MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Jusuf Kalla Apresiasi Program Bantuan MER-C di Afghanistan

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, M. Jusuf Kalla mengapresiasi dan mendukung program bantuan yang disalurkan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) di Afghanistan. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, Ketua Tim MER-C untuk Afghanistan, dr. T. Meaty Fransisca, dan Manager Operasional, Rima Manzanaris di kediamannya, Senin (1/7). “Jadi kalau MER-C ingin mengadakan upaya sosial di sana tentu sangat dihargai, membantu masyarakat dengan operasi kesehatan, sanitasi atau pendidikan, sangat dihargai sama dengan di Gaza,” ujar Jusuf Kalla. “Kita tahu semua bahwa sekarang ini Afghanistan setelah Amerika mundur, di bawah pemerintahan yang dipimpin oleh Taliban keadaanya lebih damai karena tidak ada lagi konflik yang besar tetapi kondisi masyarakat tetap tentu membutuhkan bantuan karena soal kemiskinan di sana, kekurangan sarana setelah 20 tahun perang,” katanya. Ia juga mengatakan, bantuan yang diberikan MER-C ini mewakili wajah Indonesia untuk membantu orang yang sedang dalam keadaan susah. Bantuan dalam keadaan sulit tentu berbeda dan mereka sangat hargai itu karena mereka membutuhkan. “Itulah hal-hal yang dilakukan MER-C selama ini dan sekarang kita hargai,” tuturnya. Jusuf Kalla berharap, masyarakat dapat membantu warga Afganistan yang saat ini dalam keadaan susah setelah perang. “Tentu membantu mereka itu merupakan amal ibadah yang baik dan dibutuhkan partisipasi masyarakat secara keseluruhan. Mereka 20 tahun dalam perang, otomatis mereka kekurangan ekonomi dan fasilitas sosial yang sulit,” ungkapnya. Sebelumnya, MER-C mengirimkan Tim Medis ke Afghanistan pada 14 Desember 2023 – 9 Januari 2024 lalu untuk membantu korban bencana gempa bumi dahsyat di Herat. Tim menempuh perjalanan darat selama 36 jam dari ibukota Afghanistan Kabul ke Herat dengan membawa bantuan dari masyarakat Indonesia. Bantuan berupa obat-obatan, alat kesehatan, perlengkapan musim dingin, dan makanan semua disalurkan langsung oleh Tim MER-C setelah mendapat izin dan pengamanan dari otoritas setempat. Bahkan Tim Medis MER-C juga mendapatkan izin melakukan pengobatan bagi warga terdampak gempa di Herat. Seiring musim dingin ekstrem yang melanda Afghanistan, MER-C kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap 2 ke Herat tepatnya di Distrik Zenda, pada 12 – 13 Maret 2024. Bantuan berupa perlengkapan musim dingin dan bahan makanan didistribusikan ke empat desa yang terdampak gempa paling parah. MER-C terus menjalankan bantuan berkelanjutan di wilayah pasca gempa Afghanistan. Saat ini tengah berlangsung penyaluran bantuan kemanusiaan tahap 3 yaitu program pembuatan sumur air bersih di beberapa desa di wilayah pasca gempa di sana.

MER-C Salurkan Bantuan Musim Dingin untuk Korban Gempa di Distrik Zenda Jan, Afganistan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menyalurkan bantuan musim dingin untuk korban gempa di Distrik Zenda, Provinsi Herat, Afghanistan. Bantuan ini disalurkan ke empat desa yang terdampak gempa 7 Oktober 2023 paling parah, yaitu di Bidak Ishaqzai, Cheshma Tasak, Qashoqi Zoori dan Qashoqi Achakzaee. Di masing-masing desa ini MER-C menyalurkan bantuan berupa 100 helai selimut, 50 pasang sarung tangan, 50 pasang kaos kaki, 50 baju hangat anak-anak, 50 topi anak-anak, 250kg beras, 100kg kedelai, 25 bungkus minyak goreng, 50 bungkus garam dan 25 kaleng pasta tomat. Melalui penilaian lapangan yang ekstensif, konsultasi masyarakat, dan analisis data, empat desa di Distrik Zenda Jan ini diidentifikasi sebagai wilayah prioritas. Desa-desa ini dipilih berdasarkan kriteria seperti tingkat keparahan kerusakan akibat gempa bumi, kerentanan penduduk dan aksesibilitas pengiriman bantuan. Dengan berfokus pada desa-desa tertentu, upaya pemberian bantuan dan rehabilitasi ditargetkan dan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan setiap komunitas. Bantuan ini disalurkan melalui Yayasan Marefat dan bekerja sama dengan Komite Pemerintah Herat yang bertanggung jawab untuk mengoordinasikan dukungan donor internasional untuk desa-desa di Distrik Zenda Jan yang terkena gempa.Proses pendistribusian pada tanggal 12 dan 13 Maret 2024 dipimpin oleh Sadeq Akbari, seorang pekerja kemanusiaan yang berpengalaman dalam operasi tanggap darurat. Relawan lokal dikerahkan untuk membantu pendistribusian, memastikan bahwa bantuan menjangkau setiap rumah tangga di desa sasaran. Proses pendistribusian dilakukan secara transparan dan informasi terkini diberikan secara berkala kepada pemerintah daerah dan tokoh masyarakat untuk menjaga akuntabilitas dan kepercayaan.Para pejabat pemerintah daerah menyatakan penghargaan mendalam atas bantuan yang diberikan oleh MER-C dan mengakui kontribusi dan komitmen yang teguh untuk membantu penduduk Herat yang terkena dampak. Shikh Mobasher Halimi, Ketua Komite yang mengawasi upaya bantuan gempa bumi, juga memuji dedikasi MER-C dalam mendukung mereka yang membutuhkan di Afghanistan dan menyatakan harapan untuk kolaborasi yang berkelanjutan. Para penerima bantuan juga menyampaikan apresiasi mereka atas bantuan yang diberikan, namun juga menyoroti kebutuhan tambahan, khususnya peningkatan akses terhadap sumber air dan fasilitas sanitasi seperti WC. Pada tanggal 7 Oktober 2023, gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,5 skala Richter melanda Provinsi Herat, menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa. Salah satu Distrik yang terkena dampak terparah adalah distrik Zenda Jan, dengan banyak rumah dan bangunan runtuh, menyebabkan ratusan orang sangat membutuhkan bantuan. Meskipun ada upaya bantuan awal dari berbagai organisasi dan yayasan amal, skala bencana dan kondisi musim dingin yang parah telah membuat banyak warga masih berada dalam kesusahan. Sebelumnya pada 14 Desember 2023 hingga 9 Januari 2024 lalu, MER-C juga telah mengirimkan Tim Relawan Medis ke Herat, Afghanistan untuk memberikan bantuan bagi para korban gempa.

Tim Relawan MER-C untuk Misi Afghanistan Kembali ke Tanah Air

Tim Relawan MER-C yang telah menyelesaikan misi kemanusiaan ke Afghanistan telah kembali ke tanah air dan tiba di Jakarta pada Selasa (9/1). MER-C mengirimkan Tim Relawan ke Afghanistan sejak 14 Desember 2023 lalu untuk menjalankan misi kemanusiaan di lokasi bencana gempa bumi di Herat. Tim ini terdiri dari lima orang di antaranya; dr. Tonggo Meaty Fransisca sebagai Ketua Tim, dr. Rio Wikanjaya, SpOT, Ita Muswita (bidan) dan dua orang perawat, yaitu Ade Adrian, SKep., Ners  dan Wirsal Adiansyah Harahap, Skep., Ners. Ketua Tim Tonggo Meaty Fransisca mengaku lega telah kembali ke tanah air dan menyelesaikan misi kemanusiaan di Afghanistan serta menyalurkan bantuan  dari masyarakat Indonesia. Bantuan yang diberikan berupa obat-obatan, alat kesehatan, perlengkapan musim dingin, makanan juga pengobatan bagi warga terdampak gempa. “Kami lega karena dapat menjalankan tanggung jawab yang diberikan. Donasi masyarakat Indonesia untuk Afghanistan terutama di Herat, Alhamdulillah sudah bisa kita salurkan. Tapi yang pasti masih ada tanggung jawab memberikan hasil atau laporan untuk presidium kemudian bisa memberikan rekomendasi tentang apalagi yang bisa kita lakukan untuk masyarakat Afghanistan berikutnya,’ kata Meaty. Ia juga mengatakan, misi ini dapat terlaksana karena pemerintah Afganistan yang saat ini berada di bawah Taliban cukup terbuka dan mau bekerja sama dengan semua pihak untuk kemajuan Afghanistan.Ia berharap sepulangnya tim ke Indonesia tetap dalam keadaan baik dan sehat sehingga dapat segera menyampaikan laporan misi kemanusiaan ke Afghanistan ini. Gempa bumi berkekuatan 6.3 SR mengguncang Herat Oktober lalu menelan sekitar 4.000 korban jiwa dan sebagian besar warga mengungsi. MER-C mengirimkan Tim Relawannya untuk membantu langsung kondisi pengungsi di Herat yang terdampak gempa. Tim MER-C bertugas di Afghanistan selama hampir satu bulan. Donasi untuk Misi Kemanusiaan Afghanistan dapat disalurkan melalui:BSI : 701.5658918Atas nama:Medical Emergency Rescue Committee Konfirmasi donasi dapat melalui Call Center MER-C (0811990176) dengan mengirimkan bukti transfer dan nama donatur.

Bantu Korban Gempa Afghanistan, MER-C Kirim Tim Medis dan Bantuan Kemanusiaan

Gempa yang mengguncang Herat, Afghanistan pada bulan Oktober lalu telah menyebabkan ribuan korban jiwa. Bencana dahsyat ini tak luput dari perhatian MER-C. Meski gempa sudah berlalu selama lebih dari 2 bulan, namun MER-C tetap mengirimkan Tim Medisnya. Kamis/14 Desember 2023 lalu, MER-C memberangkatkan 5 relawan medis ke Afghanistan, yaitu dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Rio Wikanjaya, SpOT, Ita Muswita, Amd.Keb (Bidan), Ade Andrian, Skep., Ners dan Wirsal Adiansyah Harahap, Skep., Ners. Keberangkatan ini dalam rangka membantu korban gempa dan menyalurkan amanah bantuan dari rakyat Indonesia dengan nilai total bantuan lebih dari $ 50,000 (Lima puluh ribu USD). Setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Afghanistan, Tim yang dipimpin oleh dr. T. Meaty Fransisca ini akhirnya mendapatkan izin untuk masuk ke Herat. Perjalanan dari Kabul ke Herat ditempuh oleh Tim MER-C melalui jalur darat selama sekitar 48 jam, dengan berhenti di kota Qandahar untuk beristirahat. Tim membawa bantuan obat-obatan dan perlengkapan musim dingin yang telah dibeli di Kabul. Tim MER-C Disambut Baik oleh Gubernur Herat Di Herat Tim kembali berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Tim bahkan diterima secara resmi oleh Gubernur Herat, Syekh Islamic Toples, di rumah dinasnya pada 23 Desember 2023. Tidak mudah bertemu dengan Pimpinan Tertinggi di Herat ini, ditandai dengan serangkaian pengecekan yang harus dilalui Tim. Saat Tim MER-C menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan ke Herat, hal ini mendapat sambutan yang sangat baik. Ia pun memberikan berbagai dukungan serta yang terpenting tentu izin serta keamanan perjalanan. Untuk keamanan Tim, Pemerintah Herat akan memberikan pengawalan sampai ke lokasi terdampak gempa yang masih berjarak sekitar 2 – 3 jam dari kota Herat. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Herat juga memberikan apresiasi atas dukungan dan bantuan yang telah MER-C berikan bagi Palestina dan Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza. Bahkan apabila MER-C berencana akan membangun Rumah Sakit Indonesia di Herat, Pemerintah Herat akan memberikan tanah secara gratis. Bantuan Pertama dari Indonesia yang Tiba di Herat Setelah membeli tambahan bantuan perlengkapan musim dingin dan juga roti di Herat, Sabtu/30 Desember 2023, di tengah suhu yang cukup dingin, Tim MER-C menuju lokasi gempa. Perjalanan Tim didampingi oleh NGO local serta pengawalan dari Pemerintah Herat. Ada 4 desa terdampak gempa terparah yang akan dikunjungi oleh Tim MER-C untuk mendistribusikan secara langsung bantuan dari masyarakat Indonesia. Sepanjang jalan yang dilalui adalah bentangan padang pasir, tanah tandus tanpa tanaman, jalanan off road dan tidak ada sinyal internet. Namun warna langit Afghanistan sangat memukau dengan warna birunya yang bersih. Mendekati desa tujuan, mulai terlihat reruntuhan rumah-rumah penduduk dan tenda-tenda pengungsian warga korban gempa bantuan dari NGO atau negara luar. Namun untuk bantuan dari Indonesia, baru Tim MER-C yang tiba langsung di sana. Hal ini tentu membuat kami sangat bersyukur dan terharu bahwa perjalanan panjang ini akhirnya dapat mencapai lokasi bencana yang benar-benar membutuhkan. Satu-persatu paket bantuan perlengkapan musim dingin dan roti diturunkan dari truk pengangkut untuk kemudian dibagikan kepada warga yang berkumpul ketika Tim MER-C datang. Pada hari itu, dengan bantuan berbagai pihak, Tim MER-C dapat menyalurkan bantuan ke 4 desa yang ditargetkan tanpa kendala apapun. Tim MER-C Serahkan Bantuan Obat-obatan ke Departemen Kesehatan Herat Selain bantuan musim dingin yang langsung dibagikan kepada warga dan sejumlah pengobatan di lokasi, pada Minggu/31 Desember 2023, Tim MER-C menyerahkan bantuan obat-obatan dan alat USG portable kepada Departemen Kesehatan Herat bertempat di Kantor Pemerintahan Herat. Harapannya bantuan ini dapat bermanfaat bagi pelayanan kesehatan bagi warga Herat. Tim MER-C juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke RS Al Jamie di Herat untuk melihat kebutuhan medis di sana serta mengunjungi panti asuhan untuk sedikit berbagi kepada anak-anak yatim di panti ini. Dukungan dan Donasi bagi Misi Kemanusiaan untuk Afghanistan dapat disalurkan melalui:BSI (Bank Syariah Indonesia)No. Rek. 701.565.8918 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Info lebih lanjut:Call Center MER-C: 0811990176   Link dokumentasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan: Pemberangkatan Tim MER-C ke Afghanistanhttps://www.instagram.com/reel/C1ECyMBJjD-/?igshid=MzRlODBiNWFlZA== https://vt.tiktok.com/ZSNpATgdb/ https://x.com/mercindonesia/status/1737346166122229810?s=46 https://www.facebook.com/share/v/6aZKryMaFTP3hpoY/?mibextid=WC7FNe Aktifitas Tim MER-C di Kabul, Afghanistanhttps://www.instagram.com/reel/C1JReS_JC9H/?igsh=MzRlODBiNWFlZA== https://x.com/mercindonesia/status/1738081664465805677?s=46 https://www.facebook.com/share/v/DsXZ5NkiY3o63MoY/?mibextid=WC7FNe https://vt.tiktok.com/ZSNsjr4GR/ Tim MER-C Bergerak ke Wilayah Pasca Gempa Herat, Tempuh 24 Jam Perjalananhttps://www.instagram.com/reel/C1Jb32xJIGq/?igsh=MzRlODBiNWFlZA== https://x.com/mercindonesia/status/1738107973258641480?s=46 https://www.facebook.com/share/v/a7DmBiFbEWpL71C9/?mibextid=WC7FNe https://vt.tiktok.com/ZSNsMtULX/ https://youtu.be/gOPXoEOX4r4?si=WE8Ud-h0T9UU1sm5 Misi Kemanusiaan untuk Gempa Afghanistan: Tim MER-C Tiba di Qandaharhttps://www.instagram.com/reel/C1T3MnyLPsl/?igsh=MzRlODBiNWFlZA== https://x.com/mercindonesia/status/1739571817415668079?s=46 https://www.facebook.com/share/v/Gkk1dNC9dKqyaj1q/?mibextid=WC7FNe https://vt.tiktok.com/ZSNGojPt2/ https://youtu.be/E3CwZxGYZNU?si=tN1Fr4PPkYWVeKYo Misi Kemanusiaan untuk Afghanistan:Tim MER-C Berbelanja Obat-obatan & Perlengkapan Musim Dingin untuk Korban Pasca Gempa di Herathttps://www.instagram.com/reel/C1YipscJkc1/?igsh=MzRlODBiNWFlZA== https://vt.tiktok.com/ZSNtp7PPm/ https://x.com/mercindonesia/status/1740231659453296694?s=46 https://www.facebook.com/share/v/ZZ3gHwnSUdNt1MyG/?mibextid=WC7FNe https://youtu.be/0i14UEJ38RY?si=l8DNZMgDXj0TWzNs  

Catatan Dr. Ben : Diplomasi Profesi

Kunjungan Asst. Professor Emal Wardak, MD, dokter spesialis orthopedi dari Rumah Sakit Wazir Akbar Khan Afghanistan ke Jakarta yang difasilitasi oleh MER-C menjadi tonggak bersejarah bagi MER-C dan Indonesia. Kita paham hari ini Afghanistan dalam kesulitan dalam semua dimensi setelah Taliban berkuasa dengan menumbangkan pemerintahan sebelumnya yang didukung oleh terutama AS dan sekutunya. Taliban mengakibatkan dampak politik dan ekonomi yang besar. Masyarakat internasional dengan koor bersama enggan mendukung Taliban. Keengganan ini berdampak negatif terutama bagi rakyat sipil. Mereka mendapat imbas dari pergolakan politik. Kita mengapresiasi sikap Indonesia yang terus mendorong masyarakat Internasional agar memperhatikan aspek kemanusiaan yang butuh uluran tangan agar tidak terjadi tragedi kemanusiaan di sana. MER-C sebagai organisasi kemanusiaan yang pernah beberapa kali mengirimkan tim medis ke sana juga mencoba memberikan sesuatu yang bisa  membantu kesulitan yang dialami  oleh rakyat Afghanistan. Satu hal yang menjadi fokus MER-C adalah dengan melatih dokter Afghanistan terutama bedah orthopedi yang itu memang bidang keahlian MER-C. Kedatangan Asst. Professor Emal Wardak menjadi tonggak awal untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan pelatihan dokter Orthopedi Afghanistan di Jakarta.Apa yang dilakukan MER-C adalah bagian diplomasi profesi dimana diplomasi ini juga bisa meningkatkan capacity building dokter Afghanistan dalam mengasah kemampuan agar lebih baik di bidang bedah. Bagaimanapun, sektor kesehatan terdampak dari isolasi politik dan ekonomi yang berujung pada kurangnya penanganan dan pelayanan kesehatan terhadap pasien. Diplomasi profesi yang MER-C lakukan berdampak positif bagi Indonesia, artinya rakyat Indonesia hadir dikala rakyat Afghanistan dilanda kesulitan. Meski yang MER-C berikan tidak besar nilainya, tapi di mata rakyat Afghanistan menjadi sesuatu yang bernilai dan mengikat hubungan batin kedua bangsa. Jakarta, 7 Oktober 2022

MER-C dan Sejumlah Tokoh serta Lembaga Bentuk Afghanistan Support Working Group

Sejumlah Tokoh dan Lembaga Peduli Afghanistan membentuk Afghanistan Support Working Group dalam rangka menggalang dukungan dan bantuan kemanusiaan untuk rakyat Afghanistan khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan. Ide ini tercetus saat acara Silaturahim Indonesia – Afghanistan yang diadakan oleh MER-C untuk menyambut kedatangan seorang dokter orthopedi dan tokoh pendidikan Afghanistan, Asst. Prof. Emal Wardak, MD, Sabtu/1 Okt 2022.   Acara dihadiri oleh Mayjend TNI (Purn). Arief Rachman (Duta Besar RI untuk Afghanistan), Prof. DR. Hj. Amany Lubis, MA (Rektor UIN Syarif Hidayatullah), DR. KH. Imam Addaruqutni, MA (Tokoh Muhammadiyah), Ustadz Dr. H. Abdurrahman Anton Minardi, MA (Ketua Empathy Foundation) beserta pengurus, dr. Rahyussalim, SpOT, Pengurus Jamaah Muslimin (Hizbullah) dan beberapa media partner diantaranya LKBN Antara, HU Republika, Radio dan TV Silaturahim serta Mi’raj News Agency (MINA). Emal Wardak, MD adalah Kepala Departemen Orthopaedi dan Trauma di RS Nasional Wazir Mohammad Akbar Khan Kabul, Afghanistan. Tim MER-C bertemu dengan ahli bedah orthopedi Afghanistan ini ketika menunaikan misi kemanusiaan ke Afghanistan pada Juli 2022 lalu sebagai respon terhadap bencana gempa bumi dahsyat yang melanda negara tersebut. Saat ia berkunjung ke Kuala Lumpur akhir bulan September lalu untuk suatu kegiatan, kesempatan ini dimanfaatkan MER-C untuk mengundang dokter berusia 43 tahun ini datang ke Indonesia guna menindaklanjuti rencana program capacity building bagi tenaga kesehatan Afghanistan. Selama kunjungannya di Jakarta, MER-C membawa dokter Emal mengunjungi pusat pendidikan orthopedi di FKUI – RSCM, melihat alur dan sistem di IGD RSCM dan IMERI atau Indonesian Medical Education and Research Institute yang merupakan institute pendidikan kedokteran dan penelitian pertama di Indonesia. Pendidikan Kedokteran lain yang juga didatangi adalah FK UIN Syarif Hidayatullah yang berada di Ciputat. Meski waktu kedatangan yang singkat di Indonesia, MER-C bekerjasama dengan RS Islam Jakarta Cempaka Putih, ILUNI FKUI dan PPNI DKI Jakarta berkesempatan mengadakan Seminar dan Worskhop “Mass Casualty Management in Conflict Area”, Minggu/2 Oktober 2022 di Auditoriun RS Islam Jakarta Cempaka Putih dengan pembicara utama Asst. Prof. Emal Wardak dari Afghanistan dan Mohammad Al Attar, MD dari Jalur Gaza, Palestina. Pembicara berkompeten lainnya adalah pembicara dari RSCM, PPNI DKI Jakarta dan relawan MER-C yang berpengalaman di berbagai wilayah konflik dalam dan luar negeri. Seminar dan workshop diadakan secara hybrid dengan peserta yang juga berasal dari tiga negara, yaitu Indonesia, Afghanistan dan Jalur Gaza, Palestina. Kedatangan Asst. Prof. Emal Wardak, MD, diharapkan menjadi awal yang baik untuk terus mempererat jalinan kerjasama yang telah terbangun dan memperkuat dukungan MER-C bersama elemen bangsa Indoensia lainnya untuk bahu membahu membantu rakyat Afghanistan untuk bangkit dari krisis kemanusiaan. Dukungan dan Donasi bagi Program Kemanusiaan MER-C di Afghanistan dapat disalurkan melalui: BSI (Bank Syariah Indonesia)No. Rek. 701.565.8918 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Call Center:0811 99 0176

Kemenlu RI Sambut Baik Upaya MER-C untuk Afghanistan

Kementerian Luar Negeri RI mengapresiasi dan menyambut baik upaya MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia dalam melakukan bantuan kemanusiaan ke Afghanistan. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Abdul Kadir Jailani, saat menerima audiensi Tim MER-C di Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Rabu/10 Agustus 2022. “Tentunya Pemerintah selalu menyambut baik setiap upaya dari elemen bangsa Indonesia untuk melakukan bantuan kemanusiaan dimanapun, karena itu hal yang mulia,” ujar Abdul Kadir. “Saya senang dan bangga mendengar kegiatan kemanusiaan MER-C di Afghanistan,” imbuhnya usai mendengar pemaparan dari dua perwakilan relawan MER-C yang baru kembali dari Afghanistan pada akhir Juli 2022 dalam rangka menunaikan tugas kemanusiaan. Ia juga memberikan respon positif terhadap rencana program jangka panjang MER-C untuk Afghanistan berupa capacity building dalam bidang kesehatan. “Mengenai rencana MER-C untuk memberikan beasiswa atau fellowship bagi beberapa tenaga kesehatan di Indonesia, menurut hemat saya langkah ini merupakan langkah yang sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia. Salah satu program yang dilakukan pemerintah saat ini adalah upaya membantu peningkatan kualitas SDM di Afghanistan,” ungkapnya. Lebih lanjut ia memaparkan bahwa Pemerintah memang secara khusus berfokus pada pemberian beasiswa di berbagai sektor, dan kesehatan merupakan satu sector yang cukup penting. Pemberian bantuan peningkatan kapasitas tersebut menurutnya akan lebih baik juga apabila difokuskan untuk Afghanistan adalah bagi perempuan. Namun, seiring dengan kondisi di Afghanistan yang masih memiliki dinamika tersendiri, Abdul Kadir mengingatkan agar semua bantuan kemanusiaan yang dilakukan oleh MER-C di Afghanistan bisa disinergikan dengan Pemerintah dan pelaksanaannya melibatkan otoritas setempat. “Harapan saya kita bisa bersinergi, bekerja sama, itu akan menjadi suatu yang baik,” imbuhnya. Dalam pertemuan tersebut, selain memaparkan tentang misi Kemanusiaan MER-C di Afghanistan, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad juga menyampaikan perkembangan Misi Kemanusiaan MER-C di Palestina, khususnya program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza. Sarbini menyampaikan harapannya agar pemerintah bisa terus mengupayakan izin bagi Tim Medis dan Konstruksi MER-C dapat masuk ke Jalur Gaza, meskipun Jalur Gaza masih dalam situasi gencatan senjata pasca agresi yang menewaskan puluhan korban jiwa dan melukai ratusan warga. Pertemuan ini turut dihadiri oleh Muhsin Syihab (Duta Besar Bidang Hubungan Antarlembaga Kemenlu RI), Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo (Direktur Asia Selatan dan Tengah Kemenlu RI), dr. Zecky Eko Triwahyudi, SpOT., MARS (Ketua Tim Bedah MER-C untuk Afghanistan), dr. Guntur Utama Putera, SpOT (Tim Bedah MER-C untuk Afghanistan), Ir. Luly Larissa dan Rima Manzanaris. Jakarta, 10 Agustus 2022

MER-C kirimkan Tim Bedah bantu Rehabilitasi Korban Gempa Afghanistan: Masyarakat Afghanistan Berharap Kepedulian Jangka Panjang

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia mengirimkan Tim Medis ke Afghanistan, menyusul bencana gempa bumi dahsyat yang melanda negara ini akhir Juni lalu. Tim yang dikirimkan merupakan Tim Bedah yang terdiri dari relawan Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi, Dokter Spesialis Anestesi dan Perawat Kamar Bedah. Tim dipimpin oleh Dr. Zecky Eko Triwahyudi, SpOT., MARS dengan anggota tim Dr. Guntur Utama Putera, SpOT, Dr. Wahyu Bimantoro, SpAn dan Ebo Subaha, S.Kep. Bertolak dari Jakarta menuju Dubai pada hari Kamis/14 Juli 2022, Tim MER-C untuk rehabilitasi korban gempa Afghanistan tiba di Kabul, Ibukota Afghanistan pada hari Jum’at pagi/15 Juli 2022. Setibanya di ibukota negara yang saat ini berada di bawah kepemimpinan Taliban, Tim langsung berkoordinasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di Kabul dan Kementerian Kesehatan Publik Afghanistan. Dalam waktu berdekatan, Afghanistan mengalami dua bencana alam besar. Di akhir bulan Juni mengalami Gempa Bumi di daerah Afghanistan Timur, kemudian pada awal Juli mengalami banjir bandang di daerah Afghanistan Tengah dan Timur. Hal ini menyebabkan Afghanistan menghadapi bencana ganda. Di kala negara tersebut tengah memerangi krisis kemanusiaan dan krisis ekonomi pasca Taliban mengambil alih kekuasaan pada tahun lalu yang diikuti pembekuan asetnya oleh asing/barat, serta belum adanya pengakuan resmi (de yure) terhadap otoritas Taliban di Afghanistan dari UN dan negara-negara di dunia. Bencana ini semakin memperparah kondisi negara yang sebelumnya selama hampir 40 tahun hidup di tengah perang berkepanjangan. Pembekuan asset menyebabkan Afghanistan sangat bergantung dari bantuan asing dan NGO dalam pelayanan publiknya.   Berdasarkan laporan Tim, situasi di Kota Kabul cukup kondusif meski dalam 11 bulan pemerintahan otoritas Taliban sejumlah fasilitas publik tampak masih dijaga ketat oleh militer. Ketua Tim Bedah MER-C untuk Afghanistan, dr. Zecky Eko Triwahyudi mengatakan Timnya telah berkoordinasi dengan Pusat Pendidikan Orthopaedi dan Pusat Rujukan Orthopaedi di RS Nasional Wazir Mohammad Akbar Khan Afghanistan, dengan Prof. Emal Wardak selaku Kepala Depatemen Orthopaedi dan Traumatologi yang juga menangani korban gempa. “Sambutan hangat dari para dokter dan petugas RS terhadap kehadiran Tim Bedah MER-C. Bahkan Tim bergabung untuk turut serta melakukan operasi kasus-kasus neglected trauma di RS tersebut,” ujar Zecky. Ia juga menambahkan bahwa pihak-pihak yang ditemui MER-C di Afghanistan berharap kerjasama dengan MER-C bisa berjalan untuk jangka panjang termasuk untuk memberikan pendidikan ( training) pada tenaga medis dalam bidang pelayanan publik karena mereka sangat membutuhkan sharing ilmu terkait pelatihan peningkatan skills dan sistem pelayanan publik yang lebih baik, termasuk fellowship program untuk meningkatkan keilmuan para tenaga medis dan pelatihan dalam bidang kebencanaan ( disaster preparedness / mass casualty management ). “Beberapa sharing ilmu sudah mulai kami lakukan, seperti relawan Dokter Spesialis Anestesi kami melakukan sharing keilmuan terkait USG guided nerve block kepada Dokter-dokter Anestesi di ruang operasi RS Wazir Mohammad Akbar Khan,” lanjutnya. Dalam rangka capacity building, hari Sabtu besok/23 Juli 2022, Tim MER-C juga akan memberikan pelatihan Basic Orthopaedic Operation Preparation dan pemberian ilmu-ilmu dasar kamar operasi bagi staff perawat ruang operasi RS Wazir Mohammad Akbar Khan National Hospital. Melihat keterbatasan peralatan yang ada khususnya di ruang operasi RS Wazir Mohamad Akbar Khan National Hospital Afghanistan, Tim MER-C akan menyumbangkan set alat-alat orthopaedi dan implant. Tim juga telah menyumbangkan alat USG portable untuk anestesi blok demi melengkapi pelayanan di ruang operasi RS ini. Sementara itu, bantuan obat-obatan yang dibawa akan diserahkan oleh Tim untuk nantinya akan didistribusikan ke lokasi klinik yang paling membutuhkan di Afghanistan. Assessment Tim Bedah MER-C juga mencatat beberapa hal yang terjadi pasca bencana dan harus segera mendapatkan pemecahannya di bidang medis, yaitu malnutrisi anak dan depresi kronik yang diderita warga Afghanistan di seluruh wilayah Afghanistan, kemudian air bersih, tempat tinggal dan ancaman kolera serta infeksi virus pasca bencana alam di area terdampak. Tim Bedah MER-C dijadwalkan akan bertugas selama dua pekan. Ini adalah kunjungan MER-C ke-4 ke Afghanistan, sebelumnya pada tahun 2001 dan 2002 (sekitar 20 tahun lalu), kemudian pada Maret 2022 dan Juli 2022. Terlepas dari situasi politik dan belum diakuinya pemerintahan Taliban di Afghanistan oleh dunia Internasional, namun krisis kemanusiaan yang dihadapi masyarakat Afghanistan sangat nyata dan membutuhkan perhatian serta bantuan dari masyarakat Internasional. Untuk itu, MER-C berharap dukungan dari masyarakat Indonesia agar bisa menjalankan program bantuan jangka panjang seperti yang diharapkan rakyat Afghanistan khususnya dalam bidang medis. Kami juga mengajak elemen bangsa lainnya untuk ikut terlibat membantu masyarakat Afghanistan bangkit dari krisis kemanusiaan ini. Rekening Donasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan:Bank Syariah Indonesia (BSI), 701.565.8918Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 22 Juli 2022

Afghanistan Diguncang Gempa Dahsyat, MER-C akan Kirim Tim Bedah

Siaran Pers   Bencana gempa bumi dahsyat mengguncang Afghanistan, Rabu/22 Juni 2022. Gempa berkekuatan M 6,1 terjadi sekitar 44 kilometer (27 mil) dari kota Khost, yang terletak di dekat perbatasan Afgahnsitan dengan Pakistan. Gempa terjadi dini hari waktu setempat ketika warga sedang tertidur sehingga banyak yang tidak dapat menyelamatkan diri. Data sementara menyatakan sedikitnya 1.000 orang meninggal dunia dan 1.500 lainnya mengalami luka-luka. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring masih terus dilakukan pencarian korban yang tertimpa reruntuhan bangunan rumah-rumah mereka. Gempa bumi menyebabkan Afghanistan saat ini menghadapi bencana ganda. Di kala negara tersebut tengah memerangi krisis kemanusiaan dan ekonomi terburuk pasca Taliban mengambil alih kekuasaan pada tahun lalu yang diikuti pembekuan semua assetnya oleh asing, bencana gempa bumi semakin memperparah kondisi Afghanistan. MER-C sebagai Lembaga kegawatdaruratan medis untuk korban perang, konflik dan bencana alam akan mengirimkan Tim Medis ke Afghanistan. Sesuai dengan karakteristik bencana gempa bumi, maka Tim yang disiapkan oleh MER-C adalah Tim Bedah. Tim akan terdiri dari Dokter Spesialis Bedah Orthopedi, Dokter Umum dan Perawat. Tim ini diharapkan dapat berangkat dalam waktu dekat ke Afghanistan untuk bisa segera memberikan pertolongan para korban. MER-C juga meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia agar mengirimkan Tim Kesehatan Gabungan ke Afghanistan yang terdiri dari sipil dan aparat yang dikomandoi oleh TNI. Hal ini sebagaimana yang pernah dilakukan RI saat terjadi gempa besar di Bam – Iran pada tahun 2004 silam. Saat itu Pemerintah mengirimkankan bantuan Tim Kesehatan Gabungan, dimana dua dokter MER-C ikut bertugas dalam Tim tersebut. Rekening Donasi Misi Kemanusiaan MER-C untuk Afghanistan:BSI ex BSM, No. Rek. 701.565.8918Atas nama Medical Emergency Rescue Committee Jakarta, 24 Juni 2022 Dr. Sarbini Abdul MuradKetua PresidiumMER-C Indonesia

Tunaikan Misi Awal, Ini Komitmen dan Program Lanjutan MER-C untuk Afghanistan

Tim Advance MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) untuk Afghanistan, dr. Arief Rachman, SpRad dan dr. M. Reza Saputra, SpOT telah kembali ke tanah air usai bertugas selama kurang lebih satu pekan (20 – 26 Maret 2022) di wilayah yang tengah dilanda krisis kemanusiaan tersebut. Pengiriman Tim Advance dalam rangka memetakan isu kesehatan yang saat ini terjadi di Afghanistan, menyalurkan bantuan awal amanah dari masyarakat Indonesia dan mencanangkan program lanjutan MER-C bagi Afghanistan.      Difasilitasi Tim Misi Kemanusiaan RI di Kabul melalui Kementerian Luar Negeri RI, Tim MER-C menemui tokoh-tokoh kunci Afghanistan seperti Deputy Minister of Public Health, dr. Habibullah Akhundzada, dan juga beberapa Direktur Rumah Sakit. Direktur yang ditemui diantaranya adalah Direktur Rumah Sakit Anak Indira Gandhi (Indira Gandhi Pediatric Hospital) dan Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak Malalay (Malalay Maternity Hospital).   Tim juga mengunjungi klinik Indonesia yang didedikasikan kepada masyarakat Afghanistan melalui program Indonesian – Afghanistan Friendship yang berada di Distrik Ahmad Shah Baba Mina, sekitar 20 km dari kota Qabul.   Dalam kunjungan tersebut bisa kami sampaikan bahwa Afghanistan dalam perjalanannya yang sangat panjang, sekali lagi masuk dalam krisis kemanusiaan dan krisis kesehatan. Dimana saat ini Afghanistan menghadapi masalah seperti malnutrisi, stunting, ketergantungan obat dan juga kebutuhan-kebutuhan medis yang semakin menipis jumlahnya. Krisis ini juga tidak terlepas dari permasalahan keuangan dimana bantuan internasional saat ini dibekukan sehingga sudah selama 7 bulan staf kesehatan tidak menerima gaji.   Oleh karena itu, kami MER-C Indonesia mengajak simpul-simpul masyarakat madani untuk mengarahkan pandangan dan memberikan perhatian kepada Afghanistan. Mari kita bersama-sama, bahu-membahu kembali untuk membantu masyarakat Afghanistan melalui krisis kemanusiaan ini.   MER-C Indonesia sebagai lembaga kemanusiaan di bidang medis dalam hal ini berkomitmen untuk menyiapkan dan memberikan bantuan lebih lanjut baik berupa pengiriman tim relawan medis, obat-obatan, asistensi untuk capacity building dan bantuan lain yang diperlukan oleh masyarakat Afghanistan, agar krisis kemanusiaan ini bisa dilalui oleh masyarakat Afghanistan.   Selengkapnya : https://youtu.be/eOZFinh_oG4   Dukungan dan donasi bagi Misi Kemanusiaan Afghanistan dapat disalurkan melalui: BSI – ex BSM, 701.565.8918 Atas nama Medical Emergency Rescue Committee   Jakarta, 1 April 2022 Medical Emergency Rescue Committee

Silahkan bertanya?