Rekomendasi Manajemen untuk Daerah yang Baru Mengalami Outbreak Kasus Covid-19

Seiring arus mudik, terjadi peningkatan jumlah kasus nasional, sementara di DKI Jakarta kurva kasus melandai. Mau tidak mau harus diakui walaupun PSBB di DKI Jakarta tidak sempurna, namun berkontribusi dalam penurunan kasus di DKI. Hal lain yang perlu dicermati dan difokuskan adalah angka mortalitas atau angka kematian. Kita lihat pada kurva nasional angka kematian mengalami penurunan pada bulan April dan awal Mei, tetapi naik lagi pada pertengahan Mei seiring arus mudik. Faktor yang disinyalir berkontribusi dalam menaikkan angka mortalitas adalah “Shock Phenomena” tenaga kesehatan (nakes) dalam menangani kasus Covid-19. “Fearness”, kebingungan terjadi menyebabkan “Secondary Neglected Care” pasien-pasien terduga Covid-19. Namun seiring waktu berjalan, angka kematian menurun, faktor fearness dan kebingungan nakes berkurang, availabilitas alat cek PCR semakin baik dan kemampuan besar. Nah belajar dari pengalaman DKI Jakarta, maka manajemen yang bisa diusulkan untuk daerah sbb; Gunakan keuntungan kondisi geografis daerah Anda: 1. Untuk daerah kota besar dan padat – PSBB 2 minggu – Pakai masker – Budaya cuci tangan – Physical distancing – Screening Rapid Test, diikuti dengan PCR – Karantina, isolasi untuk yang positif – Siagakan sistem pelayanan dan rujukan Faskes 2. Untuk daerah kepulauan, penduduk tidak padat – Mass screening dgn rapid test dan PCR – Karantina/self isolation yang sakit saja – Screening ketat di bandara dan Pelabuhan – Pakai masker – Budaya cuci tangan – Siagakan sistem pelayanan dan rujukan Faskes Kumpulkan nakes, briefing, motivasi dan beri perlindungan (APD) agar all out dalam menangani pasien yang sakit sehingga memberikan hasil optimal. Peran dari pada para Ustadz dan pemuka agama dalam memberikan dukungan dalil dan moril kepada nakes dan penderita dioptimalkan karena unsur psikis & sosial pada nakes dan penderita begitu nyata dan bermakna. Peran dari aparat hukum juga dimaksimalkan dalam mensosialisasikan aspek hukum dalam pengaturan manajemen pandemi, agar memberi perlindungan kepada nakes untuk bertindak. Peran Kepala Daerah sebagai komandan sangat vital dalam keberhasilan manajemen Pandemi Covid-19. Ingat untuk dokter fokus pada menurunkan angka mortalitas. Gunakan seluruh kemampuanmu. Jangan terlena. Untuk pencegahan kasih porsi ke epidemiolog. Salam, Dr. Yogi Prabowo, SpOT Pendiri, Presidium dan Relawan Medis MER-C
Pekikan Ambulan Suara Antara Kehidupan Dan Kematian

Catatan Relawan Sesaat pada suatu tempat di Gaza gaduh oleh suara ledakan dan teriakan korban menjadi satu, dan tak lama kemudian pekikan suara ambulan datang mengikuti. Apa yang terjadi …. ? Dimana titik lokasi… ? Radio HT antar Ambulan saling memberi informasi. Ambulan segera memburu korban yang dalam keadaan antara hidup dan mati. Beberapa orang perawat dari mobil ambulan berlarian memapah korban ke atas bed Ambulan, bed pasien didorong masuk dan pintu mobilpun ditutup. Sirine Ambulan memekik membelah suara gemuruh yang tersisa. Gemuruh akibat ledakan oleh Zionis Israel yang meninggalkan korban-korban bergelimpangan Ambulan berlari kencang, semakin kencang dan semakin kencang menerbangkan debu-debu yang dilewatinya. Pekikan ambulan suara antara kehidupan dan kematian. Suara sepatu petugas ambulan yang menghantam lantai RS Indonesia (RSI) terdengar begitu nyaring. Tempat tidur berjalan (Bed) ambulan didorong sangat cepat seiring dengan berlariannya petugas tersebut membawa korban ke Ruang Gawat Darurat RSI. Tembok terkupas, keramik terlepas, kayu pembatas terkoyak, engsel pintupun sebagian terlepas terhantam gesekan bed ambulan. Yalla…. Bi syur’ah…! Bi syur’ah….! (ayo… cepaat…. Cepaat….) teriakan-teriakan dokter untuk mempercepat lari para perawat petugas ambulan mendorong tempat tidur ambulan dengan dibarengi suara erangan kesakitan korban yang dibawanya. Air mata, darah dan keringat berjatuhan di lantai RSI. Tidak ada satu jengkal tanah di Gaza yang dikategorikan aman. Tidak ada satu detikpun waktu di Gaza dikategorikan kondusif. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada menit berikutnya kecuali Allah Tuhan semesta alam. Tahun 2019 Relawan RSI didatangkan kembali oleh MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) ke Jalur Gaza. Selain untuk membangun penambahan dua lantai RSI juga perlu mengagendakan perbaikan kerusakan-kerusakan terutama jalur antara tempat jalur masuk Unit Gawat Darurat, jalur ruang Operasi hingga jalur ke Ruang ICU RSI. Kerusakan-kerusakan pada dinding, kayu pengaman dinding, keramik dinding, pintu dan aksesorisnya. Tahun 2019 RSI berharap kembali doa dan dukungan rakyat Indonesia. Edy Wahyudi Dari Jalur Gaza PalestinaSite Manager RS Indonesia GAZA, Kami Kembali… Dukungan dan Donasi untuk Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia, Gaza – Palestina dapat disalurkan melalui : BSM, 700.1352.061BCA, 686.0153678Bank Mandiri, 124.000.8111925BNI Syariah, 081.119.2973BRI, 033.501.0007.60308Bank Muamalat, 358.000.1720 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercforgaza#tahap2rsindonesiagaza#beapartofhistory#mercindonesia
Relawan RSI Utamakan Sholat & Kelamatan Kerja

Saat hening dan dingin di sepertiga malam yang akhir terdengar suara sayup isakan tangis dan alunan Al Qur’an. Para relawan Rumah Sakit Indonesia (RSI) Jam 3 pagi sudah bergegas melawan kantuk dan rasa dingin yang menggigit untuk sholat tahajud atau qiyamul lail mengadukan diri kepada Sang Ilahi. Saat Adzan Subuh menggema ke “seantero” kota Gaza. Para relawan terpanggil untuk mendatangi Masjid. Disaat terduduk menunggu iqomah Sholat Subuh tampak di dinding Masjid thermometer digital cuaca menunjukkan sekitar 12 derajat celcius. Pantas ujung jari-jari terasa dingin menjalar ke seluruh tubuh akan tetapi para Relawan tetap hangat terlihat dari sinar wajah-wajah mereka ketika berdoa antara adzan dan iqomah mencari waktu yang makbul dalam berdoa. Utamakan Sholat dan keselamatan kerja …… Utamakan Sholat adalah semboyan para relawan RSI menjaga keselamatan diri dengan sholat secara berjamaah di Masjid. Utamakan Keselamatan Kerja adalah juga keutamaan dalam kehati-hatian dalam bekerja. Dokter Arif salah satu presidium MER-C terus mengingatkan kepada Site Manager RS Indonesia di Gaza Palestina agar melengkapi para relawan RSI dengan APD (Alat Pelindung Diri). Beliau berharap para relawan saat kembali ke tanah air tidak mengalami cacat akibat kecelakaan kerja. APD adalah kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja beramal sholih membangun Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza Palestina. Kelengkapan yang digunakan antara lain : “Safety Helmet” yang berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda yang bisa mengenai kepala secara langsung “Safety Shoes” Sepatu yang dilapisi besi di ujung jari mencegah kecelakaan fatal yang mengenai kaki akibat kejatuhan benda keras. “Respirator” Masker berfungsi sebagai penyaring udara di lokasi pembangunan dengan kualitas udara kurang baik antara lain debu dan serpihan material. Sarung tangan kerja, “Safety Harmes” Tali pengaman, “Ear Plug” penutup telingan dari suara yang super bising, “Safety Glasses” kaca mata pengaman sebagai pelindung mata ketika bekerja baik yang terang maupun yang gelap untuk pekerjaan las, dan lainnya. Semua jenis APD harus sudah digunakan para relawan RSI mulai briefing pagi yaitu jam 6.45 pagi hingga selesai jam beramal sholih di sore hari. Digunakan sebagaimana mestinya sesuai standard Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K3L). Dokter Arief Rachman menambahkan : “APD wajib dipakai saat kerja dan menjadi standar keselamatan, agar menjadi contoh bagi pekerja lokal.” Edy Wahyudi Relawan RS Indonesia di Jalur Gaza GAZA, Kami Kembali… Info :Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia, @rsindonesia #mercforgaza#tahap2rsindonesiagaza#beapartofhistory#mercindonesia
Pasar Jumat di Jalur Gaza

Kehidupan di Jalur Gaza diwarnai dengan pengangguran dan tingkat kemisikinan yang tinggi. Masyarakat Gaza harus berusaha keras untuk mendapatkan “sheikel” (mata uang Israel) untuk membeli konsumsi diri dan keluarganya. Memasuki tahun ke 12 Blokade terhadap Gaza berlangsung, Tidak hanya udara bahkan darat dan lautpun ditutup Zionis Israel. Sehingga sekitar dua juta penduduk Gaza mengalami krisis yang cukup parah. Salah seorang ulama besar di Gaza Utara bernama Syeikh Yakub Abu Muhammad saat berkunjung ke Kantor MER-C Jumat malam Sabtu (8/3) 2019 mengungkapkan banyak dari kalangan anak yatim dan janda-janda syuhada yang terlantar menunggu bantuan untuk meringankan hidup mereka. Beliau juga turut mendoakan semoga menjadi pahala yang terus mengalir bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza. Walaupun Gaza dihantui kelaparan dan terkadang bunyi-bunyi yang menyeramkan tetapi rakyat Gaza berusaha sabar dan penuh semangat. Salah satu cara mereka keluar dari kesulitan ekonomi adalah dengan mengadakan pasar Jum’at di sekitar masjid. Dikatakan pasar Jum’at karena mereka hanya berjualan disekitar masjid-masjid tertentu setelah sholat Jum’at berlangsung. Pasar tersebut merupakan bertemunya penjual dan pembeli dan adanya transaksi antara barang dan uang “Sheikel” “Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah.” (QS. Al-Jumu’ah: 10). Syariat mengijinkan untuk melakukan aktifitas duniawi dan mencari rizqi setelah solat Jum’at bahkan sebagian ulama memandang jual beli setelah sholat Jum’at menjadi sebab datangya keberkahan. Tidak banyak macam yang dijual., Komoditas sederhana diperjual belikan dari minyak wangi, kueh-kueh, berbagai jenis minumam dan lain sebagainya Transaksi yang ada menjadi perantara perputarannya ekonomi masyarakat Gaza. Seperti saat penulis menjumpai setelah Sholat Jum’at di Masjid Turki di pinggir pantai Gaza sebelum memenuhi undangan makan siang di hari Jum’at seorang keluarga bernama “Aiz” di jalan Umar Mukhtar Gaza. Edy Wahyudi Dari Jalur Gaza Palestina Site Manager RS Indonesia Gaza Palestina
Kelangkaan BBM Berimbas Hingga Mamuju

(Laporan Perjalanan Tim MER-C untuk Palu – Donggala) Selasa, 2 Oktober 2018, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali memberangkatkan tim bantuan kemanusian yang terdiri dari unsur medis dan non-medis. Berbeda dengan kebanyakan, tim tidak menumpang rombongan Herkules TNI AU, melainkan menggunakan maskapai komersial. Jalur yang ditempuh adalah Jakarta – Makassar dan Makassar – Mamuju. Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai : 1. Dengan lumpuhnya bandara Palu, Mamuju adalah kota terdekat yang bisa dicapai menggunakan pesawat udara. Tim mengonfirmasi jalur ini dan fasilitas transportasi-akomodasi yang tersedia di Mamuju. 2. Adanya permintaan logistik dan BBM dari tim aju (advance) yang sudah berada lebih dulu di Palu. Jadi selama satu hari, tim berbelanja kebutuhan internal relawan dan logistik dasar utamanya air minum dan makanan untuk didistribusikan. Secara fisik, kota Mamuju sendiri tidak mengalami dampak signifikan pasca gempa. Namun, yang kurang diantisipasi adalah, walaupun jarak yang cukup jauh dari pusat gempa, masyarakat Mamuju mengalami krisis BBM akibat meningkatnya permintaan. Hal ini mengingat naiknya volume kendaraan yang melintasi jalur Makassar – Mamuju – Palu.Sudah beberapa hari setelah gempa ini, seluruh SPBU di kota Mamuju kehabisan stok terutama jenis premium dan pertamax. “Stok pertamax kami 8 ton, habis dalam 2 hari terakhir. Biasanya 3-4 minggu baru kami melakukan pemesanan lagi,” ujar admin SPBU Haji Lomma. Dalam pengamatan tim, hanya jenis solar yang masih tersedia di kebanyakan SPBU. Akibat meningkatnya permintaan, pihak SPBU melakukan pembatasan pembelian menggunakan jerigen. Satu mobil hanya dibatasi membeli maksimal 20 liter menggunakan jerigen. Untuk pengisian penuh langsung ke tangki, tidak dibatasi. Kondisi ini diamini oleh Babinsa setempat, Hasanudin. “Kami mencegah agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan di saat krisis ini, pak,” ujarnya beralasan. Padahal, tim MER-C yang saat ini membantu operasional RS Alkhairat membutuhkan pasokan bensin yang kontinyu. Sampai hari tulisan ini dibuat, baru beberapa titik di Palu yang mendapatkan aliran listrik kembali. Selebihnya sangat bergantung dengan suplai listrik dari generator. Dengan lobi kekeluargaan, akhirnya pihak SPBU dan Babinsa mengijinkan pembelian bensin dua kali lipat kuota yang diberikan. Itu pun setelah mereka mengetahui bahwa bensin yang dibeli akan dibawa ke Palu untuk membantu kerja relawan.Hal lain yang juga menarik, adalah informasi tentang situasi keamanan terutama di daerah Pasangkayu. Setelah ramai menyebar di media sosial tentang penjarahan bantuan oleh oknum di daerah Pasangkayu, pihak TNI menurunkan personilnya untuk mengawal dan mengamankan daerah Pasangkayu hingga perbatasan Sulbar – Sulteng. Proses pengawalan dilakukan secara estafet mulai dari Korem Mamuju sampai Koramil Pasangkayu, lalu dari Koramil ke perbatasan dan masuk ke Palu. Karenanya seluruh rombongan relawan yang melakukan perjalanan darat dan membawa logistik diharapkan bisa melaporkan rombongannya ke kantor Korem Mamuju setiap hari jam 09 WITA untuk mendata konvoi yang akan berangkat. Rencananya, tim ini juga akan memanfaatkan pengawalan tersebut mengingat cukup banyaknya logistik yang dibawa. Tak kurang 1 pick-up disewa untuk mengangkut air mineral, biskuit, susu cair, dan pembalut untuk didistribusikan. Mamuju, 02 Okt 2018Dr. Arief Rachman, SpRad ——— Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi dan tsunami di Palu – Donggala dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaIG: @mercindonesiaCall Center : 0811990176 #mercpedulipaludonggala
Resume Misi Gempa dan Tsunami Palu

Pasca tsunami kota Palu mengalami fenomena stroke atau lumpuh sebelah, sekilas masih terlihat lalu lalang kendaraan bermotor, tetapi LISTRIK MATI, TIDAK ADA AIR BERSIH, TIDAK ADA SINYAL HP. Terlihat masyarakat sibuk menjarah SPBU, Alfamart dan toko-toko bahkan rumah-rumah korban tsunami. Mayat masih bergelimpangan di jalan-jalan dan RS, sementara masyarakat terlihat apatis terhadap mayat tersebut tidak ada upaya penguburan, dll. Sikap apatis masyarakat Palu terhadap saudara-saudaranya yang menjadi korban menimbulkan tanda tanya bagi tim-tim bantuan. Sampai hari ketiga belum tampak evakuasi korban dari reruntuhan di dalam kota, walaupun kadang terdengar suara-suara merintih minta tolong diantara reruntuhan di Mall Ramayana terbesar di kota Palu. Hanya terlihat kendaraan TNI yang bolak balik, hampir tak terlihat adanya polisi yang mengamankan situasi. Bahkan bandara dipenuhi oleh masyarakat yang mau mengungsi. Kelumpuhan listrik akibat tsunami ini akibat tiang-tiang listrik yang tumbang. Sampai hari ketiga pasca tsunami listrik belum pulih, air bersih sulit didapat. Tim medis yang datang, tak bisa melakukan operasi akibat tak ada air. Akibatnya tim medis pun menjadi secondary victim. Masyarakat sibuk menjarah, keluar masuk kota ke kota terdekatnya untuk mencari BBM dan bahan makanan tanpa peduli dengan sekitarnya. Palu, 2 Oktober 2018dr. Yogi Prabowo, Sp.OT(MER-C Indonesia) Info:Website : www.mer-c.orgCall center : 0811990176FB : MER-C IndonesiaIG : @mercindonesia #mercpedulipaludonggala
Penyuluhan Ke Murid SMPN 3 Kayangan Di Sekolah Darurat

Kayangan – Kamis/30 Agustus 2018, dr. Laily dan Annisa, SKed, relawan medis MER-C Indonesia memberikan edukasi kepada siswi-siswi SMPN 3 Kayangan, kabupaten Lombok Utara tentang pentingnya kesehatan reproduksi di tenda sekolah darurat. SMPN 3 Kayangan merupakan salah satu sekolah yang rusak parah akibat gempa 7 SR yang menerjang Lombok. Kondisi bangunan sudah tidak layak untuk digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar, bahkan harus segera dirubuhkan karena membahayakan orang yang berada di sekitarnya. Selasa, 28/8/2018, relawan Al-Fatah membangun sekolah darurat sangat sederhana dengan memanfaatkan puing-puing bangunan yang masih bisa dimanfaatkan seperti kayu yang digunakan sebagai tiang penyangga, sementara atap sekolah menggunakan terpal. Di atas sekolah darurat inilah guru dan relawan berusaha merintis kembali aktifitas akademik di SMPN 3 Kayangan yang sudah hampir satu bulan nihil aktivitas belajar mengajar. Meskipun dengan kondisi seadanya guru-guru tampak bersemangat memulai kegiatan belajar mengajar dengan memastikan presensi siswa. Harapannya, siswa yang masih absen pada hari ini, besok bisa diajak untuk hadir meskipun kegiatan belajar mengajar belum bisa dilakukan secara maksimal. Di area SMPN 3 Kayangan berdiri RS Lapangan MER-C Indonesia dan Tenda Relawan Al-Fatah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat korban bencana gempa Lombok. Selain itu, para relawan juga berupaya untuk memberikan edukasi-edukasi kepada masyarakat sekitar terkait permasalahan yang ada sesuai dengan bidang keahlian mereka masing-masing. Diawali oleh relawan Al-Fatah, pada Rabu/29 Agustus 2018, memberikan edukasi mengenai Manajemen Bencana, dilanjutkan pada hari Kamis/30 Agustus 2018, relawan medis MER-C Indonesia memberikan edukasi kesehatan reproduksi kepada siswi-siswi SMPN 3 Kayangan. Antusias siswa sangat besar dalam menyerap ilmu yang diberikan. Materi kesehatan reproduksi juga dirasa sangat menarik untuk mereka pahami karena sesuai dengan perkembangan usia, dimana pada usia 12 – 15 tahun mayoritas mereka sudah baligh. Kegiatan diakhiri dengan membagikan bantuan pembalut kepada siswi SMPN 3 Kayangan. (IAK) Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui: BCA, 686.0099339BSM, 701.5658.899BNI Syariah, 303.2000.922 Semua rekening atas nama :Medical Emergency Rescue Committee Info :www.mer-c.orgFB : MER-C IndonesiaCall Center : 0811990176 #mercpedulilombok
TPA Darurat

Usai berkegiatan memberikan pelayanan medis bagi warga korban gempa di Lombok pada pagi hingga sore hari, malam harinya giliran para relawan menerima kedatangan tamu-tamu cilik yang tinggal di sekitar posko MER-C yang berada di desa Gumantar, kecamatan Kayangan, Lombok Utara. Dalam sekejap posko riuh ramai dengan keceriaan anak-anak. Tanpa disuruh, hampir setiap hari anak-anak ini mendatangi posko MER-C, lengkap dengan alat sholat atau baju muslim dan buku mengaji. Ya Allah semangat belajar mereka tinggi, namun memang ujian bencana ini membuat kegiatan belajar mereka terhambat karena bangunan sekolah yang rusak akibat gempa. Dengan kemampuan yang dimiliki, para relawan MER-C yang sampai saat ini terus dikirimkan secara rolling dan berkala ke Lombok, mencoba berbagi sedikit ilmu, mendampingi, dan mengajari anak-anak ini mengaji. Semoga TPA darurat dan dadakan ini bisa bermanfaat untuk mengisi waktu anak-anak terdampak gempa dengan hal-hal yang positif. Semangat terus, Nak ! Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok dapat disalurkan melalui : BCA: 686.0099339BSM: 701.5658.899BNI Syariah: 303.2000.922 Atas Nama :Medical Emergency Rescue Committee Info:www.mer-c.org0811990176FB : MER-C Indonesia #mercpedulilombok
Takut Gempa Susulan, Warga Tidur di Jalanan

Jam menunjukkan pukul 00 lebih saat Tim MER-C masuk ke terminal kedatangan Lombok International Airport. Pesawat yang kami tumpangi delayed beberapa lama. Ruang bagasi nyaris hanya ditunggui oleh penumpang dari Jakarta. Namun kondisi berbeda terlihat saat kami keluar menuju pintu masuk. Ratusan calon penumpang yang didominasi wisatawan asing, tersebar memenuhi ruang tunggu. Entah apakah mereka memang akan pulang, atau terpaksa mempersingkat kunjungan karena bencana yang terjadi. Gempa kedua yang mengguncang Lombok Utara memang mengubah segalanya. Setidaknya 90-an warga meninggal dunia. Hampir seluruh bangunan di Lombok Utara termasuk fasilitas kesehatan rusak ringan hingga berat, mengakibatkan pelayanan terpaksa dilakukan di halaman. Bersama Husaini, seorang relawan yang pernah aktif dalam penanganan bencana gempa dan tsunami Aceh 2004, kendaraan memasuki komplek rumah beliau di bilangan Gunungsari. Dalam perjalanan menuju Mataram, sesekali terlihat warga yang berkumpul dengan kendaraannya. Kadang terlihat anak-anak kecil tertidur dalam pelukan ibunya. Walau peringatan tsunami sudah dicabut oleh BMKG pasca gempa 5 Agustus, warga tetap waspada. Laju kendaraan semakin lambat saat memasuki kompleks perumahan di BTN Graha Royal. Warga yang memilih tidur di halaman rumah, bahkan di jalanan semakin banyak. Secara fisik, tidak terlihat kerusakan berarti di rumah-rumah yang berada di kawasan Lombok Barat ini. Namun, sepertinya trauma lah yamg mendasari pilihan warga untuk tidur di luar saat malam. Jam 03.00 dini hari kondisi berubah ramai akibat gempa cukup besar yang dirasakan. Walau hanya 2-3 detik, namun cukup membangunkan warga yang tertidur dan panik. Untungnya, kondisi ini tidak berlanjut sehingga mereka bisa beristirahat kembali. Menurut Husaini, kondisi ini sudah mulai menimbulkan dampak di warga Graha Royal. Beberapa sudah terkena batuk pilek akibat tidur di luar dalam kondisi udara dingin. Rencana pagi ini Tim MER-C yang baru datang akan berkoordinasi dengan relawan MER-C Mataram yang sudah bergerak sejak awal bencana untuk merencanakan keberangkatan ke Lombok Utara. Di sana tim akan memberikan layanan kesehatan, memetakan titik-titik kantong pengungsian, dan kemungkinan pendirian RS Lapangan bekerja sama dengan setiap elemen bantuan yang hadir di Lombok. Dr. Arief Rachman, SpRadRelawan Medis —– Bantuan dan Donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok: BCA: 686.0099339BSM: 701.5658.899BNI Syariah: 303.2000.922 Atas Nama :Medical Emergency Rescue Committee Info:www.mer-c.org0811990176FB : MER-C Indonesia #CatatanRelawanMER_C#mercpedulilombok