Jakarta, 17/3, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menggelar Media Gathering di Waroeng Solo, Kemang, Jakarta Selatan. Acara ini dipandu oleh moderator Zulfatan Faizin dari Metro TV serta menghadirkan Dr. Henry Hidayatullah, Ketua Presidium MER-C serta Dr. Joserizal Jurnalis SpOT, Presidium MER-C.

 

Acara dimulai dengan makan siang bersama, lalu menampilan video profil MER-C yang dibuat oleh Jurnalis Kompas TV, Silvano Hajid. Tayangan video menyorot mengenai berbagai aktivitas kemanusiaan yang digalang oleh MER-C sejak tahun 2004 hingga 2014, di dalam dan di luar negeri seperti aksi untuk Tsunami di Aceh, Rohingya di Myanmar, badai topan Haiyan, di Filipina, Somalia dan aksi perdamaian dengan kapal Mavi Marmara yang diserang oleh tentara Israel, bencana alam di Merapi, Yogyakarta, Sinabung, Medan dan Kelud, Jawa Timur.  Selain itu, MER-C juga sudah membangun 28 klinik yang tersebar dari Aceh hingga Papua, 3 buah rumah sakit di dalam dan luar negeri, seperti RS Galela di Halmahera Utara dan RS Indonesia di Gaza, Palestina.

Dr Henry memberi sambutan dan menuturkan sejarah MER-C yang tanpa sokongan dana dan sumber daya manusia yang besar namun berkat bantuan Allah SWT berhasil mengumpulkan dan membentuk tim medis serta donasi dari masyarakat. Ia juga menjelaskan bahwa seluruh relawan MER-C merupakan unpaid volunteers dan sama-sama memiliki tujuan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan ladang amal mereka.

Sementara itu, Ir. Faried Thalib yang merupakan Presidium MER-C dan Ketua tim Konstruksi RS Indonesia di Gaza, Palestina memberikan laporan mengenai pembangunan RS Indonesia yang 100 persen secara fisik telah selesai. Ir. Faried yang merupakan salah satu Presidium MER-C dan baru saja pulang dari Gaza untuk melakukan equipment assessment untuk RS Indonesia mengatakan bahwa 95 persen bahan bangunan yang dibutuhkan untuk pembangunan RS Indonesia berasal dari Jerman dan Turki, yang masuk dan dijual ke Mesir dan Israel.

Setelah kata sambutan dari para Presidium MER-C, diskusi dibuka dengan penuturan dari Subhan, Jurnalis TV One yang baru saja ikut misi medical equipment assessment untuk RS Indonesia di Gaza. Subhan menjelaskan kesulitan untuk masuk ke Gaza dari Rafah, Mesir dikarenakan perubahan jadwal pembukaan gerbang menuju Palestina yang hanya dibuka sekali dalam dua minggu selama tiga hari. Subhan juga menyatakan kekagumannya akan RS Indonesia yang telah dibangun oleh para relawan MER-C sebagai Rumah Sakit yang luar biasa besar dan bagus.

Presidium MER-C Dr Sarbini menjawab pertanyaan dari moderator mengenai alas an MER-C juga melakukan aksi kemanusiaan di luar negeri, tak lain dan tak bukan adalah ingin membantu sesama manusia yang sangat membutuhkan bantuan, tanpa memandang suku bangsa, ras, dan agama. Seperti yang telah dikemukakan DR Joserizal, bahwa MER-C yang merupakan LSM yang merdeka, tidak tergantung pada suatu partai politik atau di bawah Negara, berusaha bersikap netral dalam memberikan bantuan kemanusiaan serta menjadi penyampai pesan-pesan politik kemanusiaan. Karenanya sangat diharapkan MER-C menjadi problem solver dari sebuah permasalahan.

Acara ditutup dengan memberikan kenang-kenangan kepada jurnalis Kompas TV Silvano Hajid yang telah membuat video profil MER-C serta foto bersama dengan para Presidium dan relawan MER-C.

 

 

 

 

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C