MER-C Solo Bersama YISB dan Masjid Raya Fatimah Surakarta Gelar Kegiatan “Palestina Sepanjang Hayat”
Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) cabang Solo bersama Yayasan Indonesia Santun Berdakwah (YISB) dan Takmir Masjid Raya Fatimah Surakarta pada hari Jumat (19/1) menggelar kegiatan “Palestina Sepanjang Hayat” berupa bakti sosial pengobatan gratis serta Tabligh Akbar dengan tema “Solo Bersama Palestina”. Ketua MER-C Solo dr. Panji Arga Bintara mengatakan, masyarakat dan jamaah cukup antusias mengikuti acara pengobatan dan tabligh akbar serta acara lainya. Antusias terlihat dengan banyaknya peserta yang berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti cek kesehatan yang disediakan. “Pasien yang kita obati ada 39 pasien pria dan 30 pasien wanita. Adapun pengobatan yang kita lakukan yakni pengecekan tensi, gula darah, kolesterol dan asam urat, serta pemeriksaan fisik dan pemberian obat,” kata Panji. Acara ini diawali dengan sholat Jumat berjamaah, kemudian pembagian makan siang gratis, thibbun Nabawi (bekam dan ruqiyah) serta donor darah bersama PMI Surakarta. Acara ini juga menghadirkan sejumlah tokoh sebagai pembicara yaitu Mantan Menteri Kesehatan Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP, yang berbicara terkait peran masyarakat membantu Palestina secara nyata, Presidium MER-C dr Henry Hidayatullah, menyampaikan kondisi terkini RS Indonesia di Jalur Gaza, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Isy Karima KH. Syihabuddin Abdul Muiz, L.c membahas tentang alasan umat Muslim harus mencintai Palestina, kemudian Tokoh Masyarakat KH Abah Muhammad Ali yang berbicara tentang hubungan baik bangsa Indonesia dengan Palestina.
MCC bersama Sahabat Yatim Indonesia Mengadakan Baksos di Wilayah Curug, Tangerang

Dalam rangka Sambut Sehat Ramadhan dengan layanan pengobatan gratis untuk negeri, Yayasan Sahabat Yatim Indonesia bekerjasama dengan Divisi MER-C Care Center (MCC) mengadakan acara Baksos di wilayah Curug Tangerang pada hari Minggu (28/4/2019). Masyarakat yang berobat adalah masyarakat di sekitar kecamatan Curug. Ada 160 pasien yang di tangani. Kerjasama ini merupakan kerjasama pertama antara Sahabat Yatim Indonesia dengan MER-C melalui divisi MCC nya. MER-C sebagai lembaga medis yang berperan memberikan pelayanan kesehatan di daerah-daerah bencana, miskin dan konflik, bermaksud mengajak berbagai lapisan masyarakat untuk turut peduli terhadap problematika tersebut. Program pelayanan kesehatan masyarakat adalah mengadakan khitanan massal, pengobatan massal, klinik sosial, penyuluhan kesehatan, dan lain-lain bagi kaum dhuafa dan fakir miskin. Melalui divisi MER-C Care Center Hal tersebut diwujudkan salah satunya dalam bentuk kerjasama dengan Perusahaan/instansi/lembaga/sekolah tertentu sebagai penyandang dana untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan. Info :Website : www.mer-c.orgCall Center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia Twitter : @mercindonesia #to_provide_professional_and_frendly_health_care
Safari Ramadhan MER-C Jogja Di Panti Yatim Putra An-Nur

Jogyakarta – Program Safari Ramadhan MER-C Cabang Jogjakarta memasuki minggu kedua yaitu Panti Yatim Putra An-Nur pada hari Minggu, 20 Mei 2018. Panti yang berlokasi di kota Bantul ini dihuni oleh 32 anak asuh usia sekolah dasar hingga sekolah menengah. Pada kesempatan tersebut, MER-C Jogja memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada pengasuh dan santri. MER-C Jogja juga memberikan program penyuluhan serta pemeriksaan gigi dan mulut kepada santri Panti An – Nur. Program pemeriksaan gigi dan mulut ini adalah inovasi baru dari MER-C Jogja untuk memaksimalkan manfaat dari program pelayanan kesehatan yang diberikan. Diakhir acara MER-C Jogja juga menyerahkan bingkisan Ramadhan berupa paket sembako senilai Rp. 500.000,-. MER-C Jogja:Jl. Kaliurang Km.6,7, Gang Timor-Timur No.E4B, Sono, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta Telp/WA: 082135258145Facebook: MER-C JogjakartaInstagram: @merc_jogja
Meriahnya Acara Sunatan Massal di RPTRA Taman Sawo

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU—Puluhan anak mengikuti kegiatan sunatan massal yang digelar di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Taman Sawo, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (6/5/2018). Acara tersebut adalah hasil kerja sama antara siswa SMA Lab School Kebayoran Baru dan PKK setempat. Mohammad Yohan, Lurah Cipete Utara, mengatakan, setidaknya ada 20 anak yang mendapatkan layanan sunat gratis ini. “Selain menggelar sunat massal, SMA Lab School bersama PKK dan MER-C juga menggelar bazar dan pengobatan gratis. Kami selaku tuan rumah menyampaikan terimakasih,” kata Yohan kepada Warta Kota. Sekitar 40 siswa dan siswi sekolah itu terlibat langsung dalam kegiatan bakti sosial itu. Yohan mengatakan, rangkaian acara itu berlangsung meriah dengan masyarakat yang hadir mencapai 500 orang. “Harapan saya semoga tahun depan adik-adik Labschool lanjut berkegiatan di RPTRA Taman Sawo dan idenya berkembang lagi,” katanya. Sumber : http://wartakota.tribunnews.com/2018/05/07/meriahnya-acara-sunatan-massal-di-rptra-taman-sawo-cipete
MER-C Siagakan 200 Relawan Medis untuk Aksi 212

y;”> /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:”Table Normal”; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:””; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:107%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,sans-serif; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;} Jakarta, Animo relawan medis untuk turut mengawal Aksi Bela Islam III bertambah besar. Hal ini terlihat dari jumlah relawan yang mendaftarkan diri untuk menjadi Tim Medis MER-C pada Aksi Super Damai 212 meningkat dua kali lipat lebih. Sebelumnya pada Aksi Bela Islam ke-2, Jumat (4/11) jumlah Tim Medis MER-C sebanyak 70 orang, kali ini jumlahnya mencapai hampir 200 orang. Tim terdiri dari berbagai dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi dan perawat serta relawan pendukung lainnya. Tidak hanya menyiagakan Tim Medis di lokasi utama aksi, yaitu Monas, MER-C juga menyiagakan Tim Medis di Masjid Istiqlal, salah satu tempat menginap terbesar bagi para peserta aksi yang datang dari luar Jakarta dan di Masjid At-Tin TMII yang menjadi tempat kedatangan peserta aksi yang berjalan kaki dari Ciamis. Posko Kesehatan MER-C di Masjid Istiqlal mulai diaktifkan sejak H-2 atau Rabu sore karena seperti aksi sebelumnya, peserta aksi diperkirakan mulai berdatangan sejak dua harinya sebelumnya. Pada H-1, Kamis/1 Desember 2016, seiring makin banyaknya peserta aksi yang tiba di Istiqlal, MER-C mengaktifkan posko kesehatannya non-stop sejak Kamis hingga Jumat malam. Ratusan peserta aksi dari berbagai daerah yang kelelahan dan sakit datang ke posko kesehatan MER-C untuk mendapatkan pelayanan medis. Peserta aksi yang berjalan kaki dari Ciamis juga turut menjadi perhatian Tim MER-C. Kamis/1 Desember 2016, MER-C mengirimkan satu tim medisnya untuk mengawal para peserta aksi yang masih dalam perjalanan menuju Jakarta. Tim Medis MER-C akhirnya menuju ke Masjid At-Tin dan membuka posko kesehatan di masjid ini setelah adanya informasi bahwa peserta aksi sudah difasilitasi bus dan telah berdatangan di Masjid At-Tin TMII. Meski hari yang sudah menjelang malam, posko kesehatan tetap diserbu oleh para peserta aksi dari Ciamis untuk mendapatkan pengobatan atas keluhan kesehatan yang mereka alami. Sementara itu, mengantisipasi jumlah peserta aksi dan jumlah tim medis yang lebih besar, maka divisi bantuan dan logistic pada aksi 212 mempersiapkan lebih banyak set obat dan alat medis, yaitu sebanyak 100 paket untuk pelayanan mobile dan penanganan kasus emergency. Selain itu, MER-C juga menyiagakan 4 ambulans dan 2 kendaraan operasional untuk mengawal aksi.
Puluhan Relawan Medis MER-C Kawal Aksi Damai 4/11

Jum’at, 4 November 2016 telah berlangsung aksi damai rakyat terbesar sepanjang sejarah NKRI. MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) sebagai sebuah lembaga kegawatdaruratan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam menurunkan sekitar 70 relawan untuk mengawal aksi ini disertai dua ambulans dan dua kendaraan operasional. Sesuai pembagian wilayah kerja dari Panitia Pusat Bidang Medis GNPF-MUI (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa – Majelis Ulama Indonesia), titik lokasi Tim MER-C berada di depan gedung Indosat. Untuk aksi kali ini Tim MER-C dibagi menjadi 4 kelompok besar, ada yang bertugas standby di posko tetap dan ada yang bertugas mobile menyebar menjadi tim-tim kecil lagi untuk memantau kondisi para peserta aksi yang membutuhkan pertolongan medis. Melengkapi kerja relawan, MER-C juga menyiapkan 10 set emergency kit dan beberapa perlengkapan emergency pendukung lainnya seperti tandu lipat, oksigen dan lain-lain untuk persiapan penanganan medis di lapangan sebelum korban dirujuk ke Rumah Sakit. dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk selaku Koordinator Lapangan Tim Medis MER-C untuk Aksi Damai 4/11 mengatakan bahwa Tim memutuskan standby hingga malam hari dikarenakan masih ada konsentrasi massa di sekitar Istana. Keputusan ini tepat karena menjelang jam 7 malam mulai terjadi kericuhan dan penembakan gas air mata yang mengakibatkan sejumlah peserta aksi menjadi korban. Dengan peralatan yang ada, Tim MER-C segera memberikan pertolongan medis kepada para korban yang saat itu dievakuasi ke area gedung RRI (Radio Republik Indonesia). Hari yang sudah mulai gelap membuat Tim MER-C harus bekerja dengan penerangan seadanya. Usai menangani pasien di lokasi aksi ini, Tim MER-C melanjutkan pengawalan peserta aksi yang bergerak ke gedung DPR/MPR RI.
Bisik Daun Ti Garut…

Bisik Daun Ti Garut adalah rangkaian program “Trauma Healing” hasil kerja bareng Relawan MER-C, WANADRI, Lima Amanah, Panti Asuhan Ibu Aledja Garut, Sumber Alam Garut, ITB’83 dan ILUNI UI. Kegiatan difokuskan di salah satu wilayah terdampak banjir bandang terparah, yaitu kecamatan Tarogong Kidul, khususnya kampung Cimacan, Sabtu/29 Oktober 2016. Bertempat di LEC, Terminal Guntur, Garut, kegiatan dibuka dengan pelayanan kesehatan oleh Tim MER-C yang dimulai sejak pukul 9 pagi – 12 siang. MER-C menurunkan 17 relawannya untuk bertugas pada kegiatan ini. Tercatat sekitar 200 warga korban banjir yang mendapat bantuan pengobatan. Ini adalah kedua kalinya Tim MER-C menyambangi Garut. Sebelumnya, pada masa tanggap darurat, 23 – 25 September 2016, MER-C mengirimkan Tim Medis pertamanya untuk memberikan bantuan medis kepada para korban. Dalam rangka menghibur warga korban banjir, usai pengobatan kegiatan dilanjutkan dengan berbagai acara, seperti persembahan Barongsay dan Taiko dari anak-anak Panti Asuhan Ibu Aledja, pembacaan puisi oleh Sha Ine Febriyanti, penampilan dari grup band Maximum Theory dan Swara Sabila. Sementara ITB’83 dan ILUNI UI memberikan bantuan berupa MCK dan sarana air bersih. Acara ditutup dengan nonton bareng (layar tancap), film Nagabonar.
Bakti Sosial MER-C dan Labs School Kebayoran

Jakarta – pada tanggal 12 April 2014 tim medis MER-C mengadakan bakti sosial dengan mengadakan pengobatan masal di daerah Gandaria, Kebayoran. Acara yang berlangsung sejak pukul 9.30 pagi sampai 13.00 siang ini terlaksana atas kerjasama dengan Lab School Kebayoran. Tim yang berjumlah 10 orang ini memberikan pengobatan kepada 250 pasien.
MER-C Beri Bantuan Medis Ke Warga Apartemen Yang Diputus Aliran Air dan Listrik-nya

Jakarta, 27 Rabiul Awwal 1435/29 Januari 2014 (MINA) – Tim kesehatan Medical Emergency Rescue- Committee (MER-C) memberikan bantuan medis kepada warga apartemen Graha Cempaka Mas, Jakarta yang saat ini bersengketa dengan pihak pengembang Duta Pertiwi (grup Sinar Mas). Aliran listrik dan air pada mereka diputus, sehingga banyak di antara mereka mengalami masalah kesehatan beberapa diantaranya mengalami masalah kesehatan yang serius. Ada pula warga yang jadi korban penganiayaan. Presidium MER-C, Jose Rizal Jurnalis mengatakan pihaknnya memberikan layanan bantuan kemanusiaan kepada siapa saja yang membutuhkan.”Kami akan selalu konsisten memberi bantuan kemanusiaan kepada siapapun, tapi sama sekali tidak masuk ke dalam ranah konflik yang terjadi,” katanya saat meninjau lokasi, Rabu malam. “Saat ini warga apartemen ini (Graha Cempaka Mas) tidak memiliki akses listrik dan air untuk kebutuhan hidupnya selama beberapa hari ini. Akibatnya mereka kini membutuhkan bantuan medis karena banyaknya warga yang menderita akibat minimnya pasokan kedua unsur kebutuhan primer itu. “Ada di antara mereka yang mengalami trauma karena kekerasan fisik, ada anak-anak yang lumpuh dan tidak bisa meninggalkan tempat tinggalnya. Ada juga orang tua yang stroke dan mereka butuh bantuan segera,”papar Jose. Irawati (72) warga Graha Cempaka Mas yang menderita stroke berharap agar masalah warga dengan pihak pengembang segera selesai agar tidak ada warga yang dirugikan atas beberapa insiden yang terjadi beberapa hari terakhir.” Kasihan kami para orang tua, juga anak anak, mereka harus jadi korban tanpa bisa berbuat banyak,” katanya. Sementara itu, Veri, warga apartemen yang menjadi korban penganiayaan mengatakan, pihak pengembang harus memberikan hak-hak warga apartemen, seperti listrik, air dan fasilitas lan yang akhir- akhir ini ditahan pengembang.“Air dan listrik adalah hak warga. Itu semua sangat diperlukan untuk kehidupan kami,” katanya. Warga lainnya, Agnes menyatakan telah melaporkan hal ini kepada Wakil Gubernur, Basuki Cahaya Purnama (Ahok). Namun belum ada tanggapan dari dia maupun pemerintah terkait. “ Saya sudah kirim laporan pengaduan ke pak wakil gubernur, tapi belum ada respon,” ungkapnya. Mulai Rabu Malam, tim Mer-C menyediakan ambulan dan beberapa tenaga medisnya di lokasi. “Kita akan terus stand by sampai kondisi benar-benar kondusif,”kata Jose Rizal kepada wartawan Mi’raj News Agency (MINA). “Kita bertugas adalah murni misi kemanusiaan. Kita tidak masuk ke ranah konfliknya. Namun, siapapun yang membutuhkan pertolongan medis, akan berusaha kita bantu, baik dari pihak warga maupun pihak lainnya,”tambahnya. Apartemen Graha Cempaka Mas terdiri atas 188 unit apartemen dan 161 rukan (rumah kantor). Mereka bersengketa dengan pihak Duta Pertiwi selaku pengembang sejak enam bulan lalu. Puncaknya, pihak pengembang memutus aliran listrik dan air para penghuninya beberapa hari terakhir ini. Warga juga merasakan teror dan ancaman keamanan dari pihak pengembang.(L/P04/IR) Sumber : http://mirajnews.com/id/indonesia/14536-mer-c-beri-bantuan-medis-ke-warga-graha-cempaka-mas.html
Polisi Diminta Tegas Soal ‘Ormas Preman’ Peneror Warga Cempaka Mas

Ilustrasi penyerangan. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Organisasi kemanusiaan medis, Mer-C menyesalkan terjadinya penyerangan dari beberapa massa organisasi kemasyarakat (ormas) kepada warga di sekitar Apartemen Cempaka Mas, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/1) malam. Menurut Mer-C penyerangan oleh beberapa ‘ormas preman’ ini ancaman konflik kemanusiaan di wilayah Jakarta apabila tidak segera ditangani oleh aparat kepolisian. “Kita khawatir ‘ormas preman’ ini terus meneror masyarakat bila Polisi tidak menindak tegas mereka,” ujar Ketua Mer-C Jose Rizal Jurnalis kepada Republika, Rabu (29/1). Mer-C khawatir kesewenang-wenangan ‘ormas preman’ ini. Ini terlihat dari penyerangan ke kantor Pengurus Pengelola Rumah Susun (PPRS) Apartemen Cempaka Mas. Penyerangan oknum ormas ini merusak kantor PPRS Apartemen Cempaka Mas. Permasalahan muncul setelah pihak pengembang apartemen PT Duta Pertiwi yang bertindak sepihak memutus aliran listrik dan air bersih di apartemen itu. Penghuni apartemen yang tergabung dalam PPRS berupaya melawan, hingga akhirnya terjadi penyerangan dari oknum massa ormas yang diduga membekingi pihak pengembang. Menurut Kepolisiam Resor Metro Jakarta Pusat, Kombes Angesta Romano Yoyol, konflik antar pengembang dan warga apartemen yang melibatkan pihak ormas ini terkait sengketa lahan. “Kedua pihak merasa berhak memiliki lahan,” ujarnya. Saat ini, ujar dia, pihak kepolisian sedang memediasi kedua belah pihak. Dari aksi penyerangan ini, seorang warga apartemen luka akibat pemukulan dari beberapa oknum ormas tersebut. Reporter : Amri Amrullah Redaktur : Joko Sadewo Sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/14/01/29/n05fk0-polisi-diminta-tegas-soal-ormas-preman-peneror-warga-cempaka-mas