MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

MER-C Salurkan Bantuan Logistik dan Tambah Tim Relawan ke Lokasi Banjir Demak

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) pada Sabtu/23 Maret 2024 kembali mengirimkan tim ke Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Hal ini dalam rangka membantu penanganan dampak bencana banjir di Demak yang masih meluas.  Tim pertama berasal dari MER-C cabang Yogyakarta membawa amanah bantuan logistik untuk disalurkan kepada warga korban banjir. Pada hari yang sama, tim dari MER-C pusat Jakarta  yang merupakan tim medis juga bergerak menuju lokasi bencana. Tim terdiri dari satu dokter umum, satu dokter gigi, satu perawat, satu relawan logistik dan satu supir.  Salah satu Relawan MER-C Cabang Yogyakarta, Nanang mengatakan bantuan logistik yang disalurkan berupa obat-obatan, sembako, selimut, susu formula dan pampers. “Alhamdulillah sudah selesai droping logistik obat-obatan, pampers, susu, selimut dan sembako. Diterima oleh staf Pusat Service Center (PSC) Demak,” ujarnya. Nanang mengatakan, adapun bantuan obat-obatan yang disalurkan berupa obat kulit, antibiotik, anti hipertensi dan vitamin.  Ia menuturkan, penyaluran donasi ini dilakukan melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak. Sementara itu, Tim medis dari MER-C Pusat Jakarta juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Demak untuk penempatan wilayah bencana yang masih membutuhkan bantuan medis. Merespon bencana banjir di Demak, MER-C sejak hari Selasa (19/3) telah menurunkan tim relawannya untuk turut membantu para korban. Sebelumnya, Ketua MER-C Cabang Yogyakarta, dr. Rizki Rinaldi yang juga ikut turun ke lokasi bencana mengatakan, saat ini tenaga kesehatan dari luar wilayah Demak sangat dibutuhkan, karena banyak tenaga kesehatan yang juga jadi korban banjir.

MER-C Kirim Tim Relawan Bantu Korban Banjir Demak

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), hari Selasa (19/3) mengirimkan tim relawan dari Cabang Yogyakarta untuk membantu korban banjir di Demak, Jawa Tengah. Ketua MER-C Cabang Yogyakarta, dr. Rizki Rinaldi yang juga ikut turun ke lokasi bencana pada hari Kamis (21/3) mengatakan, saat ini tenaga kesehatan dari luar wilayah Demak sangat dibutuhkan, karena banyak tenaga kesehatan yang juga jadi korban banjir. “Rumah sakit juga kalau ada pasien baru harus dijemput agak jauh oleh tim rumah sakitnya biar bisa menerjang banjir. Beberapa kantor inti pemerintahan juga terendam, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), Masjid Demak, BKKBN, RSUD Sunan Kalijaga dan beberapa RS lainnya,” kata Rinaldi. Ia mengatakan, saat ini Tim Relawan MER-C yang dikirimkan sudah berada di Pusat Service Center (PSC) dan akan mendiskusikan penempatan relawan. Untuk kegiatan Tim, sementara mereka akan melakukan assessment lapangan. Rinaldi mengatakan banjir yang terjadi cukup tinggi dan sudah terjadi sejak bulan lalu sehingga warga sudah terpusat di lokasi pengungsian. Untuk itu, Tim fokus memberikan pelayanan di pengungsian dan tidak melakukan mobile clinic. “Kita sementara ditempatkan di pengungsian warga Demak di Kudus, karena saat ini di Kota Demaknya sendiri lumpuh jadi warga di beberapa kecamatan diungsikan di Kudus,” ujarnya. Berdasarkan laporan dari Tim yang turun di lapangan terkait situasi terkini di Demak dan perlunya tambahan relawan, MER-C akan kembali mengirimkan sejumlah relawan dari pusat. Dikutip dari Dinkominfo Demak, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jawa Tengah dan jebolnya enam tanggul mengakibatkan 89 desa di 11 kecamatan yang berada di Kabupaten Demak terendam banjir. Selain itu, pada Ahad 17 Maret 2024 tanggul Sungai Wulan yang berada diperbatasan Kabupaten Demak dan Kudus juga kembali jebol. Adapun Sebelas kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Demak, Kecamatan Karangtengah, Kecamatan Sayung, Kecamatan Mranggen, dan Kecamatan Wonosalam. Kemudian, Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Karangawen, Kecamatan Kebonagung, Kecamatan Guntur, Kecamatan Dempet, serta Kecamatan Gajah. Bedasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Demak, Senin (18/3/24), mencatat ketinggian banjir di 11 Kecamatan tersebut antara 30-80 cm. Sebanyak 93.149 jiwa terdampak dan 22.725 diantaranya mengungsi,Saat ini Pemkab Demak telah mendirikan lokasi pengungsian di 45 titik.  BPBD Kabupaten Demak hingga kini masih bersiaga dengan kondisi banjir tersebut mengingat hingga (19/03/24) Selasa banjir semakin meluas. Bantu kami menyediakan layanan kesehatan untuk penyintas banjir di Kab. Demak melalui donasi ke rekening: Bank Syariah Indonesia (BSI) 700 499 5818 atas nama MER-C DIJ. Informasi dan konfirmasi donasi ke 085150723118 a.n MER-C DIJ

MER-C Yogyakarta Kirim Tim untuk Bantu Korban Banjir Demak

Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melalui Cabangnya di Yogyakarta mengirimkan Tim Medis untuk membantu korban banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang terjadi akibat tanggul jebol. “Dalam misi pertama ini, MER-C Yogyakarta mengirim tim medis beranggotakan 5 personel yaitu dr. Rais Aliffandy Damroni (Dokter Umum), Hapsah (perawat), Fifi Ariana Himawan, Fakhrur Razi, dan Mohammad Miftahul Alim,” kata Ketua Tim dr. Rais Aliffandy Damroni. Ia mengatakan, Tim MER-C Yogyakarta bertugas selama tiga hari, terhitung dari hari Minggu, 11 Februari 2024 – Selasa, 13 Februari 2024. Saat ini Tim MER-C berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas Gajah I untuk mengisi pos kesehatan di posko pengungsian Wilayah Kecamatan Gajah. “Kami melakukan pelayanan kesehatan personal kepada pasien yang datang ke pos kesehatan dan kami juga mendatangi pasien untuk melakukan pemeriksaan di dalam posko pengungsian. Kami bekerja sama dengan puskesmas, menyediakan obat-obatan dasar untuk warga yang memeriksakan diri,” ujar Fandy.Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini warga membutuhkan bantuan-bantuan pokok diantaranya logistik/makanan cepat saji, tikar dan selimut, serta obat- obatan. Kebutuhan lainnya adalah pembalut, pempers anak dan dewasa, MPASI, alat mandi (gayung, handuk, sabun, shampo, pasta gigi, sikat gigi), pakaian dalam, air mineral, obat dan lotion anti nyamuk serta dan sandal. “Berdasarkan pemeriksaan kami, kebanyakan pasien yang memeriksakan diri mengeluhkan nyeri kepala, nyeri otot dan gangguan kulit,” tuturnya. Hujan deras di wilayah Hulu dan debit air yang meningkat mengakibatkan beberapa tanggul di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, jebol. Banjir masih berlangsung dan terus meluas. Menurut data BPBD Terdapat 7 kecamatan dengan total 39 desa yang terdampak dengan warga terdampak sejumlah 84.012 jiwa (22.123 KK). Dari keseluruhan warga yang terdampak, 20.772 jiwa mengungsi di berbagai lokasi. Lokasi pengungsian dikondisikan di beberapa fasilitas umum seperti sekolah, gedung pertemuan, dsb. Ayo bantu kuatkan saudara kita di Demak dengan berdonasi melalui:Bank Syariah Mandiri700-499-5818a.n MER-C DIJ Narahubung:0851 5072 3118 (MER-C Yogyakarta)

Silahkan bertanya?