebagai cabang terdekat, MER-C Cabang Medan segera mempersiapkan Tim Advance untuk menuju lokasi bencana guna melakukan pemetaan dan memberikan bantuan medis awal. Minggu (17/2), tepat pukul 09.40 pagi, dengan menggunakan ambulans, Tim yang terdiri dari 3 relawan medis mulai bergerak dari posko MER-C menuju lokasi bencana di Kec. Panyambungan, Kab. Mandailing Natal, Sumatera Utara. Setibanya di lokasi, Tim MER-C, yaitu Dr. Andika Pradana, Dashari Ermandi, S.Ked dan Wirsal Harahap, AmK. segera berkoordinasi dengan pihak kesehatan setempat dan melakukan penyusuran ke berbagai titik lokasi yang terkena bencana banjir bandang. Wilayah yang didatangi diantaranya adalah Manyabar, Naga Juang, Pagaran Tonga, Gunung Manaon, Sabajambu, dan Sopobatu. Dari hasil penyusuran tersebut, Tim memutuskan untuk memberikan bantuan pengobatan dengan cara mobile clinic di dua titik, yaitu Manyabar dan Pagaran Tonga. Penyakit yang banyak ditemui oleh Tim adalah penyakit kulit dan ISPA. Tim juga menemui pasien yang mengalami diare yang harus diberi penanganan infus. Pengobatan yang dilakukan tim pada hari itu melayani sekitar 70 pasien, sebanyak 50 pasien di Manyabar dan sekitar 20 pasien di Pagaran Tonga. Pada hari Senin (18/2), MER-C Cabang Medan kembali menurunkan tim medis susulan ke Mandailing Natal. Tim yang ditugaskan kali ini berjumlah 5 orang yang terdiri dari 4 relawan medis dan 1 relawan non medis. Fokus wilayah kerja Tim tetap di Manyabar dan Pagaran Tonga karena wilayah ini yang masih membutuhkan bantuan medis. Dengan sistem mobile clinic, Tim mendatangi rumah para korban banjir dan mengobati para korban yang sakit. Selain bantuan obat-obatan, Tim juga memberikan bantuan berupa sembako, seragam sekolah dan peralatan ibadah yang dibeli dari hasil donasi masyarakat.
Tim MER-C Jemput Bola Susuri Gang-gang Sempit di Penjaringan Jakarta Utara

Jakarta Rabu (23/1) MER-C kembali menurunkan Tim Medisnya untuk memberi bantuan pengobatan bagi warga korban banjir. Tujuan tim masih ke Penjaringan, Jakarta Utara karena banjir masih menggenangi wilayahnya ini. Tim membuka pelayanan medis di Rt 3 Rw 8, Tanah Pasir. Sebanyak 4 relawan dokter dan 2 relawan non medis berpartisipasi dalam misi kali ini. Hujan masih mengguyur cukup deras ketika tim MER-C tiba di lokasi. Di pinggir jalan besar, terlihat sudah ada beberapa posko bantuan baik dari perusahaan maupun lembaga yang peduli terhadap para korban banjir. Hal ini menandakan bantuan sudah cukup memadai di sini dan Tim MER-C harus mencari wilayah lain yang belum atau masih minim bantuan khususnya kesehatan. Dengan panduan warga, Tim pun mencoba memasuki wilayah Penjaringan yang lebih dalam. Tibalah Tim di wilayah Rt 3 Rw 8, Tanah Pasir. Banjir masih merendam wilayah ini. Ada yang setinggi betis hingga setinggi paha orang dewasa bahkan ada yang mencapai 1,5 meter. Hujan juga masih terus mengguyur yang mengakibatkan pengobatan tidak memungkinkan untuk dilakukan di armada ford ranger MER-C. Tidak ada dataran tinggi yang cukup kering juga untuk menggelar pengobatan, sehingga pengobatan pun digelar di sebuah panggung kecil yang memang biasanya digunakan sebagai posko bantuan logistik bagi warga setempat. Dengan bantuan warga, obat-obatan diturunkan dari mobil dan pengobatan pun digelar di atas panggung. Satu persatu warga yang sakit berdatangan. Ada yang berjalan kaki menggunakan payung, ada juga yang diantar oleh keluarganya dengan menggunakan gerobak. Melihat kondisi hujan dan banjir seperti ini, Ketua Tim MER-C hari itu segera memutuskan untuk membagi tim menjadi 2. Tim pertama melayani pasien di posko (panggung), sementara tim ke-2 melakukan mobile clinic dan jemput bola. Hal ini dilakukan agar balita, manula dan warga sakit yang tidak mampu datang ke posko dapat mendapatkan bantuan pengobatan. Dengan menggunakan payung dan membawa tas ransel berisi obat-obatan, relawan dokter MER-C menyusuri gang-gang sempit dan padat di Rw 8 yang masih terendam banjir untuk menjemput bola mendatangi pasien ke rumah-rumah mereka. Hari ini Tim Medis MER-C melayani sekitar 200 orang pasien, sebagian besar adalah balita dan anak-anak. Penyakit yang banyak diderita oleh warga korban banjir di wilayah ini adalah penyakit kulit, diare, dan ISPA.
Dari Atas Bak Mobil Layani Kesehatan Korban Banjir

Jakarta Setelah memberikan pelayanan kesehatan bagi warga korban banjir di Bukit Duri Jakarta Selatan, Tim Medis MER-C mencoba merambah wilayah Jakarta Utara. Senin (21/1), Tim MER-C melakukan mobile clinic lokasi banjir di Penjaringan, tepatnya di Muara Baru. Sebanyak 5 relawan dokter dan 2 non medis, berupaya melalui wilayah yang masih terendam banjir di sana sini. Dengan panduan warga setempat, armada ford ranger MER-C menembus genangan banjir. Warga terus menuntun Tim MER-C mencari jalan yang ketinggian airnya masih dapat dilalui oleh mobil untuk mencapai jalanan yang agak kering untuk menggelar pelayanan kesehatan. Karena akses yang cukup sulit, menjelang sore Tim MER-C baru tiba di lokasi. Pengobatan pun digelar di atas bak mobil MER-C, di pinggir jalan. Sementara di sejumlah wilayah banjir lainnya air sudah mulai surut bahkan kering, tidak demikian dengan Muara Baru Penjaringan Jakarta Utara. Air masih menggenangi pemukiman warga yang padat. Namun, tidak ada pengungsian di wilayah ini. Warga enggan mengungsi dan memilih tetap bertahan di rumah-rumah mereka yang masih terendam banjir dengan ketinggian beragam. Kedatangan Tim MER-C disambut antusias oleh warga Muara Baru. Begitu pelayanan kesehatan dibuka, antrian warga pun mulai mengular mendekati bagian belakang mobil MER-C yang difungsikan menjadi tempat pengobatan. Tim dokter MER-C pun segera bersiap untuk mendengarkan berbagai keluhan sakit dari warga dan berupaya mengobati mereka dengan bantuan obat-obatan yang telah dibawa dari markas MER-C di Jakarta Pusat. Sejak dibuka, pelayanan kesehatan tidak pernah sepi dari kerumunan warga. Hingga pukul 8 malam, warga Muara Baru masih terus berdatangan. Sebagian besar pasien adalah anak-anak dan balita. Penyakit yang banyak diderita adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) dan diare. Pelayanan kesehatan selesai sekitar pukul 08.30 malam dan tercatat pasien yang berobat hari ini lebih dari 400 orang. MER-C akan terus melakukan program mobile clinic ke wilayah banjir lain yang membutuhkan untuk membantu para korban dan guna menyalurkan amanah dari mayarakat yang masuk melalui rekening kemanusiaan MER-C. Donasi Rekening untuk Banjir Jakarta: Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Bank Central Asia (BCA) Cab. Kwitang no Rek. 686.0099.339 Bank Syariah Mandiri (BSM) Cab. Salemba no Rek. 701.565.8899
MER-C Lakukan Mobile Clinic dan Jemput Bola Layani Pasien Korban Banjir

Jakarta Banjir besar kembali melanda Jakarta. Jumat (18/1) MER-C menurunkan tim medisnya yang terdiri dari 5 relawan dokter dan 1 relawan logistik serta 1 supir. Dengan menggunakan armada ford ranger double cabin, Tim menyusuri sejumlah titik bencana banjir guna mencari lokasi yang belum dan masih membutuh bantuan medis. MER-C juga menerapkan sistem mobile clinic dan jemput bola dalam memberikan bantuan medis kepada para korban banjir kali ini. Setelah menyusuri beberapa lokasi banjir di wilayah Jakarta Timur dan Selatan, Tim memutuskan untuk memberikan bantuan medis kepada korban banjir yang mengungsi di Masjid Attahiriyah Bukit Duri. Di lokasi ini belum ada bantuan medis dan jumlah warga yang mengungsi diperkirakan berjumlah lebih dari 1.900 jiwa. Kedatangan Tim MER-C disambut sangat baik oleh masyarakat. Tim yang berjumlah 6 orang dibagi menjadi dua. Tim pertama memberikan pelayanan medis bagi korban banjir di dalam Masjid Attahiriyah, sementara satu tim lagi melakukan mobile ke lingkungan sekitar bersama Tim SAR dan masyarakat setempat. Relawan dokter MER-C yang bertugas di masjid menerapkan sistem jemput bola. Mereka mendatangi satu persatu ruangan dalam lingkungan masjid yang dipenuhi oleh korban banjir yang mengungsi. Warga yang mengeluh sakit diperiksa dan diobati. Usai memberikan pengobatan di dalam masjid, tim melanjutkan pengobatan di bagian luar masjid. Kali ini pelayanan medis dilakukan di atas bak mobil ford ranger MER-C yang diparkir di depan Masjid. Warga korban banjir berdatangan menghampiri mobil berlogo MER-C ini untuk mendapatkan pengobatan dari relawan dokter yang ada. Sementara itu, tim MER-C lainnya melakukan mobile ke wilayah bantaran Ciliwung yang belum mendapat bantuan medis. Tim mobile bersama Tim SAR dengan menggunakan perahu karet. Ternyata masih banyak warga yang memilih bertahan di rumah-rumah mereka yang terendam banjir dan tidak mau dievakuasi. Salah satunya seorang Bapak tua usia 62 tahun yang memilih bertahan di rumah, sorang diri, dalam keadaan sakit. Atas informasi dari istrinya, Dokter MER-C bersama Tim SAR berusaha mencapai dan memasuki rumahnya. Setelah diperiksa, sang Bapak menderita hipertensi dan segera dievakuasi. Usai mobile dengan menggunakan perahu karet, Tim MER-C mendapat laporan dari warga bahwa masih ada lokasi pengungsian yang belum mendapatkan bantuan pengobatan. Mereka berharap Tim MER-C bisa mengecek kondisi kesehatan warga yang mengungsi di sana. Dengan menggunakan sepeda motor, warga mengantar dokter MER-C ke lokasi pengungsian yang terletak di Wisma Tjiliwung. Pelayanan medis pun segera digelar bagi warga di wisma ini. Hari sudah mulai gelap ketika Tim MER-C selesai memberikan bantuan pengobatan. Penyakit yang banyak diderita oleh warga korban banjir yang diobati hari ini adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), penyakit kulit, hipertensi dan diare.