Kilas Balik Perjalanan MER-C Indonesia Medical Center

Di tengah krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Jalur Gaza, MER-C Indonesia menghadirkan harapan baru melalui MER-C Indonesia Medical Center. Berlokasi di kawasan padat pengungsi Al-Mawasi, Khan Younis, Gaza Selatan, MER-C Indonesia Medical Center mulai beroperasi dengan dukungan MER-C dan Kementerian Kesehatan Palestina sejak 1 Desember 2024. MER-C terus berupaya mengembangkan berbagai fasilitas dan layanan untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat Gaza yang semakin mendesak. Kini MER-C Indonesia Medical Center telah berhasil memberikan pelayanan medis bagi ribuan pengungsi dan korban serangan di Jalur Gaza setiap harinya. Perjalanan ini menjadi wujud nyata kepedulian dan dukungan masyarakat Indonesia terus hadir untuk Palestina. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DbXy23PzAX-/?igsh=YTQzOGFua3d5ajJ1 https://www.facebook.com/share/v/1MRBKx5P92/?mibextid=wwXIfr https://vt.tiktok.com/ZS4LuLDKW #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Perkuat Layanan Kesehatan Gaza, MER-C Salurkan Bantuan Obat-obatan Esensial

Gaza – MER-C Indonesia Medical Center menerima beberapa gelombang pasokan obat-obatan esensial dari MER-C Indonesia untuk memperkuat ketersediaan obat dan mendukung keberlangsungan layanan kesehatan di Gaza. Pengiriman dilakukan secara bertahap, dengan gelombang pertama tiba pada 3 Juni, disusul gelombang kedua pada 8 Juni, dan gelombang ketiga pada 24 Juni. Distribusi bertahap ini merupakan upaya untuk memastikan ketersediaan obat-obatan esensial secara berkelanjutan di tengah krisis kemanusiaan yang masih berlangsung. Obat-obatan tersebut akan menunjang berbagai layanan spesialis dan didistribusikan melalui apotek pusat sesuai dengan kebutuhan klinis para pasien. Di tengah keterbatasan akibat blokade penjajah Israel, pasokan obat-obatan esensial menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. MER-C Indonesia akan terus berupaya menghadirkan bantuan kesehatan guna menjaga akses masyarakat terhadap layanan medis, khususnya bagi komunitas pengungsi dan pasien lainnya di Al-Mawasi, Khan Younis. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaulkldztGV/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Klinik MER-C Siap Layani Pengungsi Rohingya di Shelter Baru Lhokseumawe

Lhokseumawe — Pemerintah Kota Lhokseumawe telah merelokasi 28 pengungsi Rohingya dari penampungan lama di bekas Kantor Imigrasi Punteuet menuju shelter baru di Desa Masjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Aceh, Kamis (25/6/2026). Shelter baru yang dibangun melalui kerja sama sejumlah lembaga kemanusiaan ini telah dilengkapi fasilitas kesehatan Klinik MER-C Indonesia untuk memberikan pelayanan kepada para pengungsi pasca relokasi. Project Manager MER-C untuk Pengungsi Rohingya, Ira Hadiati, mengatakan Klinik MER-C telah siap beroperasi memberikan layanan kesehatan bagi para pengungsi. “Saat ini untuk tenaga kesehatan untuk pelayanan di Klinik, MER-C bekerja sama dengan Puskesmas Punteuet,” ujarnya. Kehadiran Klinik MER-C menjadi salah satu fasilitas penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup para pengungsi, terutama dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan dasar. Sebanyak 28 pengungsi yang direlokasi terdiri dari 15 laki-laki dan 13 perempuan. Pemindahan dilakukan sebagai langkah Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk meningkatkan kualitas hunian sementara bagi para pengungsi yang sebelumnya tinggal di gedung bekas Kantor Imigrasi Punteuet dengan keterbatasan fasilitas. Selain fasilitas kesehatan melalui Klinik MER-C, shelter baru tersebut juga dilengkapi sarana hunian 15 unit bangunan semi permanen. Fasilitas pendukung lainnya meliputi MCK, akses air bersih, tempat ibadah, serta berbagai program pendukung lainnya. Selengkapnya di link ini https://www.instagram.com/reel/DaDbuQLTqtO/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA== #BantuanUntukRohingya #mercindonesia #MERCAceh #RohingyaAceh #BerbagiKebaikan #MERCForHumanity #rohingya #rohingyarefugees
Apotek MER-C Indonesia Medical Center Direnovasi, Tingkatkan Kualitas Layanan untuk Warga Gaza

Gaza – Apotek MER-C Indonesia Medical Center (MMC) baru saja selesai direnovasi dan kini menghadirkan pelayanan yang lebih baik serta berkualitas bagi warga Gaza, Palestina. Salah satu apoteker, Reem Al Adeisi, mengatakan bahwa layanan apotek kini menjadi lebih terorganisir dan efisien dibandingkan sebelumnya, yang masih memiliki keterbatasan dari segi ruang maupun kapasitas. “Sekarang layanan apotek lebih terorganisir dan efisien dibandingkan sebelumnya yang sangat terbatas, baik dari segi ruangan maupun kapasitas,” ujarnya. Apotek kini dibagi menjadi empat bagian khusus. Bagian pertama diperuntukkan bagi obat-obatan neurologi dan kesehatan mental yang dipisahkan dari bagian lainnya. Bagian kedua khusus untuk obat penyakit kronis, sementara tersedia juga area tersendiri untuk obat-obatan umum. Selain itu, terdapat area khusus untuk perlengkapan medis, seperti kantong kolostomi dan kantong urin. Apotek juga kini dilengkapi dengan rak penyimpanan khusus dan dua unit pendingin udara untuk memastikan obat-obatan disimpan dalam kondisi yang memenuhi standar, termasuk pengaturan suhu yang sesuai. Sebelumnya, apotek beroperasi di bangunan sementara dengan ruang terbatas dan kondisi suhu yang kurang sesuai. Setelah renovasi, apotek kini memiliki ruang yang lebih luas dan lebih sesuai untuk penyimpanan obat-obatan. Apotek juga telah terintegrasi sepenuhnya dengan sistem komputerisasi untuk mengurangi kepadatan pasien serta meningkatkan kecepatan dan efisiensi pelayanan. Memberikan pelayanan yang berkualitas dan efisien merupakan komitmen MER-C Indonesia bagi warga Gaza. Upaya untuk terus memperbaiki dan meningkatkan kapasitas serta fasilitas medis merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan ini. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Mengintip Rutinitas Perawat MER-C Indonesia Medical Center di Gaza Selatan

Gaza – Di tengah padatnya kamp-kamp pengungsian di Khan Younis, Gaza Selatan, MER-C Indonesia Medical Center hadir sebagai tempat harapan bagi ribuan warga yang membutuhkan layanan kesehatan. Meski beroperasi di tengah keterbatasan akibat blokade dan genosida yang terus berlangsung, MER-C Indonesia Medical Center punya sosok-sosok tenaga kesehatan tangguh yang terus bekerja untuk memastikan pelayanan tetap berjalan. Salah satu perawat, Iman Mohsen, menceritakan bagaimana rutinitas mereka dimulai sejak pagi hari. Tepat pukul 08.00, para perawat telah bersiap memulai aktivitas. Mereka terlebih dahulu membersihkan bangsal sesuai standar kesehatan dan pengendalian infeksi agar pasien dapat memperoleh pelayanan yang aman dan nyaman. Saat ini, departemen keperawatan di MER-C Indonesia Medical Center dibagi menjadi dua bagian, yakni bangsal pria dan bangsal wanita. Setelah seluruh persiapan selesai, para perawat mulai menerima pasien. Di tengah keterbatasan yang ada, mereka tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi setiap pasien yang membutuhkan pertolongan. Mohsen juga mengatakan saat ini mereka menghadapi tantangan menipisnya persediaan bahan habis pakai seperti kain kasa, perban, prep, dan berbagai perlengkapan medis penting lainnya. Sulitnya bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza akibat blokade yang ketat membuat kebutuhan medis sulit dipenuhi. Setiap hari, tim medis terus mengajukan permintaan tambahan stok, namun jumlah yang diterima masih jauh dari kebutuhan. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
MER-C Sambut Kepulangan Dua Relawan Medis dari Misi Kemanusiaan di Gaza

Jakarta – MER-C Indonesia menyambut kepulangan dua relawan medis yang telah menyelesaikan misi kemanusiaan di Jalur Gaza, Palestina. Kedua relawan tersebut, Nadia Rosi, A.Md.Kep., dan dr. Juli Hartati, Sp.KFR., tiba di Tanah Air pada 31 Mei 2026 setelah menjalankan tugas kemanusiaan sebagai Emergency Medical Team (EMT) MER-C di Gaza. Nadia Rosi kembali ke Indonesia setelah bertugas selama tujuh bulan, sejak Oktober 2025 hingga Mei 2026. Selama bertugas, ia tidak hanya terlibat dalam pelayanan medis, tetapi juga berbagai kegiatan peningkatan kapasitas (capacity building) bagi tenaga kesehatan Gaza, serta melaksanakan banyak program lainnya seperti bantuan musim dingin dan bantuan makanan. Misi kali ini merupakan penugasan ketiganya ke Gaza. Dua misi sebelumnya dijalankan saat situasi perang berlangsung, sementara penugasan terbaru dilakukan pada masa gencatan senjata. “Namun tidak ada perubahan yang signifikan. Saudara-saudara kita di Gaza masih menderita, masih sangat kekurangan, dan masih membutuhkan bantuan dari kita semua,” tuturnya. Sementara itu, dr. Juli telah menyelesaikan tugas selama satu bulan. Ia menjadi dokter spesialis rehabilitasi pertama yang dikirim MER-C ke Gaza. Ia memberikan layanan di MER-C Indonesia Medical Center, Gaza Selatan, serta Rumah Sakit Al-Wafa di Gaza City. “Selama bertugas banyak kemudahan dan bantuan dari rekan-rekan di sana. Hanya saja, untuk dokter rehabilitasi sendiri memang belum ada di Gaza. Yang tersedia saat ini adalah tim rehab fisioterapi dan okupasi terapi,” katanya. Menurut dr. Juli, pelayanan rehabilitasi di Gaza masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama akibat minimnya pasokan listrik dan terbatasnya peralatan. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian pasien harus menunggu lebih lama atau dirujuk ke rumah sakit lain untuk mendapatkan layanan yang dibutuhkan. “Terima kasih untuk MER-C atas kesempatan yang diberikan, sehingga saya bisa melakukan tugas di sana selama satu bulan ini. Terima kasih kepada semua donatur sehingga bantuan yang diberikan sangat membantu masyarakat Gaza,” ujarnya. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Klinik Giving Without Borders Resmi Berganti Nama Jadi MER-C Indonesia Medical Center

Khan Younis – Klinik Giving Without Borders yang berada di Khan Younis, Gaza Selatan, resmi berganti nama menjadi MER-C Indonesia Medical Center. Upacara pergantian nama tersebut digelar dengan dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Kesehatan Palestina serta Ketua Presidium MER-C, Dr. dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em yang menyampaikan sambutan secara daring. Dalam sambutannya, dr. Hadiki menyampaikan rasa syukur atas keberlangsungan operasional MER-C Indonesia Medical Center yang hingga saat ini terus memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gaza. “Puji syukur kepada Allah, kita dapat sampai pada momen ini di mana MER-C Indonesia Medical Center dapat beroperasi. Ini adalah upaya kita untuk menghadirkan pelayanan kesehatan Indonesia di Gaza Selatan. Semua ini terwujud atas izin Allah SWT serta dukungan dan donasi masyarakat Indonesia sebagai wujud solidaritas terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina,” ujarnya. Upacara ini juga dihadiri warga sekitar yang turut merasakan manfaat keberadaan klinik, yang hingga kini terus meningkatkan sarana dan mengembangkan layanan. Semoga pergantian nama ini menjadi langkah baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga Gaza. Selain itu, MER-C Indonesia Medical Center juga diharapkan semakin memperkuat simbol nyata solidaritas dan kepedulian rakyat Indonesia terhadap rakyat Palestina. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
MER-C Berangkatkan Tiga Relawan Medis untuk Misi Kemanusiaan Lebanon

Jakarta – MER-C Indonesia pada Jumat (29/5/2026) memberangkatkan tiga relawan medis untuk menjalankan misi kemanusiaan di Lebanon. Tiga relawan yang diberangkatkan adalah dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Arief Rachman, Sp.Rad., dan Wirsal Adiansyah Harahap, S.Kep., Ners. Mereka tergabung dalam Tim Assessment Misi Kemanusiaan Lebanon yang bertugas membuka jalan bagi pengiriman tim MER-C berikutnya. “Kami sebagai pembuka jalan bagi tim-tim MER-C berikutnya. Kami akan berkoordinasi dengan Pemerintah Lebanon, Kedutaan Besar Lebanon di Jakarta, Kementerian Luar Negeri RI, serta KBRI di Lebanon. Kami juga melakukan komunikasi dengan tim lokal kami yang berada di Lebanon,” ujar Ketua Tim Assessment Misi Kemanusiaan Lebanon, dr. Tonggo Meaty Fransisca. Tim yang diberangkatkan merupakan relawan yang telah berpengalaman dalam misi kemanusiaan di berbagai wilayah konflik maupun daerah terdampak bencana. Keberangkatan tim ini bertujuan untuk memastikan keamanan bagi tim yang akan diberangkatkan selanjutnya, mengidentifikasi kebutuhan bantuan kemanusiaan yang mendesak, serta memetakan wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi lokasi penyaluran bantuan. Selain itu, tim juga akan menentukan jenis bantuan dan komposisi tim yang diperlukan agar bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari masyarakat Indonesia dapat disalurkan secara efektif dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat Lebanon. Pengiriman relawan untuk misi kemanusiaan ini merupakan respons atas situasi kemanusiaan di Lebanon yang semakin kritis akibat serangan dan pelanggaran gencatan senjata yang terus terjadi. Misi ini juga sebagai tindak lanjut atas permintaan bantuan dari Pemerintah Lebanon melalui Kedutaan Besar di Jakarta yang disampaikan kepada Kementerian Luar Negeri RI dan kemudian diteruskan kepada lembaga-lembaga kemanusiaan, untuk memberikan dukungan kemanusiaan kepada masyarakat Lebanon. Selengkapnya di link ini ____________________________________________ Donation Account: Bank Syariah Indonesia (BSI), 811.19.29840 Account Name : Medical Emergency Rescue Committee #mercindonesia #relawanmerc #bantuanlibanon #donasilibanon #emtmercindonesia #Kemanusiaanlibanon #konfliktimurtengah
Pengadaan Obat dari MER-C Bantu Tingkatkan Layanan di Klinik Giving Without Borders Gaza

Gaza – MER-C baru-baru ini melakukan pengadaan sejumlah obat-obatan penting untuk Klinik Giving Without Borders di Gaza selatan yang sebelumnya langka dan sangat mahal di pasaran. Dokter umum Klinik Giving Without Borders, dr. Seham Al-Dali, mengatakan kehadiran obat-obatan ini sangat membantu dalam mengurangi beban pasien serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di klinik. “Beberapa obat ini sangat penting selama masa kehamilan dan untuk kondisi ginekologis secara umum, seperti obat hormonal dan Duphaston, yang sebelumnya sulit didapatkan. Jadi, terima kasih kepada MER-C Indonesia,” ujarnya. Sementara itu, Konsultan Oftalmologi dr. Emad Sadeq menjelaskan, sebelumnya banyak pasien mengalami kekurangan obat-obatan, terutama obat mata untuk penyakit kronis seperti glaukoma. “Jika pasien tidak mengkonsumsi obat, mereka bisa kehilangan penglihatan. Kami telah melalui periode panjang tanpa akses terhadap obat tetes mata dan perawatan esensial,” katanya. Ia menambahkan, ketersediaan obat-obatan ini telah berperan besar dalam menyelamatkan penglihatan banyak pasien di Gaza. Akses terhadap layanan kesehatan seharusnya tidak menjadi sebuah hak istimewa. Setiap pasien berhak mendapatkan kesempatan untuk sembuh. Karena itu, MER-C terus berupaya membantu memaksimalkan layanan kesehatan di Jalur Gaza di tengah blokade dan agresi yang masih berlangsung hingga saat ini. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia
Didukung MER-C, Klinik Giving Without Borders Gaza Terus Perkuat Layanan Laboratorium

Gaza – Klinik Giving Without Borders di Jalur Gaza yang didukung MER-C dan Kementerian Kesehatan Palestina terus meningkatkan pelayanan dan fasilitas, salah satunya melalui pengembangan layanan laboratorium. Layanan laboratorium di Klinik Giving Without Borders mulai dibuka pada Desember 2025 di tengah keterbatasan akibat blokade dan agresi penjajah Israel yang terus berlangsung. Pada tahap awal, seluruh pekerjaan laboratorium dilakukan secara manual dan berbasis rapid test. Petugas laboratorium melakukan pemeriksaan seperti urinalisis dan hemoglobin secara manual karena belum tersedianya peralatan yang lengkap. Namun, dengan dukungan berkelanjutan dari MER-C dan Kementerian Kesehatan Palestina, layanan laboratorium terus berkembang secara bertahap. Kepala Laboratorium, Jihan Al-Atamneh, mengatakan laboratorium tersebut saat ini memiliki empat bagian utama, yaitu Unit Pengambilan Sampel, Unit Hematologi, Unit Kimia, dan Unit Parasitologi. Jihan menambahkan, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah alat pemeriksaan Complete Blood Count (CBC). Banyaknya permintaan pemeriksaan CBC menyebabkan beban kerja laboratorium meningkat dan pelayanan kepada pasien menjadi lebih lambat. Ia juga mengatakan laboratorium masih membutuhkan perluasan ruangan dan penambahan jumlah staf untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas layanan bagi pasien. Selengkapnya di link ini #mercindonesia #relawanmerc #relawangaza #JanganLupakanPalestina #BerdiriBersamaPalestina #StopGenocide #FreePalestina #bantuanpalestina #donasipalestina #emtmercindonesia