MER-C Hadiri Peresmian Puskesmas Pembantu (Pustu) Mahameru, Fasilitas Kesehatan bagi Penyintas Semeru

Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang meresmikan Puskemas Pembantu (Pustu) Mahameru, sebuah fasilitas kesehatan yang dibangun di Kawasan Relokasi Bumi Semeru Damai (BSD), Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (26/1/2023). Salah satu Presidium MER-C, dr. Henry Hidayatullah, MSi turut hadir menyaksikan acara peresmian Pustu Mahameru yang sudah mulai dibuka untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi warga penyintas Semeru di wilayah ini. Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono menyampaikan bahwa Pustu Mahameru menjadi salah satu fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat penyitas erupsi Gunung Semeru. Dengan total 1.951 KK akan bermukim di BSD, fasilitas untuk masyarakat haruslah memadai. Dipredikasi hingga saat ini, ada sekitar 6.000 orang sudah menempati hunian relokasi. Agus juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, yang berpartisipasi dalam pembangunan Pustu Mahameru yang merupakan fasilitas pelayanan kesehatan di lingkungan BSD. MER-C hadir sebagai salah satu Lembaga yang turut berpartisipasi dalam program ini. Dengan donasi dari masyarakat Indonesia, MER-C menyumbangkan bantuan satu unit ambulans untuk melengkapi pelayanan Puskesmas Pembantu (Pustu) Mahameru. Bantuan telah diterima secara langsung oleh Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati didampingi jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, bertempat di Kantor Bupati Lumajang, Kamis/5 Juli 2022 lalu. Sementara itu, Presidium MER-C, Henry Hidayatullah berharap bantuan ambulans yang diberikan C dapat bermanfaat bagi masyarakat yang ada di tempat relokasi,” ujar Henry.
MER-C Serahkan Bantuan Ambulans untuk Pustu Mahameru Lumajang

Dalam rangka menyalurkan amanah donasi dari masyarakat Indonesia bagi korban terdampak erupsi Semeru, MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) menyerahkan bantuan satu unit ambulans untuk melengkapi fasilitas layanan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Mahameru, sebuah yang terletak di Kawasan Relokasi Masyarakat Terdampak Erupsi Semeru Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bantuan ambulans diserahkan secara langsung oleh Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad kepada Pemerintah Daerah Lumajang yang diwakili oleh Wakil Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati Masdar., MKes, Selasa/5 Juli 2022. Acara serah terima yang bertempat di Kantor Bupati Lumajang tersebut turut hadiri oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang, Presidium MER-C, serta Ketua dan Pengurus MER-C Cabang Jawa Timur. “Semua bantuan sangat berharga dan bermanfaat bagi kami. Kami tidak pernah berpikir ada bantuan ambulance, ini di luar ekspetasi kami. Atas nama masyarakat terdampak erupsi, kami menyampaikan terima kasih dari hati yang paling dalam,” ungkap Wakil Bupati Lumajang. Sementara itu, Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad mengatakan bahwa bantuan ambulans yang diserahkan merupakan hasil donasi dari masyarakat Indonesia melalui MER-C. “Kami membantu yang terbaik, kita berikan ambulans semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat yang ada di tempat relokasi,” ujar Sarbini. Usai menyerahkan bantuan ambulans, kunjungan ke wilayah Jawa Timur juga dimanfaatkan oleh Ketua Presidium, Presidium serta Pengurus MER-C Cabang Jawa Timur untuk bersilaturahmi dengan Tokoh Ulama NU dan Muhammadiyah di wilayah ini. Rabu pagi/6 Juli 2022, Tim MER-C yang dipimpin oleh dr. Sarbini Abdul Murad, berkesempatan bertemu dengan KH. Marzuki Mustamar, Pimpinan Wilayah NU Jawa Timur di Malang. Pada Rabu siang, agenda silaturahim dilanjutkan dengan bertemu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Surabaya. Selain untuk bersilaturahim, kunjungan ini juga bertujuan memperkenalkan MER-C baik di kalangan Nahdliyin maupun Muhammadiyah.
MER-C Minta Aparat Keamanan Tidak Represif terhadap Demonstrasi 11 April Besok

Senin/11 April 2022, sejumlah mahasiswa dari perwakilan kampus seluruh Indonesia rencananya akan menggelar aksi demo di depan Istana Negara. Flyer ajakan demo beredar luas di media sosial beberapa hari terakhir. Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) mengatakan demo akan diikuti oleh sekitar 1.000 massa mahasiswa. Tidak hanya mahasiswa, dari sebaran informasi yang ada, aksi ini juga mengajak elemen masyarakat lainnya untuk mengikuti demo pada Senin nanti. Terlepas dari isu apa yang akan diangkat pada aksi demo tersebut, Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad mengatakan hal ini adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan aspirasi dan pendapatnya. “Ini adalah bagian dari proses demokrasi. Pemerintah sedianya memberi ruang bagi mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa untuk memberi masukan terhadap jalannya pemerintahan,” ujarnya. Seiring aksi demo yang dilakukan di tengah bulan Ramadhan, Sarbini meminta agar semua pihak menghormati kesucian bulan ini dengan menghindari segala tindakan kekerasan. “Kepada adik-adik mahasiswa dan juga masyarakat yang akan memperjuangkan aspirasinya kami himbau agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi berlangsung. Yang penting juga adalah tetap menjaga protocol kesehatan karena Covid belum hilang,” ujarnya. Sarbini juga mengingatkan agar peserta aksi mahasiswa mewaspadai terhadap gerakan penyusupan orang-orang yang mempunyai agenda terselubung yang akan menggembosi aksi itu sendiri. “Kepada aparat keamanan yang akan bertugas menjaga aksi demo besok agar menghindari segala tindakan represif,” tambahnya. Mengantisipasi terjadinya korban pada aksi demo Senin besok, MER-C sebagai organisasi kemanusiaan dan kegawatdaruratan medis akan menyiapkan ambulans dan tim relawan medisnya. “Ini momen bersejarah bagi perjalanan demokrasi bangsa Indonesia. MER-C sebagai elemen anak bangsa, akan turut menyiagakan ambulans dan Tim Relawan Medisnya untuk memberikan pertolongan kepada siapapun yang membutuhkan, baik mahasiswa, masyarakat maupun aparat keamanan. Bersama-sama kita menjaga proses demokrasi ini,” tandasnya.
Catatan Tim Medis MER-C 30 September 2019

Mengantisipasi informasi rencana aksi massa pada tanggal 30 September 2019, MER-C kembali mempersiapkan diri. Kami berharap tidak ada korban. Namun sebagai elemen masyarakat yang berfokus pada pertolongan kegawatdaruratan medis kami turut bersiap diri, mensiagakan ambulans dan tim medis ketika ada pengumpulan massa (mass gathering) seperti saat ini, melengkapi kembali oksigen, obat-obatan dan alat-alat medis serta mengkoordinir relawan yang akan turun. Kemarin MER-C menurunkan Tim sebanyak 14 relawan yang terdiri dari dokter, perawat, logistik medis dan lainnya. Ambulans MER-C menuju ke arah pengumpulan massa di sekitar DPR RI. Macet ke arah lokasi mewarnai jalanan yang akan dilalui tim. Namun selalu ada orang-orang yang tergerak hatinya untuk membantu dengan apapun yang mereka bisa. Melihat ambulans tertahan oleh kemacetan di sekitar Tanah Abang, pengendara motor langsung menawari untuk membuka jalan bagi ambulans. Dengan sigap mereka mengatur mobil-mobil untuk bergeser dan membuka jalan, ambulans kami pun bisa lewat sampai akhirnya bertemu kerumunan massa di sekitar perempatan Slipi. Begitu tiba, ambulans dan Tim Medis MER-C langsung didatangi massa yang berlarian dari arah Palmerah. Mereka mengetuk-ngetuk kaca dan badan ambulans meminta pertolongan akibat terkena gas air mata. Tim MER-C yang sudah dilengkapi kacamata google dan masker keluar dari ambulans untuk memberikan penanganan gas air mata dan pemberian oksigen. Walau sudah memakai pelindung, kami saja masih merasakan perih di mata dan hidung. Tidak berselang lama, di lokasi tempat kami berada, massa dipukul mundur oleh aparat dengan gas air mata yang dijatuhkan dari atas fly over untuk menghalau dan membubarkan mereka yang masih berkumpul dan melakukan perlawanan. Seketika pandangan ambulans tertutup oleh asap gas air mata yang jatuh, perih makin terasa di mata dan hidung, tenggorokan juga seperti kering tercekik. Dengan kepungan gas air mata, semua anggota tim mencoba masuk ke dalam ambulans dan bergeser ke tempat yang lebih terang dan aman agar tetap bisa memberikan pertolongan lebih lanjut. Kami stanbdy di belakang barisan barikade tentara di sekitar Jl. KS Tubun Petamburan. Satu tim yang terdiri dari 4 relawan kemudian dipecah untuk melakukan mobile ke titik-titik sekitar yang terdapat korban dengan dipandu warga, sementara relawan lainnya tetap standby di ambulans. Setelah kondisi kondusif kami bergerak menuju masjid Al Falah Pejompongan yang dikabarkan masih banyak korban yang belum tertangani. Sulitnya menuju lokasi karena banyak blokade jalan, sampai akhirnya kami kembali dipandu pengendara motor sampai ke masjid Al Falah. Satu tim masuk ke masjid Al Falah dan berkoordinasi dengan pengurus dan tim medis yang ada. Karena saat itu tim medis sudah cukup dan korban sudah dapat tertangani, Tim memutuskan untuk mencari wilayah lain yang masih minim medis. Ambulans dan tim MER-C kemudian menyusuri arah Slipi, Palmerah, Simprug, FX, Senayan, Semanggi. Sepanjang jalan yang kami lalui, kerumunan massa sudah tidak terlihat, jalanan lengang. Yang terlihat hanya sisa-sisa aksi di sepanjang jalan, seperti bekas-bekas pembakaran di beberapa titik di tengah jalan, batu-batu berserakan, pembatas jalan yang berjatuhan dan aparat yang terduduk dan berbaring di pinggir jalan. Sekitar pkl 23.45 kami pun memutuskan kembali ke markas MER-C. #mercindonesia
MER-C Kirim Ambulans Bantu Operasi Korban Gempa Lombok

Dinamika penanganan korban gempa di Lombok masih sangat fluktuatif. Menyusul gempa Kamis lalu/9 Agustus 2018, manajemen RSU Propinsi Mataram hanya mengijinkan penggunaan ruang operasi sentral untuk tindakan bedah ringan semisal debridement. Untuk operasi besar, terpaksa dilakukan di RS lain seraya menunggu pendirian Kamar Operasi Lapangan selesai. Inisiatif MER-C untuk memulai tindakan operasi di RS Awet Muda (RSAM), Narmada adalah tepat dan mulai menunjukkan hasil. Pasien-pasien yang sebelumnya antri di RSU Propinsi, mulai dikirimkan ke RSAM untuk menjalani operasi yang dilakukan oleh Tim Bedah MER-C berkolaborasi dengan PABOI Jaya dan Departemen Orthopaedi FKUI/RSCM. Kendala yang timbul adalah kurangnya ambulans untuk transport antar RS. Namun kondisi ini tidak berlaku lama karena ambulans MER-C Cabang DI Yogyakarta tiba di Lombok, Sabtu pagi ini/11 Agustus 2018 setelah melalui jalan darat. Tak hanya kendaraan, ambulans juga membawa serta 4 orang relawan sbb: 1 dokter, 1 perawat, 1 orang logistik dan 1 supir. Tanpa menunggu lama, ambulans langsung aktif menjemput pasien dari RSU Propinsi Mataram untuk dilakukan tindakan operasi di RSAM. Serah terima pasien ditemani dokter MER-C Cabang Medan yang ditarik dari lokasi mobile clinic di Kec. Kayangan, Lombok Utara untuk mendukung operasional RSAM. Direncanakan Sabtu sore ini (11 Agustus 2018) dan Senin sore (13 Agustus 2018), tim medis baru dari Jakarta dan Yogyakarta berisikan dokter ahli ortopaedi, dokter ahli anestesi, perawat bedah, perawat dan tim logistik akan datang untuk membantu operasional RSAM dan realisasi rencana pendirian RS Lapangan di Kab. Lombok Utara. Dukungan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui : BCA: 686.0099339BSM: 701.5658.899BNI Syariah: 303.2000.922 Atas Nama : Medical Emergency Rescue Committee Info:www.mer-c.org0811990176FB : MER-C Indonesia #mercpedulilombok#BersatuMenolongNegeri