MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Tim Bedah MER-C dan ILUNI FKUI Kembali Operasi Pasien di Rumah Sakit Kapal Kesatria Airlangga

Tim bedah Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) bersama Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) dan satu dokter ortopedi TNI kembali menggelar operasi di atas Rumah Sakit Kapal Kesatria Airlangga (RSKKA) yang berlabuh di perairan Kecamatan Lamba Leda Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (05/09/2026). Layanan kesehatan lanjutan ini ditangani langsung oleh tim gabungan. Tim tersebut terdiri dari seorang dokter spesialis ortopedi dan traumatologi (bedah tulang), seorang dokter spesialis bedah anak, dua dokter umum, satu perawat, serta satu petugas dokumentasi. Proses penanganan dimulai saat pasien dijemput dari Rumah Sakit Lapangan Kolaboratif Dampek menggunakan ambulans menuju tepi pantai. Dari pantai, pasien diseberangkan menggunakan sekoci untuk dinaikkan ke atas kapal RSKKA. Di atas kapal, dokter bedah anak dari MER-C mengoperasi sekaligus melakukan prosedur sirkumsisi (sunatan) terhadap tiga anak warga setempat. Pada saat yang sama, dokter ortopedi juga melakukan tindakan bedah tulang pada pasien lainnya. Setelah seluruh proses operasi selesai, tim medis memantau kondisi para pasien secara ketat di ruang perawatan kapal. Setelah dinyatakan stabil, pasien diantar kembali ke RS Lapangan Kolaboratif Dampek untuk menjalani rawat inap hingga pulih. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DdTLeSTT-VR/?stkn=aTZpbmwzZGc1YjM2 https://www.facebook.com/share/v/1Hdvr8AoBV/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqXX4fQK

Kembali ke Indonesia, EMT MER-C Sampaikan Ucapan Terima Kasih dari Warga Gaza

Jakarta – Tiba di Indonesia pada 28 Agustus 2026, Emergency Medical Team (EMT) MER-C ke-14 membawa pesan terima kasih dari warga Gaza yang mereka temui selama menjalankan misi kemanusiaan. Dua relawan MER-C, dokter spesialis paru dr. Shinta Chairiah, Sp.P., M.M., dan dokter spesialis anestesi dr. Lius Hariman, Sp.An., bertugas selama sekitar satu bulan di Jalur Gaza dan berinteraksi langsung dengan masyarakat serta pasien yang membutuhkan pelayanan medis. Dr. Lius mengatakan, banyak pasien yang langsung menyampaikan rasa terima kasih ketika melihat seragam MER-C yang dikenakan para relawan, terutama ketika melihat bendera Indonesia. “Banyak sekali pasien yang begitu melihat seragam dengan bendera Indonesia langsung mengucapkan terima kasih dan mengekspresikan rasa salut karena kita sudah menempuh perjalanan yang jauh untuk menemani masyarakat Gaza,” kata dr. Lius. Menurutnya, warga Gaza mengetahui bahwa masyarakat Indonesia memiliki solidaritas yang kuat terhadap mereka. “Mereka sangat berterima kasih. Bukan hanya satu atau dua pasien, tetapi hampir semua pasien yang pernah dilayani Rumah Sakit Indonesia ataupun relawan dari Indonesia. Begitu melihat seragam MER-C, mereka langsung mengungkapkan rasa syukur dan berulang kali menyampaikan terima kasih,” ujarnya. Selama bertugas, EMT MER-C menghadapi berbagai keterbatasan dalam memberikan pelayanan kesehatan. Obat-obatan dan perlengkapan medis sangat sulit masuk Gaza akibat blokade. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang turut mendukung keberlangsungan misi kemanusiaan di Jalur Gaza. Bantuan dan dukungan ini menjadi bagian penting dalam menjaga layanan kesehatan tetap berjalan di tengah krisis kemanusiaan yang terus memburuk. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DdG6iFKzvUY/?utm_source=ig_web_copy_link&stkn=MzRlODBiNWFlZA==

Klinik MER-C Hadir Dukung Layanan Kesehatan Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe

Lhokseumawe – Sejak relokasi pengungsi Rohingya pada 25 Juni 2026, Klinik MER-C Indonesia terus hadir untuk memberikan layanan kesehatan bagi para pengungsi, rekan-rekan NGO, serta masyarakat sekitar yang bertugas dan beraktivitas di Kamp Pengungsi Montujuh, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe. Layanan ini merupakan bagian dari respons kemanusiaan MER-C dalam memberikan pertolongan kesehatan bagi pengungsi Rohingya yang transit di Aceh, khususnya di Kota Lhokseumawe. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan pencernaan, dan hipertensi. Tim Medis MER-C, Khairiah A.Md.Kep., mengatakan keterbatasan asupan nutrisi membuat pengungsi lebih rentan terserang penyakit. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko stunting, terutama pada anak-anak. “Pengungsi masih kesulitan memenuhi kebutuhan nutrisi dan membeli obat secara mandiri. Di sisi lain, ketersediaan obat gratis juga belum mencukupi kebutuhan pengungsi,” ujarnya. Koordinator MER-C Indonesia di Aceh, Ira Hadiati, bersama Pemerintah Kota dan Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe mengajak sejumlah NGO lokal yang bergerak di bidang kesehatan untuk bersama-sama menangani persoalan kesehatan para pengungsi, khususnya mereka yang berada di Kamp Terpadu Lhokseumawe. Pemerintah Kota Lhokseumawe sebelumnya merelokasi 28 pengungsi Rohingya dari bekas Gedung Kantor Imigrasi Punteut ke shelter baru yang lebih layak. Shelter tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas yang dibangun oleh berbagai NGO, termasuk Klinik MER-C yang menjadi salah satu fasilitas pelayanan kesehatan bagi para pengungsi. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DdEAolkE6kG/?stkn=MTEyaTlzeXVpaTFsaQ== https://www.facebook.com/share/p/14owAd2VXw6/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqSh6grX

Tim Bedah MER-C Kembali Lakukan Operasi Korban Gempa NTT di RS Kapal Kapal Ksatria Airlangga

Flores – Tim Bedah MER-C kembali melakukan tindakan operasi korban terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) di atas Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA), di wilayah Lamba Leda Utara, Manggarai Timur. Tim MER-C terdiri dari satu dokter spesialis bedah anak, satu dokter spesialis ortopedi, satu dokter umum, serta relawan dan petugas dokumentasi. Tim MER-C memperoleh informasi dari RS Lapangan Kolaboratif Dampek mengenai empat pasien yang membutuhkan penanganan operasi, yaitu tiga anak dan satu orang dewasa. Keempat pasien tersebut memerlukan penanganan oleh dokter spesialis bedah anak dan dokter spesialis ortopedi MER-C. Pasien kemudian dibawa dari daratan menuju RSKKA. Tim dokter melanjutkan perjalanan melalui laut menggunakan sekoci untuk mencapai kapal yang dilengkapi ruang operasi dan berbagai peralatan penunjang tindakan bedah. Pelaksanaan operasi dilakukan bersama tim dokter dari Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Setelah menjalani operasi, para pasien dibawa kembali ke daratan untuk mendapatkan perawatan dan pemantauan lebih lanjut di RS Lapangan Kolaboratif Dampek. Sebelumnya, Tim Bedah MER-C juga berhasil melakukan sejumlah operasi korban terdampak gempa di atas RSKKA sebagai bagian dari respons kemanusiaan di NTT. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DdBCs66zT9k/?stkn=c2lyYTE0OHBuZXM= https://vt.tiktok.com/ZSqrTJubU

Tim Medis MER-C Layani 223 Warga Dusun Terpencil di Reo Barat

Manggarai Tengah— Tim medis MER-C menggelar pelayanan kesehatan di Dusun Nggalak dan Dusun Jong, Desa Way Kajong, Kecamatan Reo Barat, Kabupaten Manggarai Tengah, Minggu (1/9/2026). Tim yang terdiri dari 1 dokter spesialis KKLP, 1 spesialis bedah tulang (Sp.OT), 3 dokter umum, 1 perawat, dan 1 dokumentasi ini sempat mendapat prioritas pengisian BBM di Reo sebelum menempuh perjalanan 2,5 jam melintasi jalan rusak. Sebanyak 223 warga antusias memeriksakan kesehatan. Antusiasme tinggi ini dipicu oleh ketiadaan tenaga dokter di puskesmas yang menaungi desa setempat. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, tiga penyakit terbanyak yang ditemukan pada pasien meliputi tuberkulosis (TB), infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan hipertensi. Aksi medis ini menjadi bentuk respons MER-C dalam menjangkau wilayah terpencil yang minim akses fasilitas kesehatan pascabencana. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/Dc9-8S9Trty/?stkn=NXo0NGE4a3Q1ZW44 https://www.facebook.com/share/v/19hsz2Wr6F/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqjoLEJR

MER-C Terjunkan Tim Medis Layani Korban Gempa di Kecamatan Lamba Leda Utara, NTT

Manggarai Timur— Tim medis MER-C menggelar pelayanan kesehatan di Desa Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Sabtu (31/8/2026). Giat ini menerjunkan 7 personel: 1 dokter spesialis KKLP, 1 dokter spesialis bedah tulang (Sp.OT), 3 dokter umum, 1 perawat, dan 1 dokumentasi. Tim dibagi dua kelompok. Tim pertama bertugas di RS Lapangan Kolaboratif Dampek memantau 4 pasien rawat inap pascaoperasi dan merapikan stok obat. Tim kedua menyisir Kampung Nanga Lirang secara mobile dan berhasil memberikan pelayanan kesehatan kepada 31 warga setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, mayoritas warga mengeluhkan gangguan kesehatan berupa infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, dan dermatitis. Langkah ini dilakukan untuk meminimalisasi risiko pemburukan kondisi kesehatan masyarakat terdampak pascabencana. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/Dc3L2XuzVCj/?igsi=MXBucnB6bDU3dDJ2aw== https://www.facebook.com/share/v/14naPAT7SHp/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqRKArwm

Tim Mobile MER-C Berikan Layanan Kesehatan untuk Warga Terdampak Gempa di Reok Barat, NTT

Flores – Tim Mobile MER-C yang terdiri dari dua dokter umum, satu dokter spesialis bedah anak, dan dua perawat kembali memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada Sabtu (29/8/2026), tim memberikan pelayanan kesehatan di Puskesmas Wae Kajong, Kecamatan Reok Barat, serta menjangkau masyarakat di Kampung Ngolak yang merupakan salah satu wilayah kerja Puskesmas Wae Kajong. Di Kampung Kolang, tim melayani 51 pasien. Sementara itu, pelayanan di pos kesehatan Puskesmas Wae Kajong mencatat 50 pasien. Keluhan yang paling banyak ditemukan adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kepala Puskesmas Wae Kajong, Bonefasius Ceisman atau yang akrab disapa Beni, menyambut positif kehadiran relawan MER-C dalam membantu pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut. “Ini merupakan hal yang positif dan menjadi kebanggaan bagi kami sebagai petugas kesehatan di Puskesmas Wae Kajong dengan kehadiran tim relawan MER-C dari Jakarta maupun Mataram,” ujarnya. Ia mengapresiasi para relawan MER-C yang dengan sukarela mendatangi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Wae Kajong dan memberikan pelayanan kesehatan secara langsung. “Kami atas nama teman-teman Puskesmas mengucapkan terima kasih banyak kepada para relawan MER-C dari Jakarta maupun Mataram. Kiranya silaturahmi dan persaudaraan ini semakin erat, tidak hanya hari ini, tetapi terus berlanjut kapan pun dan di mana pun,” katanya. Pelayanan kesehatan mobile ini menjadi bagian dari upaya MER-C menjangkau masyarakat di wilayah terdampak gempa yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan, termasuk daerah yang sulit dijangkau. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Dc0jnPZk0w2/?igsi=NGs5ZXR3cTJibGp3 https://www.facebook.com/share/v/1Lrxw7bNJv/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSqeFwtRN

Tim Bedah MER-C Lakukan Lima Operasi Korban Gempa NTT di Atas RS Kapal Ksatria Airlangga

Flores – Tim Bedah MER-C pada 26 Agustus 2026 melakukan lima tindakan operasi korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA). Salah satu tindakan yang dilakukan adalah operasi pemasangan Open Reduction and Internal Fixation (ORIF) pada pasien patah tulang paha yang mengalami cedera akibat gempa. Tindakan operasi dilakukan oleh dr. Alfian Marthunus sebagai operator, dr. Wahyu Bimantoro sebagai dokter anestesi, dr. Awan Wicaksana sebagai asisten anestesi, serta Hendrik sebagai perawat bedah. Selain menangani pasien dengan cedera akibat gempa, Tim Bedah MER-C juga melakukan tindakan operasi terhadap pasien dengan kondisi yang tidak berkaitan dengan trauma. Seluruh operasi yang dilakukan di atas kapal melalui kolaborasi antara Tim Bedah MER-C dan RSKKA berjalan dengan lancar. Pasien merasa sangat terbantu dengan kehadiran layanan operasi tersebut di tengah situasi pascagempa. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/Dcn65gPE6oV/?igsi=eHc2Mzd4OHp2d2Nr https://www.facebook.com/share/p/1HRSJ925mQ/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVngPa3v

MER-C Turunkan Tim Medis Kawal Demo di Gedung DPR

Jakarta — Tim MER-C Indonesia menerjunkan 16 personel medis untuk mengawal aksi penyampaian pendapat di Sekitar Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Berkoordinasi dengan PK3D DKI Jakarta, tim yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, mahasiswi kedokteran, hingga logistik ini menyiagakan 1 ambulans, 1 mobile clinic, dan 1 motor trail. Sejak siang hingga malam, tim melakukan asesmen serta penanganan medis bagi peserta aksi di lapangan. Dari hasil siaga, MER-C menangani 8 korban mual, pusing, sesak napas, hingga luka ringan, serta merujuk 1 pasien ke rumah sakit terdekat. Situasi tetap terkendali hingga massa membubarkan diri secara tertib. Tim MER-C menyelesaikan tugas pengawalan dan meninggalkan lokasi pukul 20.00 WIB. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DckamlMSEqf/?igsi=aGpzNDdqcHVzd2V6 https://www.facebook.com/share/v/1ciESwnqC8/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVseBQ5F

Tim MER-C dan SAR MTA Jangkau Ratusan Korban Gempa di Sejumlah Desa NTT

Flores – Tim MER-C untuk misi kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama SAR Majlis Tafsir Al-Qur’an (MTA) berhasil menjangkau ratusan korban gempa di sejumlah desa. Pada Selasa (25/8/2026), Tim Mobile MER-C yang terdiri dari dr. Ramadhita, Sp.BA, dr. AD Irma Ramdani, dan Samsudin Aziz, S.Kep., bersama SAR MTA dan petugas Puskesmas Benteng, menempuh perjalanan sekitar tiga jam untuk mencapai tiga titik pelayanan, yaitu Kampung Langkas, Desa Compang Deru; Kampung Vodong, Desa Gorang Meni Utara; dan Batu Pajul, Desa Deru. Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan pelayanan kesehatan kepada 360 pasien. Selanjutnya, pada Kamis (26/8/2026), tim kembali memberikan pelayanan kesehatan di Kampung Ajang, Desa Golo Rentung. Untuk mencapai lokasi, tim membutuhkan waktu lebih dari 30 menit karena kondisi akses jalan yang sulit. Sejumlah warga mulai mengalami keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) karena sejak gempa yang terjadi pada 15 Agustus warga harus tinggal dan tidur di tenda, sementara wilayah Kecamatan Lamba Leda berada di dataran tinggi dengan suhu udara malam hari dapat mencapai 14 derajat Celsius. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DclZ9g2FKRJ/?igsi=MTBrNjVsdGhteDVqZg== https://www.facebook.com/share/v/1ErtMzkzNY/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVGjApgQ

Silahkan bertanya?