MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Turunkan Tim Medis Kawal Demo di Gedung DPR

Jakarta — Tim MER-C Indonesia menerjunkan 16 personel medis untuk mengawal aksi penyampaian pendapat di Sekitar Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Berkoordinasi dengan PK3D DKI Jakarta, tim yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, mahasiswi kedokteran, hingga logistik ini menyiagakan 1 ambulans, 1 mobile clinic, dan 1 motor trail. Sejak siang hingga malam, tim melakukan asesmen serta penanganan medis bagi peserta aksi di lapangan. Dari hasil siaga, MER-C menangani 8 korban mual, pusing, sesak napas, hingga luka ringan, serta merujuk 1 pasien ke rumah sakit terdekat. Situasi tetap terkendali hingga massa membubarkan diri secara tertib. Tim MER-C menyelesaikan tugas pengawalan dan meninggalkan lokasi pukul 20.00 WIB. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DckamlMSEqf/?igsi=aGpzNDdqcHVzd2V6 https://www.facebook.com/share/v/1ciESwnqC8/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVseBQ5F

Tim MER-C Jangkau Ratusan Pasien di Wilayah Sulit di Lamba Leda, NTT

Flores – Tim MER-C untuk misi kemanusiaan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (25/8/2026) bergerak memberikan layanan kesehatan melalui mobile clinic di sejumlah titik wilayah yang sulit dijangkau di Kecamatan Lamba Leda. Melalui layanan mobile clinic, Tim MER-C berhasil menjangkau ratusan pasien di sejumlah wilayah yang sulit mengakses fasilitas kesehatan. Pelayanan dilakukan hingga malam hari. Selain mobile clinic, Tim MER-C juga melakukan penanganan korban di Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSTKA) serta mengunjungi Puskesmas Benteng Jawa. Kepala Puskesmas Benteng Jawa, Grandus Hsu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian MER-C yang turut membantu masyarakat terdampak gempa di NTT. “Atas nama Puskesmas Benteng Jawa, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tim Relawan MER-C yang datang, baik dari NTB maupun dokter dari Jakarta, yang telah datang jauh-jauh untuk membantu kami,” ujar Grandus. Layanan mobile clinic MER-C merupakan bagian dari upaya untuk memastikan warga tetap dapat mengakses layanan kesehatan, khususnya masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau, pascagempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di NTT. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DciiyPyT_r5/?igsi=MXR2YWk0dHlkYm5iNQ== https://www.facebook.com/share/v/1E19QEt2Ce/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVg8rxpq

Tim MER-C Lakukan Tindakan Bedah Korban Gempa NTT di Atas Kapal RSKKA

Flores – Tim Bedah MER-C yang diterjunkan dalam respons bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bergerak memberikan pelayanan medis kepada warga terdampak di lokasi pengungsian. Pada Senin (24/8/2026), Tim Bedah MER-C berkolaborasi dengan perwakilan Pemerintah Provinsi NTB, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA), Emergency Medical Team (EMT) IDI Jawa Timur, mengunjungi Posko Dampek di Manggarai Timur. Kunjungan dilakukan untuk melakukan asesmen terhadap korban gempa, khususnya mencari pasien yang mengalami trauma akibat gempa dan membutuhkan penanganan lebih lanjut. Berdasarkan hasil asesmen, sebagian besar pasien telah mendapatkan penanganan sebelumnya. Sementara itu, sejumlah pasien bedah yang datang ke RS Lapangan Kolaboratif, tempat Tim MER-C bertugas, merupakan pasien yang mengalami kendala mengakses fasilitas kesehatan lanjutan. Beberapa kasus yang ditemukan antara lain abses pada kaki serta ruptur otot. Pasien memilih datang ke RS Lapangan Kolaboratif, karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal mereka dan pasien juga tidak bersedia dirujuk ke fasilitas kesehatan lain. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Tim MER-C bekerja sama dengan RSKKA, Pemerintah Provinsi NTB dan EMT IDI Jawa Timur melakukan tindakan bedah di atas kapal RSKKA. Para pasien menyampaikan rasa syukur karena keluhan yang telah lama mereka alami akhirnya dapat ditangani oleh tim dokter. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/p/DciEtavE9Us/?igsi=ZGkzcXQ1cjVrZmpq https://www.facebook.com/share/v/1EwcriCR9E/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZSVbmAw2X

Layanan Gigi MER-C Indonesia Medical Center di Gaza Terus Berkembang, Kini Layani Ribuan Pasien per Bulan

Mawasi, Khan Younis – Di tengah keterbatasan fasilitas dan kehancuran infrastruktur kesehatan akibat krisis berkepanjangan di Jalur Gaza, MER-C Indonesia Medical Center di Al Mawasi, Khan Younis, terus melanjutkan layanan kesehatan gigi dan mulut secara gratis. Kepala Poli Gigi MER-C Indonesia Medical Center, Dr. Mohammed Abu Amouna, menjelaskan layanan kesehatan gigi dan mulut mulai dibuka pada Oktober 2025 dengan peralatan yang masih sangat terbatas. “Awalnya, kami menyediakan layanan konsultasi gigi dan edukasi kesehatan mulut. Kemudian, kami menambahkan peralatan penting untuk memperluas cakupan layanan. Kami mulai menawarkan layanan pencabutan gigi yang diikuti dengan penambalan gigi dasar. Tak lama kemudian, kami juga mampu menyediakan perawatan saluran akar dan restorasi gigi estetis,” ujarnya. Saat ini, MER-C Indonesia Medical Center telah menyediakan hampir seluruh layanan kesehatan gigi esensial secara terintegrasi dan melayani lebih dari 1.200 pasien setiap bulan. Layanan kesehatan gigi dilakukan secara bertahap dan terstruktur oleh para dokter spesialis, mulai dari pemeriksaan fisik, penegakan diagnosis, hingga tindakan pencabutan gigi dan penanganan infeksi gusi untuk mencegah komplikasi kesehatan yang lebih serius. Layanan ini sebagai bentuk komitemen MER-C untuk memastikan akses terhadap layanan medis dasar tetap tersedia dan terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkan, di tengah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Jalur Gaza. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/Db4yY_jTPv8/?utm_source=ig_web_copy_link&igsi=MzRlODBiNWFlZA==

Tiba di Gaza, EMT MER-C ke-14 Langsung Bergerak Jalankan Misi Kemanusiaan

Gaza – Emergency Medical Team (EMT) MER-C Indonesia ke-14 telah berhasil memasuki Jalur Gaza pada 28 Juli 2026. Saat ini, tim mulai bergerak menjalankan tugas kemanusiaan untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gaza. EMT ke-14 terdiri atas tiga relawan medis, yaitu dokter spesialis paru dr. Shinta Chairiah, Sp.P., M.M., dokter spesialis anestesi dr. Lius Hariman, Sp.An., serta perawat Nadia Rosi, Amd.Kep. Mereka bertolak dari Jakarta menuju Yordania pada 20 Juli 2026. Mengawali penugasan, tim mengunjungi MER-C Indonesia Medical Center di Al Mawasi, Khan Younis, Gaza Selatan, yang saat ini menjadi salah satu tumpuan layanan kesehatan bagi warga di kawasan padat pengungsi tersebut. dr. Lius Hariman, yang untuk pertama kalinya bertugas di Gaza, mengaku terkesan dengan pelayanan di MER-C Indonesia Medical Center yang diberikan secara gratis untuk siapa pun masyarakat yang membutuhkan. Menurutnya, meskipun seluruh layanan diberikan secara cuma-cuma, tenaga medis tetap berupaya memberikan pelayanan dengan standar yang baik. Hal itu terlihat sejak proses pendaftaran pasien yang telah dilakukan secara komputerisasi hingga pelayanan pemberian obat. Ia juga menilai ketersediaan obat-obatan di MER-C Indonesia Medical Center cukup lengkap. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/Dbr6x-Bz2Xa/?igsh=MXEwaDE1dzhzZmd1aQ== https://www.facebook.com/share/v/1LXC8pfSCk/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZS4x9JRQM

Silahkan bertanya?