Selamat Jalan dr. Marwan Al-Sultan, Sosokmu Abadi di Hati Kami
- Hits: 969
Gaza — Langit Gaza kembali berselimut duka ketika serangan udara brutal pasukan pendudukan Israel merenggut nyawa dr. Marwan Al-Sultan, Direktur Rumah Sakit Indonesia, bersama keluarganya pada Rabu (2/7).

Kabar syahidnya beliau mengguncang relung hati, terutama mereka yang pernah bertugas bersama dr. Marwan di garda depan kemanusiaan.
Di mata MER-C Indonesia, dr. Marwan bukan sekadar rekan kerja. Ia adalah saudara seperjuangan, pribadi hangat yang teguh, dan simbol semangat tak kenal lelah dalam melayani kemanusiaan di tengah kecamuk konflik.
"Welcome to your embassy"
Sebagai spesialis kardiologi intervensi, dr. Marwan adalah pemimpin aktif RS Indonesia di Gaza Utara. Relawan Emergency Medical Team (EMT) MER-C banyak berinteraksi dengan beliau.

Dr. Hadiki Habib, Ketua Presidium MER-C, mengingat jelas kebiasaan khas dr. Marwan menyambut setiap pagi. “Setiap kali bertemu di pagi hari, ucapannya selalu sama: ‘Welcome doctor Habib, welcome to your embassy in Indonesia Hospital, this is YOUR home’,” kenang dr. Hadiki.
Saat bertugas, EMT MER-C ke-7 dan ke-8 rutin melakukan morning meeting harian pada pukul 09.00 pagi. Meski di tengah cuaca yang dingin, dr. Marwan selalu datang satu jam lebih awal.
“Kami sering berdebat, karena beliau keras kepala dan penuh prinsip. Tapi akhirnya selalu berakhir dengan kopi hangat dan saling traktir makanan,” ujar dr. Hadiki.

Desember 2024, saat RS Indonesia dikepung penjajah, beliau terusir dari rumah sakit. Tapi ia tidak pernah meninggalkan Gaza Utara. Saat gencatan senjata, beliau kembali, memimpin reaktivasi RS Indonesia.
Bahkan pada Mei 2025, ketika dr. Marwan kembali terusir, ia tetap memilih bertahan di utara, bukti cinta dan dedikasinya terhadap RS Indonesia.
“Syukur, Kami Pernah Bertemu Dengannya”
Rasa kehilangan juga dirasakan oleh dr. Tonggo Meaty Fransisca, anggota Presidium MER-C yang juga pernah bertugas di Jalur Gaza.

”Hanya mau ucap syukur sama Allah, Kami semua diberi kesempatan di perkenankan bertemu dengannya, dan dekat dengannya,”tutur dr. Mea.
“Semoga energi kebaikan dan keberanian dr. Marwan tidak hanya dirasakan oleh kami yang pernah mengenalnya, tapi juga oleh seluruh relawan MER-C dan masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Sosok yang Abadi dalam Kenangan dan Perjuangan

Kepergian dr. Marwan Al-Sultan meninggalkan duka mendalam di tengah tragedi kemanusiaan yang terus berkecamuk di Gaza. Namun, jejak pengabdian, senyum ramah, dan semangat perjuangannya akan terus hidup dalam hati para relawan, pasien, dan rakyat Gaza.
Ia bukan hanya syahid dalam bom penjajah, tapi juga syahid dalam perjuangan kemanusiaan. Seorang dokter, pemimpin, sahabat, dan pejuang. Gaza kehilangan salah satu sosok terbaiknya. MER-C kehilangan saudara seperjuangan. Dan dunia kehilangan simbol keberanian dan keteguhan.

Selamat jalan, dr. Marwan. Tempatmu kini adalah tempat terbaik di sisi-Nya. Sosokmu abadi di hati kami.







