MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Penyaluran Bantuan ke Gaza Terus Berlanjut, MER-C Bagikan Susu di Pengungsian

Relawan MER-C di Jalur Gaza terus menyalurkan bantuan yang diberikan masyarakat Indonesia untuk warga Gaza, di tengah gempuran Israel yang masih berlangsung. Pada Senin (4/3/2024), MER-C membagikan susu untuk bayi yang berada di pengungsian.   “Selain susu, MER-C juga membagikan botol susu. Ini merupakan pertama kalinya kita membagikan susu karena memang harganya saat ini cukup tinggi dan kelangkaan barang tersebut yang sulit didapatkan. Jadi kita membagikan susu formula dan botol susunya kepada pengungsi yang ada di dua sekolah di sekitar Rumah Sakit Eropa” kata Relawan MER-C Fikri Rofiul Haq. “Data yang kita catat anak kecil di bawah satu tahun yang ada di pengungsian ini ada sekitar 65,” ujarnya.Ia mengatakan, MER-C hanya bisa membagikan susu untuk anak kecil di bawah satu tahun karena kondsi yang sangat sulit. Bahkan mereka membutuhkan waktu berhari-hari untuk bisa mengumpulkan 65 kaleng susu.  “Perlu diketahui ada 15 anak yang meninggal karena malnutrisi atau dehidrasi yang di rawat di Rumah Sakit Kamal Udwan di Gaza Utara. Untuk itu dibutuhkan lebih banyak lagi bantuan yang masuk ke Jalur Gaza,” tuturnya.Menurutnya, gencatan senjata segera sangat dibutuhkan agar bantuan bisa lebih banyak masuk. Karena saat gencatan senjata sebelumnya,  ada 200-an truk bantuan yang bisa masuk ke Jalur Gaza. Lebih lanjut Fikri mengatakan, saat ini mereka baru bisa intens menyalurkan bantuan di dua sekolahan tempat mereka mengungsi karena situasi yang memang belum memungkinkan untuk bergerak bebas dan lebih jauh.  “Kenapa kami hanya membuat program di dua sekolahan, perlu diingat sampai hari ini pihak Zionis Israel terus melakukan serangan-seranganya terhadap masyarakat sipil terutama yang baru hangat dibicarakan insiden sebuah truk bantuan yang masuk ke Gaza Utara dan warga berkumpul untuk menerima bantuan, namun Israel menembaki truk bantuan dan masyarakat sipil yang mengambil bantuan tersebut, sehingga dilaporkan 112 warga meninggal dan 760 lainnya mengalami luka-luka dalam beberapa menit saja,” katanya. Meski ada kesempatan menyalurkan bantuan di tenda-tenda ataupun di tempat lainnya, Fikri mengungkap Relawan MER-C harus melewati proses yang cukup sulit. Selain itu, mereka juga mengalami kesulitan dana yang menipis,  di mana bank juga menjadi target sasaran Israel. Mesin ATM juga banyak yang tutup atau antriannya sangat panjang. Jika antre pagi kemungkinan dapat menarik uang di malam hari. Hingga hari ini, bantuan air bersih dan air minum MER-C juga masih terus berjalan, dengan total 10.000 liter air per hari. Ada empat drum penampung air minum dan air bersih untuk dua sekolahan lokasi pengungsian. Saat ini tidak semua masyarakat bisa mecari air minum atau air bersih karena cukup langka.

Truk-Truk Bantuan MER-C Berhasil Memasuki Gaza di Tengah Pembatasan Ketat Israel

Di tengah ribuan truk yang masih tertahan dan mengantri di perbatasan Rafah untuk bisa masuk ke Jalur Gaza, sebagian truk-truk bantuan dari rakyat Indonesia melalui MER-C berisi tepung terigu dan paket bahan makanan sudah berhasil masuk. Hal ini dilaporkan oleh dua relawan MER-C yang masih berada di Jalur Gaza, Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan. Mereka bersama tim mitra lokal dari Medics World Wide ikut menerima dan mendistribusikan secara langsung bantuan-bantuan tersebut kepada para warga korban agresi Israel.   Sejak agresi dimulai, MER-C terhitung telah menyalurkan tiga tahap khusus bantuan yang dikirimkan dari Mesir. “Bantuan MER-C dari Mesir sudah bisa masuk Jalur Gaza. Sampai hari ini pertanggal Senin 26 Februari 2024 sudah ada tiga tahap bantuan yang masuk,” kata Fikri. Distribusi bantuan tidak hanya di Gaza Selatan namun juga hingga ke Gaza Tengah. Selanjutnya, MER-C berharap truk-truk bantuan lainnya berupa paket bahan makanan, air minum dan khususnya obat-obatan serta alat kesehatan juga bisa segera masuk ke Jalur Gaza. Bantuan MER-C yang tiba pertama di Jalur Gaza adalah tepung terigu berjumlah 1.500 karung atau satu kontainer penuh yang sudah dibagikan ke titik-titik pengungsian baik di Gaza bagian tengah maupun Gaza bagian Selatan.  Untuk pembagian bantuan awal 1.500 karung masuk ke Gaza sekitar bulan Desember 2023. Dalam kesempatan distribusi tepung terigu, relawan MER-C di Gaza belum bisa ikut membagikan secara langsung karena saat itu situasi belum memungkinkan. “Saat itu Tim MER-C cabang Gaza ikut serta dalam pembagian tersebut, namun kita tidak bisa melanjutkan dan diteruskan oleh lembaga mitra lokal untuk membagikan bantuan MER-C yang tersisa karena serangan Israel masih mencekam,” ujar Fikri. Kemudian bantuan tahap dua berupa paket bahan makanan baru memasuki Gaza pada 23 Februari 2024. Proses pembagian bantuan kali ini dapat langsung dipantau Relawan MER-C di Gaza. Mereka juga ikut serta dalam pembagiannya ke Kota Deir Balah, Gaza bagian Tengah, hari Sabtu, 24 Februari 2024. Tahap ketiga, MER-C kembali mengirimkan tepung terigu dari Mesir yang berhasil tiba di Gaza pada Minggu, 25 Februari 2024. Pembagiannya kepada para pengungsi juga dilakukan langsung oleh relawan MER-C, hari Senin, 26 Februari 2024.*Sulitnya Bantuan Menembus Perbatasan Rafah* “Tentunya bantuan yang kita belanjakan ke Mesir dan kirim ke Gaza membutuhkan waktu yang cukup lama dan proses yang sangat sulit. Kita sempat berbincang dengan Tim Medics World Wide selaku lembaga yang punya akses memasukkan bantuan ke Gaza. Mereka mengatakan truk-truknya mengalami banyak kendala untuk memasuki Gaza,” tutur Fikri. Pertama adalah antrean yang cukup panjang dan proses perizinan yang membutuhkan paling sebentar adalah dua pekan dan paling lama berbulan-bulan. Kedua truk-truk bantuan yang sudah mendapat izin dari gerbang Rafah, perbatasan Mesir dan Gaza, tidak langsung bisa masuk ke Jalur Gaza tetapi harus dialihkan ke perbatasan Karim Abu Salim, perbatasan Israel dan Mesir, di sana semua barang dibongkar dan diperiksa oleh mereka. Jika memenuhi syarat baru proses selanjutnya bisa dijalankan, yaitu masuk ke Jalur Gaza dan diturunkan di gudang-gudang yang sudah tersedia. Sepanjang proses ini banyak barang-barang bantuan yang dikirimkan tidak bisa masuk, karena tidak memenuhi syarat Pemerintah Israel bahkan barang-barang bantuan banyak yang rusak akibat pemeriksaan tersebut. *Distribusi Bantuan Sulit karena Situasi yang Masih Mencekam* Fikri mengungkapkan, kendala lapangan dalam mendistribusikan bantuan juga sangat banyak. Salah satunya kondisi mencekam karena serangan Israel yang masih berlangsung, terlebih lagi mereka manargetkan fasilitas umum seperti rumah sakit, kantor-kantor media, tenda-tenda pengungsian, bahkan truk-truk batuan yang masuk ke Jalur Gaza juga sering kali menjadi target Israel. Kesulitan lainnya adalah masih banyak warga Gaza yang belum mendapatkan bantuan karena ada lebih dari 1.9 juta warga mengungsi di berbagai tempat yang ada di Jalur Gaza dan mereka meninggalkan rumah karena kondisi yang cukup buruk. “Masyarakat Gaza sangat berharap genjatan senjata permanen agar mereka bisa pulang ke rumah masing-masing walaupun sebagian rumah mereka sudah banyak yang hancur dan rata dengan tanah oleh Zionis Israel,” kata Fikri. Lebih lanjut Fikri menuturkan, saat ini warga Gaza membutuhkan tenda-tenda untuk tempat tinggal dan pakaian hangat karena di Jalur Gaza sudah memasuki musim dingin. Mereka tidak sempat menyelamatkan berang-barang. Tentara Israel juga sering kali memerintahkan mereka tidak membawa apapun saat proses evakuasi. “Semoga peperangan ini selesai dan masyarakat Gaza bisa Kembali membangun kehidupan mereka yang baru,” ucapnya.***

Badan Pengelola Migas Aceh Serahkan Donasi untuk Palestina kepada MER-C

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menyerahkan bantuan untuk rakyat Palestina yang hingga kini masih terus digempur pasukan Zionis Israel, kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebesar 150 juta rupiah. Penyerahan donasi dilakukan langsung oleh Wakil Kepala BPMA Muhammad Najib kepada koordinator MER-C Aceh Ira Hadiati Senin pagi (19/2) di gedung BPMA. Penyerahan bantuan kemanusiaan juga dihadiri oleh para pimpinan sejumlah perusahaan migas yang beroperasi di wilayah Aceh serta disaksikan utusan dari Persatuan Wartawan Indonesia Aceh dan Ikatan Jurnalis Tv Indonesia (IJTI) Aceh. Muhammad Najib mengatakan, pengumpulan donasi dimulai dari keprihatinan para pegawai BPMA atas penderitaan yang dialami masyarakat Palestina akibat Agresi yang dilakukan oleh Zionis Israel. Inisiatif pengumpulan donasi ini akhirnya disebarkan ke sejumlah perusahaan migas lainnya, hingga berhasil mengumpulkan donasi sebesar 150 juta.  Ia berharap, bantuan ini diharapkan akan terus berlanjut dan menular ke perusahaan lainnya mengingat kehancuran yang dialami Palestina sangat besar. Najib mengungkapkan, dipilihnya MER-C untuk menyalurkan bantuan dikarenakan Lembaga Kemanusiaan ini dianggap sudah memiliki komitmen tinggi menangani misi kemanusiaan di Jalur Gaza. MER-C memiliki rekam jejak yang cukup luas dan dikenal amanah dalam menjalankan bantuan kemanusia

Lhokseumawe Peduli Pengungsi Palestina, Sumbang 300Juta

Pemerintah Kota (Pemko Lhokseumawe) bersama Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) berhasil mengumpulkan dana bantuan kemanusiaan bagi pengungsi Palestina di Gaza Utara. Selasa (13/03/2024) serah terima berlangsung di Ruang Kerja Wali Kota Lhokseumawe. Dalam penandatanganan berita acara tersebut, secara simbolis diserahkan dana sumbangan yang telah dikumpulkan sebesar Rp. 300.728.500,- masing-masing sebesar Rp. 40.132.000,-  dari jajaran ASN Pemko Lhokseumawe, Rp. 191.415.000,- dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Rp. 69.181.500,- dari kantor Cabang Dinas Aceh di Kota Lhokseumawe. Penjabat (Pj) Walikota Lhokseumawe A Hanan, SP, MM menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran seluruh ASN Kota Lhokseumawe, Cabang Dinas Aceh Kota Lhokseumawe, dan semua yang memberikan kontribusi dan perhatian khusus terhadap masyarakat Palestina. “Kita doakan sumbangan ini dapat mengurangi sedikit beban daripada rakyat Palestina, semoga menjadi amal jariyah untuk kita semua” harap Pj Wali Kota. Dr. Damanhur, LC, MA relawan MER-C Kota Lhokseumawe sebagai penghubung tim MER-C GAZA sampaikan bahwa bantuan tersebut akan diberikan ke jalur Gaza Utara yang saat ini masih terisolasi. Dr. Damanhur sebutkan seluruh bantuan tersebut diserahkan kepada masyarakat Gaza Palestina, sedangkan biaya operasional para relawan MER-C bersumber dari founder MER-C dan hibah lainnya. “Inilah alasan kita memilih MER-C karena ketepatan dana yang diterima dari masyarakat disalurkan langsung kepada rakyat Palestina” imbuhnya.Saat ini pengungsi tidak punya apa-apa. Bantuan sepiring makanan siang yang diberikan sangat bermakna untuk mereka. Selain tidak punya makanan dan minuman, Damanhur mengungkap pengungsi di sekitar RS Indonesia di Gaza Utara juga memerlukan kasur, tikar, selimut atau pakaian hangat karena Gaza sedang memasuki musim dingin.

Taman Iskandar Muda Serahkan Donasi untuk Palestina dari Masyarakat Aceh Melalui MER-C

Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM) menyerahkan donasi dari masyarakat Aceh yang menetap di Jakarta dan sekitarnya, sebesar Rp 401.100.000. untuk rakyat Palestina di Gaza melalui MER-C. Penyerahan secara simbolis dilakukan Ketua Umum PPTIM Muslim Armas didamping Sekretaris Umum PPTIM Yusra Huda kepada Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad di Wisma TIM, Jalan Perahu, Guntur, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (3/2/2024). Muslim Armas mengatakan, pihaknya menyalurkan bantuan melalui MER-C karena merupakan lembaga yang terdepan dalam membantu masyarakat Palestina.   “Memang ini proses diskusi yang cukup panjang, jadi paling utama kita ingin menyalurkan bantuan ini kepada lembaga yang sudah terbukti, yang sudah eksis. Kita tidak berani menyalurkan kepada lembaga yang ternyata nanti tidak pernah berbuat di Palestina,” kata Armas. Ia juga mengatakan, sebelum rapat Pengurus TIM untuk memutuskan penyaluran dana, mereka mengundang MER-C untuk menjelaskan terkait penyaluran dana ke Palestina. “Kami mendapat penjelasan terkait pendirian Rumah Sakit Indonesia. Salah satu yang juga membuat kita terdorong karena MER-C telah mendirikan Rumah Sakit Indonesia dan waktu itu bantuan dari masyarakat Aceh cukup besar dan ada dua ruangan di Rumah Sakit itu yang diberi nama Teuku Cik Ditiro dan Cut Nyak Dien. Nah ini kita lanjutkan lagi donasi melalui MER-C,” tuturnya.Ia berharap bantuan yang diberikan ini dapat meringankan penderitaan masyarakat Palestina. Ketua Presidium MER-C dalam sambutanya mengucapkan terima kasih dan juga rasa bangga kepada masyarakat Aceh yang telah mengumpulkan donasi untuk warga Palestina. Sarbini mengungkap, hal ini juga pernah dilakukan Provinsi Aceh yang diserahkan Gubernur saat itu, Zaini Abdullah untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia. “Untuk itu bantuan ini akan kami salurkan untuk Pembangunan RS Indonesia yang pada hari ini secara biadab dilumpuhkan oleh Israel. Maka kebiadaban ini harus kita ganti nanti,” ujarnya.“Saya percaya kita semua cinta Palestina, kita semua siap membantu Palestina. Insyaallah genjatan senjata bisa terwujud secara permanen dan insyaallah kita bisa mendapatkan akses ke jalur Gaza,” tambahnya. “Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada TIM semoga ini menjadi amal soleh kita bersama, jihad kita bersama,” kata Sarbini. Taman Iskandar Muda merupakan paguyuban masyarakat Aceh yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Paguyuban ini sudah aktif selama lebih dari 70 tahun.

MER-C Terus Salurkan Bantuan Makanan Siap Saji ke Warga Sekitar RS Indonesia di Gaza Utara

MER-C melalui relawan lokalnya di Jalur Gaza bagian Utara kembali membagikan bantuan makanan siap saji kepada warga di sekitar Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara yang saat ini masih terisolasi. “Kami sekarang berada di depan Rumah Sakit Indonesia. Saat ini kami dalam proses pembagian bantuan kemanusiaan yaitu berupa makanan siap saji,” kata salah satu relawan MER-C. Warga di kamp-kamp pengungsi di sekitar RS Indonesia di Gaza Utara mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan masyarakat Indonesia melalui MER-C. “Terima kasih Indonesia, terima kasih untuk bantuan makan siang dari MER-C. Alhamdulillah jumlahnya bisa mencukupi yaitu setiap orang bisa mendapatkan satu piring. Tentunya ini akan sangat bermanfaat bagi kami, membahagiakan kami di tengah keadaan  kami yang seperti ini. Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala menerima amal anda dan memperbaiki kehidupan anda semua,” kata seorang pengungsi. Pengungsi lain yang juga menerima bantuan mengatakan, saat ini mereka tidak punya apa-apa. Bantuan sepiring makanan siang yang diberikan MER-C sangat bermakna untuk mereka. Selain tidak punya makanan dan minuman, ia mengungkap mereka juga memerlukan kasur, tikar, selimut atau pakaian hangat karena Gaza sedang memasuki musim dingin.   “Terima kasih atas bantuan berupa makanan siap saji ini yang sangat membahagiakan kami. Terima kasih untuk Indonesia, terima kasih untuk MER-C kami dapat merasakan kebersamaan rakyat Indonesia di saat negeri-negeri Arab diam saja atas apa yang menimpa kami. Mudah-mudahan kondisi berat ini segera berubah dan Allah rahmati syuhada kami dan menyembuhkan yang sakit dari kami,” katanya. Saat ini warga Gaza yang bertahan di Jalur Gaza Utara terisolasi di kamp-kamp pengungsian dan rumah mereka yang telah hancur akibat serangan yang dilakukan Israel sejak 7 Oktober 2023 .  

MER-C kembali Salurkan Bantuan ke Gaza Utara

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui relawan lokalnya di Jalur Gaza Utara kembali menyalurkan bantuan berupa makanan cepat saji untuk warga yang berada di Pengungsian. “Saat ini kami sedang menyiapkan bantuan paket makanan dari masyarakat Indonesia dan MER-C untuk pengungsi kamp Jabaliya yang terisolasi. InsyaAllah setiap harinya akan ada paket makanan untuk para pengungsi di pusat-pusat penampungan,” ujar salah satu relawan MER-C. “Semoga bantuan dari masyarakat Indonesia ini dapat memberikan dukungan kepada kami. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberkahi kalian, juga upaya kalian. Dan kami berharap semoga semakin banyak bantuan yang dapat disalurkan kepada masyarakat yang tengah terisolasi di sini,” tambahnya. Salah satu pengungsi yang menerima bantuan juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan masyarakat Indonesia melalui MER-C ini. “Terima kasih banyak warga Indonesia, kami haturkan ucapan syukur atas upaya baik yang kalian lakukan. Atas izin Allah semua hal ini akan dicatat sebagai amal kebaikan kalian. Kami rakyat Palestina selalu mengharapkan doa dari kalian. Semoga Allah limpahkan keberkahan-Nya dan Allah berikan kami kekuatan melalui bantuan kalian,” ujarnya. Saat ini warga Gaza yang bertahan di Jalur Gaza Utara terisolasi di kamp-kamp pengungsian dan rumah mereka yang telah hancur akibat serangan yang dilakukan Israel sejak 7 Oktober 2023. Dua relawan MER-C asal Indonesia Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan sendiri terpaksa mengungsi ke Gaza Selatan setelah Rumah Sakit Indonesia dikepung dan diserang tentara Israel. Untuk itu, penyaluran bantuan di Gaza Utara saat ini dilakuakan oleh relawan lokal MER-C. Sebelumnya MER-C juga telah menyalurkan bantuan dari masyarakat Indonesia di Gaza Utara berupa makanan cepat saji ke pusat-pusat penampungan dan rumah-rumah yang terisolasi di sekitar kamp Jabaliya.

Peringati Hari Jadi ke 17, Provices Group Salurkan Donasi untuk Palestina Lewat MER-C

Provices Group, perusahan yang bergerak di bidang jasa, baru saja memperingati hari jadinya yang ke 17 pada Kamis (18/1/2024). Dalam kesempatan ini mereka memberikan donasi untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia sebesar 50 Juta rupiah. Syarifudin Ahmad Perwakilan dari Provices Group mengatakan, pihaknya berharap donasi yang diberikan ini dapat meringankan beban warga Palestina di Jalur Gaza, yang saat ini sedang berada dalam situasi konflik. “Tujuan dari donasi ini adalah untuk meningkatkan rasa kepedulian kita terhadap masyarakat Palestina khususnya, dan pastinya untuk meringankan beban mereka di sana, yang saat ini sedang berada di bawah penjajahan Israel,” Kata Syarif. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada MER-C sebagai lembaga penyalur donasi, dan mempercayakan sepenuhnya donasi yang diberikan karena MER-C menjadi salah satu lembaga yang cukup concern terhadap masyarakat Palestina, terbukti dengan adanya Rumah Sakit Indonesia di Gaza. “Kenapa memilih MER-C sebagai penyalur donasi, karena setahu kami MER-C merupakan salah satu lembaga atau NGO yang bergerak di bidang kemanusiaan dan concern terhadap masyarakat Palestina, terbukti dengan adanya Rumah Sakit Indonesia di sana,” ujarnya. “Kami berharap donasi ini bisa tersalurkan dan bisa meringankan teman-teman yang ada di Palestina dan semoga masyarakat Palestina bisa terbebas dari kondisi sekarang,” tutur Syarif. “Terima kasih banyak MER-C Indonesia yang telah menjadi lembaga penyalur donasi kami, semoga apa yang kami donasikan bermanfaat dan kami percayakan donasi kami sepenuhnya kepada MER-C Indonesia,” tambanya.

Tim Relawan MER-C untuk Misi Afghanistan Kembali ke Tanah Air

Tim Relawan MER-C yang telah menyelesaikan misi kemanusiaan ke Afghanistan telah kembali ke tanah air dan tiba di Jakarta pada Selasa (9/1). MER-C mengirimkan Tim Relawan ke Afghanistan sejak 14 Desember 2023 lalu untuk menjalankan misi kemanusiaan di lokasi bencana gempa bumi di Herat. Tim ini terdiri dari lima orang di antaranya; dr. Tonggo Meaty Fransisca sebagai Ketua Tim, dr. Rio Wikanjaya, SpOT, Ita Muswita (bidan) dan dua orang perawat, yaitu Ade Adrian, SKep., Ners  dan Wirsal Adiansyah Harahap, Skep., Ners. Ketua Tim Tonggo Meaty Fransisca mengaku lega telah kembali ke tanah air dan menyelesaikan misi kemanusiaan di Afghanistan serta menyalurkan bantuan  dari masyarakat Indonesia. Bantuan yang diberikan berupa obat-obatan, alat kesehatan, perlengkapan musim dingin, makanan juga pengobatan bagi warga terdampak gempa. “Kami lega karena dapat menjalankan tanggung jawab yang diberikan. Donasi masyarakat Indonesia untuk Afghanistan terutama di Herat, Alhamdulillah sudah bisa kita salurkan. Tapi yang pasti masih ada tanggung jawab memberikan hasil atau laporan untuk presidium kemudian bisa memberikan rekomendasi tentang apalagi yang bisa kita lakukan untuk masyarakat Afghanistan berikutnya,’ kata Meaty. Ia juga mengatakan, misi ini dapat terlaksana karena pemerintah Afganistan yang saat ini berada di bawah Taliban cukup terbuka dan mau bekerja sama dengan semua pihak untuk kemajuan Afghanistan.Ia berharap sepulangnya tim ke Indonesia tetap dalam keadaan baik dan sehat sehingga dapat segera menyampaikan laporan misi kemanusiaan ke Afghanistan ini. Gempa bumi berkekuatan 6.3 SR mengguncang Herat Oktober lalu menelan sekitar 4.000 korban jiwa dan sebagian besar warga mengungsi. MER-C mengirimkan Tim Relawannya untuk membantu langsung kondisi pengungsi di Herat yang terdampak gempa. Tim MER-C bertugas di Afghanistan selama hampir satu bulan. Donasi untuk Misi Kemanusiaan Afghanistan dapat disalurkan melalui:BSI : 701.5658918Atas nama:Medical Emergency Rescue Committee Konfirmasi donasi dapat melalui Call Center MER-C (0811990176) dengan mengirimkan bukti transfer dan nama donatur.

MER-C Kembali Salurkan Bantuan Makanan untuk 1600 Pengungsi Palestina di Gaza Selatan

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui relawannya di Jalur Gaza, membagikan bantuan makanan kepada 1600 pengungsi Palestina, di Khan Younis, Gaza Selatan, Jumat (05/01/2024).   Salah satu relawan MER-C di Gaza, Fikri Rofiul Haq mengatakan untuk bantuan makanan kali ini, ia bersama relawan lokal MER-C memotong 15 ekor kambing dengan total daging 300 kg dan memasak nasi sekitar 75 kg. “_In Syaa Allah_ hari ini kita akan membuat makan besar untuk pengungsi Palestina di dua sekolah dekat rumah sakit Eropa, karena memang adat warga Gaza setiap Jumat mereka makan besar bersama keluarga, kerabat ataupun teman-teman mereka,” kata Fikri. Fikri mengatakan, sebenarnya orang Gaza biasanya memakan roti. Mereka tidak makan nasi setiap hari. Hanya pada hari Jumat saja saat makan besar ini, mereka makan nasi bersama-sama.  “Namun saat peperangan ini kita makan apa adanya, karena barang yang semakin sulit serta kondisi yang sangat memprihatikan sekali,” tuturnya. Ia mengungkapkan, rencananya mereka akan memotong sapi yang biasa beratnya bisa mencapai 500, 600 kg sampai 1 ton. Namun saat ini stoknya sudah tidak tersedia lagi. Terkahir Fikri mengatakan masih mendapatkan sapi dengan berat 350 kg, yang jika memotong dua ekor sapi jadi berat totalnya bisa mencapai 700 kg.  “Namun kemarin ketika kita ke Rafah hanya ada sapi yang beratnya 180 sampai 200 kg saja. Ini sangat kecil sekali.” ujarnya. “Kita juga mencari daging sapi jadi (yang sudah dipotong) untuk 350 kg awalnya dan satu kilo daging sapi harganya 50 syekel atau 200 ribu rupiah, jadi totalnya 70 juta untuk makan besar dua sekolah tersebut. Namun kita juga tidak mendapatkan dagingnya, jadi kita ganti dengan daging kambing 15 ekor,” tambahnya. Lebih lanjut ia mengungkapkan, sebelumnya warga Gaza yang mengungsi di sekolah tersebut hanya 1.200 orang. Namun saat ini bertambah menjadi 1600 lebih termasuk korban luka-luka. Program makanan siap saji MER-C di pengungsian Jalur Gaza bagian Selatan telah berlangsung sejak 30 November 2023.  Setiap hari, dua relawan MER-C yang masih bertahan di Jalur Gaza Fikri Rofiul Haq dan Reza Aldilla Kurniawan dibantu staf lokal berupaya untuk mengadakan program makanan siap saji secara rutin bagi lebih dari 1.200 pengungsi. Serangan Israel ke Jalur Gaza hingga saat ini telah menewaskan sedikitnya 22.800 warga Palestina dan melukai lebih dari 58.400 lainnya. Serangan gencar Israel telah menyebabkan kehancuran di Gaza, dengan 60% infrastruktur di daerah tersebut rusak atau hancur, dan hampir 2 juta penduduk mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Fikri sendiri melaporkan, saat ini drone-drone Israel masih berlalu-lalang di langit Gaza. Suara-suara tembakan antara pejuang Palestina dan pasukan Israel juga masih sering terdengar dari perbatasan-perbatasan. Jarak antara pengungsian yang mereka tempati ke perbatasan hanya 2 km saja sehingga terdengar sangat jelas.

Silahkan bertanya?