Respons Kebutuhan Medis, Layanan Rawat Inap Rumah Sakit Indonesia di Gaza Mulai Beroperasi

Beit Lahiya, Gaza Utara – Rumah Sakit Indonesia resmi membuka layanan rawat inap sejak Selasa, 18 Februari 2025. 

Ketua Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-7 DR. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em mengatakan, langkah ini diambil untuk memenuhi kebutuhan medis yang semakin meningkat, terutama bagi pasien dengan penyakit kronis yang mengalami kondisi akut dan mengancam nyawa.

"Layanan rawat inap ini diawali dengan satu ruangan untuk departemen bedah dan dua ruangan untuk departemen penyakit dalam. Pada hari pertama pembukaan, terdapat sekitar delapan pasien yang dirawat, mayoritas dari departemen penyakit dalam," ujarnya. 

Ia mengatakan, sejak diberlakukannya gencatan senjata dan beroperasinya layanan IGD 24 jam di Rumah Sakit Indonesia, jumlah pasien yang membutuhkan perawatan terus bertambah. Hingga 25 Februari 2025, jumlah pasien rawat inap telah melebihi 30 orang.

"Dengan meningkatnya kebutuhan, Rumah Sakit Indonesia kini telah membuka lima ruangan rawat inap aktif. Langkah ini diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi warga Gaza yang membutuhkan," tuturnya. 

Saat ini, staf medis lokal yang bertugas penuh di RS Indonesia didukung oleh tenaga medis dari EMT MER-C ke-7 yang terdiri dari empat relawan medis, yaitu dua dokter spesalis penyakit dalam DR. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em., dan dr. Ni Nyoman Indirawati Kusuma, Sp.PD., satu dokter spesialis bedah saraf dr. Eka Budhi Satyawardhana, Sp.BS., serta satu perawat Puren Prasetiyadi, Amd.Kep.