Benjamin Netanyahu kembali terpilih menjadi Pemimpin Israel. MER-C memandang hal ini adalah duka bagi Palestina. Kemenangan Netanyahu dalam pemilu Israel yang berkoalisi dengan kelompok religius kanan akan mengancam perdamaian dan menjauhkan harapan solusi yang bermartabat untuk konflik Palestina – Israel.



Di sisi lain, kemenangan ini disambut gembira oleh kelompok ekstrim yang memang selama pemerintahan Netanyahu sebelumnya mendapatkan ruang untuk melakukan apa saja terhadap pemukiman Palestina.

Selama rezim Netanyahu berkuasa, kekerasan bersenjata terhadap Palestina terus terjadi dan dilakukan secara kompak dn terukur antara pihak militer dan pemukim negara zionis tersebut.

“Kita semua prihatin atas kemenangan ini,” ujar Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium MER-C Indonesia. “Dunia tak boleh lengah dan harus terus menekan Israel agar aksi brutal terhadap rakyat Palestina berhenti,” lanjut Sarbini.

Kedekatan dan pembelaan Indonesia kepada Palestina tidak diragukan. Namun dengan kemenangan Benjamin Netanyahu, Sarbini mengingatkan bahwa Indonesia mesti lebih waspada. “Bagaimanapun, Israel memiliki kepentingan dengan Indonesia sebagai negara muslim terbesar, baik kepentingan politik atau ekonomi,” katanya.

Untuk itu,Sarbini menegaskan bahwa MER-C sebagai organisasi kemanusiaan dan perdamaian,  bersama elemen peduli Palestina lainnya akan terus memantau aktivitas Israel. Ia juga meminta kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia agar lebih intens dalam mengambil langkah-langkah untuk menekan Israel.

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C