MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Dubes Pakistan Serukan Bantuan Masyarakat Indonesia bagi Korban Banjir Terparah di Negaranya

Jakarta, MINA – Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Muhammad Hassan menyerukan bantuan dari masyarakat Indonesia yang mempunyai kepedulian terhadap korban banjir terparah yang terjadi di sepertiga wilayah negara tersebut.   Dia menjelaskan situasi terkini di Pakistan, di mana para korban yang saat ini berada di pengungsian membutuhkan bantuan mendesak berupa makanan, obat-obatan dan juga tempat tinggal.   “Saya mengharapkan kepada masyarakat Indonesia dan teman Pakistan untuk bergandengan tangan dengan Pemerintah Pakistan dalam membantu mereka yang memerlukan kebutuhan mendesak,” kata Dubes Hassan pada sesi pengarahan kepada pimpinan atau perwakilan organisasi masyarakat sipil dan organisasi penanggulangan bencana serta bantuan kemanusiaan di Indonesia, di gedung Kedutaan Besar Pakistan, Jakarta, Selasa (6/9).   Sebagaimana pengamatan MINA, hadir delegasi dan pimpinan lsm, lembaga-lembaga kemanusiaan dan kegawatdaruratan di Indonesia, yakni Medical Emergency Rescue Commitee (MER-C), Human Initiative, OIC Youth Indonesia, dan lainnya.   Menurut Dubes Hassan, situasi tersebut diperkirakan akan memburuk, karena masyarakat dan infrastruktur yang tersisa harus berjuang mengatasi hujan deras yang terus berlangsung.   “Hal ini lambat laun akan mengakibatkan kehancuran, karena kekurangan pangan dan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air,” ujarnya.   Untuk itu, lanjut Dubes Hassan, Pemerintah Pakistan tengah berfokus pada bantuan ketahanan pangan, tempat tinggal dan barang-barang non-pangan, program pemenuhan gizi anak, layanan kesehatan primer, air dan sanitasi, serta tempat tinggal bagi para pengungsi.   Dubes Hassan juga menjelaskan pihaknya juga telah membentuk Unit Koordinasi Bantuan Banjir (FRCU) yang aktif selama 24 jam setiap hari di Kedutaan untuk membantu kontributor individu dan organisasi masyarakat sipil yang ingin ikut membantu.   “Bagi yang berkenan membantu, dapat langsung menyalurkannya ke Dana Bantuan Perdana Menteri 2022 dengan mentransfer dana ke bank Pakistan mana pun,” jelasnya.   Selain itu, Dubes Hassan juga menyatakan, pihak kedutaan akan memberikan bantuan akses masuk ke daerah bencana bagi organisasi penanggulangan bencana serta bantuan kemanusiaan yang akan menyalurkan bantuan secara langsung.   Pemerintah Pakistan telah mengumumkan banjir bandang akibat hujan deras itu sebagai darurat nasional dan segera meminta PBB untuk membantunya mengumpulkan dana internasional.   Operasi bantuan besar-besaran telah diluncurkan oleh Pemerintah Pakistan dengan bantuan komunitas internasional dan badan-badan kemanusiaan.   Sementara itu, pemerintah federal dan provinsi, NDMA, administrasi sipil, dan angkatan bersenjata sedang melakukan respon kemanusiaan terkoordinasi di daerah yang paling terkena dampak.   Dubes Hassan mengatakan, situasi banjir paling parah terjadi di provinsi-provinsi seperti Sindh dan Balochistan, hingga daerah pegunungan di Khyber Pakhtunkhwa juga terkena dampak parah.   Dalam kesempatan tersebut, relawan MER-C Ita Muswita dan Islamiyah Samaun menceritakan pengalamannya dalam menjalankan  misi kemanusiaan bagi korban banjir di Pakistan pada 2010 lalu selama dua pekan.   Pada misi tersebut total pasien yang ditangani Tim MER-C, baik pengobatan umum maupun tindakan operasi sebanyak 2.110 pasien.   “Hal yang perlu dipersiapkan saat menjalankan misi kemanusiaan terjun langsung ke lapangan perlu mengenali karakter atau budaya setempat di negara yang terdampak bencana itu, apalagi untuk menjangkau wilayah-wilayah dan kamp-kamp pengungsi yang ada di pelosok-pelosok,” ujar Ita.   Perubahan Iklim   Menurut laporan Kedubes Pakistan, hingga berita ini diturunkan, sebanyak, 80 distrik dinyatakan terdampak Bencana (31 di Balochistan, 6 di GB, 14 di KPK, 3 di Punjab, 23 di Sindh), sebanyak 33.046.329 orang terdampak banjir bandang.   Lebih dari 470.000 orang tinggal di kamp pengungsian Hampir 1.300 orang meninggal (570 pria, 259 wanita, dan 453 anak-anak), sementara 12.588 orang lainnya terluka.   Sementara 1.468.019 rumah rusak, 736.459 ternak terbunuh, dan Setidaknya 3,6 juta hektar tanaman/kebun telah terpengaruh. Kerusakan infrastuktur lainnya yakni lebih dari 5.000 km jalan dan 243 jembatan telah rusak atau hancur.   Selain itu, kerugian ekonomi di negara tersebut akibat bencana alam ini sudah mencapai $12,5 miliar. Sementara kasus diare dan penyakit yang ditularkan melalui air, infeksi saluran pernapasan, dan penyakit kulit juga telah dilaporkan.   Pakistan telah menghadapi cuaca muson yang parah sejak pertengahan Juni 2022 dengan curah hujan yang setara dengan 2,7 kali rata-rata nasional selama 30 tahun terakhir.   Banjir dan erosi yang meluas disebabkan curah hujan tinggi menjadi salah satu bencana alam yang disebabkan Perubahan Iklim.(L/R1/P1)   Link Berita : https://minanews.net/dubes-pakistan-serukan-bantuan-masyarakat-indonesia-bagi-korban-banjir-terparah-di-negaranya/

HNW: Indonesia Harus Tolak Timnas Israel, Ini Jati Diri Bangsa

Dalam rangka mendorong Pemerintah untuk berani menolak kedatangan Timnas Israel ke Indonesia, Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad terus melakukan safari kemanusiaan ke berbagai elemen bangsa. Jum’at/2 September 2022, Sarbini bertemu dan bersilaturahim dengan Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, MA untuk membahas dan meminta dukungan atas Gerakan Tolak Timnas Israel.  Seperti diketahui, Tim Sepak Bola Nasional U-20 Israel direncanakan akan datang dan bertanding di Indonesia pada tahun 2023 mendatang, seiring izin dan jaminan yang diberikan Pemerintah dalam hal ini Menpora RI terhadap Timnas Israel tersebut. MER-C memandang ini sebagai ujian berat bangsa Indonesia untuk membuktikan kekonsistenannya dalam menentang penjajahan dan membela kemerdekaan Palestina, satu-satunya negara peserta KAA (Konferensi Asia Afrika) yang sampai saat ini belum merdeka.   Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. Muhammad Hidayat Nur Wahid, MA menyatakan dukungannya terhadap gerakan Tolak Timnas Israel yang tengah digaungkan oleh MER-C. Ia secara pribadi juga sudah menyatakan penolakannya karena menurutnya sikap tersebut adalah kekhasan dan merupakan jati diri bangsa Indonesia yang sudah berlaku sejak zaman Presiden Pertama RI, Bung Karno.   “Indonesia sebagai negara berdaulat dan mempunyai kekhasan. Kita menghormati kekhasan masing-masing negara. Kekhasan Indonesia sesuai dengan kosntitusinya adalah sikap politik yang sudah berlaku sejak zaman Bung Karno, yaitu Indonesia menolak penjajahan Israel,” ujar Hidayat.   “Jadi hendaknya semua pihak memahami itu. Obyektifitas dan sportifitas kita justru harus menghadirkan pemahaman ini. Sebagai tuan rumah, harus diingat bahwa kita punya nilai yang kita pegang. Indonesia itu tidak seperti negara-negara Eropa atau negara-negara lain yang membuka hubungan dengan Israel. Indonesia sejak dari awal justru menolak Israel,” tegasnya.   Lebih jauh ia memaparkan bahwa sejarah panjang bangsa Indonesia sudah mencatat dengan baik sikap Indonesia tersebut. Seperti pada tahun 1955, Bung Karno menolak keinginan Israel untuk diundang ke Bandung pada Konferensi Asia Afrika (KAA). Bung Karno malah mengundang Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, seorang Tokoh Pejuang Palestina, Mufti Yerusalem.   Tidak hanya itu, pada tahun 1957, Bung Karno juga tegas melarang Indonesia main dengan Israel. Bung Karno berpandangan lebih baik tidak masuk ke Piala Dunia daripada harus main dengan Israel.   Begitupun pada Asian Games tahun 1962. Indonesia lebih memilih dihukum oleh Panitia Asian Games ketimbang harus mengundang Israel.   “Inilah Indonesia. Indonesia mempunyai sikap dasar, pembukaan UUD-nya sangat jelas dan itulah cita-cita bangsa Indonesia yang diterjemahkan dengan sangat gamblang oleh Bung Karno dalam menyikapi berbagai event internasional,” lanjutnya.    Hidayat pun memberikan perbandingan, bahwa ketika Bung Karno menolak Indonesia main dengan Israel pada tahun 1958, posisi Israel menjajah tanah Paletina baru sekitar 22%. Sekarang Israel sudah menjajah tanah Palestina di atas 80%. “Masa dulu 22% kita tolak, sekarang sudah 85% malah kita terima. Terbalik dong. Seharusnya dulu 22% saja kita tolak, apalagi sekarang 85%, harusnya kan begitu,” ujarnya.   Ia melanjutkan sikap ini sesuai dengan pernyataan Presiden RI, Joko Widodo bahwa Indonesia mempunyai hutang sejarah dengan Palestina karena merupakan satu-satunya negara peserta KAA yang sampai saat ini belum merdeka. Oleh karenanya, Indonesia harusnya membayar hutang sejarah itu dengan memaksimalkan usaha untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.   Hidayat mengingtakan bahwa seluruh manuver sekecil apapun yang bermakna terhadap pengakuan terhadap Israel dan semakin menjauhkan Palestina merdeka harus dihindari. Apabila hal-hal seperti ini terus dibiarkan, seperti Timnas diterima, di Parlemen diterima, NGO diterima, jual beli senjata, dsb, maka akan dijadikan alasan normalisasi.    “Sedikit-sedikit akan dijadikan akumulasi, dalih untuk akhirnya kenapa tidak melakukan normalisasi. Karenanya ini harus kita tolak supaya kita bisa mengkoreksi manuver-manuver Israel yang ingin menjerumuskan Indonesia keluar dari konstitusinya, yaitu mengakui penjajahan Israel,” imbuhnya.   Ia berpendapat Indonesia sangat bisa melakukan penolakan karena Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel dan Indonesia mempunyai kekhasan serta jati diri yang selama ini sudah dengan tegas menolak penjajahan Israel.

Catatan dr. Ben : Indonesia di Mata Israel

Dimata Israel, Indonesia terasa spesial. Upaya menarik Indonesia bukan baru sekarang ini saja, tapi sejak era Bung Karno dan Suharto upaya ini sudah dimulai oleh Israel. Di masa Bung Karno, upaya diplomasi Israel bisa dikatakan mati kutu. Mengusung slogan Anti Imperialis dan Kolonialis, Bung Karno secara tegas menyebutkan Israel bagian yang tak terpisahkan, bagian satelit dari Negara Imperalis dan Kolonialis. Shingga di Asian Games tahun 1962, secara tegas Bung Karno menolak keikutsertaan Israel dalam perhelatan tersebut. Di zaman Soeharto, meski Indonesia tak punya hubungan diplomatik dengan Israel, namun hubungan gelap terus berlangsung dalam beberapa bidang terutama berkaitan dengan militer. Kenapa Indonesia begitu penting di mata Israel? 1.    Faktor Ekonomi Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan sumber alam begitu besar dan jumlah penduduk lebih kurang 280 juta yang menempati ranking 4 dunia, merupakan sebuah potensi yang besar sehingga secara bisnis hal ini sangat menggiurkan. Adapun pada tahun 2030 mendatang Indonesia diprediksi akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar pada peringkat 4 dunia. Dahsyat memang. 2.    Faktor Politik Sebagai negara mayoritas muslim terbesar di dunia, wajar Indonesia menjadi incaran Israel karena bila Israel bisa merangkul Indonesia secara politik, maka Palestina akan semakin terisolir. Tak bisa dipungkiri bahwa Indonesia adalah negara yang hingga kini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Agresivitas Israel merangkul Indonesia dengan berbagai macam cara, patut kita cermati. Sikap permisif kita bisa menjadi celah yang menguntungkan Israel. Sering delegasi Israel datang ke Indonesia dalam berbagai event dan kesempatan. Ini adalah prolog untuk melihat sejauh mana resistensi kita (bangsa Indonesia) dalam menghadapi momen ini. Semakin kecil resistensi kita, maka akan menjadi pembenaran bahwa Indonesia menormalisasi hubungan dengan Israel. Untuk itu, kita mesti waspada dan kritis.   Jakarta, 24 Agustus 2022 Dr. Sarbini Abdul MuradKetua Presidium MER-C Indonesia

MER-C Terkejut dengan Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Penyelesaian Konflik Palestina – Israel

Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad mengaku terkejut dengan pernyataan Mantan Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla saat menjadi narasumber pada suatu diskusi yang diadakan oleh Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia di Jakarta, Jumat (19/8). Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla mengatakan bahwa jika Indonesia ingin menjadi mediator untuk menyelesaikan konflik Palestina – Israel, maka Indonesia harus mengenal dan mempunyai hubungan dengan kedua belah pihak, tidak saja dengan Palestina, namun juga dengan Israel.     “Kami terkejut dengan pernyataan Pak Jusuf Kalla dalam forum diskusi itu bahwa untuk mendamaikan konflik Palestina – Israel, maka Indonesia harus mempunyai hubungan dengan keduanya, yaitu dengan Palestina dan juga dengan Israel,” ujar Sarbini. Pernyataan tersebut menurutnya akan melukai sejarah dan upaya Indonesia yang selama ini konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.   Sarbini justru berpandangan Indonesia tidak patut membuka hubungan dengan Israel. Pasalnya, banyak pekerjaan rumah yang belum diselesaikan oleh Israel, seperti masalah pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), penindasan, perampasan, pengrusakan properti warga Palestina, dsb.   “Israel telah melakukan berbagai pelanggaran HAM dan penjajahan di tanah Palestina, dimana hal ini tidak sesuai dengan konstitusi negara kita dan sejarah bangsa Indonesia yang selama ini melakukan pembelaan terhadap Palestina,” tambahnya.   Oleh karenanya, Sarbini berpendapat bahwa pernyataan Jusuf Kalla tersebut tidak dapat diterapkan untuk konflik Palestina – Israel.   “Pak JK adalah seorang Tokoh Bangsa yang kita hormati karena beliau seorang juru damai yang tangguh dan sudah teruji. Kita semua mengakui hal tersebut,” ujar Sarbini. “Namun menurut pandangan kami, niat Pak JK untuk membuka hubungan dengan kedua belah pihak tidak dapat diterapkan untuk kasus konflik Palestina – Israel,” tambahnya.   “Hanya Amerika yang bisa mendamaikan konflik Palestina – Israel, itupun kalau Amerika serius dan tidak memihak,” ujarnya.   Ketua Presidium MER-C ini juga berpandangan bahwa pernyataan mantan Wakil Presiden RI ini akan kontra produktif terhadap upaya yang dilakukan Indonesia selama ini. Untuk itu, ia berharap Indonesia tetap konsisten terhadap solusi dua negara.    “Kami berharap Indonesia (pemerintah) tetap konsisten terhadap solusi dua negara, karena sampai saat ini belum ada tanda-tanda dan belum ada progress dari solusi tersebut.”   Jakarta, 23 Agustus 2022

Pimpinan MER-C Kritik Penutupan Tujuh Organisasi HAM Palestina

Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad mengkritik langkah Israel yang menutup tujuh organisasi HAM Palestina. Sarbini berpandangan langkah Israel tersebut patut dikecam karena merupakan langkah illegal. Sarbini berpandangan bahwa hal ini dilakukan Israel agar mereka lebih leluasa membungkam aktivis Palestina yang kritis terhadap kesewenangan pihak keamanan Israel sekaligus berupaya menutupi aktivitas jahat mereka di kawasan Palestina yang menghancurkan properti dan penangkapan para warga sipilnya. Adapun langkah sebagian anggota Uni Eropa yang menyatakan keberatan dengan penutupan tujuh kantor organisasi HAM Palestina menurut Sarbini hal ini patut diapresiasi. “Sikap Uni Eropa yang keberatan dengan penutupan tujuh kantor organisasi HAM Palestina patut kita apresiasi. Namun, kami harap Uni Eropa tidak cukup dengan menunjukkan sikap tidak nyaman atas langkah Israel tersebut, tapi harus dengan tegas dan mendesak Israel agar menghentikan keputusan yang melanggar hak demokrasi dan hukum internasional,” ujar Sarbini. Lebih lanjut Pimpinan MER-C ini juga menekankan bahwa MER-C sebagai organisasi yang concern di bidang kemanusiaan dan perdamaian akan terus memantau perkembangan kemanusiaan di Palestina. “Ini sebagai bentuk pertanggung jawaban kami kepada konstitusi dan sejarah,” tegasnya. Sementara itu, kepada dunia internasional Sarbini juga meminta agar tetap memantau dengan serius dan konsisten perkembangan HAM yang terjadi di Palestina. “Sekecil apapun pelanggaran yang dilakukan pihak Israel terhadap Palestina tidak boleh kita biarkan dan abaikan,” imbuhnya. Tujuh organisasi HAM Palestina yang menjadi sasaran penutupan paksa oleh Israel adalah Addameer Prisoner Support and Human Rights Association, Al Haq, Bisan Center for Research and Development, Defense for Children International-Palestine, Health Work Committees (HWC), Union of Agricultural Work Committees (UAWC), dan the Union of Palestinian Women’s Committees (UPWC). Israel menuduh organisasi-organisasi tersebut terafiliasi dengan Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) yang ditetapkan sebagai organisasi teroris.

MER-C Minta Pemerintah Tolak Timnas Israel

MER-C berharap pemerintah selaras dalam perbuatan ketika mendukung Palestina dan menolak Israel yang menjajah Palestina.     JAKARTA — Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyampaikan pesan kepada Pemerintah Indonesia mengenai polemik keikutsertaan timnas Israel dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia pada tahun 2023. MER-C berharap pemerintah selaras dalam perbuatan ketika mendukung Palestina dan menolak Israel yang menjajah Palestina.   “Ini harapan dan permintaan kami kepada Presiden (Joko Widodo), khususnya agar secara tegas (pemerintah) menolak kepentingan timnas Israel ikut dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia,” ujar Ketua Presidium MER-C dr Sarbini Abdul Murad di kantor Republika, Jakarta, Jumat (19/8).   Sarbini mengingatkan, Presiden Sukarno pernah menolak kepentingan Israel pada tahun 1962 ketika Asian Games. Kalau Presiden Jokowi mampu menolak timnas Israel ikut dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia tahun 2023, artinya Jokowi mampu mengembalikan keberanian dan konsistensi Bung Karno dalam mendukung Palestina.   MER-C yakin Presiden Jokowi akan memperhatikan aspirasi masyarakat. Harapannya, konstitusi Indonesia yang jelas mengatakan bahwa penjajahan di atas bumi harus dihapuskan betul-betul dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen oleh Pemerintah Indonesia.   Kepada Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin, MER-C menyampaikan, Wapres adalah seorang ulama. Karena itu, MER-C yakin, Kiai Ma’ruf akan memberikan yang terbaik kepada pemerintah dan rakyat Palestina. MER-C juga yakin Kiai Ma’ruf akan menolak timnas Israel ikut dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia.   Sarbini mengingatkan, jika timnas Israel mengikuti Piala Dunia U-20 di Indonesia, masyarakat Indonesia pasti akan kecewa. “Akan ada kekecewaan yang terjadi di masyarakat ketika timnas Israel masuk ke Indonesia, bisa jadi ada penolakan yang ekstrem (terhadap timnas Israel),” ujarnya.   Sarbini berpandangan, jika timnas Israel ikut dalam Piala Dunia U-20 di Indonesia, sama saja pemerintah melanggar konstitusi Indonesia. Jadi, ada dua hal yang akan terjadi. Pertama, respons keras masyarakat. Kedua, pemerintah melanggar konstitusi. Dua hal ini yang harus dihindari.   “Sesuatu yang tidak bagus untuk kita (pemerintah dan bangsa Indonesia) dan untuk sejarah bangsa Indonesia, maka pemerintah harus tegas untuk bisa melaksanakan hal yang diinginkan oleh konstitusi dan masyarakat Indonesia,” ujar Sarbini.   Sebelumnya, dalam rangka safari kemanusiaan untuk menolak kedatangan timnas Israel, Sarbini bertemu dengan Ketua Presidium Majelis Ormas Islam (MOI) KH Nazar Haris pada Kamis (18/8). Dalam pertemuan tersebut, Ketua Presidium MOI memberikan apresiasi positif atas kunjungan dan pencerahan yang disampaikan oleh pimpinan MER-C.   Kiai Nazar menyambut baik dan mendukung gagasan MER-C menolak kedatangan timnas Israel ke Indonesia. Sebab, penolakan ini adalah bentuk pembelaan terhadap konstitusi bangsa Indonesia.   “Sesuai dengan UUD 1945, tujuan kita mendirikan negara ini adalah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” kata Kiai Nazar melalui keterangan tertulis.   Kiai Nazar juga menyampaikan, apabila bangsa Indonesia membiarkan Israel hadir ke Indonesia, Indonesia bisa terancam dengan penjajahan baru, dengan model baru, dan penjajahan lebih ketat.   “Untuk itu, kita akan mencari cara supaya kita bisa menggalang bersama, menjaga kedaulatan bangsa dan kita bisa melindungi bangsa Indonesia dari model-model penjajahan yang sedang direkayasa,” ujar Kiai Nazar.     Link : https://www.republika.id/posts/31102/mer-c-minta-pemerintah-tolak-timnas-israel

Majelis Ormas Islam Dukung Gagasan Tolak Kedatangan Timnas Israel ke Indonesia

Dalam rangka “Safari Kemanusiaan untuk Menolak Kedatangan Tim Nasional Israel”, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad bertemu dengan Ketua Presidium Majelis Ormas Islam atau MOI, KH. Nazar Haris, Kamis/18 Agustus 2022. Dalam pertemuan tersebut, Ketua Presidium MOI, memberikan apresiasi positif atas kunjungan dan pencerahan yang disampaikan oleh Pimpinan MER-C. Ia menyambut baik dan mendukung gagasan MER-C menolak kedatangan Tim Sepak Bola Nasional Israel ke Indonesia karena ini adalah bentuk pembelaan terhadap bangsa. “Kita berterima kasih atas kunjungan dan pencerahan dari MER-C terkait rencana kedatangan Timnas Israel,” tutur Nazar. “Ini adalah pembelaan kepada bangsa. Bahwa sesuai dengan UUD 1945 tujuan kita mendirikan negara ini adalah memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut serta dalam ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” imbuhnya. Pimpinan Majelis Ormas Islam tersebut juga memaparkan bahwa dalam sejarah Yahudi Israel memang biasa melakukan pendekatan-pendekatan untuk mendapatkan akses masuk ke dalam suatu negeri. “Seperti halnya saat ini mereka sudah melakukan pendekatan kepada negeri-negeri di Timur Tengah supaya terbuka peluang untuk perdagangan,” ujarnya. “Dimulai dari perdagangan, tapi kemudian mereka bisa menguasai perekonomian suatu bangsa. Ini kebiasaan Israel yang telah dipraktekkan puluhan tahun bahkan berabad-abad. Itulah yang dialami di Eropa ketika bangsa Eropa takluk di bawah penjajahan ekonomi Yahudi, begitu juga yang mereka lakukan di Amerika,” tambah Nazar. Lebih jauh ia juga menyampaikan bahwa apabila bangsa Indonesia terus menyerah dan membiarkan Israel hadir ke Indonesia, maka Indonesia bisa terancam dengan penjajahan baru, dengan model baru dan penjajahan lebih ketat. “Kalau sekarang sebagian bangsa kita merasa terjajah oleh etnis tertentu, maka kita sedang menghadirkan satu etnis baru untuk menjajah negeri ini, dan ini lebih parah. Untuk itu, kita akan mencari cara supaya kita bisa menggalang bersama, menjaga kedaulatan bangsa dan kita bisa melindungi bangsa Indonesia dari model-model penjajahan yang sedang direkayasa,” ujarnya. Untuk itu, menurutnya Majelis Ormas Islam akan mengadakan pembahasan lebih lanjut dan serius mengenai hal ini. Turut hadir dalam pertemuan ini Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI), HM. Mursalin, Pengurus MOI dan MER-C. Sebelumnya, pada Rabu/29 Juni 2022, MER-C bersama lembaga peduli Palestina, yaitu AWG (Aqsa Working Group), BSMI (Bulan Sabit Merah Indonesia) dan KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam) telah mengadakan konferensi pers bersama menolak kedatangan Timnas Israel. Lolosnya timnas Israel akan menjadi ujian berat bangsa Indonesia untuk membuktikan kekonsistenannya dalam pembelaan terhadap Palestina dan penolakan atas segala bentuk penjajahan seperti yang termaktub dalam UUD 1945. Upaya penolakan ini akan terus dilakukan tidak hanya karena daftar panjang pelanggaran HAM namun juga penjajahan yang masih dilakukan Israel terhadap bangsa Palestina yang bertentangan dengan konstitusi negara Indonesia dan hukum Internasional.

23 Tahun MER-C Mengabdi untuk Kemanusiaan

Catatan dr. Ben   23 Tahun MER-C Mengabdi untuk Kemanusiaan   (14 Agustus 1999 – 14 Agustus 2022)   Alhamdulilah, hari ini tanggal 14 Agustus 2022 adalah Milad MER-C yang ke-23 tahun.     Sudah banyak catatan kemanusiaan yang ditoreh MER-C. Lahirnya MER-C di tangan dokter-dokter Alumni FKUI yang saat itu mereka baru saja tamat kuliah dan ada juga yang masih mahasiswa.   Idealisme kemanusiaan menjadi pemantik lahirnya MER-C. Konflik horizontal yang mengoyakkan keakraban anak bangsa menjadikan organisasi ini benang perekat yang menyatukan emosi massa.   MER-C menjadi organisasi yang diterima oleh semua komunitas yang berkonflik karena MER-C mengusung landasan kemanusiaan yang menjadikannya profesional dan berdiri di semua komunitas.   Dalam usia yang ke-23 tahun, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan yang sedang dan pernah mengabdi di MER-C. Kebersamaan dan pengabdian yang telah kalian lakukan untuk bangsa dan negara, semoga menjadi catatan amal shaleh.   Selanjutnya, MER-C akan terus berkiprah bagi kemanusiaan  baik di dalam negeri maupun luar negeri.    Memang belum sempurna harapan kami, tapi kami akan mencoba terus memberikan yang terbaik bagi nusa dan bangsa.   Kepada donatur yang terus bersama MER-C, baik MER-C dalam ujian maupun tidak, kepercayaan ini menjadi penyemangat kami. Semoga menjadi amal shaleh dan ALLAH-lah yang akan membalas semuanya.   Juga kepada mitra kami yang tak bisa kami sebutkan satu persatu, kami bangga dan bersyukur bisa menjadi mitra kalian semua. Kebersamaan ini terus kita pertahankan.    Akhirnya kami mengucapkan Selamat Milad MER-C ke-23 Tahun. Semoga MER-C tetap istiqomah dan amanah.   Jakarta, 14 Agustus 2022 dr. Sarbini Abdul Murad Ketua Presidium MER-C

MER-C : Indonesia Harus Waspada Agenda Besar Israel

Media Israel The Jerusalem Post, Kamis/11 Agustus 2022 merilis berita mengenai kunjungan sejumlah delegasi Israel ke Indonesia. Kunjungan yang dilakukan pada 17 – 22 Juli 2022 lalu dalam rangka program yang diadakan Israel–Asia Center untuk menggali potensi investasi dan kerjasama bisnis start up. Program tersebut diadakan secara virtual dan langsung, serta diikuti oleh sekitar 100 delegasi Israel dan Indonesia yang terdiri dari investor, profesional teknologi, hingga pejabat perdagangan.   Dalam berita itu juga disebutkan delegasi langsung Israel mengadakan pertemuan dengan para pemimpin bisnis Indonesia, rektor universitas, pengusaha dan investor, selain kunjungan ke hub start-up lokal, situs bersejarah di Jakarta, dan kunjungan ke salah satu kampung kumuh, diperluas pada program maya. Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad langsung memberikan pernyataannya menanggapi berita kunjungan delegasi Israel tersebut. “Indonesia harus mewaspadai agenda besar Israel. Hal ini karena Israel melihat Indonesia sebagai negara dengan potensi ekonomi yang besar sehingga membuat delegasi Israel secara massif datang ke Indonesia melalui berbagai macam aktifitas, baik perekonomian, olah raga, dsb,” tegas Sarbini. Untuk itu, menurutnya MER-C perlu memberikan warning kepada rakyat dan pemerintah Indonesia agar hal ini dapat diwaspadai. “MER-C memandang perlu memberikan warning kepada pemerintah dan juga rakyat Indonesia untuk sama-sama mewaspadai agenda besar Israel, yaitu terbukanya hubungan diplomatik Indonesia dan Israel,” lanjutnya. Dokter yang telah berpengalaman di berbagai wilayah perang dan konflik baik di dalam maupun di luar negeri ini lebih lanjut menyampaikan bahwa adanya kunjungan delegasi Israel menandakan pemerintah belum serius untuk melarang delegasi Israel datang ke Indonesia. “Ada pembiaran dari pihak Indonesia,” ujarnya. Ia juga berkeyakinan ada agenda gelap Israel dengan sebagian elit pejabat Indonesia, sehingga hal ini dapat terlaksana. Untuk itu, Sarbini meminta kepada pemerintah Indonesia untuk serius dan secara tegas melarang semua aktifitas maupun hubungan apapun dengan Israel. “Kami meminta kepada pemerintah Indonesia untuk serius dan secara tegas melarang semua aktifitas maupun hubungan apapun dengan Israel, sehingga kita tidak terbawa dalam jebakan-jebakan yang berujung dengan pembukaan hubungan diplomatik,” tambahnya. Sarbini juga mengatakan bahwa delegasi Israel menggunakan paspor non-Israel untuk bisa masuk ke Indonesia. Oleh karenanya, ia meminta kepada Pemerintah untuk mendeteksi hal ini. “Pemerintah harus bisa mendeteksi dari negara mana delegasi Israel bisa masuk ke Indonesia sehingga  ke depan kita harus lebih cermat dan berhati-hati ketika ada orang asing yang akan masuk ke Indonesia menggunakan paspor dari negara tersebut,” tegasnya. Jakarta, 12 Agustus 2022

MINA dan MER-C Hadirkan Relawan RS Indonesia di Gaza Palestina Sampaikan Situasi Terkini

Jakarta, MINA – Menyikapi  agresi Israel di Jalur Gaza, Palestina, Kantor Berita Mi’raj News Agency (MINA) menayangkan Laporan Langsung dari Gaza Palestina bertema “Peran Rumah Sakit Indonesia Selamatkan Rakyat Palestina” di Instagram Minanews_net dan mercindonesia bersama Relawan MER-C, Reza Aldilla Kurniawan di RSI, Gaza,  Senin (8/8). “Kami membantu warga Gaza, dan kami juga ditugaskan untuk selalu melaporkan dan mendokumentasikan keadaan di sini,” kata Reza Aldilla. “Terkadang kita tidak cukup kuat harus mendokumentasikan keadaan di sini, melihat korban syahid yang anggota tubuhnya hancur bahkan sampai hilang, lalu melihat dan mendengar tangisan anak-anak kecil yang kehilangan orang tuanya,” lanjutnya menjawab pertanyaan wartawati MINA, Sri Astuti, yang menjadi pemandu acara tersebut. Reza juga melaporkan, setelah perjanjian genjatan senjata disepakati Ahad (7/8), keadaan Jalur Gaza cukup tenang dan kembali normal. Faksi-faksi perlawanan dan otoritas pendudukan Israel melakukan perjanjian genjatan senjata yang ditengahi oleh Mesir, berlaku pada Ahad (7/8) pukul 23:30 waktu Palestina. “Setelah perjanjian genjatan senjata dilakukan, keadaan sekitar langsung hening dan tenang, terikan takbir terdengar sebagai bentuk perayaan kemenangan setelah genjatan senjata,” tuturnya. Serangan yang terjadi selama tiga hari di Gaza sejak Jumat (, ada 16 korban Syahid dan 95 luka-luka yang dilarikan ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza. “Meskipun serangan kali ini terbilang sebentar ketimbang serangan-serangan sebelumnya, namun korban terbilang cukup banyak, sebab serangan yang dilakukan Israel sangat brutal, membuat pihak Rumah Sakit kewalahan menangani pasien yang datang secara berbarengan,” ungkap Reza. Reza melaporkan, agresi Israel yang sudah berlangsung tiga hari dimulai sejak Jumat (5/8), telah menelan banyak korban, 44 orang gugur, termasuk 15 anak-anak, 4 wanita, dan 360 warga lainnya luka-luka. Selama serangan terjadi tidak ada kerusakan Rumah Sakit Indonesia di Gaza. “Tidak ada kerusakan di Rumah Sakit Indonesia, dan penanganan pasien sudah kembali normal, tidak lagi kerepotan, meskipun di Rumah Sakit Indonesia kekurangan pasokan obat-obatan, tetapi tetap memaksimalkan penanganan pasien,” ungkap Reza. Ia juga menyatakan: “Warga Gaza sangat membutuhkan kita, kita harus selalu ingat keadaan di sini, jangan hanya karena tidak ada berita serangan lantas kita lupa dengan saudara-saudara kita di Gaza, dan Jazakallah Khoir kepada Rakyat Indonesia yang selalu memberikan doa dan dukungannya untuk warga di sini.” Selain sebagai Relawan MER-C yang telah 9 tahun berada di Jalur Gaza, Reza Aldilla Kurniawan juga merupakan Mahasiswa S1 Universitas Islam Gaza Jurusan Syariah dan telah menyelesaikan hafalan 30 Juz Al-Quran. Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza resmi beroperasi sejak 27 Desember 2015 ini dibangun di atas areal seluas 1,6 hektar, dan terletak hanya tiga kilometer dari perbatasan ke Israel di wilayah utara. Luas bangunan sekitar 10.000 m2. Konstruksi dan pembangunannya melibatkan banyak relawan dari Indonesia. Pembangunan dan pembiayaannya dikoordinasi Medical Emergency Rescue Committee (MER-C).(L/Iwn/P1) Artikel ini telah tayang di Minanews.net dengan judul *MINA dan MER-C Hadirkan Relawan RS Indonesia di Gaza Palestina Sampaikan Situasi Terkini*, Klik link berikut untuk baca selengkapnya: https://minanews.net/mina-dan-mer-c-hadirkan-relawan-rs-indonesia-di-gaza-palestina-sampaikan-situasi-terkini

Silahkan bertanya?