EMT MER-C ke-14 Mulai Bertugas Layani Warga Gaza di RS Nasser

Gaza – Emergency Medical Team (EMT) MER-C Indonesia ke-14 sudah mulai bertugas memberikan layanan kesehatan untuk warga Gaza di Rumah Sakit Nasser, salah satu fasilitas kesehatan terbesar dan penting di Khan Younis, Gaza Selatan. Pada Selasa (4/8), tim menangani sejumlah pasien, termasuk seorang anak berusia 14 tahun yang mengalami gangguan pernapasan. Pasien didiagnosis menderita pneumonia, penumpukan cairan di paru kanan, serta memiliki kelainan bawaan. Ibunya juga memiliki riwayat gangguan pernapasan serupa. Pasien telah menjalani perawatan selama enam hari dengan keluhan batuk, nyeri dada sebelah kanan, dan sesak napas. Sebelumnya, pasien juga sempat dirawat di rumah sakit dan menjalani perawatan intensif di ICU. EMT MER-C kemudian melakukan tindakan bronkoskopi, sekaligus membersihkan saluran napas (bronchial toilet). Tindakan ini dilakukan untuk memastikan penyebab kelainan pada paru kanan, apakah akibat paru yang mengempis (atelektasis) atau adanya massa di paru. Selain itu, EMT MER-C juga menangani seorang pasien laki-laki yang mengeluhkan nyeri dan rasa tidak nyaman di dada sebelah kanan. Pasien diketahui memiliki riwayat leukemia dalam keluarganya. EMT MER-C Indonesia ke-14 berhasil memasuki Jalur Gaza pada 28 Juli 2026 dan kini mulai menjalankan misi kemanusiaan untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gaza. EMT ke-14 terdiri atas tiga relawan medis, yaitu dokter spesialis paru dr. Shinta Chairiah, Sp.P., M.M., dokter spesialis anestesi dr. Lius Hariman, Sp.An., serta perawat Nadia Rosi, Amd.Kep. Mereka bertolak dari Jakarta menuju Yordania pada 20 Juli 2026 sebelum akhirnya memasuki Jalur Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Dbwu9bdE7Y-/?igsh=aWVhbWJ4bmcyZ3E5 https://www.facebook.com/share/p/19QVVTsSBr/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZS4b6eRuQ
MER-C Indonesia Medical Center Terapkan Sistem Digital untuk Tingkatkan Layanan Pasien

Gaza – Di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Jalur Gaza, MER-C Indonesia Medical Center terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Selain melengkapi fasilitas dan peralatan medis, MER-C Indonesia Medical Center juga melakukan transformasi digital untuk menghadirkan layanan yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi. “Kami memulai transformasi digital MER-C Indonesia Medical Center ini dari awal. Langkah pertama adalah memasang koneksi internet melalui Kementerian Kesehatan. Sistem informasi kesehatan elektronik kami beroperasi melalui Kementerian Kesehatan menggunakan aplikasi berbasis web,” ujar Insinyur Teknologi Informasi MER-C Indonesia Medical Center, Sameh Al-Jazzar. Ia menjelaskan, sistem digital memungkinkan pengelompokan pasien berdasarkan usia, jenis penyakit, dan kebutuhan layanan, sekaligus mengatur antrean. Setelah proses registrasi, pasien akan diarahkan ke klinik yang sesuai dengan keluhannya. “Sistem elektronik ini mulai diterapkan sekitar satu tahun lalu. Sebelumnya, karena kondisi yang sulit di Jalur Gaza, seluruh rekam medis masih menggunakan dokumen kertas sehingga proses pelayanan menjadi jauh lebih rumit,” kata Al-Jazzar. Menurutnya, dengan sistem digital yang diterapkan saat ini, dokter dapat mengakses riwayat kesehatan pasien hanya dengan satu klik tanpa memerlukan dokumen fisik. Bahkan jika pasien kehilangan dokumen mereka, seluruh data medis tetap tersimpan dengan aman di server Kementerian Kesehatan sehingga pelayanan dapat terus diberikan secara optimal. selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DbSpdV7TTtv/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Apresiasi Tenaga Kesehatan Gaza, MER-C Indonesia Salurkan Bantuan 180 Paket Daging

Gaza – MER-C Indonesia menyalurkan bantuan sebanyak 180 paket daging kepada staf MER-C Indonesia Medical Center di Al-Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza, pada Sabtu (4/7/2026). Bantuan ini merupakan bentuk dukungan dan apresiasi kepada para tenaga kesehatan yang terus memberikan layanan untuk masyarakat Gaza di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung. Penyaluran dilakukan langsung oleh staf lokal MER-C Indonesia di Jalur Gaza. Di tengah keterbatasan akibat blokade dan serangan penjajah Israel yang terus berlangsung, para tenaga kesehatan di MER-C Indonesia Medical Center tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada warga Gaza. Setiap hari, mereka melayani sekitar 1.000 hingga 1.200 pasien, termasuk korban luka akibat serangan serta puluhan pasien dengan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan rutin. Bantuan ini juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan MER-C Indonesia untuk memperkuat dan mendukung operasional MER-C Indonesia Medical Center, serta stafnya yang berada di garda terdepan dalam memberikan layanan medis kepada masyarakat Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DbHoyoxzdRF/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia #KemanusiaanGaza
Generator Listrik MER-C Indonesia Medical Center di Gaza Butuh Perawatan Mendesak

Gaza – Generator listrik berkapasitas 88 kVA di MER-C Indonesia Medical Center, Al-Mawasi, Khan Younis, Gaza selatan, menjadi tulang punggung utama seluruh kegiatan klinis dan operasional di tengah lumpuhnya jaringan listrik di Jalur Gaza. Generator ini menjadi satu-satunya sumber energi yang digunakan untuk mengoperasikan berbagai peralatan medis penting, unit gawat darurat, serta menjaga rantai dingin penyimpanan obat-obatan. Setiap hari, tim teknisi berupaya memastikan generator tetap beroperasi tanpa gangguan agar layanan kesehatan bagi ribuan pasien dan pengungsi di Gaza dapat terus berjalan. Namun, di tengah keterbatasan yang ada, menjaga pasokan listrik secara berkelanjutan menjadi tantangan besar, terutama terkait pengadaan bahan bakar dan pemeliharaan teknis. Saat ini, satu-satunya generator yang menopang operasional MER-C Indonesia Medical Center ini memerlukan perawatan mendesak akibat gangguan teknis yang terus berulang. Meskipun perawatan darurat telah dilakukan sekitar satu bulan lalu oleh MER-C Indonesia, generator kini mengalami kebocoran oli akibat panas berlebih. Radiatornya memerlukan pendinginan dengan memberi air secara terus-menerus. Generator juga mengalami kebocoran pada pompa bahan bakar utamanya. Penanganan lebih lanjut harus segera dilakukan agar generator tetap dapat beroperasi dan mencegah gangguan operasional. MER-C Indonesia akan terus berkomitmen mengupayakan pemenuhan kebutuhan penting di MER-C Indonesia Medical Center agar pelayanan kesehatan bagi warga Gaza tetap dapat berlangsung meski di tengah situasi yang sangat sulit. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DamMBjnT10b/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Tim MER-C Saksikan Langsung Eksodus Warga Lebanon Selatan di Tengah Meningkatnya Serangan

Beirut – Tim MER-C Indonesia untuk misi kemanusiaan Lebanon menyaksikan secara langsung eksodus warga dari wilayah Lebanon selatan setelah penjajah Israel mengeluarkan perintah evakuasi. Pada 9 Juni 2026, tim MER-C akan menuju Kota Saida di Lebanon selatan untuk menyalurkan bantuan roti kepada para pengungsi yang terdampak serangan penjajah Israel. Di tengah perjalanan, tim berada di tengah kemacetan panjang akibat padatnya kendaraan warga yang meninggalkan wilayah Lebanon selatan. Ketua Tim, dr. Tonggo Meaty Fransisca, mengatakan bahwa warga Lebanon selatan berbondong-bondong pergi menggunakan kendaraan pribadi. Bahkan, sebagian warga terpaksa berhenti dan tinggal sementara di pinggir jalan. Ia menjelaskan bahwa warga berupaya menyelamatkan diri menuju Beirut akibat meningkatnya intensitas serangan di wilayah Lebanon selatan. “Hari ini penduduk Lebanon selatan berbondong-bondong pindah karena ada perintah dari penjajah Israel untuk segera keluar dari wilayah Lebanon selatan,” ujarnya. Konflik Israel–Lebanon kembali memanas sejak 2 Maret setelah meningkatnya serangan antara Israel dan Hezbollah yang memicu eskalasi militer lebih luas di wilayah Lebanon selatan hingga Beirut. Konflik ini membawa dampak kemanusiaan yang besar bagi warga Lebanon. Lebih dari satu juta orang terpaksa mengungsi, sementara banyak rumah, sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur sipil mengalami kerusakan. Warga juga menghadapi keterbatasan layanan kesehatan, tempat tinggal, dan kebutuhan hidup akibat situasi keamanan yang terus memburuk. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaUn4iQTw83/?igsh=MXRlMHAwMGZxbGd6OQ== https://vt.tiktok.com/ZSCXR1yvM Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
MER-C Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Serangan Israel di Lebanon Selatan

Saida – MER-C Indonesia pada Selasa (9/6/2026) menyalurkan bantuan 600 bungkus roti dan 100 food box di salah satu kamp pengungsi di Saida, Lebanon, yang berada di gedung yang sebelumnya dikenal sebagai Justice Building. Bantuan ini disalurkan setelah Tim MER-C melakukan asesmen dan menilai perlunya kebutuhan mendesak bantuan kemanusiaan bagi para pengungsi di kamp tersebut. Kota Saida menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi pengungsi korban serangan penjajah Israel, mengingat letaknya yang berbatasan dengan wilayah Lebanon Selatan. Kamp pengungsian ini telah beroperasi selama sekitar tiga bulan dan saat ini menampung sekitar 93 kepala keluarga, terdiri dari anak-anak hingga lansia. Selain di Saida, Tim MER-C juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa food box dan paket hygiene kit bagi pengungsi Palestina di Kamp Shatila. Tim juga melaksanakan layanan mobile clinic untuk membantu kebutuhan kesehatan para pengungsi. Melalui rangkaian kegiatan ini, MER-C Indonesia berharap dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang terdampak konflik di Lebanon, khususnya dalam aspek kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama dengan mitra lokal serta memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kebutuhan kemanusiaan yang masih memerlukan dukungan pada masa mendatang. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaKytloz0NM/?igsh=emtka21uemIzZnJ0 https://vt.tiktok.com/ZSCfE4VXX Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
MER-C Indonesia Gelar Pelayanan Kesehatan untuk Pengungsi di Kamp Shatila, Beirut

Beirut – Sebagai bagian dari misi kemanusiaan di Lebanon, tim MER-C Indonesia bekerja sama dengan mitra lokal Al-Shifaa for Medical & Humanitarian Services pada Rabu (10/6/2026) menggelar pelayanan kesehatan untuk para pengungsi di Kamp Shatila, Beirut. Sebanyak 77 orang menerima pelayanan kesehatan, dengan mayoritas kasus yang ditangani berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan batuk. Tim MER-C juga mengunjungi langsung beberapa pengungsi yang menderita penyakit kronis, di antaranya pasien pascastroke serta penderita diabetes dengan komplikasi. Mereka merupakan pengungsi dari Lebanon Selatan pascaserangan pada 2 Maret 2026. Kegiatan pelayanan kesehatan ini dilaksanakan sebagai upaya memenuhi kebutuhan layanan kesehatan dasar bagi para pengungsi di Lebanon yang telah hampir dua tahun tidak mendapatkan layanan kesehatan secara memadai. Kondisi ini semakin memprihatinkan seiring meningkatnya jumlah pengungsi di tengah serangan penjajah Israel. Melalui kegiatan ini, MER-C memberikan pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, serta penanganan awal terhadap berbagai keluhan kesehatan yang dialami para pengungsi. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan hangat dari para pengungsi yang antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaAOXEDTq8e/?igsh=bzB3anlsZzNyZTZk https://vt.tiktok.com/ZSCYugww1 Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
MER-C Sambut Kepulangan Dua Liaison Officer EMT dari Misi Kemanusiaan di Kawasan Timur Tengah

Jakarta – MER-C menyambut kepulangan dua Liaison Officer Emergency Medical Team (EMT) ke Tanah Air pada Sabtu (13/6/2026), setelah menyelesaikan tugas kemanusiaan di kawasan Timur Tengah. Dua relawan tersebut adalah Marissa Noriti dan Nanang Khoirino yang memiliki peran penting dalam mendukung berbagai misi kemanusiaan MER-C, khususnya untuk Jalur Gaza. Marissa Noriti bertugas sebagai Liaison Officer MER-C di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, seperti Yordania, Mesir, dan Uni Emirat Arab (UEA), sejak 21 Juli 2025. Marissa terlibat dalam berbagai lini koordinasi, mulai dari pelaksanaan program, pengaturan keamanan, hingga prosedur pengiriman relawan ke Gaza. Sementara itu, Nanang Khoirino berangkat ke Mesir pada 20 April 2026 bersamaan dengan keberangkatan EMT ke-13 menuju Gaza. Dalam misi kali ini, ia bertugas membangun sistem supply chain atau rantai pasok logistik kemanusiaan MER-C. Pembangunan fondasi dan jaringan supply chain kemanusiaan menjadi bagian penting dalam penguatan berbagai program kemanusiaan yang saat ini dijalankan MER-C, tidak hanya di Jalur Gaza tetapi juga di sejumlah negara lainnya. Upaya ini memiliki tantangan yang cukup kompleks sehingga memerlukan penguatan jejaring dan kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari korporasi, pemerintah, lembaga kemanusiaan, hingga organisasi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan WHO. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Tim MER-C Tinjau Kebutuhan Layanan Luka Bakar di Turkish Hospital di Lebanon

Saida – Tim MER-C untuk misi kemanusiaan Lebanon pada Sabtu (6/6/2026) mengunjungi Turkish Trauma and Emergency Hospital di Saida, Lebanon Selatan. Kunjungan ini untuk meninjau secara langsung kebutuhan bantuan di unit luka bakar (burn unit) rumah sakit tersebut, yang saat ini menerima banyak pasien trauma seiring meningkatnya eskalasi konflik dengan Israel. Direktur rumah sakit, dr. Noura Shakaroun, menjelaskan bahwa burn unit di Turkish Hospital telah tersedia, baik dari sarana maupun sumber daya manusia (SDM). Pada awal tahun, rumah sakit menerima bantuan peralatan serta pelatihan penanganan trauma luka bakar dari lembaga amal Inggris. Saat ini, rumah sakit juga memiliki satu dokter spesialis bedah rekonstruksi dan telah siap menangani pasien luka bakar yang dirujuk ke fasilitas mereka. Dr. Noura menuturkan, kebutuhan yang sebenarnya ingin dikembangkan lebih luas adalah departemen pediatrik secara menyeluruh, baik untuk penanganan kasus trauma, termasuk luka bakar, maupun kasus non-trauma. Rumah sakit bahkan telah menyiapkan ruangan khusus untuk departemen anak, termasuk Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dengan kapasitas lima tempat tidur. Karena kebutuhan yang dihadapi lebih besar daripada sekadar unit luka bakar anak, kebutuhan pendukung yang diperlukan pun semakin luas, mulai dari peralatan medis, bahan habis pakai, tenaga kesehatan, hingga pelatihan agar layanan pediatrik dapat berjalan secara menyeluruh, mulai dari instalasi gawat darurat (IGD), rawat inap, hingga PICU. Harapannya, departemen ini dapat terus beroperasi secara berkelanjutan meskipun tim bantuan internasional telah menyelesaikan tugasnya. Secara umum, dr. Noura menyampaikan bahwa pihaknya lebih memilih bantuan dalam bentuk peralatan dan pelatihan dibandingkan bantuan dana tunai. Selengkapnya di link ini ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
Tim MER-C Bertemu PHEOC Lebanon, Bahas Kebutuhan Bantuan Kesehatan di Lebanon Selatan

Beirut – Tim MER-C Indonesia pada Selasa (2/6/2026) mengunjungi Rumah Sakit Universitas Rafik Hariri dan bertemu dengan Wahida Ghalayini, Koordinator Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) serta dr. Zahara selaku Liaison Officer EMT. Dalam pertemuan tersebut, keduanya memaparkan perkembangan situasi konflik di Lebanon Selatan serta aktivitas koordinasi bantuan yang dilakukan bersama tim-tim internasional. Mereka mengatakan saat ini, sejumlah tim medis internasional masih aktif memberikan pelayanan di beberapa wilayah, di antaranya Saida (Sidon), Tyre, dan Nabatieh. Berbeda dengan kondisi di Gaza, sebagian besar fasilitas dan sistem layanan kesehatan di Lebanon Selatan masih beroperasi. Namun, tingginya jumlah korban serta keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan menyebabkan terjadinya surge capacity di sejumlah fasilitas kesehatan. Untuk itu, PHEOC mengusulkan agar MER-C turut memperkuat layanan burn unit di Turkish Trauma & Emergency Hospital yang berada di Kota Saida. Rumah sakit tersebut belum memiliki unit penanganan luka bakar yang memadai, sehingga diperlukan dukungan baik dalam bentuk SDM maupun sarana dan prasarana pendukung. Rumah sakit pemerintah tersebut merupakan salah satu pusat rujukan utama yang berada di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan Lebanon (MOPH) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam penanganan korban konflik. Mereka juga menyarankan perlunya program capacity building untuk tenaga kesehatan lokal agar memiliki kemampuan menangani kasus-kasus luka bakar secara mandiri ketika tim bantuan internasional sudah tidak lagi bertugas di wilayah tersebut. Selengkapnya di link ini ____________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah