Jakarta, 7 Jumadil Awal 1435/8 Maret 2014 (MINA) - Mantan Menteri Koperasi dan UKM pada era Presiden BJ Habibie, Adi Sasono mengimbau bangsa Indonesia untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat Palestina dengan tindakan-tindakan dan sumbangan yang nyata.

Adi merujuk pada wujud bantuan masyarakat Indonesia melalui Medical Emergency Rescue-Comittee (MER-C) kepada Palestina berupa Rumah Sakit Indonesia di Gaza yang baru saja dibangun. Saat ini, MER-C tengah mencoba menggalang dana untuk pengadaan alat kesehatan untuk melengkapi fasilitas RS Indonesia. "Pembangunan RS Indonesia ini menjadi bukti solidaritas rakyat Indonesia dalam bentuk nyata," ungkap Adi kepada Mi'raj Islamic News Agency (MINA) saat ditemui di Jakarta, Jumat (7/3).

RS Indonesia, ujarnya, menjadi bukti sejarah bahwa masyarakat Indonesia bisa mewujudkan solidaritas dalam bentuk yang nyata. Karena itu kita harus menyempurnakan apa yang sudah dicapai dengan melengkapi melalui pengadaan peralatan mutakhir agar bisa berfungsi secara optimal untuk membantu kemanusiaan. "Ini wujud semangat ke-Islaman yang harus kita jaga, sekarang kita ditantang oleh kolonialisme Israel sehingga kita harus buktikan dengan langkah nyata," lanjut Adi.

Sementara itu, Kepala Divisi Penggalangan Dana MER-C, Luly Larisa mengatakan, pengadaan alat kesehatan untuk RS Indonesia Gaza membutuhkan anggaran Rp 60 milyar lebih atau dua kali lipat dari biaya pembangunan gedungnya. Untuk mendapatkan anggaran sebesar itu pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk grup band Slank untuk program Gerakan Rp 50 ribu per orang.

“Untuk suksesnya program Gerakan Rp 50 ribu per orang ini untuk pengadaan alat kesehatan RS Indonesia Gaza dan kami kerjasama dengan Slank dan juga lainnya,” katanya.

Pembangunan fisik RS Indonesia Gaza mulai dikerjakan sejak 14 Mei 2011, dibangun di atas tanah seluas 16.261 m2, berasal dari wakaf pemerintah Palestina di Gaza. Lahan untuk RS Indonesia Gaza itu diserahterimakan oleh Menteri Kesehatan Palestina Baseem Naem kepada Ketua Presidium Mer-C Joserizal Jurnalis sebagai pihak pembangun pada 23 Januari 2009.

Lokasinya berada sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel sehingga sering dipantau oleh pesawat tempur tanpa awak (drone) AU negara Yahudi tersebut, namun sejauh ini pembangunan RS Indonesia terus berjalan tanpa gangguan dan hambatan.

RS Indonesia di Jalur Gaza ini menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina di mana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia, sebagian besar dari kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. (L/P01/EO2).

Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/nasional/15980-adi-sasono-berikan-yang-terbaik-bantu-palestina.html

 

 

 

 

 

 

 

 

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C