MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Program Terus Berlanjut, MER-C Salurkan Bantuan Makanan di Gaza Utara

Program bantuan di Jalur Gaza terus berlanjut, MER-C melalui relawan lokalnya sejak Ahad (21/1) berhasil menyalurkan bantuan makanan untuk warga Palestina di Gaza Utara yang saat ini terisolasi. Bantuan berupa makanan siap saji disalurkan di pusat-pusat penampungan dan rumah-rumah yang terisolasi di sekitar kamp Jabaliya di Gaza Utara. Saat ini warga Palestina yang terisolasi di Gaza Utara berada di pusat penampungan yang sebgaian besar mereka adalah anak-anak dan perempuan. Relawan MER-C mengatakan, selain makanan mereka juga butuh bantuan, berupa baju anak-anak, baju musim dingin, pampers dan susu. “Kami ucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia atas keberkahan usaha-usahannya yang diberikan untuk rakyat Palestina, baik yang ada di utara dan selatan Jalur Gaza,” kata relawan MER-C. “Semoga, akan ada bantuan yang terus berkelanjutan, seperti yang telah kami salurkan ke warga Gaza yang tengah terisolasi dan mengungsi di pusat-pusat penampungan. Salam hangat untuk Indonesia. Love you full Indonesia. Semoga Allah memberi keberkahan pada kalian semua,” tuturnya. MER-C baru berhasil menyalurkan bantuan ke Gaza utara yang saat ini tersolasi akibat serangan membabi buta Israel. Sebagian besar warga Palestina di Gaza utara telah mengungsi ke Gaza selatan  termasuk dua relawan MER-C asal Indonesia Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldila. Untuk itu penyaluran bantuan ke Jalur Gaza utara saat ini dilakukan oleh relawan lokal.    

MER-C Salurkan Bantuan 2000 Liter Air Bersih untuk Warga Gaza Setiap Harinya

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyalurkan bantuan 2000 liter air bersih untuk warga Palestina di dua sekolah tempat pengungsian di Gaza Selatan setiap harinya, sejak Jumat (12/1). Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyalurkan bantuan 2000 liter air bersih untuk warga Palestina di dua sekolah tempat pengungsian di Gaza Selatan setiap harinya, sejak Jumat (12/1). “Saat ini selain kami membuat program makanan cepat saji, toilet darurat dan pakaian hangat untuk anak-anak kecil, kami juga Alhamdulillah setiap harinya, in shaa Allah, akan membagikan 2000 liter air minum per hari untuk para pengungsi yang ada di dua sekolahan tempat kami berada,” kata Relawan MER-C di Gaza, Fikri Rofiul Haq. Ia mengatakan, saat ini total ada sekitar 1800 warga yang mengungsi dan lebih dari 100 warga luka-luka yang ada di dua sekolahan tempat mereka mengungsi. “Alhamdulillah antusias warga sangat senang sekali, banyak dari mereka datang langsung untuk mengambil air minum ini,” ujarnya. Ia menegaskan bantuan ini tidak diperjual belikan tapi dibagikan secara gratis, yang disediakan MER-C dari amanah masyarakat Indonesia melalui program MER-C yang ada di Jalur Gaza. Air Menjadi Krisis Utama di Jalur Gaza Lebih lanjut Fikri mengatakan, sampai saat ini air bersih menjadi salah satu krisis utama di Jalur Gaza. “Dari data yang saya dapatkan dari Otoritas Gaza, ada 400 warga yang terkena penyakit baik kulit, diare, pernapasan dan penyakit lainya akibat kekurangan air bersih. Saat ini truk-truk yang masuk ke Gaza masih dibatasi. Kurang dari 100 truk setiap harinya yang bisa memasuki Jalur Gaza, tapi ini jauh dari cukup karena Jalur Gaza membutuhkan setidaknya 1000 truk bantuan untuk menangani berbagai krisis, seperti krisis pangan, air bersih dan tempat tinggal,” tuturnya. Zionis Israel telah memblokade Gaza selama 17 tahun sejak 2006. Semua yang masuk ke Gaza dikontrol dan diatur Zionis Israel, sehingga tidak mudah mengirim bantuan ke Jalur Gaza. Kondisi ini semakin memburuk sejak serangan Israel ke Jalur Gaza 7 Oktober lalu.Zionis Israel telah memblokade Gaza selama 17 tahun sejak 2006. Semua yang masuk ke Gaza dikontrol dan diatur Zionis Israel, sehingga tidak mudah mengirim bantuan ke Jalur Gaza. Kondisi ini semakin memburuk sejak serangan Israel ke Jalur Gaza 7 Oktober lalu. Bantuan Makanan Baru-baru ini, MER-C juga membagikan paket makanan berupa telur dan kentang untuk sekitar 1800 pengungsi di Gaza Selatan. Bantuan makanan ini dibagikan oleh dua relawan MER-C, yang dalam proses pengolahan serta pembagiannya dibantu relawan lokal. Saat ini serangan Israel ke Jalur Gaza masih terus berlanjut. Fikri mengatakan, drone dan pesawat tempur Israel terus melintas di wilayah tempat mereka mengungsi, bahkan tak jarang Israel juga menyasar lokasi yang cukup dekat dengan pengungsian.  

MER-C Solo Bersama YISB dan Masjid Raya Fatimah Surakarta Gelar Kegiatan “Palestina Sepanjang Hayat”

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) cabang Solo bersama Yayasan Indonesia Santun Berdakwah (YISB) dan Takmir Masjid Raya Fatimah Surakarta pada hari Jumat (19/1) menggelar kegiatan “Palestina Sepanjang Hayat” berupa bakti sosial pengobatan gratis serta Tabligh Akbar dengan tema “Solo Bersama Palestina”.   Ketua MER-C Solo dr. Panji Arga Bintara mengatakan, masyarakat dan jamaah cukup antusias mengikuti acara pengobatan dan tabligh akbar serta acara lainya. Antusias terlihat dengan banyaknya peserta yang berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti cek kesehatan yang disediakan.   “Pasien yang kita obati ada 39 pasien pria dan 30 pasien wanita. Adapun pengobatan yang kita lakukan yakni pengecekan tensi, gula darah, kolesterol dan asam urat, serta pemeriksaan fisik dan pemberian obat,” kata Panji.   Acara ini diawali dengan sholat Jumat berjamaah, kemudian pembagian makan siang gratis, thibbun Nabawi (bekam dan ruqiyah) serta donor darah bersama PMI Surakarta.     Acara ini juga menghadirkan sejumlah tokoh sebagai pembicara yaitu Mantan Menteri Kesehatan Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP, yang berbicara terkait peran masyarakat membantu Palestina secara nyata, Presidium MER-C dr Henry Hidayatullah, menyampaikan kondisi terkini RS Indonesia di Jalur Gaza, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Isy Karima KH. Syihabuddin Abdul Muiz, L.c membahas tentang alasan umat Muslim harus mencintai Palestina, kemudian Tokoh Masyarakat KH Abah Muhammad Ali yang berbicara tentang hubungan baik bangsa Indonesia dengan Palestina.      

MER-C Kembali Terhubung dengan Dua Relawan di Jalur Gaza

   Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia Kembali terhubung dengan dua relawan di Gaza Palestina, setelah sepekan hilang kontak akibat terputusnya koneksi internet di wilayah tersebut sejak Jumat (12/1).   “Alhamdulillah pukul 01.32 dini hari WIB tadi, tim di Gaza akhirnya kirim kabar,” ujar Manajer Operasional MER-C, Rima Manzanaris, Sabtu (20/1).     Ia mengatakan, salah satu relawan di Gaza, Fikri Rofiul Haq mengabarkan internet baru Kembali terhubung di Gaza. Fikri juga langsung memberi laporan bantuan yang telah disalurkan kepada warga Gaza di pengungsian.   Agresi Israel telah menyebabkan hilangnya layanan komunikasi setidaknya tujuh kali sejak konflik dimulai pada 7 Oktober.   MER-C sebelumnya juga sempat hilang kontak dengan relawan di Gaza selama 10 hari akibat putusnya internet di Jalur Gaza.

Peringati Hari Jadi ke 17, Provices Group Salurkan Donasi untuk Palestina Lewat MER-C

Provices Group, perusahan yang bergerak di bidang jasa, baru saja memperingati hari jadinya yang ke 17 pada Kamis (18/1/2024). Dalam kesempatan ini mereka memberikan donasi untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia sebesar 50 Juta rupiah. Syarifudin Ahmad Perwakilan dari Provices Group mengatakan, pihaknya berharap donasi yang diberikan ini dapat meringankan beban warga Palestina di Jalur Gaza, yang saat ini sedang berada dalam situasi konflik. “Tujuan dari donasi ini adalah untuk meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap masyarakat Palestina khususnya, dan pastinya untuk meringankan beban mereka di sana, yang saat ini sedang berada di bawah penjajahan Israel,” Kata Syarif. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada MER-C sebagai lembaga penyalur donasi, dan mempercayakan sepenuhnya donasi yang diberikan karena MER-C menjadi salah satu lembaga yang cukup concern terhadap masyarakat Palestina, terbukti dengan adanya Rumah Sakit Indonesia di Gaza. “Kenapa memilih MER-C sebagai penyalur donasi, karena setahu kami MER-C merupakan salah satu lembaga atau NGO yang bergerak di bidang kemanusiaan dan concern terhadap masyarakat Palestina, terbukti dengan adanya Rumah Sakit Indonesia di sana,” ujarnya. “Kami berharap donasi ini bisa tersalurkan dan bisa meringankan teman-teman yang ada di Palestina dan semoga masyarakat Palestina bisa terbebas dari kondisi sekarang,” tutur Syarif. “Terima kasih banyak MER-C Indonesia yang telah menjadi lembaga penyalur donasi kami, semoga apa yang kami donasikan bermanfaat dan kami percayakan donasi kami sepenuhnya kepada MER-C Indonesia,” tambanya.

Internet Kembali Terputus, MER-C Kehilangan Kontak dengan Relawan di Jalur Gaza

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia kembali kehilangan kontak dengan dua relawan dan staf lokal yang berada di Jalur Gaza selama hampir sepekan. “Kami terakhir kali kontak dengan relawan di Gaza hari Jumat (12/1), kemudian siang sudah tidak ada kabar dan memang ternyata internet di Gaza kembali terputus. Biasanya mereka update penyaluran bantuan untuk warga Gaza dan kondisi terkini di sana, tapi sudah hampir sepekan belum ada kabar lagi,” kata Manajer Operasional MER-C, Rima Manzanaris, Kamis (18/1). Rima meminta rakyat Indonesia untuk mendoakan warga Gaza sekaligus relawan MER-C dan staf lokalnya yang berada di Gaza, semoga dalam keadaan sehat dan aman. Saat ini dua orang Relawan MER-C, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan masih berada di Jalur Gaza. Fikri dan Reza bersama petugas medis, pasien serta ratusan warga Palestina yang berlindung di Rumah Sakit Indonesia terpaksa mengungsi ke Jalur Gaza bagian selatan setelah Rumah Sakit Indonesia di Gaza utara hancur akibat serangan Israel. Di pengungsian, Relawan MER-C dibantu staf lokal terus menyalurkan bantuan berupa makanan dan lainnya dari masyarakat Indonesia kepada warga Gaza. Selama agresi Israel sejak 7 Oktober lalu, MER-C sudah beberapa kali kehilangan kontak dengan relawan. Sebelumnya, hilang kontak juga pernah terjadi selama 10 hari akibat terputusnya layanan internet. Serangan intens Israel di Gaza tidak hanya menyebabkan kehancuran bangunan-bangunan infrastruktur dan tempat ibadah, tapi juga menghancurkan generator yang menggerakkan divisi utama telekomunikasi sehingga seringkali warga Gaza sulit untuk memberikan informasi.

Dalwa Peduli Sesama Serahkan Donasi Kemanusiaan Palestina 2,1 M Lewat MER-C

Yayasan Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, menyerahkan donasi sebesar 2.110.000.00 rupiah untuk Palestina melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Donasi ini diserahkan langsung oleh perwakilan Dalwa, Habib Hanif bin Abdurrahman Alattas, Habib Muhammad bin Tohir bin Yahya serta Habib Muhammad Jadid bin Abdurrahman Assegaf kepada Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad dan Presidium MER-C Ir. Faried Thalib, Kamis (11/1). “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang telah menyumbangkan hartanya untuk kepedulian kepada saudara-saudara kita yang ada di Palestina. Semoga sedikit yang kita lakukan ini akan menjadi saksi di sisi Allah atas kepedulian kita kepada saudara-saudara kita di Palestina,” kata Habib Muhammad bin Tohir bin Yahya. Ia mengatakan, donasi yang terkumpul ini dari alumni dan simpatisan Pesantren Dalwa, serta masyarakat umum yang memiliki kepedulian dengan Palestina. “Kami juga mengucapkan terima kasih kepada MER-C pusat, yang insyaa Allah akan menyampaikan bantuan ini untuk saudara kita di Palestina,” ujarnya. “Kita bertawasul kepada Allah dengan donasi kita yang sedikit ini, Allah buka pintu kemenangan bagi Gaza, Allah kuatkan rakyat Gaza dan diberi ketabahan,” tambahnya. Presidium MER-C Ir. Faried Thalib mengucapkan terima kasih kepada Dalwa Peduli Sesama atas kepercayaannya menyalurkan donasi melalui MER-C. “Terima kasih atas kepercayaannya Pesantren Dalwa Jawa Timur kepada MER-C, untuk bantuan kemanusiaan khususnya di Gaza dan Palestina. Kami akan menyampaikan kepada yang berhak sesegera mungkin, sesuai program-program MER-C yang sudah dijalankan sampai saat ini,” tuturnya.

Tim Relawan MER-C untuk Misi Afghanistan Kembali ke Tanah Air

Tim Relawan MER-C yang telah menyelesaikan misi kemanusiaan ke Afghanistan telah kembali ke tanah air dan tiba di Jakarta pada Selasa (9/1). MER-C mengirimkan Tim Relawan ke Afghanistan sejak 14 Desember 2023 lalu untuk menjalankan misi kemanusiaan di lokasi bencana gempa bumi di Herat. Tim ini terdiri dari lima orang di antaranya; dr. Tonggo Meaty Fransisca sebagai Ketua Tim, dr. Rio Wikanjaya, SpOT, Ita Muswita (bidan) dan dua orang perawat, yaitu Ade Adrian, SKep., Ners  dan Wirsal Adiansyah Harahap, Skep., Ners. Ketua Tim Tonggo Meaty Fransisca mengaku lega telah kembali ke tanah air dan menyelesaikan misi kemanusiaan di Afghanistan serta menyalurkan bantuan  dari masyarakat Indonesia. Bantuan yang diberikan berupa obat-obatan, alat kesehatan, perlengkapan musim dingin, makanan juga pengobatan bagi warga terdampak gempa. “Kami lega karena dapat menjalankan tanggung jawab yang diberikan. Donasi masyarakat Indonesia untuk Afghanistan terutama di Herat, Alhamdulillah sudah bisa kita salurkan. Tapi yang pasti masih ada tanggung jawab memberikan hasil atau laporan untuk presidium kemudian bisa memberikan rekomendasi tentang apalagi yang bisa kita lakukan untuk masyarakat Afghanistan berikutnya,’ kata Meaty. Ia juga mengatakan, misi ini dapat terlaksana karena pemerintah Afganistan yang saat ini berada di bawah Taliban cukup terbuka dan mau bekerja sama dengan semua pihak untuk kemajuan Afghanistan.Ia berharap sepulangnya tim ke Indonesia tetap dalam keadaan baik dan sehat sehingga dapat segera menyampaikan laporan misi kemanusiaan ke Afghanistan ini. Gempa bumi berkekuatan 6.3 SR mengguncang Herat Oktober lalu menelan sekitar 4.000 korban jiwa dan sebagian besar warga mengungsi. MER-C mengirimkan Tim Relawannya untuk membantu langsung kondisi pengungsi di Herat yang terdampak gempa. Tim MER-C bertugas di Afghanistan selama hampir satu bulan. Donasi untuk Misi Kemanusiaan Afghanistan dapat disalurkan melalui:BSI : 701.5658918Atas nama:Medical Emergency Rescue Committee Konfirmasi donasi dapat melalui Call Center MER-C (0811990176) dengan mengirimkan bukti transfer dan nama donatur.

MER-C Tambah Jumlah Bantuan Makanan untuk Warga Gaza Jadi 5.800 Porsi

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menambah jumlah bantuan makanan untuk warga Palestina yang mengungsi di Khan Younis, Gaza Selatan, di mana sebelumnya hanya 1.800 kini menjadi 5.800 porsi. Bantuan makanan disalurkan langsung oleh relawan MER-C yang saat ini masih berada di Jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan dibantu relawan lokal.   “Alhamdulillah sejak hari Ahad, 7 Januari 2024 kita membuat makanan siap saji untuk 5.800 porsi. Biasanya kami hanya membagikan makanan di dua sekolahan tempat pengungsian untuk 1.800 orang. Sekarang kami juga membagikan makanan ke satu sekolahan lainya yang menampung 4000 pengungsi. Jadi total makanan yang dibagikan 5.800 porsi,” kata Reza. “Hari ini Alhamdulillah kami memasak cukup banyak, ada 13 panci besar menu kacang adas untuk dibagikan kepada warga Gaza,” ujarnya. Fikri menambahkan, saat ini jumlah pengungsi dan korban luka-luka di sekolah-sekolah dekat rumah sakit Eropa di Gaza Selatan terus bertambah, karena serangan Israel masih berlangsung di seluruh Jalur Gaza.Hari Senin (08/01/2024) pukul 18:21 waktu setempat atau 23:21 WIB, serangan Israel kembali terjadi tepat di depan sekolah tempat relawan MER-C mengungsi. “Kami mohon doa dari temen-temen semua semoga kami tim relawan MER-C di Gaza selalu diberi kemudahan dan kelancaran dalam menyampaikan amanah-amanah dari teman-teman semua. Tentunya kami juga mohon doa agar kami selalu dalam lindungan Allah subhanahu wata ala” ucap Fikri.

Relawan MER-C: Serangan Israel Terjadi Tepat di Depan Tempat Kami Mengungsi

Relawan MER-C yang saat ini masih di Jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq melaporkan, serangan Israel Kembali terjadi pada Senin (08/01/2024) pukul 18:21 waktu setempat atau 23:21 WIB, tepat di depan sekolah tempat mereka mengungsi, di Khan Younis, Gaza Selatan.   “Terjadi ledakan yang sangat besar hari senin 8 Januari 2024, didekat sekolahan tempat kami berada. Dan ini sangat dekat sekali dengan sekolahan tempat kami tinggal, hanya berjarak beberapa puluh meter saja atau bahkan beberapa belas meter saja, karena persis di depan tempat kami berada,” kata Fikri. Dalam video yang ia kirimkan, terlihat asap sangat tebal setelah ledakan tersebut. “Dan tadi ledakannya sangat kencang sekali, sampai menggetarkan tempat kami mengungsi dan warga yang sedang berkegiatan mereka langsung masuk ke sekolahan tempat kita berada,” tambahnya. Israel masih terus menggempur Gaza hingga dan kini sudah memasuki bulan keempat. Perang ini telah menyebabkan sedikitnya 85 persen dari 2,4 juta penduduk Gaza mengungsi, menurut angka PBB. Pasukan Israel juga pada November lalu melakukan pengepungan serta serangan ke RS Indonesia di Bait Lahiya, Gaza Utara, selama berhari-hari. Mereka memerintahkan pengosongan Rumah Sakit yang memaksa tiga relawan MER-C, 550 pasien yang masih dirawat, bersama 200 pekerja medis dan setidaknya 1.500 warga Palestina yang mencari perlindungan harus mengungsi ke Gaza Selatan.

Silahkan bertanya?