MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Buka Puasa Relawan MER-C Bersama Keluarga Yatim di Gaza

Alhamdulillah bisa melihat keceriaan anak-anak yatim di Gaza saat acara “Berbuka Puasa Bersama dengan Keluarga Yatim” yang diadakan oleh MER-C Cabang Gaza, Selasa/28 Juni 2016. Terima kasih kepada para donatur yang telah membantu mewujudkan momen berbagi ini. Terima kasih kepada para relawan Indonesia dan relawan lokal di Gaza yang sudah mengupayakan terlaksananya kegiatan ini.

Silaturahmi perwakilan Ikatan Alumni Suriah (Al-Syami) ke Kantor MER-C

Ikatan Alumni Suriah (Al-Syami) bersilaturahmi ke kantor MER-C untuk jajaki kerjasama penyaluran bantuan ke Suriah, Rabu/15 Juni 2016. Kedatangan 2 orang perwakilan Dari Al-Syami diterima oleh salah satu Presidium MER-C, dr.Arief Rachman dan beberapa staf serta relawan MER-C.   Silaturahmi ini untuk membahas kerjasama dalam penyaluran bantuan untuk Suriah, mulai dari sharing informasi, relawan Al-Syami di suriah membantu menjadi relawan dan penggalangan dana. Selanjutnya akan diadakan pertemuan lebih lanjut untuk membahas program dan teknis khususnya setelah ada kejelasan izin bagi tim MER-C bisa masuk ke Suriah.    

Tindaklanjuti Rencana RS di Myanmar, Wapres Pertemukan MER-C & Walubi

Jakarta – Dukungan positif bagi rencana program pembangunan RS Indonesia di wilayah konflik di Rakhine State, Myanmar kembali ditunjukkan oleh Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla. Berselang 2 hari dari pertemuan awal dengan Tim MER-C, Rabu/15 Juni 2016 Wapres JK langsung mempertemukan MER-C dan Walubi untuk membahas tindaklanjut atas usulan MER-C membangun sarana kesehatan di wilayah konflik etnis di Myanmar. Hadir pada pertemuan tersebut Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad dan Tim serta Ketua Umum Walubi Siti Hartati Murdaya yang didampingi suami Murdaya Widyawimarta Poo.   Wapres RI menyampaikan bahwa ide pembangunan RS di Myanmar sangat baik dan perlu didukung baik dari pihak Muslim maupun Budha di Indonesia untuk memberi contoh toleransi dan kerukunan beragama di Indonesia kepada pemerintah dan rakyat Myanmar. Lebih lanjut Wapres menyatakan bahwa program ini juga akan menjadi kerjasama PMI, MER-C, Walubi dan Pemerintah. Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan sarana kesehatan yang akan diberi nama “Indonesia Health Center” diperkirakan mencapai 30 – 40 milyar rupiah. Sarana kesehatan ini akan berada di antara wilayah Muslim dan Budha, tepatnya di Mrauk U, Rakhine State. Saat ini Divisi Konstruksi sedang membuat rancangan Rumah Sakit di Myanmar dan akan diadakan pertemuan lanjutan dengan berbagai pihak terkait untuk membahas teknis pelaksanaan program.

Wapres dukung pembangunan RS Indonesia di Myanmar

Jakarta (ANTARA Aceh) – Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung rencana pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Mrauk-U, Negara Bagian Rakhine, Myanmar, yang salah satunya bertujuan untuk mempromosikan kerukunan dan perdamaian antarumat beragama. “Beliau (Wapres) mendukung dan akan membantu. Tadi disampaiakn akan membantu alat kesehatan juga, PMI juga akan bantu,” kata Presidium Lembaga Kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MERC) dr Sarbini Abdul Murab seusai melakukan pertemuan dengan JK di Kantor Wapres, Jakarta, Senin.   MERC berencana menggandeng Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) dalam pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine untuk memberikan contoh bahwa di Indonesia umat Muslim dan Buddha serta agama-agama lainnya dapat hidup berdampingan dengan rukun dan damai. “Kita ingin memberikan kontribusi kepada masyarakat Myanmar, bahwa salah satu cara mendamaikan adalah dengan memberi contoh bahwa Indonesia besar dan semua agama bisa hidup dengan rukun, bahwa masalah agama, demokrasi, adalah masalah individu yang menjadi hak setiap orang,” kata Sarbini. Dukungan Wapres juga tampak dengan menghubungi tokoh Walubi Hartati Murdaya untuk memfasilitasi pertemuan dengan Walubi dalam satu-dua hari ke depan. Untuk persiapan pembangunan rumah sakit tersebut, MERC telah membeli sebidang tanah di Mrauk-U dan mengantongi dukungan pemerintah Rakhine, sementara itu dana konstruksi yang dibutuhkan sekitar Rp20 miliar hingga Rp30 miliar. Rumah sakit di Myanmar akan menjadi pembangunan fasilitas kesehatan kedua oleh MERC yang sebelumnya telah berhasil mendirikan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina, dan diresmikan oleh pemerintah Indonesia pada awal 2016. Negara Bagian Rakhine terletak di sebelah barat Ibu Kota Myanmar Nay Pyi Daw, di mana Muslim Rohingya menjadi penduduk minoritas di tengah-tengah umat Buddha yang merupakan mayoritas di wilayah itu. Konflik yang dipicu sentimen keagamaan masih sering terjadi, dan puncaknya pada Mei 2015, negara-negara ASEAN, yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand kebanjiran ribuan pengungsi yang datang melalui Laut Bengal. Sebagian besar dari pengungsi itu adalah etnis Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar untuk menghindari konflik yang berkecamuk, sementara sisanya adalah migran dengan motif ekonomi dari Bangladesh.   Editor: Salahuddin Wahid Sumber : http://aceh.antaranews.com/berita/30754/wapres-dukung-pembangunan-rs-indonesia-di-myanmar?utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news

Silahkan bertanya?