Kondisi Terkini Gaza dan RS Indonesia Pasca Kesepakatan Gencatan Senjata
- Hits: 1431
PRESS RELEASE
Jakarta, Rabu, 5 Januari 2025 - Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengadakan konferensi pers untuk memberikan informasi terbaru mengenai situasi di Jalur Gaza dan kondisi Rumah Sakit Indonesia pasca gencatan senjata yang baru-baru ini disepakati, di Kantor Pusat MER-C, Jakarta Pusat.
Konferensi pers ini dihadiri oleh Presidium MER-C DR. dr. Yogi Prabowo, Sp.OT, SubSp.Onk.Orth.R (K)., Sp.Em dan dr. Tonggo Meaty Fransisca, Ketua Emergency Medical Team (EMT) MER-C dr. Arief Rachman, SpRad serta Ketua Presidium MER-C Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD., Sp.Em yang memberikan laporan langsung dari Jalur Gaza.
Situasi Terkini di Gaza Utara
Dr. Hadiki bersama empat relawan MER-C lainya tiba di Jalur Gaza pada Selasa, 28 Januari 2025 dan berhasil masuk ke Gaza Utara, wilayah yang selama ini sulit dijangkau, bersama konvoi WHO pada Kamis, 30 Januari 2025.
Dr. Hadiki mengatakan saat ini sudah banyak warga Gaza yang sebelumnya berada di pengungsian mulai dari Rafah, Gaza Selatan dan Gaza City, kembali ke rumah mereka. Masyarakat yang kembali ini tidak lagi berkumpul di satu kamp pengungsian, sebagian besar tersebar di bekas-bekas rumah mereka, sebagian membangun shelter sederhana untuk tinggal.
Ia mengatakan, sudah ada tanki-tanki air serta truk-truk bantuan yang membawa tenda sementara masuk ke Gaza Utara.
Seiring adanya kesepakatan gencata senjata, Tim MER-C langsung melakukan penilaian cepat, khususnya di bidang kesehatan dengan mengunjungi tiga Rumah Sakit di Gaza Utara, termasuk RS Indonesia.
Dari hasil penilaian di sejumlah rumah sakit, kasus yang banyak dijumpai saat ini adalah kasus-kasus infekasi luka pasca perang, juga luka-luka baru yang timbul karena masyarakat mulai bekerja di puing-puing, tertusuk, tergores serta blast injury karena mereka terkena bom yang belum meledak, asma juga chicken pox tengah menyebar.
Tim EMT MER-C ke-7 sendiri saat ini membagi tugas, lima hari di IGD RS Indonesia dan dua hari di RS Al-Awda, rumah sakit yang masih berfungsi dan sistemnya masih berjalan.
Kondisi Rumah Sakit Indonesia
Dr. Hadiki mengatakan, saat ini layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam Rumah Sakit Indonesia telah dibuka kembali atas permintaan Kementerian Kesehatan Palestina (MoH) khususnya untuk trauma minor.
Hal ini mengingat semakin banyaknya warga yang kembali ke Gaza Utara pasca-gencatan senjata, dimana kebutuhan akan fasilitas kesehatan yang dapat beroperasi menjadi sangat mendesak.
Dr. Yogi Prabowo dalam kesempatan itu mengatakan, MER-C sendiri tengah melakukan persiapan pembangunan kembali RS Indonesia dan penambahan fasilitas baik gedung dan peralatan. Selain itu MER-C juga telah mengirimkan tim ke Yordania untuk melakukan assessment untuk melakukan penjajakan terkait alur keluar masuk barang serta pembelian semua yang diperlukan dalam proses rehabilitasi tersebut.
Harapan ke Depan
MER-C meminta pemerintah Indonesia untuk bisa mendukung masuknya relawan ke Jalur Gaza, agar dapat bekerja dengan aman.
Selain itu ke depannya MER-C tidak hanya akan mendatangkan tenaga kesehatan tapi juga tenaga-tenaga ahli di bidangnya dan akan membuka kerja sama dengan siapa saja.
MER-C juga terus berkomitmen untuk menjadi jembatan rakyat Indonesia dengan masyarakat yang ada di Gaza terutama dalam bidang kesehatan.







