Klinik Al Aqsa B di Gaza Selatan Gelar Pelatihan Medis dan Donor Darah

Khan Younis, Gaza Selatan – Di tengah keterbatasan dan agresi yang masih terus berlangsung, Klinik Lapangan Al Aqsa B yang berada di wilayah Al Mawasi, Khan Younis, Gaza Selatan, terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Didukung oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) dan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Palestina (MOH), klinik ini mengadakan sejumlah kegiatan kemanusiaan penting demi merespons situasi darurat yang kian mendesak. Salah satunya adalah pelaksanaan donor darah pada 20 Juni 2025, sebagai respons atas krisis kekurangan stok darah akibat tingginya jumlah korban luka. Berdasarkan keterangan dari dr. Yousif Salah Alfarra selaku penanggung jawab klinik, sebanyak 25 unit darah berhasil dikumpulkan dari para pendonor yang terdiri atas warga kamp pengungsi dan staf klinik. Seluruh unit darah tersebut telah diserahkan kepada Rumah Sakit Nasser, salah satu rumah sakit rujukan di Gaza Selatan. Selain donor darah, Klinik Al Aqsa B juga menggelar pelatihan medis tentang penggunaan antibiotik, yang dibawakan oleh Mohammad Zorrob, staf farmasi klinik, pada 17 Juni 2025. Pelatihan ini merupakan bagian dari program rutin Klinik Al Aqsa B untuk meningkatkan pelayanan. Sejak dimulainya kerja sama MER-C dengan Kementerian Kesehatan Palestina pada 1 Desember 2024, Klinik ini mengalami peningkatan signifikan dalam kapasitas layanan, kualitas perawatan, serta semangat kerja tim medis di lapangan. Saat ini, Klinik Al Aqsa B melayani rata-rata 1.200 pasien per hari. Selengkapnya di link ini
Komitmen Berkelanjutan MER-C dan Kemenkes Gaza Perkuat Layanan Klinik Al Aqsa B

Gaza Selatan — Sebagai bentuk komitmen untuk memberikan dukungan kemanusiaan di Jalur Gaza, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) masih secara aktif mendukung operasional Klinik Lapangan Al Aqsa B di Khan Younis, Gaza selatan. Sejak kerja sama dimulai dengan Kementerian Kesehatan (MOH) pada 1 Desember 2024, Klinik ini telah mengalami peningkatan signifikan dalam kapasitas layanan, kualitas perawatan, serta semangat tim medis yang bertugas di lapangan, juga perbaikan nyata dalam kehidupan pasien. Saat ini Klinik Al Aqsa B melayani rata-rata 1.200 pasien per hari. Sejumlah pencapaian penting yang berhasil diwujudkan Klinik Al Aqsa B berkat dukungan MER-C dan Kementerian Kesehatan Gaza, antara lain: Perluasan Layanan DaruratLayanan Vaksinasi AnakPeningkatan Laboraturium Kapasitas SterilisasiDukungan Klinik GiziPemasangan Lemari Es untuk Penyimpanan FarmasiPelatihan Medis untuk memperkaya pendidikan staf dan kualitas perawatan pasien. MER-C tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas perawatan Jalur Gaza, meski harus menghadapi tantangan luar biasa setiap hari. Dukungan dari MER-C bukan hanya logistik atau keuangan. Ini adalah pengingat bahwa kemanusiaan melampaui batas-batas, dan bahwa kasih sayang dapat membangun kembali apa yang coba dihancurkan oleh perang. Cek link ini ———‐—————- MER-C and Gaza Ministry of Health Strengthen Al Aqsa B Clinic Services In a show of commitment to humanitarian support in Gaza, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) continues to support the operations of Al Aqsa B Field Clinic in Khan Younis, southern Gaza. Since the partnership began on December 1, 2024, the clinic has seen significant improvements in service capacity, quality of care, and staff morale. The clinic now serves an average of 1,200 patients per day. Its activities include: – Expanded emergency services– Child vaccination services– Laboratory upgrades– Sterilization capacity– Nutritional support– Pharmacy storage facilities– Medical training for staff MER-C remains committed to improving healthcare in Gaza, despite facing extraordinary challenges. The organization’s support goes beyond logistics and finance, serving as a reminder that humanity transcends borders and that compassion can rebuild what war destroys.
MER-C Kembali Salurkan Ratusan Paket Bantuan Makanan untuk Warga Gaza

Gaza — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza Gaza. Sebanyak 500 paket bantuan makanan (food aid) telah didistribusikan kepada warga di sejumlah wilayah Gaza Utara pada Senin, 17 Juni 2025. Distribusi bantuan dilakukan secara langsung oleh relawan lokal MER-C yang berada di Gaza. Paket-paket makanan tersebut disalurkan kepada keluarga-keluarga yang membutuhkan, di tengah krisis kemanusiaan yang masih terus berlangsung. Relawan lokal MER-C menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kepada MER-C Indonesia, yang terus menunjukkan solidaritas dan dukungannya bagi rakyat Palestina. “Terima kasih kepada rakyat Indonesia, khususnya kepada MER-C Indonesia,” ujar salah satu relawan. Bantuan ini merupakan bagian dari program respon MER-C terhadap situasi darurat kemanusiaan di Gaza. Sejak agresi pecah pertama kali pada 7 Oktober 2023, MER-C terus berusaha mengirimkan bantuan berupa makanan, obat-obatan, air, hingga tenaga medis. lihat selengkapnya di link ini
MER-C Salurkan Paket Makanan untuk Warga Gaza di Tengah Krisis yang Terus Memburuk

Gaza — Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga Gaza saat ini terdampak krisis dan terus memburuk akibat blokade penjajah Israel. Pada 9 Juni 2025, sebanyak 185 paket makanan dibagikan kepada masyarakat Gaza yang tengah menghadapi kelaparan akut. Bantuan yang diberikan berupa bahan makanan pokok seperti sayuran, pasta, beras, dan tepung, komoditas yang saat ini sangat dibutuhkan oleh warga Gaza. Paket-paket tersebut diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi satu keluarga yang terdiri dari lima orang dewasa selama lima hari. Mengingat pendistribusian bantuan makanan yang cukup sulit, bantuan ini dibagikan langsung satu persatu kepada penerima yang sudah didata oleh relawan lokal MER-C di Gaza. Hal ini juga dilakukan untuk menghindari kerumunan. Dari total 185 paket makanan, sebanyak 100 paket didistribusikan ke wilayah Gaza utara. Sementara itu, 85 paket lainnya disalurkan ke wilayah selatan, tepatnya di Klinik Al Aqsha B, Al Mawasi, Khan Younis, yang sampai saat ini operasionalnya didukungan oleh MER-C. Ketua Presidium MER-C Indonesia, dr. Hadiki Habib, menyatakan bahwa pembagian ini merupakan tahap awal dari program food aid yang akan terus disalurkan MER-C di Gaza. “Ini adalah langkah awal dari program bantuan pangan MER-C. Ke depan, akan dilakukan distribusi dengan jumlah yang lebih besar dan secara bertahap, dengan tetap mengutamakan keamanan,” ujarnya. Program bantuan pangan ini merupakan salah satu upaya MER-C untuk meringankan beban masyarakat Gaza yang kian hari terus memburuk akibat blokade dan agresi berkepanjangan. MER-C juga berkomitmen untuk terus mendukung dan membantu kebutuhan dasar warga melalui kehadiran langsung relawan di lapangan. Selengkapnya di link ini – https://www.instagram.com/p/DKwlGY2zF1t/ – https://www.youtube.com/watch?v=Y486i5tGVqY ———————————————————— MER-C Distributes Food Packages to Gazans Amid Worsening Crisis Gaza — The Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) has again distributed humanitarian aid to Gazans currently affected by the crisis and worsening due to the Israeli occupation blockade. On June 9, 2025, 185 food packages were distributed to the people of Gaza who are facing acute hunger. The assistance provided was in the form of basic foodstuffs such as vegetables, pasta, rice, and flour, commodities that are currently in great need by the people of Gaza. The packages are estimated to be sufficient to meet the consumption needs of a family of five adults for five days. Given the rather difficult distribution of food aid, this aid was distributed directly one by one to recipients who had been registered by local MER-C volunteers in Gaza. This was also done to avoid crowds. Of the total 185 food packages, 100 packages were distributed to the northern Gaza region. Meanwhile, 85 other packages were distributed to the southern region, precisely at the Al Aqsa B Clinic, Al Mawasi, Khan Younis, whose operations are currently supported by MER-C. Chairman of the MER-C Indonesia Presidium, dr. Hadiki Habib, stated that this distribution is the initial stage of the food aid program that will continue to be distributed by MER-C in Gaza. “This is the initial step of the MER-C food aid program. In the future, distribution will be carried out in larger quantities and in stages, while still prioritizing security,” he said. This food aid program is one of MER-C’s efforts to ease the burden on the people of Gaza, which is getting worse day by day due to the prolonged blockade and aggression. MER-C is also committed to continuing to support and assist the basic needs of residents through the direct presence of volunteers in the field.
Evakuasi Total RS Indonesia Gaza: Pasien dan Peralatan Medis Dipindahkan di Bawah Pengawasan Penjajah Israel

Gaza — Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza kini benar-benar kosong setelah seluruh pasien, tenaga medis, serta sebagian besar peralatan medis dievakuasi secara total pada Senin (2/6). Evakuasi dilakukan menyusul tekanan dan perintah tentara penjajah Israel. Proses evakuasi ini berlangsung di bawah koordinasi antara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Palestina (MOH), dengan tentara penjajah Israel memantau langsung di gerbang rumah sakit. Sejumlah pasien dipindahkan ke Rumah Sakit Al-Syifa, padahal masih terdapat satu pasien dalam kondisi kritis yang kemudian juga dipindahkan ke ruang perawatan intensif (ICU). Selain pasien, tim WHO juga mengangkut berbagai perangkat medis penting, obat-obatan, serta peralatan lainnya ke tempat penyimpanan mereka. Namun, relawan lokal MER-C melaporkan bahwa masih banyak alat kesehatan yang tertinggal di RS Indonesia karena keterbatasan waktu dan kondisi keamanan yang sangat genting. Staf RS Indonesia dan relawan lokal MER-C telah bertahan di rumah sakit selama 19 hari, di bawah pengepungan dan serangan intensif penjajah Israel. Serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional, yang secara tegas melarang penargetan fasilitas medis. Serangan ini tidak hanya mengancam nyawa pasien dan tenaga medis, tetapi juga memperburuk krisis kemanusiaan. Untuk itu MER-C kembali menyerukan agar seluruh serangan terhadap fasilitas kesehatan dan tenaga medis di Jalur Gaza harus segera dihentikan. Selengkapnya lihat link ini https://www.instagram.com/p/DKeeo-7zm6V/ https://www.youtube.com/shorts/IweL-lrqaQk
RS Indonesia di Gaza Utara Dikosongkan Paksa oleh Penjajah Israel

Gaza — Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Beit Lahiya, Gaza Utara, resmi dikosongkan oleh penjajah Israel pada Senin (2/6). Seluruh tenaga medis dan relawan lokal MER-C yang sebelumnya bertahan di dalam rumah sakit akhirnya terpaksa dievakuasi. Para staf medis dan relawan lokal MER-C telah bertahan di RS Indonesia sejak penjajah Israel mengintensifkan serangan dan pengepungan pada 18 Mei 2025. Mereka menghadapi kekurangan air dan makanan. Pasukan penjajah Israel juga telah lebih dahulu menghancurkan area sekitar rumah sakit, hingga kawasan tersebut kini rata dengan tanah. Sejumlah fasilitas vital di RS Indonesia juga hancur akibat menjadi sasaran serangan. Relawan lokal MER-C sempat mengirimkan dokumentasi terakhir sebelum meninggalkan rumah sakit. Saat ini MER-C kehilangan akses utama untuk mendapatkan informasi terkait perkembangan situasi di Jalur Gaza, khususnya RS Indonesia. Mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia. Semoga seluruh staf rumah sakit dan relawan lokal MER-C dalam kondisi aman. Kami menyerahkan perlindungan RS Indonesia kepada Allah SWT, sebaik-baik penjaga. Selengkapnya lihat link ini
RS Indonesia Krisis Air, Pasien Terpaksa Minum Obat dengan Cairan Infus

Gaza — Krisis kemanusiaan yang terjadi di Rumah Sakit Indonesia, Jalur Gaza, semakin memprihatinkan. Sudah lebih dari sepuluh hari sejak pasukan penjajah Israel melakukan pengepungan dan serangan terhadap rumah sakit tersebut sejak 18 Maret lalu. Hingga kini, aliran air bersih ke rumah sakit terputus. Berdasarkan keterangan yang dikirimkan relawan lokal MER-C pada Selasa (27/5), akibat tidak adanya air, mereka bersama para staf hingga pasien yang masih bertahan di dalam rumah sakit terpaksa menggunakan cairan infus untuk memenuhi kebutuhan dasar, termasuk untuk minum dan menelan obat. Serangan Israel sebelumnya menyasar fasilitas vital seperti generator yang menjadi sumber listrik dan air di RS Indonesia. Bangunan-bangunan di sekitar rumah sakit pun hancur rata dengan tanah akibat gempuran. Mereka mendesak agar komunitas internasional dan pihak berwenang segera mengambil langkah untuk menghentikan pengepungan serta mengalirkan kembali air ke RS Indonesia. Info lengkap lihat link ini
Laporan Terbaru WHO: Misi Kesehatan di Gaza terus Dihambat, Dampak Genosida Makin Meluas

Sejak gencatan senjata di Jalur Gaza berakhir pada 18 Maret 2025, hanya 21 dari 39 misi kesehatan WHO yang berhasil difasilitasi. Sisanya ditolak, dihambat, atau dibatalkan, hal ini menujukan penurunan signifikan dari periode gencatan senjata sebelumnya. WHO juga memaparkan dampak genosida Israel yang meluas di Jalur Gaza: korban jiwa dan luka terus bertambah, fasilitas kesehatan hancur, kelaparan dan malnutrisi meningkat tajam. Blokade juga memperburuk kondisi kemanusiaan dalam jangka panjang. Tak hanya di Gaza, WHO juga mencatat agresi yang terus berlangsung di Tepi Barat termasuk Yerusalem. Berdasarkan laporan terbarunya ini, WHO menyerukan gencatan senjata segera, akses kemanusiaan tanpa hambatan ke Gaza dan Tepi Barat, perlindungan terhadap warga sipil dan fasilitas kesehatan, serta evakuasi medis untuk semua pasien kritis yang perlu keluar dari Gaza.
Majelis Taklim Al Hikmah Palo Lada Serahkan Donasi Rp10 Juta untuk Palestina Melalui MER-C

Aceh – Majelis Taklim Al Hikmah, komunitas ibu-ibu pengajian di Gampong Palo Lada, Aceh Utara, menyerahkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp10.000.000 kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), sebagai bentuk kepedulian terhadap rakyat Palestina. “Hati kami tergerak karena melihat derita saudara-saudara kita di Palestina. Kami membayangkan, bagaimana jika hal seperti itu terjadi kepada kami sendiri atau keluarga kami,” ujar salah satu perwakilan Majelis Taklim Al Hikmah. Ia juga menyebutkan bahwa memilih MER-C sebagai lembaga penyalur donasi didasari oleh kepercayaan dan rekomendasi dari ustaz yang selama ini rutin memberikan kajian di komunitas tersebut. MER-C Indonesia sangat mengapresiasi wujud nyata solidaritas dan kepedulian Majelis Taklim Al-Hikmah untuk Palestina. Semoga langkah kecil ini dapat menggerakkan lebih banyak hati untuk terus mendukung saudara-saudara kita di Palestina. Palestina membutuhkan dukungan dan bantuan kita semua. MER-C Indonesia menyampaikan apresiasi atas wujud nyata solidaritas dan kepedulian Majelis Taklim Al-Hikmah terhadap Palestina. Semoga langkah ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk terus memberikan dukungan bagi saudara-saudara kita di Palestina. Mereka membutuhkan perhatian, doa, dan bantuan kita semua. Lebih lengkap di link ini – https://www.instagram.com/p/DJ_ZK4gTcUz/
Staf dan Relawan Tetap Bertahan, RS Indonesia Masih Rawat Pasien di Tengah Pengepungan Israel

Gaza – Meski dalam kondisi keamanan yang mengkhawatirkan, Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza masih terus beroperasi demi menyelamatkan nyawa para pasien. Hingga saat ini, sekitar 20 staf medis dan relawan lokal MER-C tetap bertahan di dalam rumah sakit. Salah satu pasien yang masih dirawat adalah seorang pemuda yang mengalami patah tulang di bagian kaki. Ibunya dengan penuh haru mengungkapkan kesedihannya atas kondisi anaknya dan memohon doa serta bantuan dari masyarakat Indonesia. Ia menunjukkan kondisi anaknya yang tengah terbaring di ruang perawatan. Selain itu, terdapat seorang anak laki-laki yang sebelumnya ditemukan tanpa keluarga di sekitar RS Indonesia. Anak tersebut kini dirawat oleh tim medis rumah sakit. Situasi di sekitar RS Indonesia semakin memburuk sejak serangan Israel kembali meningkat pada 13 Mei 2025. Warga yang tinggal di sekitar rumah sakit terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sejak 18 Mei, pasukan Israel telah beberapa kali melakukan pengepungan dan serangan langsung ke RS Indonesia. Terbaru, dalam 24 jam terakhir, RS Indonesia dikepung dari semua sisi. Suara tembakan dan ledakan terdengar nyaring tanpa henti. sementara pasukan Israel dilaporkan mulai menghancurkan hampir semua bangunan di semua sisi area rumah sakit termasuk area belakang gedung Nour Khabi yang jaraknya kurang dari 100 meter dari RS Indonesia. Dari malam hari hingga pagi ini, listrik di RS Indonesia juga padam total. Gedung Nour Al Kabi merupakan bagian dari layanan pendukung yang dibangun oleh Qatar setelah RS Indonesia berdiri. Fasilitas milik manajemen RS Indonesia ini berfungsi sebagai tempat cuci darah. Di tengah situasi mencekam, para staf dan relawan tetap bertahan untuk menyelamatkan para korban yang masih membutuhkan pertolongan. silakan lihat di link ini