Menembus Blokade, Menghadirkan Layanan Kesehatan untuk Gaza

Genosida yang berlangsung sejak 2023 serta blokade yang semakin ketat membawa Jalur Gaza ke dalam krisis kemanusiaan yang kian memburuk. Sektor kesehatan menjadi salah satu yang paling terdampak. Fasilitas medis lumpuh, obat-obatan esensial semakin langka, sementara ancaman wabah penyakit terus meningkat. Tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan juga tak luput dari serangan. Banyak di antara mereka yang gugur, terluka, maupun ditahan. Kondisi ini menyebabkan tenaga medis yang tersisa harus bekerja dalam keadaan kelelahan di tengah tingginya kebutuhan layanan kesehatan. Merespons situasi ini, MER-C Indonesia terus hadir bersama masyarakat Gaza dengan mengupayakan pelayanan kesehatan yang lebih baik melalui pengiriman langsung tim medis dari berbagai disiplin spesialis. Sejak 18 Maret 2024 hingga hari ini, MER-C telah memberangkatkan 13 tim untuk bertugas di Jalur Gaza. Kehadiran mereka telah membantu memperkuat layanan kesehatan di tengah keterbatasan tenaga medis dan tingginya jumlah pasien yang harus ditangani. Tidak hanya memberikan pelayanan klinis, tim medis MER-C juga berkontribusi dalam peningkatan kapasitas tenaga kesehatan lokal melalui kuliah ilmiah di berbagai rumah sakit Gaza. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia #KemanusiaanGaza
MER-C Berangkatkan Tiga Relawan Medis untuk Misi Kemanusiaan Lebanon

Jakarta – MER-C Indonesia pada Jumat (29/5/2026) memberangkatkan tiga relawan medis untuk menjalankan misi kemanusiaan di Lebanon. Tiga relawan yang diberangkatkan adalah dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Arief Rachman, Sp.Rad., dan Wirsal Adiansyah Harahap, S.Kep., Ners. Mereka tergabung dalam Tim Assessment Misi Kemanusiaan Lebanon yang bertugas membuka jalan bagi pengiriman tim MER-C berikutnya. “Kami sebagai pembuka jalan bagi tim-tim MER-C berikutnya. Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Lebanon, Kedutaan Besar Lebanon di Jakarta, Kementerian Luar Negeri RI, serta KBRI di Lebanon. Kami juga melakukan komunikasi dengan tim lokal kami yang berada di Lebanon,” ujar Ketua Tim Assessment Misi Kemanusiaan Lebanon, dr. Tonggo Meaty Fransisca. Tim yang diberangkatkan merupakan relawan yang telah berpengalaman dalam misi kemanusiaan di berbagai wilayah konflik maupun daerah terdampak bencana. Keberangkatan tim ini bertujuan untuk memastikan keamanan bagi tim yang akan diberangkatkan selanjutnya, mengidentifikasi kebutuhan bantuan kemanusiaan yang mendesak, serta memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi lokasi penyaluran bantuan. Selain itu, tim juga akan menentukan jenis bantuan dan komposisi tim yang diperlukan agar bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari masyarakat Indonesia dapat disalurkan secara efektif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Lebanon. Pengiriman relawan untuk misi kemanusiaan ini merupakan respons atas situasi kemanusiaan di Lebanon yang semakin kritis akibat serangan dan pelanggaran gencatan senjata yang terus terjadi. Misi ini juga sebagai tindak lanjut atas permintaan bantuan dari Pemerintah Lebanon melalui Kedutaan Besar di Jakarta yang disampaikan kepada Kementerian Luar Negeri RI dan kemudian diteruskan kepada lembaga-lembaga kemanusiaan, untuk memberikan dukungan kemanusiaan kepada masyarakat Lebanon. Selengkapnya di link ini ____________________________________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
Kehadiran EMT MER-C Perkuat Layanan Rehabilitasi Medik dan Fisioterapi di RS Al-Wafa Gaza

Gaza – Menjadi dokter spesialis rehabilitasi medik pertama yang dikirimkan MER-C ke Jalur Gaza, dr. Juli Hartati, Sp.KFR., kini mulai bertugas membantu layanan rehabilitasi medik dan fisioterapi di Rumah Sakit Al-Wafa. Ia telah bertugas di RS Al-Wafa sejak 3 Mei 2026, memberikan layanan rehabilitasi medik dan fisioterapi untuk membantu menangani lonjakan kasus cedera tulang belakang dan patah tulang kronis akibat genosida yang dilakukan penjajah Israel di Gaza. RS Al-Wafa merupakan rumah sakit spesialis rehabilitasi medik tertua dan terpenting di Gaza. Dr. Juli sendiri melayani berbagai pasien di departemen rawat inap maupun rawat jalan yang menerima sekitar 200 kasus setiap harinya. Layanan rehabilitasinya mencakup kasus neurologis, seperti cedera tulang belakang, stroke, cedera otak, kelumpuhan, dan gangguan lainnya. Selain itu, rumah sakit ini juga menangani kasus muskuloskeletal, termasuk patah tulang, kondisi pascatrauma, gangguan otot dan saraf, hingga komplikasi akibat imobilisasi. RS Al-Wafa menyediakan layanan fisioterapi, terapi okupasi, serta dukungan psikologis. Namun saat ini, operasional rumah sakit berjalan di tengah berbagai keterbatasan, mulai dari pasokan listrik hingga minimnya peralatan medis, sehingga sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan. Dr. Juli tergabung dalam Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-13 dan tiba di Gaza pada 23 April 2026. Selain memberikan layanan rehabilitasi medik dan fisioterapi, ia juga akan melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan layanan rehabilitasi medik di Jalur Gaza. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
MER-C Kirim EMT ke-13 untuk Perkuat Layanan Medis di Jalur Gaza

Jakarta — MER-C Indonesia kembali mengirimkan Emergency Medical Team (EMT) ke Jalur Gaza, Palestina, pada Senin (20/4/2026). EMT MER-C ke-13 ini terdiri dari relawan logistik, Nanang Khoirino, serta dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, dr. Juli Hartati, Sp.KFR. Nanang akan bertugas di Mesir untuk mendukung pengadaan dan distribusi bantuan kemanusiaan berupa alat kesehatan serta perlengkapan medis lainnya untuk menunjang operasional Klinik Giving Without Borders di Khan Younis, Gaza Selatan. “Pengadaan alat kesehatan ini sangat penting untuk menunjang layanan kesehatan terutama di Khan Younis, karena saat ini fasilitas kesehatan MER-C Indonesia yang ada di Khan Younis permintaannya sangat luar biasa. Kita perharinya bisa melayani lebih dari 1000 pasien. Maka dari itu diperlukan dukungan tambahan untuk memperkuat layanan fasilitas kesehatan tersebut,” ujar Nanang. Sementara itu, dr. Juli rencananya akan bertugas di fasilitas kesehatan Gaza yang memiliki layanan rehabilitasi medik untuk menangani pasien nyeri, pasien pasca amputasi dan penyandang disabilitas, atau anak-anak berkebutuhan khusus. Dr. Juli merupakan dokter rehabilitasi medis pertama yang dikirim MER-C ke Jalur Gaza. Selama bertugas, ia juga akan melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan layanan rehabilitasi medik di wilayah tersebut. “Karena ini merupakan pengiriman pertama dokter rehabilitasi, tahap awal saya akan melakukan asesmen terkait kebutuhan layanan rehabilitasi medik di Gaza,” kata dr. Juli. Proses pengiriman bantuan di tengah blokade yang diberlakukan Israel tentu tidak mudah dan menjadi tantangan besar. Karena itu, kami memohon dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar misi kemanusiaan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat terbaik bagi saudara-saudara kita di Gaza. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111.925 Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061 Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400 Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720 Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Mengintip Kesibukan Relawan MER-C Indonesia di Klinik Giving Without Borders

Gaza – Relawan MER-C Indonesia, Nadia Rosi, Amd.Kep., pada 25 Maret 2026 kembali membagikan kegiatannya selama bertugas di Klinik Giving Without Borders (GWB) di Khan Younis, Gaza Selatan. Jika sebelumnya ia membantu pelayanan untuk ibu hamil, kali ini Nadia bertugas di bagian perawatan luka. Ia juga memperlihatkan sejumlah fasilitas serta kondisi pelayanan di klinik tersebut, sekaligus berinteraksi dengan para pasien yang datang untuk berobat. Pada kesempatan itu, ia juga menunjukkan kegiatan penyuluhan terkait personal hygiene yang sangat dibutuhkan warga Gaza di tengah krisis air dan sabun akibat blokade dan agresi yang masih terus berlangsung. Selain memberikan layanan medis, Klinik GWB bersama MER-C juga aktif menyelenggarakan edukasi dan pelatihan bagi warga serta staf klinik. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tengah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk. Nadia Rosi telah bertugas di Jalur Gaza untuk ketiga kalinya. Dalam penugasan ketiganya bersama Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-10 sejak Oktober 2025, ia memutuskan untuk memperpanjang masa tugasnya. Hingga kini, Nadia telah menjalankan misi kemanusiaan di Gaza selama hampir enam bulan. Ia mengaku bersyukur kembali mendapat kepercayaan dari MER-C dan merasa senang dapat kembali bertemu serta membantu masyarakat Gaza. Selengkapnya di link ini ——————————————— Donation Account: Bank Central Asia (BCA), 686.0153678 Bank Mandiri, 124.000.8111.925 Bank Syariah Indonesia (BSI), 700.1352.061 Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400 Bank Muamalat Indonesia (BMI), 358.000.1720 Bank Rakyat Indonesia (BRI), 033.501.0007.60308 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Tim MER-C Lakukan Pemeriksaan Kesehatan di Dua Desa Terdampak Banjir di Aceh Utara

Aceh – Tim Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) bersama Puskesmas Banda Sakti pada Ahad (10/01/2026) melakukan pemeriksaan kesehatan gratis di dua desa yang terdampak banjir di Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. Tim pertama bergerak ke Desa Meudang Ara dan melayani sekitar 60 warga. Selanjutnya, tim melanjutkan kegiatan ke Desa Bujok dengan jumlah penerima layanan sekitar 115 warga. Pemeriksaan kesehatan difokuskan pada skrining kesehatan dan pengobatan bagi seluruh kelompok usia, mulai dari balita hingga lansia. Selain pelayanan medis, tim juga menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak sebagai upaya pemulihan psikologis, menghadirkan keceriaan di tengah kondisi sulit pascabanjir. Melalui kegiatan ini, MER-C berharap dapat membantu meringankan beban warga terdampak serta mendukung percepatan pemulihan kondisi masyarakat Aceh Utara. Selengkapnya di link ini #MariBersamapulihkanSumatra #mercindonesia #relawanmerc #tim_medis_merc #misi_kemanusiaan #bencana_banjir_longsor_Aceh_Sumatra