Evakuasi Total RS Indonesia Gaza: Pasien dan Peralatan Medis Dipindahkan di Bawah Pengawasan Penjajah Israel

Gaza — Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza kini benar-benar kosong setelah seluruh pasien, tenaga medis, serta sebagian besar peralatan medis dievakuasi secara total pada Senin (2/6). 

Evakuasi dilakukan menyusul tekanan dan perintah tentara penjajah Israel. Proses evakuasi ini berlangsung di bawah koordinasi antara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Palestina (MOH), dengan tentara penjajah Israel memantau langsung di gerbang rumah sakit. 

Sejumlah pasien dipindahkan ke Rumah Sakit Al-Syifa, padahal masih terdapat satu pasien dalam kondisi kritis yang kemudian juga dipindahkan ke ruang perawatan intensif (ICU). 

Selain pasien, tim WHO juga mengangkut berbagai perangkat medis penting, obat-obatan, serta peralatan lainnya ke tempat penyimpanan mereka. 

Namun, relawan lokal MER-C melaporkan bahwa masih banyak alat kesehatan yang tertinggal di RS Indonesia karena keterbatasan waktu dan kondisi keamanan yang sangat genting.

Staf RS Indonesia dan relawan lokal MER-C telah bertahan di rumah sakit selama 19 hari, di bawah pengepungan dan serangan intensif penjajah Israel. 

Serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional, yang secara tegas melarang penargetan fasilitas medis. Serangan ini tidak hanya mengancam nyawa pasien dan tenaga medis, tetapi juga memperburuk krisis kemanusiaan. 

Untuk itu MER-C kembali menyerukan agar seluruh serangan terhadap fasilitas kesehatan dan tenaga medis di Jalur Gaza harus segera dihentikan.


Selengkapnya lihat link ini

https://www.instagram.com/p/DKeeo-7zm6V/ 
https://www.youtube.com/shorts/IweL-lrqaQk