Reaktivasi RS Indonesia di Gaza: Langkah Awal Pemulihan
- Hits: 874
Gaza, Palestina – Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza Utara yang sempat berhenti beroperasi akibat serangan selama genosida di Gaza kini dalam tahap penilaian kerusakan atau damage assessment.

Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-7 yang diketuai DR. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em., bersama pihak manajemen RS Indonesia melakukan peninjauan menyeluruh di kompleks rumah sakit pada 1-10 Februari 2025.
Dr. Hadiki mengatakan, penilaian ini bertujuan untuk mereaktivasi seluruh fungsi rumah sakit yang memiliki empat lantai.
"Tim meninjau kondisi infrastruktur, sistem mekanikal dan elektrikal, interior, serta alat medis. Hasil sementara menunjukkan bahwa kebutuhan untuk renovasi dan pengadaan peralatan medis mencapai Rp100 miliar," ujarnya.

RS Indonesia sebelumnya menjadi salah satu fasilitas kesehatan utama bagi warga Gaza. Namun, akibat agresi militer, rumah sakit ini mengalami kerusakan signifikan.
Dengan upaya pemulihan yang sedang berlangsung, diharapkan RS Indonesia dapat segera kembali beroperasi dan memberikan layanan medis bagi masyarakat yang terdampak perang.
Sebelumnya, EMT MER-C ke-7 juga telah mengaktifkan kembali layanan darurat 24 jam RS Indonesia setelah berhasil masuk ke Gaza Utara untuk pertama kalinya pada 30 Januari 2025.








